
Pagi hari Farhan sudah siap dengan pakaian formalnya terlihat sangat tampan dengan setelan kemeja biru dongker dan celana panjang berwarna senada.
Farhan berdiri di depan cermin sesekali merapikan rambutnya
"Keren juga gw kalo di liat-liat," gumam Farhan.
Fathan masuk ke dalam kamar Farhan tanpa permisi ia melirik saudara kembarnya kebingungan.
"Lo mau ke kampus apa kondangan sih segala rapi-rapi banget udah gitu wanginya kaya kuburan baru, make parfum berapa botol si," ucap Fathan.
Tangan Farhan terangkat menutup mulut Fathan dengan santai.
"Berisik nih ngomong mulu." Farhan menatap Fathan jengkel melangkahkan kaki menuju pintu lalu keluar meninggalkan Fathan yang sedang tertawa diatas kasurnya.
*********
Waktu menunjukan pukul 9.45 suasana kampus begitu ramai dengan penghuninya yang sibuk berbisik-bisik saat Fathan dan Farhan datang bersamaan tidak lupa juga disana ada Aisyah.
"Berasa artis gw diliatin kaya gitu," gumam Farhan sesekali tersenyum.
"Inget ya lo dosen bukan mahasiswa jadi bertingkahlah seperti dosen, kalo lo sok ramah kaya gitu yang ada lo dikerjain sama mereka," tegur Fathan.
"Yailah senyum doang gapapa Fath ibadah tau kata orang-orang, cita-cita gw kan mau jadi dosen populer yang banyak fansnya bukan hatersnya," saut Farhan.
"Serah lo ah gw mau ke kelas udah telat soalnya," ucap Fathan ia melambaikan tangan lalu berlarian menuju kelasnya.
*********
Di kelas Raina heboh dengan berita dosen baru yang merupakan saudara kembar Fathan.
Aisyah yang baru saja sampai di kelas terkejut saat melihat teman kelasnya yang sudah berada di hadapannya dengan banyak sekali pertanyaan.
"Nanti juga dateng kok, kalian bisa tanya aja sama orangnya langsung, Abang aku bukan artis kenapa kalian seheboh ini," ucap Aisyah bergedik ngeri melihat raut wajah teman-temannya yang begitu semangat saat bertanya sesuatu mengenai Farhan.
"Wei para jomblo kasian temen Lala gak bisa masuk, kalian ini kalo penasaran tanya langsung dong sama bapak dosen baru jangan tanya Aisyah kan kasian dia mau nangis tuh gak bisa masuk, yuk Aisyah masuk sini rapunzel gandeng," teriak Lala sambil menyusup diantara kerumunan teman-temannya menarik tangan Aisyah.
Lala mendapat sorakan dari teman sekelasnya, sedangkan Lala hanya menanggapi dengan menjulurkan lidahnya ke arah mereka.
"Berasa lagi padus kalian nyorakinnya kompak banget," ledek Lala.
Aisyah melirik kursi yang berada di sampingnya ia menatap sekitar lalu mendudukan dirinya sambil meletakan tas di samping kursi.
"Zara mana?" tanya Aisyah.
"Zara kesiangan tadi dia nelpon gw terus katanya jalanan macet kayanya dia bakal telat dah," ucap Raina.
"Tumben banget dia kesiangan biasanya langganan kesiangan kamu Raina," ucap Aisyah terkekeh.
"Sekarang gw jadi rajin soalnya jarang begadang nonton drakor dulu mah gw begadang terus," ucap Raina.
Perhatian penghuni kelas terfokus pada pintu saat seorang laki-laki dengan setelan formalnya baru saja memunculkan dirinya di depan pintu kelas kecuali mahasiswa laki-laki mereka terlihat cuek dan biasa saja.
"Pagi," sapa Farhan dengan senyum ramahnya berjalan menuju mejanya.
"Pagi," sorak satu kelas.
__ADS_1
Farhan mulai mengenalkan dirinya serta menjawab beberapa pertanyaan aneh dari mahasiswi, setelah selesai sesi adaptasi ia mulai mengajar materi yang ingin ia sampaikan.
"Liat tuh cewe-cewe jomblo di kelas kita tumben banget matanya melek pas penjelasan materi biasanya juga gak gitu, harusnya nih kampus kudu ngasih dosen yang bening-bening biar mahasiswanya semangat belajar," ucap Raina terkekeh melihat tingkah teman-temannya.
Saat keadaan kelas sedang hening dan fokus pada materi yang di jelaskan oleh Farhan tiba-tiba Zara datang dengan nafas yang terengah-engah karena berlarian dari depan kampus hingga kelasnya.
"Maaf Pak saya telat, say ...." Zara menghentikan perkataannya saat melihat laki-laki yang berada di hadapannya dengan tatapan dingin sambil memainkan spidol.
Dari tingkahnya yang ngeselin dan sok ganteng kaya gini sih kayanya dia kembarannya kak Fathan, duh mimpi apa sih gw semalem udah kesiangan dan sekarang ketemu dia.
Farhan berjalan perlahan mendekati Zara sambil memainkan spidol yang berada di tangannya.
Selain bar-bar ternyata dia tukang telat juga, gw kerjain aja kali ya.
Tangan Farhan terangkat memukul kepala Zara dengan spidol karena sedari tadi Zara melamun sambil menatapnya membuat Zara meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa sedikit nyeri.
"Say apa? Sayur. Tadi saya udah bacain peraturan saat mengikuti kelas saya dan peraturan tersebut berlaku setelah saya selesai membacakannya, sekarang anda terlambat di kelas saya dan saya paling tidak suka dengan mahasiswa yang terlambat," jelas Farhan.
Zara mengerutkan alisnya berusaha mencerna perkataan Farhan namun kali ini otaknya sedang tidak berpihak padanya, rasanya ia sudah begitu lelah berlarian hingga membuat otaknya lamban.
"Jadi intinya apa ya ? Gak usah muter-muter pusing nih mikirnya," tanya Zara dengan nada ketusnya.
"Emang dasarnya lemot, kamu berdiri disini sampe jam saya mengajar selesai," tegas Farhan.
Zara membelalakan matanya ia mendongakan kepalanya menatap Farhan yang lebih tinggi darinya dengan tatapan jengkel.
"Pilihan keduanya sekarang anda keluar dari kelas saya," sambung Farhan.
Mata Zara berbinar saat mendengar perkataan Farhan dengan semangat ia membalikan badannya berniat keluar kelas namun langkahnya terhenti saat kerah bajunya ditarik oleh Farhan.
Zara menghela nafas lalu membalikan tubuhnya menghadap Farhan yang berada tepat dibelakangnya dengan gerakan cepat hingga membuat kepalanya tertabrak dada Farhan.
Kalo bukan dosen udah gw puter tangannya, sabar ya kepalaku dua kali kamu ngerasain sakit akibat orang yang sama.
"Iya-iya saya berdiri disini dasar dosen kejam mending pak Joko dah. I miss you pak Jok," gerutu Zara.
*********
Seperti biasa selesai jam kuliah mereka selalu pergi ke kantin.
"Sumpah ya Aisyah Abang lo ngeselin banget, kenapa bisa keterima jadi dosen sih yang model begituan," oceh Zara.
"Dia pinter makanya bisa jadi dosen," saut Aisyah terkekeh.
"Ish gw benci banget sama dia. Ini hari apa sih kenapa gw sial banget udah kesiangan, di suruh berdiri di depan, habis itu gw gak di kasih kelompok sama dosen gila itu malahan disuruh ngerjain tugas sendirian tapi materinya banyak banget, dia punya dendam apa si sama gw waktu itu gw kan salah orang masa iya dia dendamnya sampe kaya gitu," oceh Zara tanpa jeda membuat yang mendengarnya terkekeh geli.
"Kata nenek Lala kalo benci sama orang gak boleh berlebihan nanti yang ada jadi suka udah kejadian di kak Fathan loh jadi omongan nenek Lala bukan mitos," ucap Lala dengan wajah polosnya.
"Dih amit-amit gw suka sama dia," kesal Zara.
"Udah makanya gak usah ngomel-ngomel lo juga salah datengnya telat," ucap Raina.
Raina tersenyum saat melihat Fathan yang berada di kantin ia menghampiri Fathan dan teman-temannya.
"Gimana hari pertama diajarin sama dosen yang mukanya mirip pacar kamu? Makin semangat kah?" tanya Fathan sambil menyengir.
__ADS_1
"Mukanya aja yang mirip, aku ngeliat kak Farhan jadi kangen sama kamu bukannya semangat," ucap Raina sengaja menggoda Fathan dengan gombalan recehnya.
"Ada kresek gak? Lala mau muntah," ucap Lala melirik Raina geli.
"Lo kenapa Zar? Bete banget tuh muka," tanya Raka.
Zara mendudukan dirinya tanpa menjawab pertanyaan Raka hingga akhirnya Aisyah memutuskan untuk menjawab pertanyaan Raka.
"Abis dikerjain bang Han dia. Jangan ditanya-tanya dulu kak Raka nanti kena pukulan Zara tau rasa," jawab Aisyah.
"Loh jadi permusuhan kalian berlanjut?" tanya Fathan penasaran.
"Kak Fathan jangan ditanya dulu gak sadar apa muka kamu mirip sama kak Farhan ntar kamu kena amuk Zara," ucap Raina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ....
Selamat membaca gaiss
Jangan lupa like dan komentarnya π
Mohon maaf aku baru bisa up hari ini jujur aku kehabisan ide π£π harap maklum ya tukang halu kaya aku juga manusiaπ
Sekian dam terima kasih π
__ADS_1