SENIOR

SENIOR
Ketumpahan kuah bakso


__ADS_3

Fathan baru saja selesai makan bakso pandangannya teralih ketika mendengar suara tawa dari meja Raina, ia menatap penuh tanda tanya di dalam fikirannya.


"Siapa dia kenapa keliatannya akrab bangat sama Raina kaya udah lama kenal apa mereka punya hubungan khusus,"batin Fathan.


Raka mengikuti arah pandangan Fathan berhenti di meja Raina, ia mengernyitkan dahinya seolah olah sedang bertanya mengapa Fathan seserius itu memandang ke arah mereka.


"Woy kalian berdua kenapa kompakkan begitu si ngeliat ke meja mereka,"teriak Rama gemas yang sedari tadi tidak digubris oleh kedua temannya.


Fathan terkesiap ketika mendengar teriakan Rama, ia menyumpal mulut rama dengan tissu yang tersedia di atas meja menatap rama tajam seolah olah ingin menelan Rama hidup hidup.


"Gak usah teriak bisa gak,"ucap Fathan ketus.


"Gw gak selaper itu Fathan gak usah disuapin tissu juga,"omel Rama melempar tissu tepat mengenai wajah Fathan.


"Jorok bekas jigong lo,"omel Fathan.


"Bodoamat siapa suruh nyumpel nyumpel mulut gw pake tissu,"ucap Rama memalingkan wajahnya.


"Gw tuh ngeliat kesono gara gara Fathan, lagian lo ngapain si Fath serius bangat liat kesono emangnya ada yang seru disono,"ucap Raka.


"Gapapa gw pengen liat kesono aja, bosen liat muka lo bedua mulu,"ucap Fathan tertawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lala tidak berhenti tertawa mendengar celotehan Aldo sampai tidak sengaja tangannya menyenggol mangkuk bakso yang masih berisi kuah menumpahi celana Raina.


"Hwaaa.... Raina maaf gak sengaja suer dah, salahin tangan Lala yang bandel ini,"teriak Lala heboh tangannya sibuk membersihkan sisa bihun yang menempel di celana Raina.


"Lala bener bener lo ya untung gw sayang kalo gak udah gw siram balik lo pake es teh,"omel Raina.


"Maafin yaa Rain, suer gak sengaja gw ke mba Wiwik dulu ya minjem serbet buat bersihin sisa sisa bihunnya,"ucap Lala berlarian menuju kedai mba Wiwik.


"Lo gapapa Raina untung kuah baksonya gak panas,"tanya Aldo panik.


Fathan mendengar teriakan Lala refleks menolehkan pandangannya berjalan menuju meja Raina, ia menyodorkan sapu tangan pada Raina tetapi tidak ada respon darinya dan Fathan berinisiatif membersihkan sendiri sisa bihun tersebut dengan tangannya menggunakan sapu tangan yang ia genggam.


Raina terkejut saat Fathan membersihkan sisa bihun yang ada dicelananya tanpa permisi, ia terus menatap Fathan.


Lala berlarian membawa serbet yang sangat kotor dan banyak bercak sambal saat sampai di meja ia membelalakan matanya ketika melihat Fathan yang sudah menjongkokan dirinya di hadapan Raina dengan tangan yang sibuk membersihkan sisa sisa bihun.

__ADS_1


"Sini tangan lo,"pinta Fathan mengulurkan tangannya.


Raina terkesiap saat Fathan mengulurkan tangannya, refleks ia menyodorkan tangannya membiarkan Fathan mengelap tangannya menggunakan sapu tangan yang digenggam oleh Fathan.


"Unchhhh so sweet banget kaya upik abu dan pangeran yang gw baca di buku dongeng,"ucap Lala dengan mata berbinar.


"Kamu ngatain Raina upik La,"ucap Aisyah tekekeh.


"Iyaaa, mirip bangat kaya di buku dongeng yang gw baca tau ga si Ais,"ucap Lala polos.


Aldo melirik kearah serbet yang digenggam Lala."La itu serbet buat apaan,"tanya Aldo.


"Buat bersihin celananya Raina lah masa buat ngelap muka lo Do,"ucap Lala.


"Lala itu serbet isinya bekas sambel semua yang ada ntar pedes,"omel Zara.


"Adanya ini ya udah gw ambil aja yang ada, lagipula udah ada kak Fathan sang pangeran yang menyelamatkan upik abu dari kuah bakso,"ucap Lala tersenyum lebar.


Raina mendengar perkataan Lala menahan kesalnya, ia terus mengumpat dalam hatinya.


"Sabar Raina sabar,"ucap Raina mengelus dadanya menggunakan tangan kanan yang sudah dibersihkan oleh Fathan.


"Nah udah kelar, lain kali kalo udah kelar makan mangkoknya dikembaliin dulu biar gak nyusahin orang, nih cuciin sapu tangan gw sekalian,"ucap Fathan melempar sapu tangannya tepat di telapak tangan Raina bergegas pergi meninggalkan meja mereka sambil melirik Aldo sekilas.


"Kak Fathan,"panggil Raina.


Fathan merasa terpanggil menghentikan


langkahnya tanpa membalikkan tubuhnya.


"Makasih ya,"ucap Raina tersenyum.


"Sama sama,"jawab Fathan melanjutkan berjalan menuju mejanya.


"Berisik bangat si La, gara gara lo nih gw jadi disuruh nyuciin sapu tangannya,"omel Raina.


"Ya maaf ini salah tangan Lala salahin aja dia,"ucap Lala menunjuk tangannya.


Aldo sedari tadi memperhatikan Fathan yang begitu cekatan dan sigap saat Raina terkena tumpahan kuah bakso terus berfikir ada apa dengan mereka, bahkan Raina tidak menolak saat tangannya digenggam oleh Fathan.


"Cowo tadi siapa, pacar lo Rain,"tanya Aldo.


"Yang tadi tuh namanya kak Fathan dia gebetannya Raina, nih ya Aldo si Raina suka sama kak Fathan udah lama tapi di kacangin mulu kasian kan ya gw aja prihatin liatnya, tapi ntah kenapa tadi kak Fathan tiba tiba jadi panik begitu pas Raina ketumpahan kuah bakso kayanya dia lagi mabok deh,"ucap Lala dengan wajah polosnya.


"Lala gw lempar mangkok bakso lo ya nyerocos mulu dari tadi yang di tanya Raina yang jawab malah lo,"omel Zara.


"Gapapa si Zar kan wakilin lagian sama aja kan,"ucap Lala mengerucutkan bibirnya.


Aldo terdiam saat mendengar penjelasan Lala, ia merasakan hatinya sedikit sakit saat tau Raina menyukai laki laki lain tetapi ia tidak akan mundur karena hanya Raina yang menyukai tidak dengan laki laki itu, tetapi yang dia rasakan saat melihat reaksi Fathan yang begitu sigap rasanya yang dibicarakan Lala ada yang salah ia tidak mengambil pusing perihal itu yang terpenting sekarang ia harus bergerak cepat untuk mendapatkan hati Raina.


"Do, lo kenapa bengong begitu terus ngeliatin gw gitu bangat lagi,"tanya Raina.


"A... ah itu kok muka lo ada keriputnya ya kaya nenek nenek,"ucap Aldo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Raina panik saat mendengar perkataan Aldo, ia meminjam kaca pada Aisyah lalu mencari kerutan yang dimaksud oleh Aldo.


"Lo nyari apa si Rain, jangan polos polos bangat deh jadi cewe lo di boongin tau sama Aldo,"ucap Lala tertawa.


"Aldooooo...."teriak Raina geram menarik rambut aldo.


"Ayooo Raina Ayoooo tarikkk teruss gw disini dukung lo,"teriak Lala menepuk nepuk tangannya.

__ADS_1


Fathan mendengus kesal melihat Raina yang sedang menarik rambut Aldo.


Raka terus memperhatikan tingkah Fathan, ia melirik ke arah pandangan Fathan, ia tersenyumlebar mulai paham mengapa sahabatnya hari ini selalu melirik ke arah sana terus menerus.


"Ohhh gw tau kenapa lo dari tadi ngeliat kesono terus hahahah,"ucap Raka tertawa terbahak bahak.


"Emang kenapa Rak, kasih tau gw dong,"tanya Rama penasaran.


"Enak aja cari tau sendirilah susah nih nyari jawabannya kudu mantengin tuh orang terus gak boleh lolos sedetikpun,"ucap Raka yang masih setia dengan tawanya.


"Apasi lo,"ucap Fathan melirik malas.


"Udahlah Fath gak usah muna gw kenal lo udah lama, gw paham bener gimana lo dari atas sampe bawah hahaha,"ucap Raka tertawa.


"Serah lo,"ucap Fathan beranjak dari duduknya meninggalkan kantin disusul oleh Raka dan Rama.


"Woy Fath tungguin,nih orang jalan cepet bangat kaya terbang,"teriak Rama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2