SENIOR

SENIOR
Ku menangis ....


__ADS_3

Fano terus merengek pada Lala dan Reno supaya mereka mengiyakan ajakan Fano berkunjung kerumah hantu yang berada tidak jauh dari posisi mereka.


"Pano janji deh Pano gak lusuh lagi kalo ke pasal malem sama kak Leno tapi ajak Pano kesitu ya, Pano mau liat hantu boongan soalnya Pano gak pelnah ke lumahnya hantu Pano penasalan lumahnya hantu isinya apa aja," rengek Fano sambil menunjuk-nunjuk wahana rumah hantu.


Reno mendengus sebal ia melirik wahana rumah hantu yang sebelumnya pernah ia kunjungi bersama Lala, Fathan dan Raina. Ia mengembangkan senyumnya teringat dengan kejadian dimana Lala sangat ketakutan saat bertemu dengan hantu kuntilanak.


Reno menatap Lala sambil membayangkan beberapa kejadian bersama Lala saat di rumah hantu ia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


Apaan sih kenapa aku jadi mikirin biang rusuh ini, tapi kalo dipikir-pikir nih anak aneh juga takut sama hantu tapi hantunya diajak ngobrol.


Lala memicingkan matanya tangannya terangkat menuju dahi Reno lalu ia tempelkan diatas dahi Reno.


"Gak panas. Tapi kok dia kaya lagi sakit ya senyum-senyum sendiri terus geleng-geleng abis itu senyum lagi," gumam Lala.


Reno terkesiap saat merasakan tangan dingin Lala berada diatas dahinya refleks ia memegang tangan Lala dengan waktu yang lumayan lama hingga membuat Lala kebingungan perlahan Lala menggerakan tangannya berharap Reno tersadar.


Kayanya beneran deh kak Reno sakit, biasanya dia mana mau modus-modus kaya gini apa lagi megang-megang tangan gw, ini tangan gw yang dipegang kenapa jantung gw yang meronta-ronta harusnya kan tangan gw yang ngamuk.


"Kak Reno ... Kak Reno ... Kak Reno!" teriak Lala.


Reno terkesiap saat teriakan Lala berhasil menyadarkannya dari lamunannya yang begitu panjang.


"Apa sih berisik banget!" teriak Reno kembali dikarena suasana di pasar malam yang begitu ramai dengan terpaksa ia harus berteriak-teriak.


"Kasiani tangan Lala plis dari tadi tangan Lala minta dilepasin sampe nangis tuh dia," ucap Lala memelaskan wajahnya sambil menunjuk tangannya.


Reno terkejut saat melihat tangannya berada diatas tangan Lala refleks dengan cepat ia menepis tangan Lala dan menjauhkan tangannya dari Lala.


"Modus kamu ya, oh aku tau kamu mulai gak tahan sama pesona aku makanya kamu modus kaya gini," ucap Reno.


"Idih ada juga kak Reno gak jelas megang-megang tangan Lala udah gitu lama banget lagi megangnya," saut Lala.


"Terus ngapain tangan kamu ada di jidat aku, udahlah ngaku aja kamu mau moduskan sama aku terus kamu gengsi ngakuinnya," ucap Reno dengan percaya diri.


Lala menatap Reno geram ia menggertakan giginya perlahan berjinjit lalu menjitak kepala Reno hingga membuat Reno meringis.


"Rasain tuh jitakan maknyos ala Lala, jadi orang tuh jangan kepedean, tanya aja tuh sama Fano yang dari tadi gak jelas siapa?" omel Lala sambil menunjuk tempat kosong di sebelah kiri.


Lala tidak menyadari kepergian Fano yang ia tahu sebelumnya Fano berada di sebelah kirinya.


"Nunjuk siapa sih? Fano aja disitu tuh ngaco kamu, kayanya kamu yang gak jelas Fano pindah tempat aja kamu gak tau," saut Reno mengarahkan jari telunjuknya ke arah Fano yang sedang asik bermain pancing-pancingan.


Fano yang mendengar namanya disebut ia menolehkan kepalanya perlahan ia beranjak dari bangku kecil yang ia gunakan untuk duduk menghampiri Reno dan Lala sambil membawa pancingan beserta ember kecil yang berisi beberapa ikan kecil dengan wajah polosnya ia berlarian kecil menghampiri Reno dan Lala.


"Ada yang panggil Pano?" tanya Fano.


"Engga ada, geer banget sih Fano jadi anak kecil," jawab Lala.


Fano menatap Lala dan Reno bergantian ia memicingkan matanya tidak percaya dengan perkataan Lala.


"Perasaan tadi Pano dengel kalo ada yang panggil-panggil Pano, kalo gak mau ngaku gak apa-apa Pano mau lanjut mancing lagi ah lumayan nanti pulang bawa oleh-oleh buat mama Wina pasti Mama Wina seneng banget Pano bawain ikan yang banyak jadinya mama Wina gak usah capek-capek ke tukang ikan buat kasih makan Pano," oceh Fano ia membalikan tubuhnya dan melangkahkan kaki kembali menghampiri tukang pancing-pancingan.


"Ikan kecil begitu mana kenyang buat makan sekeluarga apa lagi kak Rey makannya kaya orang gak makan setahun," ucap Lala.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Fathan terkekeh melihat sisa makanan yang berada di bibir Raina ia mengambil makanan tersebut menggunakan tangannya tanpa rasa jijik, perlakuannya terhadap Raina berhasil membuat Fahira memandang keduanya sebal.


"Kamu makannya kaya Fano nih belepotan bahkan lebih parah dari Fano Ha-Ha-Ha," ledek Fathan.


"Ini tuh enak banget makanannya mana sempat aku mikirin makanan yang belepotan di sekitar mulut aku," ucap Raina dengan mulut yang penuh oleh makanan.


"Abisin dulu makanannya nanti keselek gimana, jangan buat aku panik oke," ucap Fathan.


Lebay banget sih mereka berasa gak ada orang disini, Fathan juga bucin banget hih, harusnya gw yang ada diposisi itu bukan Raina ini semua gara-gara dulu gw teralu bodoh pergi ninggalin Fathan gitu aja.


Fahira terus membatin di dalam hatinya sambil menatap keduanya tidak suka secara terang-terangan, hal tersebut disadari oleh Raina.


Kayanya yang gw denger di restoran waktu itu bener deh kalo si Fahira suka sama kak Fathan bahkan sukanya bukan di masa lalu aja tapi sampe sekarang pun dia masih suka, kalo masih suka kenapa dia ninggalin kak Fathan gitu aja, tapi dari cerita kak Fathan beda banget sama kenyataannya yang gw tau Fahira sukanya sama kak Farhan, duh pusing banget sih mikirinnya kayanya gw butuh teman cerita deh.


Fathan memperhatikan Raina dan Fahira yang sedang saling menatap satu sama lain, ia berusaha menebak-nebak apa yang ada di pikiran Raina, ia tersenyum lalu merangkul Raina dan membisikan sesuatu.


"Jangan mikir yang aneh-aneh hati aku buat kamu doang kok," bisik Fathan.


"Kalian berdua ngapain sih saling tatap-tatapan begitu kaya lagi telepati aja, ngomongin gw lo ya Hira, jangan jelek-jelekin gw ke Raina lo, Raina kasih tau aku dia ngomong apa?" ucap Fathan.


Fathan sengaja berbicara seperti itu untuk mencairkan suasana ia tidak mau hubungan baik antara Raina dan Fahira menjadi hancur hanya karena janjinya kepada Fahira yang ia ingkari.


"Enak aja lo kalo ngomong, emangnya gw anak indigo yang bisa telepati, tuh pacar lo duluan yang liatin gw kayanya dia gak suka deh sama gw," ucap Fahira sambil melirik Raina malas.


Kok dia memutar balikan fakta jelas-jelas dia duluan yang liatin gw, lama-lama jadi sebel gw sama dia padahal gw udah usaha baik-baikin dia biar gak ribut tapi dia selalu nyindir gw dan sekarang dia mulai memutar balikan fakta.

__ADS_1


Raina melirik Fahira sebal sedangkan Fahira menatap Raina dengan senyuman sinisnya.


"Wei! Beda ya yang pacaran kerjaannya jalan terus, apalah dayaku yang jomblo weekend keluar sendirian," ucap Aldo terkekeh ia ikut gabung dengan Raina, Fathan dan Fahira tanpa persetujuan mereka.


"Eh Aldo sejak kapan lo ada disini, makanya cari pacar biar ada gandengannya Ha-Ha-Ha," ucap Raina.


"Eh iya ini siapa? Jangan bilang ini pacar ke dua lo Fath, gw goreng lo kalo omongan gw ternyata bener!" ucap Aldo sambil melirik Fahira.


"Engga lah, pacar gw cuma satu nih yang ada di samping gw kalo itu namanya Fahira dia teman gw dari zaman sekolah," ucap Fathan.


"Oh gitu, lo pada gak asik banget ya ke dufan gak ngajak gw, kalian sudah tak menganggapku lagi mendingan aku pergi saja dari dunia ini hiks." Aldo sengaja menirukan drama-drama sinetron.


"Ku menangis ...." ucap Fathan.


Raina tertawa melihat tingkah keduanya hingga ia melupakan keberadaan Fahira bukan hanya Raina hal tersebut terjadi dengan Fathan dan Aldo yang asik bergurau dan menirukan beberapa adegan drama indosiar.


"Bakat banget kalian berdua besok ikut casting ya," ucap Raina terkikik geli.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung .....


Jangan lupa like dan komentarnya gaissssssss biar aku semangat terus buat up cerita ini


Mohon maaf kalo up nya sedikit aku masih usaha bagi waktu soalnya hehe. Jangan bosan-bosan dengan cerita ini tetap stay terus ya lop yu pul.


sekian dan terima kasih

__ADS_1


__ADS_2