SENIOR

SENIOR
Di jewer


__ADS_3

Aldo melirik Zara yang terus menerus diocehi oleh Farhan, ia menggaruk lehernya yang tidak gatal.


Perlahan Aldo melangkahkan kakinya mendekati Zara, ia berniatan pamit dan membiarkan Zara menyelesaikan urusannya dengan Farhan.


"Zar, gw duluan ya. Lo dengerin dan lo iyain aja ocehannya dia jangan dijawab terus yang ada gak bakalan kelar urusan lo sama dia, tenang aja tugas lo sempat gua simpen kok di laptop lo, tinggal dikit lagi nanti lo lanjutin aja," bisik Aldo sambil menepuk-nepuk bahu Zara.


Sesudah mendengarkan perkataan Aldo, Zara menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Aldo.


"Iya makasih banyak ya Aldo udah bantuin gw ngerjain tugas, yaudah lo pergi aja sana," bisik Zara.


Farhan memperhatikan keduanya yang sedang asik berbisik-bisik, ia menahan kesalnya karena Aldo dan Zara tidak mendengarkan perkataannya sedari tadi, ia menggertakkan giginya dengan cepat ia mengangkat tangannya lalu menggebrak meja hingga membuat Zaea dan Aldo terkejut.


Zara mengusap-usap dadanya sambil menatap Farhan lalu beralih ke telapak tangan Farhan yang memerah.


"Pasti sakit kan tuh tangan, sukurin siapa suruh banyak gaya, gara-gara bapak jantung saya nyaris copot," ucap Zara.


"Gw pergi ya, inget jangan dijawabin terus ocehannya dia lo iya-iyain aja," ucap Aldo.


Aldo berpamitan pada Farhan lalu dengan cepat pergi meninggalkan mereka berdua.


Farhan menatap Zara geram lalu ia menarik telinga Zara hingga membuat Zara meringis kesakitan.


"Ikut saya, kamu harus dikasih hukuman," ucap Farhan.


"Iya saya ikutin, tapi lepas dulu ini tangannya dari kuping saya, sakit tauuuu;" teriak Zara sambil memukuli tangan Farhan yang berada di atas telinganya.


Saat berjalan di sekitaran kampus Farhan dan Zara menjadi pusat perhatian bahkan tak jarang beberapa mahasiswa berbisik satu sama lain, hal tersebut disadari oleh Zara hingga membuat Zara risih saat melihat semua mahasiswa di sekitaran mereka menatapnya.


"Pak lepasin dulu si, Bapak gak malu apa ya diliatin banyak orang tuh," teriak Zara.


"Buat apa saya malu, saya dosen disini dan ini memang tugas saya menghukum mahasiswa bar-bar yang salah jalan biar jadi mahasiswa baik yang berada di jalan yang benar," saut Farhan.


Zara membelalakan matanya ia mengepalkan tangannya dan menggertakkan gigi dengan sengaja ia meledek Farhan dari belakang punggungnya.


Enak aja nih dosen kalo ngomong, gw anak baik-baik dibilang anak yang salah jalan.


Fathan dan Aisyah yang baru saja sampai di kampus melihat Zara yang sedang dijewer oleh Farhan mereka saling tatap seolah sedang bertanya ada apa dengan mereka.


"Itu Zara kenapa ya sama bang Han, kok kayanya Zara dijewer gitu," tanya Aisyah.


"Kalo lo tanya gw terus gw tanya siapa Aisyah adikku yang paling gumush," saut Fathan.


Aisyah menunjukkan cengirannya lalu ia terkekeh.


"Maaf bang Fath He-He, gitu aja baper mending kita samperin aja yuk biar gak kepo," ajak Aisyah.


"Gw sih gak kepo," saut Fathan dengan santai.


"Ih bang Fath ngeselin banget sih, yaudah yuk buruan nanti mereka ngilang," ucap Aisyah menarik paksa tangan Fathan.


"Lo aja sih, bentar lagi gw ada kelas De," ucap Fathan.


"Iya Ais tau, bentar doang kok," ucap Aisyah.


Aisyah dan Fathan berlarian mengejar Zara dan Farhan yang jaraknya lumayan jauh dari posisi mereka sekarang.


"Bang Han!" teriak Aisyah.


Fathan menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya, ia menepuk-nepuk bahu Aisyah berharap Aisyah berhenti berteriak.


"Jangan teriak Ais nanti kampus bisa ancur gara-gara teriakan kamu," ucap Fathan.


Aisyah mendengus sebal saat melihat Farhan dan Zara sudah tak terlihat, ia menatap Fathan sebal.


"Gara-gara bang Fath nih berisik banget jadinya bang Han sama Zara gak keliatan lagi, Ais sebel ah sama bang Fath," omel Aisyah.


Aisyah pergi meninggalkan Fathan yang sedang kebingungan.


"Kuping gw yang sakit dia yang marah-marah untung gw abang yang amat sangat sabar," ucap Fathan.


Fathan menggelengkan kepalanya dan mulai melangkahkan kakinya menuju kelas.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Raina baru saja sampai di depan kampus ia berpamitan dengan Reyhan lalu ia pergi memasuki area kampus.


Raina mendudukan dirinya diatas kursi lalu melirik sekitar, ia heran mengapa teman-temannya belum ada yang datang ke dalam kelas.


"Pada kemana sih yang lainnya, biasanya disini udah ada Zara sama Lala kok tumben mereka belom sampe bahkan tasnya aja gak ada," gumam Raina.


Raina dibuat terkesiap karena tiba-tiba ada orang yang duduk mendekatinya, ia menolehkan kepalanya pada orang yang sedang duduk di sampingnya.


"Eh Raina bengong aja lo, pasti lagi nyariin teman-teman lo ya tuh si Zara lagi jadi tranding topic di kampus gara-gara jalan berduaan sama pak dosen ganteng walaupun sambil dijewer sih, tapi gw sih rela-rela aja kalo dijewernya sama pak dosen ganteng yang penting bisa jalan bareng sama pak dosen ganteng," ucap salah satu teman kelasnya sambil tersenyum membayangkan ucapannya sendiri.


"Oh iya Nia makasih ya infonya, semoga bisa dijewer juga ya sama pak dosen ganteng lo Ha-Ha-Ha." ucap Raina tersenyum pada Nia.


"Iya sama-sama Raina, pasti dong doain ya biar gw dapet copyannya pacar lo He-He, lo mah udah dapat kak Fathan jadi cuek aja," ucap Nia.


Aisyah baru saja sampai di depan pintu kelas, ia tersenyum dan melambaikan tangannya pada Raina lalu ia berlarian kecil menghampiri Raina.


"Tuh Aisyah," ucap Nia.


"Rainaaaa," teriak Aisyah.


"Eh ada Nia, tumben banget ada disini," sapa Aisyah.


"Iya nih abisnya kasian liat muka Raina kebingungan gitu nyariin teman-temannya berhubung udah ada lo disini gw pamit ya mau ke kantin, oh iya salam ya buat abang lo Ais He-He," ucap Nia.


Aisyah mengerutkan dahinya menatap punggung Nia yang sudah sampai di depan pintu kelasnya.


"Itu loh kak Farhan si dosen ganteng katanya Ha-Ha," ucap Raina.


Aisyah menepuk dahinya lalu tertawa saat mengetahui yang dimaksud oleh Nia adalah Farhan.


"Ada-ada aja dia padahal bisa ngomong langsung kan bang Han ngajar juga di kelas kenapa harus lewat aku ya," ucap Aisyah.


"Biar di dengerin kali, kan lo adiknya dosgan," ucap Raina tertawa.


"Udah ah capek ketawa mulu, oh iya dari tadi aku gak liat Lala tumben banget dia belom sampe jam segini," ucap Aisyah.


"Iya gw juga gak tau, tuh anak suka banget gqk ngabarin kalo ada apa-apa, takutnya kaya waktu itu lagi dia gak masuk gak taunya ..." belum sempat Raina meneruskan perkataannya ia terdiam lalu menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


Ih Raina kok mulut lo sekarang lancar banget sih kaya Lala untung belom kelar ngomong.


Aisyah menatap Raina sambil menaikan sebelah alisnya menunggu perkataan Raina selanjutnya.


"Kenapa Raina? Kok gak dilanjutin," tanya Aisyah.


"Itu sih Lala waktu itu gak masuk ternyata dia muter-muter nyari tempat pembuangan sampah," ucap Raina asal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Semoga aja Aisyah percaya, nih mulut bener-bener ya minta dilakban.


"Hm ... Lala unik banget sih cuma gara-gara sampah aja dia sampe rela gak masuk kuliah," ucap Aisyah.


"Ya begitulah Lala suka random orangnya," ucap Raina.


Maafin gw ya Lala, ini demi kebaikan bersama.


Mahasiswa lainnya perlahan mulai ramai memasuki kelas dikarenakan Farhan yang sedang berjalan menuju kelasnya.


Saat Farhan sampai di dalam kelas, Raina dan Aisyah menatap Farhan dengan tatapan heran.


"Loh itu bang Han udah disini terus Zaranya mana," tanya Aisyah.


"Gak tau Ais, si Zara gw chat gak dibales-bales terus si Lala juga kebiasaan telat gak ngabarin dulu," jawab Raina.


"Selamat pagi, hari ini kalian presentasi tugas yang saya kasih minggu lalu ya," ucap Farhan menunjukan senyumnya dengan ramah.


Raina terus menerus melihat ke arah pintu kelasnya yang tertutup berharap pintu akan terbuka dan terdapat sosok Lala disana.


"Si Lala gimana nih, ish tuh anak bener-bener ya ini kan buat nilai tugas kenapa dia belom dateng juga," ucap Raina panik.


"Jangan panik Raina tungguin aja, pasti Lala dateng kok," ucap Aisyah berusaha menenangkan Raina.


Sumpah gw gak tenang banget takutnya si Lala ada masalah lagi, si Lala gak ngerti-ngerti udah gw bilang berkali-kali kalo ada apa-apa tuh kabarin, liat aja tuh anak ya ketemu gw nanti gw lempar ke empang belakang kampus.


Raina terus mengumpat Lala di dalam hatinya, hingga membuat Farhan yang berada di belakang posisi ia duduk penasaran dengan apa yang terjadi.


"Kenapa Raina?" tanya Farhan sedikit berbisik.


Raina menolehkan kepalanya ke arah belakang ia menghela nafasnya saat mengetahui yang bertanya padanya adalah Farhan.


"Itu Kak eh Pak eh apa yaaa tau ah bingung intinya Lala belom ada kabar padahal bentar lagi kita mau presentasi," ucap Raina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya gaisssssss


Sekian dan terima kasih

__ADS_1


__ADS_2