SENIOR

SENIOR
Hutang


__ADS_3

Fathan menolehkan kepalanya dan menatap Lala sambil mengerutkan alisnya berusaha mengingat.


"Utang apaan emangnya gw pernah minjem duit lo, ada juga lo yang minta duit mulu,"tanya Fathan.


Tuk!


Suara tangan Lala yang beradu dengan kepala Fathan refleks membuat Fathan membulatkan matanya karena menurutnya pukulan Lala lumayan membuat kepalanya panas.


"Kata guru agama gw waktu sd kalo punya utang tuh gak boleh dilupain Kak dosa tau, lo mau masuk neraka? kalo mau sih gapapa tapi jangan ngajak ngajak gw gak bakalan ikut terus lo juga jangan ajak Raina kasian temen gw,"ucap Lala.


"Cerewet banget si lo, yaudah kasih tau buruan gw utang apaan,"tanya Fathan gemas.


"Utang yang di bus kan gw udah nurutin lo buat balik lagi ke bangku gw sendiri biar Aldo gak duduk di samping Raina,"ucap Lala santai.


Raina terkejut menatap Lala dan Fathan bergantian seolah olah sedang meminta penjelasan.


"Si Lala ini bener bener ya mulutnya kaya kaleng rombeng,"gerutu Fathan.


"Enak aja lo mulut Lala cantik gini gak mirip kaleng, yaudah biar Lala aja yang jelasin ke Raina,"omel Lala.


"Gak usah, nanti ceritanya malah kemana mana lagi,"tolak Fathan.


"Gak usah diceritain nanti aja Lala yang cerita kalo udah sampe rumah kita nikmatin aja suasana hutannya, besok kan kita pulang,"ucap Raina tersenyum.


"Nah bagus pinter banget pacar gw gak kaya temennya yang di samping gw oonnya gak ketulungan,"sindir Fathan.


Lala tidak menggubris sindiran Fathan ia kembali fokus dengan cemilannya, ia tersentak saat melihat pesawat di udara.


"Eh ada bintang jatoh ayooo berdoa berdoa, Lala mau berdoa jadi orang kaya biar bisa beli mini market sama kasir kasirnya,"teriak Lala heboh sambil memukul lengan Fathan dan Raina dengan tangannya yang bekas jilatannya.


"Woyyy jorok lo tangan bekas dijilat megang megang tangan gw minggir ah gw gak mau di samping lo,"omel Fathan menggeser paksa tubuh Lala namun Lala tidak menurutinya hingga membuat Fathan terpaksa mengalah.


Raina tertawa melihat perdebatan mereka ia memperhatikan tangan Lala yang menunjuk ke arah langit, ia menggelengkan kepalanya saat melihat pesawat yang mulai menghilang.


"La itu pesawat kali bukan bintang jatoh kebanyakan nonton ftv lo,"ucap Raina tertawa.


"Oh, salah ya haha. Yaudah Lala minta duit aja deh, tapi gak pernah didengerin juga percuma padahal dari kecil gw minta duit sama pesawat tapi gak pernah dikasih gope pun gak pernah,"cercah Lala.


"Dia malah curhat,"gerutu Fathan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Raina, gw kangen deh sama kak Reno dan Fano kira kira mereka lagi apa ya, mereka masih kemping dibawah pohon gak sih pasti seru banget deh"ucap Lala sambil membayangkan suasana kemping di bawah pohon.


"Gak tau, lo kata gw dukun bisa tau mereka lagi ngapain,"ucap Raina gemas.


"Ih lo hidup di zaman apa si Raina, kita video call aja tapi pake hape lo ya jangan pake hp gw sayang kuotanya,"ucap Lala sambil menyengir.


Tangan Raina mendarat tepat di kening membuat pemilik kening meringis.


"Kok lo nyentil gw si nanti kalo jidat rapunzel benjol gimana,"ucap Lala sambil mengelus keningnya.


"Lagian lo oon banget si bener lah pacar gw nyentil jidat lo, ini hutan Lala gak ada sinyal nelpon biasa aja susah apa lagi vc,"ucap Fathan geram.


"Iya tau Raina pacar lo gak usah pamer pamer, yaudah pake wifi gitu aja kok repot,"omel Lala.


"Penghuni hutan mana yang ngasih wifi di hutan gini, lama lama gw karungin terus gw buang lo ke laut ya,"ucap Fathan kesal.


"Emang di hutan ada laut?"tanya Lala.


"Bodoamat Lala, pergi gak lo sebelum ciki ciki lo ini gw kasih ke Rama semua,"usir Fathan dengan sengaja mengancam Lala menggunakan nama Rama.

__ADS_1


"Janganlah, yaudah deh gw pergi dasar bucin maunya berduaan mulu biarin aja digangguin tante kunti tau rasa,"omel Lala sambil membereskan cemilannya.


"Nih sekalian sampahnya bawa,"ucap Raina.


"Gak mau, kalian aja yang buang bye bye,"tolak Lala dengan cepat meninggalkan mereka sebelum diamuk oleh Raina.


"Bukan temen gw Kak,"ucap Raina memelas sambil melihat sampah yang berserakan.


"Hahaha jangan gitu mukanya, nanti gw bantuin beresin songong emang temen lo,"ucap Fathan merangkul bahu Raina kembali duduk ditempat semula.


"Kesel sumpah ya gw sama anak itu tapi gw sayang sama dia,"oceh Raina.


"Sama gw sayang gak,"ucap Fathan menaik turunkan alisnya dan mendapatkan pukulan pelan dari Raina tepat di wajahnya.


"Gw sayangnya sama Lala,"ucap Raina.


"Iya kalo sama gw gimana,"tanya Fathan.


"Enggak,"jawab Raina dengan santai berhasil membuat Fathan menekuk wajahnya.


"Oh gitu,"ucap Fathan sinis.


"Tapi boong,"ucap Raina tertawa.


Fathan menatap Raina kesal mengaitkan kepala Raina dilengannya tepat di hadapan ketiaknya membuat Raina terus memukul lengan Fathan sambil tertawa dan meminta untuk di lepaskan.


"Rasain cium tuh ketek siapa suruh ngerjain gw dasar pacar durhaka, tapi ketek gw gak bau sih pasti lo betah,"ucap Fathan terkekeh.


"Enak aja kalo ngomong bau banget sumpah, lepasin ilah nanti kalo gw mati gara gara kejebak di ketek lo kan gak lucu bisa bisa gw masuk lambe turah,"teriak Raina.


"Engga, bilang dulu Fathan pacarku yang paling ganteng sedunia lepasin aku ya, nanti gw lepasin kalo lo ngomong begitu,"ucap Fathan tertawa.


"Ogah, di dunia ini masih banyak yang ganteng ada Papa gw yang lebih ganteng dari lo Kak,"tolak Raina yang sesungguhnya sangat malu untuk mengakui bahwa Fathan ganteng.


"Ettt kalian mau kemana, mau gangguin mereka ya, Lala saranin jangan deh tadi aja Lala mau gangguin mereka diusir apa lagi kalian mending kita makan ciki aja yuk dijamin kepala dan hati kalian gak jadi panas deh,"ajak Lala sambil tersenyum.


"Bodoamat, minggir lo gw mau nyamperin mereka enak aja dia ngambil Fathan dari gw,"omel Maira mendorong tubuh Lala dan berhasil membuat Lala hampir terjatuh.


"Ehhh kuntilanak dikuncir songong banget si dorong dorong Lala biarin aja nanti diusir kak Fathan tau rasa, Aldo mending lo gak usah ikut ikut Maira deh ikut Lala aja yuk masih banyak kok cewe yang lain,"ucap Lala.


Namun perkataan Lala tidak direspon oleh Aldo bahkan Aldo berjalan menyusul Maira membuat Lala berdecak sebal.


"Gw ikutin gak yaa, kalo gak diikutin penasaran tapi kalo diikutin nanti gw diusir juga, mending gw ajak yang lain aja ah biar susah kak Fathan ngusirnya kan ada banyak tuh hahaha,"ucap Lala membalikan badannya berlarian menuju tempat kumpul teman temannya yang lain.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


"Halooo gaisss, Lala cantik disini,"teriak Lala.


"Alaynya mulai,"ucap Zara.


"Hehe jangan marah marah ya Zara nanti cepet tua, Lala kesini mau ajak kalian nonton drama live ributnya Maira Aldo vs Kak Fathan Raina yuk ikut gratis kok,"ajak Lala semangat.


"Serius lo? Yaudah yuk buruan samperin mereka nanti bisa botak Raina dijambak sama Maira,"ucap Raka panik dengan beranjak dari duduknya


"Gak usah panik begitulah Kak tenang aja ada Abang aku pasti aman,"ucap Aisyah santai.


"Oh iya ya, yaudah biarin aja lah,"ucap Raka kembali mendudukan dirinya.


"Ihhh kan gw ngajak kalian nonton bukan nolongin ayooo si nonton kalo Lala nontonnya sendirian nanti Lala diusir sama kak Fathan kalo rame rame pasti kak Fathan susah ngusirnya,"ucap Lala.


Setelah melewati beberapa perdebatan Lala berhasil membujuk teman temannya untuk menyusul Fathan dan Raina.


Sesampainya di sana mereka melihat Raina yang didorong oleh Maira dan sempat ingin terjatuh namun ditahan oleh Fathan dengan cepat Lala berlarian meninggalkan temannya.


"Raina bales jangan mau kalah buruan dorong lagi si Maira, Ayoooo ayooo Raina,"teriak Lala sembil bertepuk tangan.


"Heh ini bukan lomba jangan disupport,"omel Zara sambil menginjak kaki Lala dengan sengaja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2