SENIOR

SENIOR
bagi-bagi kue


__ADS_3

Lala memotong kuenya dan membagikan pada teman-temannya.


"Kak Lala jangan diabisin Pano mau juga. Pano mau yang banyak ya," ucap Fano.


"Iya Fano cerewet, ini buat Fano khusus Fano kak Lala kasih sama sendoknya nih." Lala menyodorkan kue yang berada di atas piring kertas pada Fano.


"Makasih kak Lala besok ulang tahun lagi ya bial Pano bisa makan kue ulang tahun yang banyak." Fano tersenyum senang saat menyambut kue yang berada di tangan Lala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lagi-lagi Raina dibuat sebal saat melihat layar ponsel Fathan yang berada diatas kursi menyala dan terus bergetar terlihat nama Fahira di layar ponselnya.


Ini kenapa sih Fahira nelpon terus, kak Fathan sengaja banget ninggalin hp nya disini, udahlah gw angkat aja dari pada penasaran.


Raina mengambil ponsel yang berada di atas kursi yang berada di sebelahnya ia berniat mengangkat panggilan dari Fahira namun ia urungkan saat Fathan kembali ke kursinya sambil membawa air sirup.


"Siapa yang nelpon? Kok gak jadi diangkat?" tanya Fathan dengan santai menyicipi kue.


Tangan Fathan terulur menyuapi potongan kuenya pada Raina sambil menunggu jawaban Raina.


"Takutnya kamu marah Kak kalo telponnya aku angkat soalnya yang telpon kamu Fahira," jawab Raina.


"Yaampun Raina, kalo kamu mau angkat gapapa angkat aja kamu kan pacar aku dari pada kamu penasaran terus kamu mikir yang engga-engga soal aku sama Fahira, emang sih dari tadi Fahira nelponin aku terus tapi aku sengaja gak angkat takut kamu salah paham lagi," jelas Fathan.


Raina melirik layar ponsel Fathan ia mendengus sebal.


"Kenapa gak bilang dari tadi Kak, aku penasaran banget dia nelponin kamu terus soalnya," omel Raina.


"Yaudah kamu telpon aja kalo perlu video call," ucap Fathan.


Raina menatap Fathan tidak percaya ia kembali melirik ponsel Fathan.


"Beneran boleh? Yaudah aku vc aja ya biar sekalian keliatan mukanya kan kasian Fahira pasti kangen sama kamu," ledek Raina.


"Iya terserah kamu, aura kangen aku mah memang gak bisa diraguin lagi," saut Fathan.


"Hih kepedean banget, aku video call nih ya jangan masang muka ganteng pokoknya nanti Fahira makin naksir sama kamu," ucap Raina.


"Fahira sukanya sama Farhan bukan sama aku tau, kamu lagi cemburu aja sayang makanya gak bisa bedain," ucap Fathan.


Semantara Fahira yang baru saja tertidur dibuat kaget oleh bunyi yang berasal dari ponselnya ia terkesiap saat melihat layar ponselnya yang terlihat nama Fathan disana.


"Fathan video call gw! Haduh kenapa sekarang sih, pasti muka gw kusut banget deh ada ilernya gak ya," heboh Fahira.

__ADS_1


Fahira heboh ia sibuk merapikan dirinya hingga panggilan video dari Fathan berakhir.


"Yah mati, haduh Fahira lo sih lama banget aturan lo angkat dulu." Fahira terus memaki dirinya sendiri.


Fathan tertawa melihat perubahan wajah Raina yang cemberut, ia tersenyum mengusap rambut Raina.


"Uh kasian pacar aku yang lagi cemburu ini karena video callnya gak diangkat sama Fahira, udah malem sayang mungkin Fahiranya tidur besok-besok aja kalo gak kita ketemu langsung juga bisa," ucap Fathan.


Raina cemberut dengan sengaja ia mengusap tangannya yang kotor karena krim kue ke wajah Fathan.


"Untung yang meper pacar. Gw rela dah belepotan yang penting dia seneng," gumam Fathan.


Raina tersenyum ia melihatkan layar ponsel Fathan di hadapan Fathan.


"Tuh di video call balik wle," ucap Raina.


Dengan cepat Raina menggeser tombol hijau ia tersenyum saat melihat wajah Fahira yang kaget.


"Hai Fahira," sapa Raina sambil melambaikan tangannya pada Fahira.


Fahira terdiam ia menahan emosinya saat melihat wajah Raina, ia sangat berharap pertama kali yang muncul di layar ponselnya wajah Fathan.


"Fathannya ada gak Raina?" tanya Fahira dengan nada malas.


"Ada nih di samping gw, ada apa jam segini lo nelpon kak Fathan?" tanya Raina sambil tersenyum.


Fathan menggelengkan kepala sambil menahan senyumnya ia sangat senang melihat Raina yang cemburu pada Fahira.


"Siniin dong kameranya kita ngobrol berdua, kamu juga sini duduk di samping aku," pinta Fathan.


Raina menghampiri Fathan, Fathan menampakan wajahnya membuat Fahira tersenyum saat melihat Fathan.


"Hallo Fahira, tau gak? Ada yang cemburu tau lo nelpon gua mulu," adu Fathan.


Raina memelototkan matanya pada Fathan, ia merasa tidak enak dengan Fahira.


"Kak Fathan apaan sih gak enak tau sama Fahira" bisik Raina.


"Tuh barusan ada yang bisik-bisik di kuping gw, makanya Hira lo jangan nelponin gw terus soalnya pacar gw cemburu, oh iya lo sukanya sama kembaran gw kan bukan sama gw," ucap Fathan.


"Eh iya Raina lo gak perlu takut dan cemburu sama Fathan, Fathan itu setia banget orangnya kalo udah suka sama orang," ucap Fahira.


Diajak ngomong apaan jawabnya kemana tau aneh banget nih cewe.


Raina hanya tersenyum sambil membatin tentang Fahira.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Fano melirik sekitar ia melambaikan tangannya pada Aldo dan Aisyah yang sedang mendokumentasikan acara ulang tahun Lala.


"Kak Aldo kak Isah sini potoin Pano sama kak Lala sama kak Leno dong yang bagus ya bial kelen telus Panonya halus kece," pinta Fano.

__ADS_1


Mereka mulai berfoto-foto dengan gaya yang mengikuti Fano.


"Udah ah Pano capek, Pano mau selpi pake hp kak Leno, pinjem hp dong kak Leno," ucap Fano sambil menengadahkan tanganya.


Fano mengajak orang disekitar mengambil gambar bergantian hingga membuat galeri pons Reno di penuhi oleh foto-foto Fano.


"Kak Reno selfie yuk sama Lala biarin aja si Fano keliling," ajak Lala.


Lala terkekeh saat melihat beberapa hasil selfienya ia mengotak-atik ponselnya lalu memposting beberapa foto di akun sosial media.


"Kak Reno beli kalung ini dimana? Padahal Lala lagi pengen banget kalung ini loh terus satunya buat siapa?" oceh Lala.


"Nanyanya satu-satu dong Lala, beli di mall tadi dan ini satunya buat aku lah," jawab Reno.


"Oh jadi ceritanya kak Reno mau couplean sama Lala biar kaya orang-orang gitu? Ngobrol dong bikin Lala bingung aja nih kak Reno," ucap Lala.


"Gak juga sih gak usah kegeeran dulu kamu, aku sengaja beli kalung yang couple kan lumayam kaya beli 1 gratis 1 jadi lebih hemat," saut Reno.


"Iya juga ya, keren kak Reno temenan sama Lala jadi idealis besok-besok kalo beli kado Lala saranin beli sepatu aja kan beli 1 gratis 1," ucap Lala dengan gemas.


"Oh gitu ya, tau gitu tadi aku beliin sendal jepit aja ya biar sebelah-sebelahan sama aku," saut Reno.


"Gak gitu juga kali," ketus Lala.


"Kamu gak mau buka kado dari Fano?" tanya Reno.


Lala menepuk dahinya ia teringat dengan kado Fano yang sempat membuatnya penasaran.


"Oh iya, Lala lupa padahal tadi Lala penasaran banget sama kadonya Fano," ucap Lala.


Lala mengambil kado Fano yang berada di meja lalu kembali duduk di samping Reno niatnya ingin membuka kado Fano terpaksa ia urungkan karena kedatangan Reyhan dan Kinan.


"Wei biang rusuh ternyata bisa ulang tahun juga gw kira tanggal lahir lu 32 Juli, maap ya telat soalnya gw minta izin dulu sama camer biar bisa bawa Kinan," ucap Reyhan.


"Enak aja kalo ngomong, mana ada tanggal 32 Juli," ketus Lala.


"Tapi makasih banyak kalian udah mau dateng aturan mah besok aja gapapa kasian kak Kinan jam segini keluar rumah," ucap Lala.


"Kak Ley ngapain kesini, bawa kado gak? Kalo kak Ley gak bawa kado sono pulang lagi disini cuma buat olang-olang yang bawa kado," ucap Fano dengan berkacak pinggang.


"Yeh bocil ngeremehin seorang Reyhan nih liat gw punya kado gede emangnya punya lo kecil keselip di bawah kasur juga ilang," saut Reyhan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya gais kalo ada saran boleh ditaro di kolom komentar hehe.


Sekian dan terima kasih semoga kalian sehat selalu :)


__ADS_2