SENIOR

SENIOR
Beli kado Shasha


__ADS_3

Aisyah menatap Fano ia mengerutkan alisnya melihat anak kecil pandai berdandan biasanya anak seumuran Fano memakai bedak saja tidak rata.


"Hallo kakak cantik,"sapa Fano.


"Hallo, namanya siapa kok pinter banget si dandannya,"tanya Aisyah mengelus pipi Fano gemas.


"Nama aku Pano umul aku 5 taun terus Pano masih jomblo, kakak cantik mau jadi pacal Pano gak,"ucap Fano.


Aisyah menatap Fano heran ia tertawa mendengar perkataan bocah usia 5 tahun yang sangat pandai berbicara seperti orang dewasa.


"Oh Pano, Pano udah sekolah belum,"tanya Aisyah.


"Pano kakak bukan Pano, Pano udah sekolah paud tapi Pano putus Paud gala gala di kelas Pano gak ada yang milip jennie blackpink, Pano mau kuliah aja kaya kak Laina bial ketemu yang cantik cantik,"jawab Fano.


Raina mendengus pasrah ia mengkode Aisyah dan Fathan untuk masuk kedalam karena jika diteruskan tidak akan selesai sampai negara api menyerang.


"Widihhhhh gercep banget kalian udah nyampe aja,"teriak Lala yang sedang asik menonton kartun anak kembar yang berasal dari malaysia.


"Iya dong takutnya nanti kemaleman terus gak nemu nemu yang cocok,"jawab Aisyah.


"Yaampunnn gitu aja ribet, kadoin aja buku 1 pack buat kak Shasha lumayan buat ngampus,"ucap Lala.


"Ada ada aja kamu La, kamu kok belum siap siap La, gak mau bareng sama kita nyari kadonya,"tanya Aisyah.


"Aku sama kak Reno Ais lumayan beli kado gratis dapet cemilan sekarung pula,"ucap Lala terkekeh sembari melirik sekitar mencari keberadaan Reno.


"Udah yuk berangkat, biarin aja manusia gratisan ini disini nungguin atm berjalannya,"ucap Raina.


Mereka beranjak meninggalkan Lala yang sedang asik menonton kartun kesukaannya.


"Pano mau duduk di depan,"ucap Fano berlarian


membuka pintu mobil.


"Itu sepupu kamu yang ada di gosipin satu kampus Rain,"tanya Aisyah.


"Iya, ngeselin ya hahah,"jawab Raina tertawa.


"Bener kata Lala agak somplak sepupu kamu, ajaran siapa sih kok bisa pecicilan kaya gitu,"ucap Aisyah terkekeh.


Fano sedang asik mengacak acak isi mobil Fathan, ia menemukan 1 bungkus permen mentos lalu membukanya dan memasukan permen ke dalam mulutnya.


Fano terdiam sejenak lalu membuka kaca mobil mengeluarkan kepalanya membuang permen, ia celingak celinguk mencari minum namun tidak menemukannya.


Raina melihat Fano mengeluarkan kepalanya saat di jalanan menatap Fano panik.


"Fano kepalanya jangan keluar keluar nanti di tabok mobil kepalanya ilang,"teriak Raina menarik badan Fano.


"Huahhhhh pedes banget, ini pelmen apa cabe si,"teriak Fano mengkibas kibaskan tangannya di depan mulut.


Fathan yang sedang fokus mengendarai mobil menolehkan kepalanya sejenak kearah Fano.


"Emangnya Fano makan permen apa,"tanya Fathan.

__ADS_1


"Permen ini,"jawab Fano menunjukan bungkus permen pada Fathan.


"Pantes Fano gak suka, disini gak ada minum Fano makan permen ini aja nih manis rasanya,"ucap Fathan menyodorkan 2 buah permen yupi pada Fano.


Mereka sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang biasa disebut mall.


"Kita mau nyali kado apa belbi apa lobot."tanya Fano membelokan langkahnya ingin memasuki toko mainan.


"Eh mau kemana, temen kita udah gede gak main barbie lagi Fano, gemes deh aku sama kamu,"ucap Aisyah menahan Fano agar tidak masuk ke dalam toko mainan.


"Ohhh telus kado olang gede itu apa Kak, ohhh. Pano tau pasti ciki soalnya kak Lala suka sama ciki,"ucap Fano tersenyum.


"Kita nyari baju aja ya, capek keliling yang ada bikin bingung."ucap Fathan


Mereka berjalan menuju toko baju, disana mereka sudah disambut ramah oleh pegawai toko.


"Hallo abang tukang baju,"sapa Fano tersenyum melambai lambaikan tangannya.


"Hallo ade ganteng, mau beli baju apa di dalem banyak banget baju keren,"ucap pegawai dengan ramah.


Mereka masuk kedalam toko memilih baju yang menurut mereka cocok untuk Shasha.


"Ini aja kak kelen ada gambal plojennya,"ucap Fano menunjuk baju yang tergantung.


"Orang gede gak suka baju begituan Fano, mending diem deh solasiin nih ya mulutnya lama lama,"omel Raina merasa pusing mendengar Fano yang sedari tadi mengoceh.


"Ih galak banget si, kak Jungkook kok mau si deket deket sama kak Laina yang galaknya kaya nenek sihil di pilem lapunsel,"ucap Fano cemberut.


Fathan hanya terkekeh mendengar perkataan Fano, ia mengendong Fano takut anak itu hilang seperti kejadian kemarin.


"Fano digendong aja ya nanti ilang lagi kaya kemaren mau,"ucap Fathan.


"Engga ah gak enak jadi anak ilang Pano kelapelan, gak ada ibu pecel disini nanti kalo Pano lapel siapa yang ngasih Pano makan,"jawab Fano.


Mereka selesai membeli kado mencari salah satu restoran, selesai makan mereka bergegas pulang.


Lala merasa bosan terus menerus menganti channel televisi namun tidak ada acara yang ia sukai.


"Kak Reno, pergi sekarang aja yuk gw bosen disini,"ajak Lala memelaskan wajahnya.


"Yaudah sono siap siap,"ucap Reno.


Lala memperhatikan pakaiannya dari atas sampai bawah, ia malas sekali naik ke atas mengganti pakaian lalu memutuskan untuk tidak mengganti pakaiannya.


"Gak usah deh begini aja males gw ganti baju,"ucap Lala.


"Oh iyaaa kak Reno kita perginya naik motor aja ya, udah lama gak naik motor nih, lo bisa kan bawa motor,"ucap Lala


"Yaudah terserah kamu, bisalah,"ucap Reno mengambil kunci motor berjalan mendului Lala untuk memanaskan mesin motornya terlebih dahulu.


Reno sembari memanaskan mesin motornya melamunkan Lala yang sangat sederhana disaat terdapat dua pilihan antara motor dan mobil orang lain memilih mobil ia justru sebaliknya.


"Lala buruannnn, jadi gakkkk,"teriak Reno.

__ADS_1


"Sabar ya ampunnn,"teriak Lala berlarian menghampiri Reno yang sudah siap dengan motornya maticnya.


Lala terdiam menatap Reno dan motornya ia meragukan keahlian Reno dalam mengendarai motor.


"Kak lo seriusan bisa bawa motorkan, jangan sampe nyungsep,"tanya Lala menatap Reno ragu.


"Kalo kamu ragu mending gak usah deh,"ucap Reno ketus.


"Iyaiya gitu aja ngambek,"ucap Lala dengan cepat menaiki motor.


"Mau beli kemana,"tanya Reno.


"Ke pedagang kaki lima aja lumayan bisa cincai cincai dikitlahhh,"ucap Lala tertawa.


"Jiwa keibuannya keluar,"gerutu Reno pelan.


Lala melihat toko sepatu ia menepuk nepukan tangannya di pundak Reno.


"Kak berenti woyyy ilahhh kelewatkan,"teriak Lala.


"Santai aja kali makanya punya mulut dipake buat ngomong, aku belom ahli jadi tukang ojek soalnya,"sindir Reno.


"Hehe maap gw lupa lo bisa bawa mobil, makanya lain kali sering sering naik motor biar ngerti kode kode dalam bermotor hahaha,"ucap Lala tertawa.


Reno memutar arah mengendarai motornya menuju toko yang dimaksud oleh Lala, mereka memasuki toko dan melihat lihat.


"Bang ini berapa harganya jangan mahal mahal ya,"tanya Lala.


"Itu 300 ribu neng,"jawab penjual sepatu.


Lala membelalakan matanya ia melirik Reno meminta bantuan tetapi Reno tidak mengerti maksud Lala.


"Bisa kurang gak bang, 100 aja lah yaa,"tawar Lala.


Reno tercengang mendengar perkataan Lala ia merasa Lala menawar teralu sadis hingga membuatnya menyikut tangan Lala.


"Kamu yang bener aja kalo nawar La, hargain juga pedagang nawarnya gak kira kira udah biarin 300 ribu aku yang bayar,"bisik Reno.


"Sutttt, kak Reno diem aja ya jangan cerewet,"ucap Lala meletakan jari telunjuknya di bibir Reno.


"Udah cuci tangan belom tuh ntar nih bibir bolong bolong lagi,"ucap Reno.


"Belom si hehe, tapi gak usah selebay itu juga kali,"ucap Lala.


"Bang gimana 100 ribu mau gak, soalnya ini kado buat temennya musuh bebuyutan geng Lala bang, Lala gak ikhlas kalo ngasih yang mahal mahal ke dia,"ucap Lala.


"Gak dapet neng, soalnya ini bahannya bagus,"tolak pedagang.


"Yaudah deh yang bahannya jelek aja,"ucap Lala.


"Gilaaa kamu ya La, gak usah aneh aneh deh nanti baru sehari dipake jebol gimana,"protes Reno.


"Emang itu yang gw harepin, lagian dia sama temen temennya rusuh si, lo gak tau kan temennya dia hobi banget ngeguyur Raina pake es teh,"ucap Lala santai sambil melihat lihat sepatu.

__ADS_1


"Yaudah terserah kamu, capek ngomong sama teletabis kw,"ucap Reno pasrah.


Bersambung.......


__ADS_2