
Selamat membaca eps hari ini semuanyaaaaa
Semoga terhibur dengan bab hari ini
Fathan, Farhan dan Zara kini berada di salah satu cafe yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kantor. Fathan sedari tadi senyum-senyum sejak melihat saudara kembarnya datang bersama dengan perempuan yang tidak asing di matanya.
"Ada apa nih. Kenapa kalian kompak banget datengnya barengan. Terus yang lainnya mana?" tanya Fathan.
Zara mengernyitkan dahinya kemudian menolehkan kepalanya ke arah Farhan begitu pun sebaliknya keduanya saling bergedik ngeri menatap satu sama lain.
"Gak jelas deh lo kak. Kita emang dari awal barengan bukan kebetulan apa lagi jodoh ish amit-amit. Nih ya kembaran lo ini dateng ke rumah gw bilangnya mau ngasih buku tapi ujung-ujungnya malakin gw. Dia makan gak kira-kira mesennya, sekarang gw gak punya duit gara-gara dia." Farhan yang mendengar ocehan Zara refleks membelalakan matanya, ia menatap Zara geram. Padahal jelas sekali tadi ia hanya memakan makanan tersebut sedikit justru makanannya lebih banyak dimakan oleh Zara.
Bener-bener rese nih cewe. Dia lupa apa ya tadi dia makan kaya orang kerasukan 10 jin. Berani-beraninya dia nuduh gw.
"Apa liat-liat wle," ketus Zara.
Farhan hanya mendelikan matanya kemudian menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Zara.
"Dasar perut karung gak tau diri," sindir Farhan.
"Ngomong apa barusan! Sembarangan aja ngatain saya perut karung, ini mulut kenapa pedes banget sih kaya cabe, itu body shamming tau gak!" Zara beranjak dari kursinya kemudian menarik hidung Farhan dengan sekuat tenaga hingga membuat Farhan meringis dan meminta ampun berkali-kali.
Fathan yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya kemudian dengan santainya ia beranjak dari kursinya mendekati Farhan dan Zara. Lama-lama melihat saudara kembarnya disiksa oleh Zara membuatnya ikut merasakan penderitaan yang dirasakan oleh hidung saudara kembarnya.
Fathan berusaha memisahkan keduanya hingga akhirnya ia bisa menghela nafas leganya saat keduanya sudah terpisahkan.
"Gak kelar-kelar kalo nungguin lo berdua debat. Gw kesini kan mau minta tolong sama kalian kenapa jadi gw yang nolongin kalian," keluh Fathan sambil merapikan pakaiannya yang agak berantakan.
__ADS_1
"Tuh kembaran lo duluan yang mulai. Dia ngatain gw mirip karung duluan, rasain tuh pembalasan dari gw bentar lagi hidung lo mirip pinokio sukurin," ketus Zara.
"Dasar cewe bar-bar. Awas kamu ya," sinis Farhan sambil mengusap-usap hidungnya, ia tidak mau memperpanjang perdebatan karena ia penasaran dengan tujuan saudara kembarnya menyuruhnya untuk datang ke cafe.
"Ada apa nih tiba-tiba nyuruh dateng kesini padahal kalo mau ngomong bisa di rumah, kaya sama orang lain aja lo," ucap Farhan.
"Gw mau semuanya tau bareng-bareng jadi gw gak perlu ngomong berulang-ulang kali. Aqua mahal soalnya," saut Fathan.
"Helah ternyata bener ya saudara kembaran itu miripnya 11 12. Pelitnya pun hampir sama timbang aqua doang buat minum sendiri masih aja pelit," ucap Zara.
"Udah gak usah diladenin dia ngomong. Ada perlu apa ngajak gw kesini, kalo gak cerita sekarang gw tinggal pulang lo ya," ucap Farhan.
Fathan menghela nafasnya, ia sangat paham betul bagaimana sifat saudara kembarnya. Apalagi kalau sudah penasaran sama suatu hal, pasti Farhan akan terus-menerus mendesak dirinya untuk cepat-cepat memberitahu padanya.
"Kebiasaan, sifat jelek lo gak ilang-ilang sabar dulu bisa gak sih lo. Jadi gini gw ada niatan mau ngelamar Raina ditanggal jadian kita sekitar 3 hari lagi lah. Gw mau lo dan yang lainnya bantuin gw bikin acaranya karena gw gak paham soal beginian," ucap Fathan.
Zara tercengang saat mendengar perkataan Fathan, matanya berkaca-kaca ia merasa bahagia sekaligus tidak menyangka Raina akan menyusul Lala. Disisi lain ia merasa sedih karena perlahan satu per satu sahabatnya mulai menjalani kehidupannya masing-masing dan ia yakin setelah mereka berkeluarga prioritas mereka berganti.
Fathan menyadari perubahan raut wajah Zara, ia mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Zara karena Raina sering sekali bercerita pada dirinya mengenai Lala yang jarang sekali memiliki waktu untuk hanya sekedar berkumpul dengan teman-temannya.
"Gak usah sedih gitu muka lo. Tenang aja Raina masih tetap sahabat lo mau gimana pun keadaannya, gw juga gak akan ngelarang Raina buat sekedar hangout doang sama temen-temennya kali," ucap Fathan.
"Sok tau lo kak. Gw seneng kalo Raina seneng. Terus gimana kelanjutannya. Lo mau ngelamar Raina dimana, Raina udah tau belom soal niat dadakan lo ini," tanya Zara.
"Raina belom tau apa-apa. Terakhir dia ngambek sama gw gara-gara gw sibuk sama hp. Jangan dikasih tau dulu ke dia ya, gw sengaja nyuekin dia soalnya," jawab Fathan.
"Basi banget cara lo Haha. Gampang ketebak tau kalo lo pake cara basi begitu. Jadi gw harus apa nih," ucap Farhan terkekeh.
__ADS_1
"Ngetawain orang doang bisanya tapi gak nyadar diri. Emangnya bapak bisa apa kalo ada di posisinya kak Fathan, palingan lebih norak lagi," sindir Zara.
Farhan mengacak-acak rambutnya geram. Kalau bisa menelan perempuan yang berada di sampingnya sekarang juga mungkin sudah ia telan sebelum perempuan yang berada di hadapannya mengoceh lebih jauh lagi.
"Tolong diem 5 menit aja. Gak usah ngomong terus. Pusing kepala saya dengerin sindiran hoax kamu," keluh Farhan.
****
Aisyah baru saja sampai di depan pagar rumah Raina, ia sengaja datang ke rumah Raina menggunakan ojek online karena ia panik dengan kondisi Raina yang tiba-tiba saja menelpon dirinya dengan suara yang sedih.
Aisyah berlarian menuju pagar rumah Raina, ia memencet bel berkali-kali hingga membuat orang yang berada di dalam rumah jengkel.
Ini orang di dalam rumah pada kemana sih. Raina juga kemana kok dia gak keluar-keluar.
Reyhan berjalan dari arah dalam rumahnya dengan wajah jengkelnya, ia mendengus sebal ketika melihat sosok perempuan yang sangat ia kenal sedang berdiri di depan pagar sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Ternyata dia, kenapa gak langsung masuk aja sih. Gw selepet benjol tuh cewe" gerutu Reyhan.
Reyhan berjalan menyusul Aisyah dengan bermalas-malasan. Ia membuka kan pagar rumahnya kemudian berjalan meninggalkan Aisyah yang sedang menutup kembali pagar rumah.
"Kirain mau bantuin nutup pager eh ternyata malah kabur. Berasa gak diperlakukan kaya tamu aku disini," gumam Aisyah.
Setelah selesai menutup pagar rumah, Aisyah berjalan menyusul Reyhan yang sudah pergi lumayan jauh meninggalkan dirinya.
****
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan saran. Kalau ada saran boleh dititipkan di kolom komentar supaya karyaku semakin baik ke depannya. Kasih saran dengan cara yang baik ya gaisss gak perlu mencaci karya, author juga manusia kadang suka baper dan kadang suka laper juga hehe.
Sekian dan Terima kasih.