SENIOR

SENIOR
ukuran jari


__ADS_3

Hallo semuanyaaaaa....


Semangat puasa buat kalian yang puasa hehe


Akhirnya aku bisa up juga ya hari ini


 


 


Rama yang berjalan di dekat Fathan lama kelamaan merasa risih dengan tatapan orang sekitar, rasanya ingin sekali ia menutup mata dari masing-masing orang tersebut dengan lakban.


 


" Fathan lo gak waras ya. Liat tuh orang-orang pada ngeliatin kita, aturan lo kesini ajak Zara kalo gak siapa kek temen-temennya Raina. Ngapain lo ngajak gw kesini. Jangan-jangan lo mulai..." Belum selesai Rama berbicara Fathan terlebih dahulu menyumpal mulut Rama dengan tissu yang sengaja ia minta pada pelayan toko.


 


"Berisik banget lo dari tadi ngomong mulu, mereka lagi sibuk ngurusin semuanya lagian gw gak mau ganggu mereka," saut Fathan.


 


"Heleh alasan aja, gw juga sibuk tadi ya. Yaudah buruan dah sana beli jangan lama-lama. Emangnya lo tau ukuran jari Raina?" ucap Rama.


 


Fathan terdiam sejenak kemudian menggelengkan kepalanya. Respon Fathan berhasil membuat Rama geram. Ia menatap Fathan dengan tatapan gusarnya.


 


" Lo sebenernya pinter beneran apa settingan sih Fath. Gw jadi ragu kalo lo beneran pinter. Ginian aja lo gak tau, coba dah gw tanya sama lo nih ya, sekarangkan lo udah di ini toko kan ya terus gimana caranya lo beli cincin kalo ukuran jarinya Raina aja gak tau. Gak lucukan nanti pas lagi momen terharu dan romantis tiba-tiba jadi lawak gara-gara cincin yang lo beli kegedean, nanti disangkanya lo mau ngelamar cewe lain." oceh Rama.


 


Fathan hanya terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar ocehan Rama.


"Gak inget gw sumpah dah. Barangkali mbaknya bisa bantuin gitu, gw punya nih foto jarinya Raina di hp gw," ucap Fathan dengan tampang polosnya.


Lagi-lagi Rama dibuat kesal dengan tingkah sahabatnya, ia berulangkali menghela nafas gusarnya. Ia memesang wajah memelasnya pada pelayan toko berharap pelayan toko bisa membantu mereka.


 


 


"Mbak plisss tolongin, saya pusing punya temen model beginian," keluh Rama.


 


Pelayan toko hanya tersenyum pada Rama karena tidak mungkin ia tertawa terpingkal-pingkal di depan pembeli bisa-bisa nanti pembelinya tersinggung dan tidak jadi beli.


 


 


 


"Coba liat fotonya, kali aja bisa bantu dan semoga aja bener ya. kenapa gak bawa pacarnya aja Mas, kan lebih gampang kalo dibawa," ucap pelayan toko.


 


" Gak ah mbak males, saya lagi kesal sama dia mbak. Tapi saya sayang sama dia jadinya saya tetap beli  cincinnya. Mbak punya pacar gak mbak? Kalo gak punya sama temen saya aja, kasian dia gak ada cewe yang deketin," ucap Fathan dengan santai sambil melirik beberapa model cincin yang ada di etalase toko.


 


 


Raina melahap makanannya dengan tidak santai, ia terus memaki Fathan di dalam hatinya pada setiap suapan makanan yang ia masukkan ke dalam mulutnya.


 


Aisyah bergedik ngeri melihat Raina, Ia mendorong air mineral ke arah Raina untuk berjaga-jaga takut tiba-tiba Raina tersedak.


 


"Raina pelan-pelan sih makannya, gak ada yang ambil makanan kamu kok. Serem banget tau kamu makannya kaya monster yang kelaperan," ucap Aisyah.


 


Raina menggelengkan kepalanya sambil menyuap makanannya ke dalam mulutnya.


" Gak bisa Aisyah, gw lagi kesel banget sama abang lo soalnya. Gw kalo lagi kesel harus makan yang banyak biar gw gak kurus karena kesel terus-terusan," saut Raina.


 

__ADS_1


 


"Iya Raina  bener kata Aisyah, lo mau makan sebanyak apapun terserah lo kita gak larang tapi makannya biasa aja jangan kaya gitu, nanti kalo lo keselek terus meninggal gimana. Terus jodoh masa depan gw nanti siapa dong," Ucap Genta.


 


 


 


Raina terdiam kemudian ia mengambil air minumnya, perlahan matanya berkaca-kaca. Melihat hal tersebut membuat Genta dan Aisyah kebingungan.


 


" Yah kok malah nangis, yaudah dah makan lagi aja sana, gak tega gw liat matanya berkaca-kaca gitu," ucap Genta.


 


" Salah gw apa ya, kenapa kak Fathan sekarang kaya gitu ke gw. tiba-tiba dateng terus marah padahal dari awal dia yang nyuekin gw," ucap Raina.


 


" Mungkin dia udah nemu pacar baru kali Raina, kayanya dia udah sadar kalo lo itu masa depan gw," ucap Genta dengan tampang polosnya.


 


 


Aisyah menolehkan kepalanya ke arah Genta kemudian memelototi Genta lalu dengan cepat ia menginjak kaki Genta yang berada di bawah meja. Ia tidak terima dengan perkataan Genta yang asal menuduh abangnya.


 


 


"Sembarangan aja kalo ngomong, abang aku orangnya gak kaya gitu. Sekali lagi aku denger kak Genta jadi provokator, aku usir kak Genta dari sini ya!" Aisyah berbicara dengan nada mengancamnya hingga membuat Genta terdiam.


 


"Gitu aja marah huh," gumam Genta.


 


 


 


 


 


Lala yang berada di rumah terlihat sudah sangat rapi. Ia tersenyum menatap dirinya di depan cermin.


"Ternyata gw cantik juga. Vico liat kamu punya mama yang cantik banget, kamu bangga gak nak?" ucap Lala tersenyum membanggakan dirinya.


 


 


" Mulai stress. Kasian gw sama bang Reno dapet istri kok tingkat kewarsasannya rendah," sindir Reyhan yang menongolkan dirinya di depan pintu kamar yang terbuka.


 


 


"Dasar adik ipar yang gak sopan. Harusnya adik ipar itu sopan sama kakak iparnya tau," saut Lala.


 


 


"Harusnya yang lebih muda sopan sama yang lebih tua. Lo mau kemana dah La, rapi banget kaya mau kondangan. Parah lo ya, suami baru berangkat kerja malah mau kelayapan. Liat aja gw aduin lo ya nanti," ucap Reyhan.


 


"Aduin aja sana, orang gw mau ke kantor suami gw wle. Bye bye zombloooo," ledek Lala sambil mengambil tasnya dan menggendong Vico kemudian berjalan keluar dari kamarnya.


 


 


" Kak Rey, tolong sekalian tutupin kamar gw yaaa," teriak Lala.


 

__ADS_1


"Dasar ipar gak ada akhlak, udah ngeledekin gw sekarang malah teriak minta tolongin tutup pintu," gerutu Reyhan.


 


 


 


 


Lala berjalan sambil terkekeh, sejujurnya ia tidak tega meledek Reyhan dengan status jomblonya karena ia tahu betul Reyhan menjomblo karena belum ada satu orangpun yang bisa menggantikan sosok Kinan di hatinya. Reyhan nampaknya saja terlihat ceria, bahagia, usil, menyebalkan dan jahil. Tetapi aslinya banyak sekali kesedihan yang ia tutupi selama ini.


 


" Maafin Lala ya kak Rey, abisan kak Rey rusuh sih. Lala udah cantik begini dibilang gak waras. Nanti Lala bantuin cari pacar deh tenang aja ya," gumam Lala.


 


 


 


Lala tersenyum saat melihat Ibu dari suaminya baru saja sampai di rumah, Ia memberikan salah pada Wina kemudian mencium tangan Wina.


 


"Loh, udah selesai acaranya Ma? Kirain Lala bakalan Lama. Salim dulu Nak sama Nenek," ucap Lala sambil mengarahkan tangan Vico pada Wina.


 


 


 


"Iya, kebetulan lagi cepet pulangnya La. Ini kamu mau kemana kok rapi banget, Reno mana? Kenapa perginya berduaan begini," tanya Wina.


 


"Mau ke Kantornya kak Reno, tadi kak reno udah jalan duluan karena ada kerjaan di kantornya," saut Lala.


 


"Oh gitu, Yaudah dianter sama Reyhan aja kesananya. Reyhan ada di rumah kan?" ucap Wina.


 


"Gak usah Ma, biarin aja dia nikmatin masa-masa jomblonya di rumah," ucap Lala.


 


 


Akhirnya Lala pun pergi ke Kantor Reno dengan menggunakan jasa taxi online bersama dengan Vico.


 


 


 


 


 


Bersambung .....


 


 


Jangan lupa like dan komennya ya gais. maaf baru bisa up sekarang. Enjoy bacanya hehe


 


makasih buat kalian yang udah selalu support aku dan gak ada bosennya nungguin aku up novver senior ini.


Barangkali kalian berminat baca juga ya novel aku yang judulnya Unrequited Love ( Cinta tak terbalas) insyallah akan up rutin di novel yang baru ini.


 


 


Sekian dan terima kasih.

__ADS_1


 


 


__ADS_2