SENIOR

SENIOR
Bucin


__ADS_3

Fathan menatap Raina serius, ia berniat menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi antara mereka.


Fathan menghela nafas tangannya meraih tangan Raina dan menggengamnya, matanya menatap mata Raina lekat.


"Raina aku minta maaf soal omongan aku yang kamu dengar di mall, tapi kamu salah paham soal pembicaraan aku sama Fahira dan kamu harus tau hati aku cuma buat kamu gak ada yang lain, tolong percaya sama aku." Fathan memohon dengan mata sayunya.


Raina membalas tatapan Fathan mencari kebohongan yang terpancar dari matanya, namun yang ia lihat hanya tatapan sayu dari mata Fathan.


Dia bohong apa jujur sih, gw gak tega liat kak Fathan mohon-mohon kaya gini, tapi gw masih sebel sama dia.


"Terus kenapa kamu ngomong kaya gitu ke Fahira? Aku gapapa kok jujur aja sama aku, kalo kamu gak bisa move on dari dia aku rela ngelepas kamu," ucap Raina.


Fathan menatap Raina kesal sambil mengacak rambutnya, ia geram dengan Raina yang begitu keras kepala dan tidak mau mendengarkan perkataannya.


"Raina ... Dengerin aku ya, terserah kamu mau percaya apa engga sama aku yang jelas aku udah jelasin sama kamu dan kamu gak usah sok tau soal perasaan aku. Hati aku cuma buat kamu dan kamu harus percaya itu, satu lagi jangan pernah terlintas di kepala kamu ini buat ninggalin aku." Fathan terus berusaha meyakinkan Raina dengan jari telunjuk yang menunjuk kepala Raina.


"Kenapa aku harus percaya sama kamu Kak?" tanya Raina.


"Kaya gitu aja kamu masih nanya, jelas karena aku gak salah dan aku bener-bener sayang sama kamu," jawab Fathan dengan tegas.


"Masa?" tanya Raina.


"Tau ah sebel, terserah kamu deh aku pusing jelasin terus tapi gak dipercaya, sedangkan kamu sama temen lama kamu si Marvel itu aku biasa aja bahkan sekarang aku percaya sama kamu karena aku yakin hati kamu cuma buat aku begitu pun sebaliknya." Fathan memalingkan wajahnya dan menggeser posisi duduknya yang semula berdekatan dengan Raina menjadi sedikit menjauh.


Raina masih mencerna perkataan Fathan ia sejenak berfikir lalu menatap Fathan dengan tatapan bersalahnya.


"Maafin aku ya," ucap Raina dengan wajah memelasnya.


Fathan terdiam dan enggan menjawab ucapan Raina bahkan menoleh pun ia segan.


"Kak Fathan jangan kaya gini aku minta maaf, iya aku sadar gak seharusnya aku marah gak jelas kaya gini dan gak percaya sama kamu, aku percaya sama kamu," ucap Raina.


Fathan tidak tega mendengar ucapan Raina yang terus memohon padanya, hingga ia memutuskan untuk menolehkan kepalanya.


"Udah gak usah kaya gitu mukanya jelek banget tau, berarti kita baikan nih ya," ucap Fathan.


"Jelek gini juga pacar kamu, iya kita baikan tapi beneran kan kamu gak ada apa-apa sama fahira?" Raina kembali menanyakan dan meyakinkan dirinya kembali mengenai perasaan Fathan.


"Iya sayang ... Pacar aku bisa cemburu juga ternyata jadi gemes pengen nyubit pipi kamu seharian," ucap Fathan.


Raina terkekeh mendengar ungkapan Fathan, terlihat raut wajahnya yang begitu merah merona karena malu, namun ia sangat bahagia dengan ungkapan Fathan.


"Apa lagi kalo pipinya merah kaya gini jadi makin gemes, jadi makin sayang." Fathan terus mengucapkan kata-kata manisnya yang membuat Raina malu.


"Pipi Pano juga melah nih kak Jungkook kembalan Pano, liat nih liat, sayang Pano juga kan ? He-he." Fano mengembangkan pipinya dan melihatkan pipinya pada Fathan sambil menunjuk kedua pipinya dengan kedua jari telunjuknya dengan gaya menggemaskan.

__ADS_1


Lala yang sudah selesai mengganti bajunya dan sudah siap pergi bersama Reno dan Fano melihat Fano yang sedang berbicara dengan Fathan segera menghampiri Fano.


"Fano jangan gangguin mereka sini ikut sama kak Lala aja, biarin mereka pacaran." ucap Lala tangannya menarik tangan Fano menjauh dari Raina dan Fathan lalu menyerahkannya pada Reno.


Lala membalikan badan dan melangkahkan kakinya kembali menghampiri Fathan dan Raina.


"Pacaran gak inget tempat kalian ini ya, liat tuh si Fano jadi dengerkan biarin aja nanti kalo dia jadi bucin kaya lo berarti salah lo ya kak Fathan," oceh Lala.


"Cerewet banget sih La, bilang aja lo iri segala bawa-bawa nama Fano makanya punya pacar biar gak ngeluh terus liat orang sayang-sayangan, iyakan sayang." Fathan sengaja merangkul Raina agar Lala semakin kesal.


Raina menggelengkan kepalanya sambil menyengir kuda, ia tidak habis fikir dengan kekasihnya yang begitu senang memnuat Lala kesal.


"Buat apa Lala iri, kata-kata alay kaya gitu doang mah banyak di buku gombalan," saut Lala.


"Tapi gak ada yang bilang sayang ke lo kan," tantang Fathan.


"Kata siapa gak ada, operator pulsa sering bilang sayang kok ke Lala kalo paketan Lala abis, katanya gini sayang sekali kuota kamu sudah habis segera isi ...." belum sempat Lala menyelesaikan ucapannya mulutnya sudah di bungkam oleh telapak tangan Reno yang entah sejak kapan sudah berada di belakangnya.


Lala berusaha melepas tangan Reno yang berada dimulutnya dengan memukul-mukul tangan Reno, setelah terlepas ia menatap Reno dengan tatapan garangnya.


"Kak Reno ngapain sih naro tangannya di mulut Lala, sukurin tangan kak Reno kena iler Lala, pokoknya jangan suruh Lala bersihin tangan kak Reno," omel Lala.


"Bersihin! Salah sendiri ngoceh terus dari tadi kita kan mau pergi tapi kamu malah ngobrol disini." Reno menyodorkan tangan kanannya yang sempat ia gunakan untuk menutup mulut Lala.


"Tuh bersihin, awas bang Ren rabies kena iler dia, nanti buru-buru ke dokter ya," saut Fathan.


"Enak aja lo kalo ngomong, tangannya kak Reno yang kena iler Lala di diemin seminggu juga gak bakalan rabies malahan wangi," ketus Lala.


"Udah-udah kenapa kalian jadi ribut, katanya kalian mau pergi sana gih keburu malem nanti jadi sebentar doang perginya," ucap Raina.


"Ini kan rumah Lala kenapa jadi Lala yang diusir ya," ucap Lala.


"Hadeh capek ngomong sama radio berjalan udah yuk kita pergi aja dari sini sayang," ajak Fathan.


"Sayang sayang ewh dasar alay lebay bucin husss sono kalian pergi takutnya nanti virus bucin kalian nempel disini," usir Lala dengan raut wajah sebalnya.


"Pamit ya jomblo cepet-cepet cari pacar biar gak keselan," ledek Fathan.


Raina membelalakan mata ia menatap Fathan sambil mencubit lengan Fathan.


"Sayang ... Kenapa sih? Aku bener kan?" ucap Fathan.


"Jangan gitu, kasian Lala!" tegas Raina.


"Sayang sayang sayang sayang hih giliran akur berasa pasangan terromantis sedunia, giliran ribut dramanya ngalahin sinetron kisah nyata indosiar, Ku menangissss." gerutu Lala dengan menyanyikan penggalan soundtrack sinetron di salah satu acara di televisi.

__ADS_1


Raina dan Fathan tertawa mendengar perkataan Lala begitu pun dengan Reno berbeda dengan Fano yang melirik mereka bergantian karena tidak mengerti dengan pembicaraan mereka.


"Udab yuk kita pergi Kak, sebelum si Lala nyanyi satu lagu bisa-bisa pecah gendang telinga aku," ajak Raina.


Raina menarik pergelangan tangan Fathan meninggalkan Lala yang belum puas mengumpati Fathan.


"Udah komat kamitnya ya Lala, udah kaya dukun aja kamu tuh," ucap Reno.


"Tau nih kak Lala ngomel telus pusing kepala pangelan," keluh Fano.


Farhan dan Zara kini berada di salah satu restoran setelah lelah berdebat di toko kue mereka merasakan lapar akhirnya memutuskan untuk mampir di restoran.


Farhan memutar bola matanya jengah saat melihat Zara duduk di hadapannya dan diam tanpa melihat menu makanan yang berada di meja.


"Tuh menu makanan ada di meja tinggal pesan, malu-maluin perut bunyi di toko kue. Parahnya lagi orang-orang ngiranya kita pacaran dan saya dikira gak kasih makan pacar saya. Padahal amit-amit saya punya pacar bar-bar kaya begini," oceh Farhan.


Zara menatap Farhan kesal dengan sengaja ia menginjak kaki Farhan yang berada di bawah meja.


"Rasain tuh makanya kalo ngomong gak usah ngasal, lagian gw juga ogah jadi pacar dosen ngeselin dan kejam kaya anda bapak dosen terhormat," ketus Zara.


Farhan menggertakan giginya menatap Zara geram.


"Bisa gak kurangin sikap bar-bar kamu itu, sehari ini berapa banyak kamu menginjak kaki saya, perempuan kok kasar," omel Farhan.


Sementara Aisyah dan yang lainnya sedang sibuk memilih beberapa alat yang diperlukan untuk acara ulang tahun Lala disusul oleh Aldo yang baru saja selesai kelas.


"Ais maaf ya gw baru bisa gabung soalnya tadi dosennya ngasih kelas tambahan," ucap Aldo.


"Iya gapapa kok santai aja, ada kak Rama dan kak Raka juga tuh yang bantuin," ucap Aisyah tersenyum.


"Terus gw ngapain nih, udah kelar ya?" tanya Aldo.


"Udahlah, tuh tinggal dibawa aja ke rumah Lala tadi gw udah dapet kabar dari Fathan katanya Lala udah pergi sama kak Reno," ucap Raka.


"Yaudah berarti nanti kamu bantuin kita dekorasi rumahnya Lala," ucap Aisyah.


"Yaudah yuk jalan biar cepet kelar," ajak Aldo.


Reno dan kedua buntutnya sedang berkeliling di salah satu mall sesekali masuk ke dalam toko dan sekarang mereka berniat berkunjung ke dalam timezone.


Lala berhenti sejenak ia menatap kalung couple di salah satu toko perhiasan, ia terlihat begitu tertarik dengan kalung tersebut namun ia mengurungkan niatnya saat Fano menariknya.


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komennya ya gais untuk mendukung aku terus berkarya hehe

__ADS_1


selamat membaca dan selamat beraktivitas.


__ADS_2