SENIOR

SENIOR
Berubah.


__ADS_3

"Mending lo bantuin gw bawain ini dah pegal nih,"ucap Raina.


"Lagian weekend belanja sebanyak ini kaya mau jualan bawa sendiri ah,"tolak Reyhan.


Selesai memindahkan belanjaan dari mobil Fathan ke rumah Raina, Fathan berpamitan dengan kedua orang tua Raina.


"Om Tante saya pamit ya pulang soalnya udah malam,"pamit Fathan mencium tangan kedua orang tua Raina.


"Gak mau duduk dulu makan atau apa gitu, makanan banyak bangat tuh si Reno bawa banyak,"ucap mama Wina.


"Engga deh Tante, takut dicariin sama bunda lain kali deh aku main kesini lagi,"ucap Fathan tersenyum ramah.


"Ah ya sudah kalau tidak mau tapi lain kali jangan sungkan ya main kesini anggap aja rumah sendiri,"ucap Wina tersenyum.


"Setiap orang kesini pasti digituin anggep aja rumah sendiri jangan sungkan, ini rumah jadi rumah bersama kayanya deh,"ucap Reyhan sambil meniru gaya Wina.


"Ini anak nyambung nyambung aja minta dijewer kamu ya,"omel Wina.


Raina yang melihat Fathan kebingungan tidak kuasa menahan tawa dan malunya melihat perdebatan Mamanya dengan Abangnya.


"Mamaaaa itu kak Fathan mau pamit dia nungguin Mama,"ucap Raina gemas.


"Oh iya lupa maaf ya nak Fathan, anak tante yang satu ini agak rusuh soalnya,"ucap Wina tersenyum.


"Iya gapapa tante, keluarganya heboh bangat ya padahal udah malam,"ucap Fathan terkekeh.


"Beginilah keluarga kami kayanya keluarga cemara kalah,"ucap Wina tertawa.


"Ma kapan pulangnya nak Fathan kalau kamu ajak ngobrol terus,"tegur Gio.


"Hehe Mama teralu asik ngobrol sama nak Fathan, ya udah Raina anterin ke depan sana jangan anterin sampe rumahnya Fathan ya di depan gerbang aja,"ucap Wina.


"Iya Mama iyaaa, ya udah yuk kak Fathan sebelum makin panjang bisa bisa lo gak pulang ntar,"ajak Raina menarik pergelangan tangan Fathan.


Raina memandang Fathan yang masuk kedalam mobilnya, ia memikirkan perubahan sikap Fathan yang begitu drastis tidak sadar sedari tadi Fathan mengklakson mobilnya.


"Raina gw balik ya,"teriak Fathan.


"E...eh iya dadah,"ucap Raina gugup melambaikan tangannya.


Setelah mobil Fathan menghilang dari perkarangan rumahnya Raina masuk kedalam rumahnya dengan senyum merekah.


"Kenapa tuh anak senyum senyum sendiri,"tanya Reyhan.


"Biarinlah Rey bagus dong kalo adik kamu senang,"ucap Wina.


"Masalahnya tuh anak senyum senyum sendiri


aneh gitu loh Mamaku sayang,"ucap Reyhan gemas.

__ADS_1


"Raina mau makan gak, tuh Reno beli banyak kamu makan dulu gih,"ucap Wina.


"Bang Ren kemana ma,"tanya Raina yang tidak melihat keberadaan Reno.


"Reno udah ke kamarnya pas kelar makan, kamu doang yang belum makan, pulangnya lama bangat sih,"ucap Wina.


"Tau gw aja yang pacaran udah nyampe duluan,"ucap Reyhan.


"Aku udah makan tadi di mall tapi aku lapar lagi kayanya deh,"ucap Raina.


"Ya udah kamu makan aja dulu, Mama sama Papa ke kamar duluan ngantuk bangat nih, nanti kalo makanannya gak abis taro kulkas aja,"ucap Wina.


"Ya udah selamat tidur Mama Papa jangan lupa mimpiin aku,"ucap Raina tersenyum lalu berjalan menuju dapur.


"Aku juga ke kamar deh, selamat malam selama tidur Mama dan Papa,"ucap Reyhan berlarian kecil menuju kamarnya.


Raina terkejut saat melihat meja makan berjejer banyak sekali makanan bahkan membuat meja makan sampai penuh.


"Gilaaaa nih orang beli makanan banyak bangat mau buka warteg kali ya,"ucap Raina sambil mengabsen satu satu makanan yang berada di atas meja.


Raina mencicipi makanan satu persatu, ia merasakan perutnya sudah tidak dapat menampung makanan kembali akhirnya merapikan makanan lalu memasukkan makanan tersebut kedalam kulkas.


"Kalo di rumah kulkas cuma ada satu bisa bisa gak bisa ditutup nih pintu kulkas,"ucap Raina.


Raina berjalan keatas menuju kamarnya, ia melihat Lala yang sudah hanyut dengan mimpinya.


"Capek kayanya nih anak tidurnya pules bangat,"gumam Raina pelan lalu mengambil ponselnya.


Raina kembali memikirkan kejadian di mall dan pasar malam, ia masih sulit untuk percaya bagaimana bisa Fathan berubah secepat itu, ia ingin menanyakan hal tersebut tetapi seolah olah Fathan menghindar dari pertanyaannya. Tetapi tidak bisa ia pungkiri perasaannya saat ini sangat bahagia.


"Besok gw harus samperin kak Fathan dan nanya kenapa dia jadi berubah pokokya biar gw gak penasaran dan berandai andai sendiri kesannya kaya halu bangat gw,"ucap Raina.


Lala yang sedang tidur terbangun saat mendengar suara Raina.


"Lo emang halu Rain ngomong sendiri malam malam aneh bangat,"ucap Lala.


"Eh sejak kapan lo bangun,"ucap Raina terkejut.


"Sejak lo ngomong sendiri, lo ngomong sama siapa si? sama gw kan gw tidur,"tanya Lala sembari menguap.


"Gw juga tau lo tidur La gak mungkin gw ajak ngobrol lo,"ucap Raina gemas.


"Yaudah stop ngehalu, mending lo tidur ya udah malam besok ngampus,"ucap Lala kembali tidur dan menarik selimut.


"Iya cerewet bangat,"omel Raina.


"Oh iya besok gw gak nginep lagi ya dirumah lo, gw kangen rumah jadi besok gw pulang,"ucap Lala.


"Inget rumah juga lo, besok kapan?."tanya Raina.

__ADS_1


"Nanti abis dari kampus gw balik ke rumah, pagi pagi gw disini dulu lah numpang sarapan,"ucap Lala.


"Makan tuh makanan yang lo beli sama kak Reno, beli makanan kaya mau buka warteg kalian ya,"ucap Raina.


"Khilaf Rain wkwkw lagian pedagangnya banyak bangat gerobak pada berjejer ya udah gw beli aja semua,"ucap Lala menyengir.


"Pokonya tuh makanan harus abis mubazir kalo dibuang, udah ah gw mau tidur bye,"ucap Raina menarik selimut tanpa mematikan lampu kamar karena ia tahu Lala sangat takut gelap.


Raina berjalan mengelilingi kampus mencari Fathan, ia melihat Fathan sedang membaca komik dengan earphone yang setia menempel di telinganya.


Raina bergegas menghampiri Fathan lalu mendudukkan dirinya tepat di samping Fathan lalu ia melepas Earphone Fathan.


Fathan yang terusik menatap Raina kesal lalu kembali membaca komiknya.


"Kak gw mau ngomong sama lo ntar dulu si baca komiknya,"ucap Raina.


"Ngomong aja gw gak budek,"ucap Fathan tanpa menoleh.


"Kalo ngomong liatnya kesini,"ucap Raina geram.


"Cerewet bangat si lo, buruan mau ngomong apa


gw gak ada waktu buat ngeladenin lo,"ucap Fathan ketus sembari melirik Raina sebentar.


Raina mengerutkan alisnya ketika mendapatkan


perlakuan yang sama saat pertama kali ia mengenal dengan Fathan, ia kebingungan dengan sikap Fathan yang cepat sekali berubah.


"Lo kenapa si kak ketus bangat sama gw kayanya kemaren lo baik baik aja sama gw,"tanya Raina.


"Gapapa emang begini biasanya, lo mau ngomong apa buruan gw gak ada waktu,"ucap Fathan.


"Gw mau nanya soal kemaren yang di mall sama pasar malam,"ucap Raina.


"Udah gak usah dibahas gak penting,"ucap Fathan beranjak dari duduknya.


"Lo mau kemana kak gw belom kelar ngomong,"tanya Raina.


"Bukan urusan lo dan jangan ikutin gw,"ucap Fathan bergegas pergi.


Raina menatap punggung Fathan yang semakin menjauh, ia merasakan Fathan sangat aneh dan sikapnya berubah ubah.


"Tuh orang kenapa si, kemaren gw mimpi kali ya jalan sama dia, tapi novel nya nyata kok ada di rumah bahkan belum gw buka,"ucap Raina.


"Kemaren gw jalan bukan sama kak Fathan kali ya, ahh gak mungkin itu kembarannya kak Fathan cara ngomongnya aja kak Fathan bangat,"ucap Raina.


Raina melihat Aisyah yang sedang berjalan."Ah iya kenapa gak gw tanya Aisyah aja kan dia adiknya kak Fathan,"ucap Raina menepuk pelan dahinya lalu berjalan menghampiri Aisyah.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2