
Raina dan Fathan sama halnya dengan Reno, Lala dan Fano yang memilih untuk singgah ke tempat lain sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Kini Fathan dan Raina berada di salah satu tempat makan angkringan langganannya dengan Lala dan Zara, biasanya setiap weekend ia pergi bersama dan memilih untuk makan di tempat tersebut.
Suasana di tempat tersebut sangat ramai banyak sekali pengunjung mulai dari remaja sampai orang dewasa yang sengaja datang untuk menghabiskan weekend mereka dengan cara memburu menu makanan yang ada di angkringan tersebut.
"Lumayan keren tempatnya, kamu tau tempat ini dari mana," tanya Fathan.
"Dari Lala, biar rese kaya gitu si Lala ada manfaatnya juga kan, dia ngajak aku sama Zara makan kesini setiap weekend loh dan kamu harus coba Kak makanan disini tuh enak banget aku yakin pasti kamu ketagihan," ucap Raina dengan semangat ia menarik pergelangan tangan Fathan untuk masuk ke dalam dan mencari tempat.
Raina sempat dibuat kebingungan saat mencari tempat dikarenakan semua meja terlihat penuh.
"Yah penuh semua," keluh Raina.
"Eh neng Raina, kesini sendirian yang lainnya kemana? Pasti bingung nyari tempat ya, ayo saya bantuin cari tempatnya," tegur salah satu pegawai.
Pegawai tersebut saat mengenal Raina, Zara dan Lala. Rauna dan teman-temannya sudah dikenal sebagai pembeli setia dari angkringan mereka.
Raina terkekeh menatap Fathan sekilas lalu kembali berbicara pada pegawai.
"Sekarang kesininya sama mas pacar nih bang gak sendirian, sendirian terus kaya jomblo He-He-He," ucap Raina sambil menggengam tangan Fathan.
Setelah sampai di meja yang kosong terlebih dahulu pegawai mempersilahkan Raina dan Fathan untuk menempati meja tersebut.
"Silahkan neng Raina sama mas pacarnya, semoga cocok ya mas pacarnya sama menu disini," ucap Pegawai.
"Makasih Bang, terharu deh aku jadinya sampe dicariin tempat kosong khusus kita, pasti bakalan cocok kok dan aku pastiin pacar aku ini bakal nambah 10 piring," ucap Raina.
Pegawai tertawa mendengar perkataan Raina, ia melirik sekitar memastikan Raina benar-benar hanya berdua.
"Ternyata beneran berdua doang ya, neng Zara sama neng Lala kemana tumben banget dia gak ngikut biasanya kalian 3 serangkai," ucap Pegawai.
"Tadi kita abis main bareng kok, cuma kita misah pulangnya jadi gak barengan deh," saut Raina.
Fathan memutar bola matanya jengah, ia merasa sebal karena sedari tadi ia diabaikan oleh Raina yang asik mengobrol dengan pegawai tersebut.
Perasaan pacar dia tuh gw dah, kenapa jadi gw yang dikacangin dan dia asik banget ngobrol, untung gw sayang.
Fathan terus memaki Raina dalam batinnya dan tak jarang juga ia mengetuk meja dengan gemas berharap Raina mengerti dengan maksudnya.
"Kamu mau mesan apa Kak, makanan disinu enak semua dan aku jamin kamu bakal ketagihan," ucap Raina dengan semangat memberikan buku menu pada Fathan.
Wajah Fathan terlihat malas ia enggan sekali melihat buku menu hingga membuat Raina sedikit heran.
"Hm ... Aku tau pasti kamu ngambek ya gara-gara aku cuekin Ha-Ha-Ha, jangan gitu ah masa sama bang Dodit aja iri, lagian kan gak enak juga kalo aku gak ajak ngobrol soalnya dia udah baik banget nyariin kita tempat kosong loh." Raina tersenyum dan terus berusaha membuat Fathan kembali dengan moodnya yang semula.
"Iya-iya kamu pesan aja sesuai apa yang kamu mau, aku ikut aja," saut Fathan.
Raina berjalan menuju depan dengan membawa buku menu lalu memesan beberapa menu. Disaat Raina berniat untuk kembali ke mejanya ia dibuat heran dengan keberadaan Fahira di mejanya yang sedang berbicara dengan Fathan.
"Eh ada Fahira, kesini sama siapa?" tanya Raina.
Bukannya jawaban yang Raina dapat justru tatapan sinis dari kedua mata Fahira hingga membuatnya kebingungan.
__ADS_1
"Gw kecewa sama lo Fath, semenjak lo pacaran sekarang lo jadi lupa sama kegiatan yang lainnya, bahkan sekarang lo lupa sama gw," ucap Fahira.
Raina menatap Fathan dan Fahira bergantian ia merasa tidak mengerti dengan arah pembicaraan Fahira.
"Ini ada apa sih, kalian ada masalah? Lo duduk aja dulu Fahira kita bisa omongin baik-baik sambil makan juga bisa kebetulan gw pesen makanannya lebih," ucap Raina melemparkan senyum pada Fahira.
"Gak usah! Gw bisa cari meja lain, gw kecewa sama lo Fath gara-gara jalan sama pacar lo ini, lo sampe lupa sama janji lo yang mau ikut ke acara reunian," omel Fahira sambil menuding wajah Fathan dan Raina bergantian.
Fathan yang semulanya hanya diam ia pun dibuat geram dengan sikap Fahira yang menurutnya teralu kekanak-kanakan.
"Fahira lo gak malu apa diliatin orang-orang, lagian lo kan bisa berangkat sendiri gak perlu lah ada gw dan satu lagi Farhan juga gak ikut kenapa lo marah-marahnya sama gw," omel Fathan.
Raina hanya terdiam dan menjadi penonton perdebatan diantara keduanya, ia tidak mau ikut campur dengan urusan keduanya.
"Dan lo gak ada hak buat marah-marah sama Raina, karena dari awal gw udah ada acara sama dia dan yang lainnya sedangkan lo nelpon gw pas gw lagi sama Raina," omel Fathan.
Fathan tidak peduli dengan orang-orang sekitar yang menjadikannya tontonan dan bahan bisikan mereka.
Raina melihat keadaan sekitar ia merasakan keadaan mulai tidak kondusif dan ia berinisiatif untuk menenangkan Fathan supaya keadaan tidak semakin berantakan.
Duh ini kenapa jadi kaya gini sih, gak malu apa ya mereka debat ditontonin banyak orang bahkan ada yang videoin kesannya kak Fathan kaya ke gep selingkuh kalo kaya gini.
"Kak Fathan udah, kamu gak malu tuh ditontonin banyak orang, mending dikelarin dengan kepala dingin jangan pake emosi," ucap Raina tangannya terus mengusap lembut lengan Fathan berharap Fathan mendengarkan perkataannya.
Fathan melirik ke arah Raina perlahan ia mulai mendudukan dirinya kembali lalu mempersilahkan Fahira untuk duduk.
"Duduk dulu biar kita kelarin dengan kepala dingin jangan pake emosi kaya tadi ya," ucap Raina.
Gara-gara Raina gw dimaki-maki sama Fathan di depan orang-orang banyak, dulu Fathan gak pernah kaya gini ke gw semenjak ada dia Fathan jadi berubah, gw sebel sama lo Raina!
Fahira terus menatap Raina tajam hingga membuat Raina risih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Farhan mengentikan motornya tepat di depan rumah Zara, berbeda dengan yang lainnya yang lebih memilih untuk singgah ke tempat lain, Zara dan Farhan memutuskan untuk pulang dikarenakan mereka merasa lelah.
"Udah sampe buruan turun! Ngerepotin banget jadi perempuan bisa-bisanya lagi dijalan tidur untung gak nyungsep kamu," ketus Farhan.
Zara menguap lalu tangannya mengusap mata tangannya terangkat menepuk bahu Farhan berkali-kali.
"Makasih ya Pak dosen yang nyebelin, maaf kalo saya ngerepotin soalnya ngantuk banget," ucap Zara.
Belum sempat Farhan menjawab ucapan Zara, Zara sudah membalikan tubuhnya terlebih dahulu lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah dan meninggalkan Fathan yang sedang menatapnya.
"Gak sopan banget dia udah tidur mulu di jalan untung gak gw buang di tengah jalan dan sekarang main masuk gitu aja gak nawarin masuk atau minum dan sejenisnya," oceh Farhan.
Farhan kembali memakai helm dan menyalakan mesin motornya lalu pergi meninggalkan perkarangan rumah Zara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komennya ya gaisss
Sehat dan bahagia terus buat kalian semuanya
Sekian dan terima kasih hehe
__ADS_1