
2 minggu sudah dilewati oleh Fathan dan keluarga di London kini mereka sedang siap-siap untuk berangkat ke bandara menuju Indonesia.
Fathan tersenyum menatap layar ponselnya banyak sekali pesan dari Raina yang sengaja tidak ia balas karena ia berniat membuat Raina panik sepanik paniknya dan membuat kejutan kecil untuk Raina.
"Akhirnya pulang juga sumpah gak betah gw disini," keluh Fathan.
"Iyalah gak betah karena tiap hari kudu LDR sama Raina," sindir Aisyah.
"Pinter banget adek gw emang dah ah, mau apa mau apa tenang ntar gw beliin," ucap Fathan.
"Bisaan kalo ngomong giliran aku sebutin mau apa yang ada malah diomelin sama bang Fath," cibir Aisyah.
"Udah-udah mending kalian buruan keluar nanti kita bisa ketinggalan pesawat kalo kalian berdebat terus," ucap Ita.
"Gara-gara bang Fathan nih Bun yang mulai duluan marahin aja dia," ucap Aisyah sambil menunjuk Fathan ia pergi dengan membawa kopernya.
*********
Raina yang kini sedang berada di kantin kampus bersama teman-temannya menatap ponselnya gusar sesekali berdecak kesal.
Zara menyadari kegelisahan temannya sedari tadi ia sibuk menatap Raina tanpa berniat untuk menanyakannya hingga akhirnya didahului oleh Rama yang ikut gabung juga dengan Raina dan teman-temannya.
"Si Raina dari tadi gak fokus kaya kurang teh pucuk nih, kenapa si lo ceritalah sama kita-kita," ujar Rama.
Perkataan Rama membuat Raina terkesiap menoleh sekilas ke arah Rama dan kembali menatap ponselnya.
"Biasalah kak Rama penyakitnya orang baru jadian terus ditinggal pergi jadi gitu dah," ejek Zara.
"Oh jadi nih anak galau mikirin my bebep lope-lope gw yang sekarang lagi betah di London ampe lupa balik kemari," ucap Rama.
Zara menganggukan kepalanya sedangkan Raina tidak mau mengambil pusing perkataan Rama karena kini fikirannya sedang terfokus pada Fathan yang tidak kunjung kembali seharusnya Fathan sudah kembali dari dua hari yang lalu namun sampai saat ini ia tidak ada kabarnya.
Lala yang baru saja kembali dari toilet berlarian kecil sambil bersenandung dengan suara yang tidak merdunya menghampiri yang lain, ia menatap teman-temannya bergantian karena saat ia datang semuanya mendadak membisu.
"Kalian ngomongin Lala ya asik banget keliatannya kok gak ngajak-ngajak sih jahat banget," ucap Lala.
Zara mengerutkan dahinya dengan cepat tangannya menoyor kening Lala," ucap Lala.
"Gak usah kepedean ogah banget ngomongin lo lagian gak ada yang bagus buat diomongin,"
"Yaudah biasa aja dong gak usah noyor-noyor kesian jidat Lala tau," ketus Lala.
"Rewel banget kaya bayi mending lo beli bakso deh sono terus anteng-anteng dah makan biar gak bikin rusuh mulu kerjaannya," ucap Raka.
Lala menyengir refleks ia menyubit gemas pipi Raka hingga membuat pipi Raka memerah dan meringis kesakitan.
"Ide bagus, tapi lo yang bayarin ya kak Raka soalnya Lala gak punya uang," ucap Lala sambil tersenyum.
"Emang nih teletabis tenaga kingkong nyubit pipi aja rasanya pedes banget nih pipi kaya digampar raksasa 5 orang," keluh Raka.
"Kalo di pelajaran bahasa indonesia kak Raka itu hiperbola teralu di lebih-lebihin kalo kak Raka digampar 5 raksasa mungkin kak Raka udah tewas disini," ejek Lala.
"Ada aja nyautnya nih anak udah sono pesen baksonya ntar gw yang bayar pusing gw denger lo ngoceh terus," ucap Raka sambil mengibaskan tangannya.
Saat mendengar perkataan Raka dengan semangat Lala beranjak dari duduknya berlarian menuju kedai mba Wiwik.
"Mba Wiwik kaya biasa ya sambelnya yang banyak tapi jangan pedes banget," ucap Lala.
Mahasiswa lainnya yang sedang mengantre menatap Lala dengan tatapan aneh.
"Biasa si Lala mah beda dari yang lain maklumin aja ya," ucap mba Wiwik sambil tersenyum.
Lala sedang sibuk membantu mba Wiwik melayanin pembeli tiba-tiba Maira datang dengan teman-temannya membuat keributan.
__ADS_1
"Heh biang rusuh yang sukanya berharap tinggi tapi gak kesampean," sapa Maira sambil menatap Lala malas.
Lala melanjutkan pekerjaannya dan berusaha menyadarkan dirinya untuk sabar jika tidak mungkin wajah Maira sudah di siram kuah bakso dengan asap yang mengepul olehnya.
"Heh gw tau kok lo dimaki-maki di depan tamu pesta pernikahan beberapa hari yang lalu gara-gara lo bikin kerusuhan disana mirisnya lagi yang maki-maki lo itu cowo yang lo suka kan dan ada satu fakta lagi cowo itu lebih ngebela mantannya dibanding lo kasian banget sih ih gw jadi lo bakal ngilang dan gak kembali lagi sih," ucap Maira.
Lala menatap Maira jengkel sambil mengaduk-aduk kuah bakso dengan tidak santai ingin rasanya detik ini juga ia menumpahkan kuah bakso tersebut ke mulut Maira biar jontor sekalian.
"Terus urusannya sama lo apa? Belom pernah ngerasain mandi pake kuah bakso panas kan lo, mau nyoba gak? Kalo mau nyoba dengan senang hati nih gw bakal siramin tenang gw yang bayar kok," ucap Lala dengan santai.
"Oh jelas ada dong karena mantannya cowo yang maki-maki lo itu sepupu gw jadi mending lo gak usah sok cantik karena lo gak sebanding sama sepupu gw karena sepupu gw jauh lebih cantik dari pada lo, gak perlu di rumah gw banyak air," ucap Maira.
"Oh jadi tante-tante menor itu sepupu lo, mirip sih jadi gw gak heran kalo kalian sodaraan, tapi kalo ngomong ya disaring dulu lah jelas cantikan Lala kemana-mana tanya aja sono ke netizen," ucap Lala dengan geram memukul kepala Maira dengan centong plastik yang digunakan untuk bakso milik mba Wiwik.
Kini rambut Maira sedikit basah dan berbau karena sisa-sisa kuah bakso yang masih menempel dicentong ia menggertakan giginya menatap Lala kesal wajahnya memerah menahan emosi dengan cepat ia menghampiri Lala menarik Lala keluar dari kedai lalu menjambak rambut Lala hingga membuat Lala meringis kesakitan.
"Berantem yang kerenan dikit kek gak usah narik-narik rambut Lala sakit tau," teriak Lala.
Raina dan yang lainnya melihat beberapa orang yang berhamburan menuju kedai bakso dibuat penasaran mereka tidak bisa melihat karena sumber keributan sudah ditutupi dengan kerumunan mahasiswa yang menonton bahkan ada yang mengambil video mereka yang sedang berdebat.
"Berani banget lo ya mukul kepala gw pake centong kotor itu liat nih rambut gw jadi kotor," bentak Maira.
"Gak nanya!" ketus Lala.
"Bener-bener lo ya," geram Maira ia mulai menjambak rambut Lala, sedangkan Lala tidak tinggal diam ia membalas perbuatan Maira hingga kini mereka saling menjambak satu sama lain.
Aldo baru saja sampai di kantin ia berlarian menuju keributan namun dihalangi oleh Zara.
"Ada apa si Do terus lo mau kemana buru-buru banget," tanya Zara.
"Kalian gak tau apa ya itu si Lala berantem sama Maira sampe jambak-jambakan," ucap Aldo dengan heboh.
"Lo tau dari mana Do, setau gw si Lala lagi mesen bakso," ucap Raka.
"Gilaaa adek gw tuh yang dijambak awas aja si Maira, walaupun si Lala suka ngeselin tapi dia tetap adek gw pokoknya gw gam terima adek gw dijambak begitu bisa-bisa botak dia ntar," ucap Rama panik berlarian menembus kerumunan.
Sedangkan yang lainnya terdiam saling melempar pandang mereka merasa ada yang aneh dari perkataan Rama.
"Udah ntar aja bahas soal ini yang jelas kita tolongin si Lala dulu," ucap Aldo berlarian menyusul Rama disusul oleh yang lainnya.
Rama berhasil memisahkan keduanya dengan tangan yang penuh luka cakaran dari Maira.
"Lo orang apa kucing si luka kan jadinya tangan gw, meskipun lo ngeselin La tapi gw ada dipihak lo kok dan lo Maira gak ada bosen-bosennya sih lo buat kerusuhan," ucap Rama menatap Maira kesal.
Raina yang baru saja berhasil menembus kerumunan melihat beberapa cakaran terdapat pada tangan dan leher Lala mengepalkan tangannya menghampiri Maira lalu menampar Maira.
"Itu balasan setimpal buat cewe bar-bar kaya lo, lama-lama makin semena-mena lo ya dulu lo gangguin gw sekarang lo gangguin Lala bahkan sampe ada bekas luka-lukanya, hidup lo sangat membosankan ya makanya setiap hari lo cari perhatian dengan cara membully orang, gak pantes lo jadi putri kampus gak ngasih contoh yang bagus ke yang lain, buat yang lainnya jangan mau disogok kalo ada pemilihan apapun liat hasil dari sogokan jadinya begini emangnya kalian mau jadi korban bullyan nenek sihir ini," teriak Raina.
Entah mengapa Raina sangat kesal saat melihat Lala yang luka-luka berbeda jika itu terjadi dengan dirinya sendiri ia hanya bisa terdiam layaknya sinetron.
Lala bertepuk tangan saat mendengar perkataan Raina sambil tersorak-sorak.
"Dukung Raina jadi putri kampus periode selanjutnya gaisss hempas Maira sejauh-jauhnya biar jadi butiran debu dia dikampus ini," teriak Lala sambil bertepuk tangan.
Maira menghentakan kakinya kesal lalu pergi meninggalkan kerumunan dengan emosi yang memuncak disusul oleh teman-temannya yang lain.
Perlahan orang-orang membubarkan dirinya, Lala terus bertepuk tangan sambim memuji Raina sepenuh hatinya.
"Asik Raina yang lemah sekarang jadi Raina yang kuat kaya sapiderman Lala bangga sama Raina," ucap Lala dengan semangat.
"Mulai ngaco nih anak itu tangan lo luka-luka diobatin dulu nanti infeksi tangan lo bisa-bisa diamputasi terus nanti kak Reno gak mau sama lo gimana dah," ucap Raina dengan sengaja menakut-nakuti Lala.
"Gw juga gak mau sama kak Reno, emangnya parah banget ya baru kerasa nih perihnya tadi gak berasa sama sekali," ucap Lala melihat tangannya sambil meraba lehernya.
__ADS_1
"Lagian lo juga ngapain sih semut rangrang diladenin, gw panik tau gak sih pas liat hp nya Aldo gw takut lo meninggal terus ntar gw diomelin sama bapak lo dan dibilang Abang yang gak bisa jaga adeknya sendiri," ucap Rama sambil menjitak kepala Lala.
"Pokoknya lo berdua harus jelasin semuanya ke kita bikin keder aja si," pinta Zara.
Mereka kembali menuju tempat mereka lalu Rama menjelaskan bagaimana ia tiba-tiba bisa menjadi kakak dari Lala.
Sedangkan Lala terus meringis saat diobati oleh Zara dan Raina matanya berbinar saat mba Wiwik membawa semangkuk bakso dnegan asap yang mengepul.
"Huaaa bakso Lala," teriak Lala.
"Nih La untung belom jadi bakso kamu kalo gak nih bakso bisa numplek di kepalanya Maira," canda mba Wiwik sambil terkekeh.
"Aturan tadi Mba kasih aja ke Lala biar Lala siram tuh si nenek sihir," ucap Lala sambil meraih mangkok bakso.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung........
Happy reading jangan lupa like dan komennya ya gaisss ππ
Besok lebaran ya aku sebagai author remahan kripik bawang mau minta maaf sebesar-besar nya pada kalian maafin kesalahan aku yang menyinggung kalian baik yang sengaja maupun tidak disengaja ya π selamat hari raya bagi yang merayakannya meskipun lebaran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya π Adakah yang berminat kirimin aku ketupat, nastar, opor ayam, kripik bawang via mimpi juga gapapa kok aku terima dengan senang hatiππ
__ADS_1
Sekian pidato dari aku lop yu gaisss ππ