SENIOR

SENIOR
Mencari si merah


__ADS_3

Pagi hari Fathan, Raka dan Rama berjalan dengan tergesa-gesa menuju parkiran kampus, mereka mengamati satu per satu mobil yang ada di parkiran.


"Perasaan nyari satu mobil aja susah amat ya," gerutu Rama.


Raka memicingkan matanya saat melihat Shasha yang berjalan dengan terburu-buru saat melihatnya.


Raka semakin menaruh rasa curiga pada Shasha, ia memutuskan untuk pergi menyusul Shasha tanpa menghiraukan Rama yang terus meneriakinya.


Rama menatap punggung Raka yang perlahan menghilang.


"Tuh anak mau ngapain sih, udah tau kita lagi ada misi rahasia dia malah kabur," desis Rama.


"Udah biarin aja, mungkin ada dia ada urusan mending kita fokus dulu cari mobil itu," ucap Fathan.


Saat ini fokus Fathan hanya pada Raina, ia ingin segera menemukan dalang dari kecelakaan Raina. Ia kembali menyusuri area parkiran dan melihat beberapa mobil yang baru saja datang.


"Kalo lagi kaya gini berasa kaya tukang parkir di pasar dah gw, bedanya tukang parkir di pasar mah dibayar kalo gw gak dibayar," oceh Rama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Shasha semakin mempercepat langkahnya saat ia mengetahui Rama mulai mengikutinya, saat sampai di ujung lorong kampus ia menghela nafas leganya saat ia tidak melihat Rama di sekitarnya.


"Huft ... Berasa dikejar hantu gw." Shasha berusaha mengatur nafasnya dan mengusap keringat yang bermunculan di sekitaran dahinya.


Kenapa Raka ngejar gw ya? Apa dia tau kalo gw terlibat pas kecelakaannya Raina, tapi kan yang nabrak Raina bukan gw tapi Maira, ini semua gara-gara Maira coba aja dia gak nekat pasti gw gak bakalan dikejar kaya gini.


Raka tersenyum miring saat melihat Shasha yang sedang berdiri tidak jauh dari posisinya saat ini, perlahan ia mulai melangkahkan kakinya dengan hati-hati supaya Shasha tidak menyadari kedatangannya, lalu ia berhenti tepat di belakang tubuh Lala


Shasha terus menyalahkan Maira di dalam hatinya, ia tidak menyadari keberadaan Raka yang sudah berada di belakangnya. Shasha membalikan tubuhnya dan tidak sengaja menabrak tubuh Raka yang berada di belakangnya. Ia tersentak lalu berusaha menghindar dari Raka namun tangannya terlebih dahulu ditahan oleh Raka.


"Ngapain sih? Dari tadi lo ngikutin gw mulu, terus sekarang ngapain lo megang-megang tangan gw," ketus Shasha.


Shasha sengaja berbicara ketus pada Raka supaya Raka tidak mencurigainya, ia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Raka.


Raka menatap Shasha dari ujung kuku hingga ujung rambut dengan tatapan menyelidik dan hal tersebut membuat Shasha risih.


Shasha berusaha memutar otaknya, ia terus berusaha mencari akal untuk mengalihkan keadaan supaya Raka tidak terus menerus menyudutkannya.


"Lo ngapain sih ngeliatin gw kaya gitu, lo jangan macem-macem ya sama gw, awas aja kalo lo berani macem-macem," ancam Shasha sambil menudingkan jarinya tepat di hadapan wajah Raka.

__ADS_1


Raka memutar bola matanya jengah, ia melihat Shasha malas.


"Gak usah kepedean, gw juga ogah mau macem-macem sama lo. Udah deh lo gak usah ngalihin pembicaraan mendingan lo ngaku aja deh," ucap Raka.


Shasha berusaha tenang, ia tidak mau terpancing oleh perkataan Raka, ia tidak mau Sinta ikut terkena imbasnya karena keegoisan Maira.


"A... Ap... Apaan sih lo gak jelas, apanya yang mau diakuin?" saut Shasha.


"Udahlah gak usah pura-pura lupa, gw tau kemarin lo ada di depan pintu ruang rawat Raina terus pas kegep sama gw lo panik dan pergi gitu aja dan tadi di parkiran lo jalan buru-buru gara-gara liat gw sama Fathan dan Raka," ucap Raka.


Raka melepaskan tangannya dari tangan Shasha lalu ia melangkahkan kakinya menuju kursi yang tidak jauh dari posisi mereka lalu mendudukan dirinya, matanya tidak lepas dari Shasha ia terus menatap Shasha tajam dan penuh curiga.


Tubuh Shasha terasa kaku, ia ingin lari dari Raka namun rasanya sulit sekali baginya untuk melangkahkan kakinya sendiri padahal Raka sudah melepaskan tangannya dari lengan Shasha.


"Iya itu emang gw, tapi itu cuma kebetulan lewat aja terus gw liat kalian semua ada di dalem ruangan itu karena gw penasaran yaudah gw intip aja ternyata di dalem sana ada Raina juga yang lagi sakit," ucap Shasha dengan gugup.


Keringat dingin mulai bercucuran di sekitaran dahinya, ia tidak berani menatap Raka saat berbicara ia takut Raka akan mencurigainya.


"Kalo gw anak TK mungkin bisa lo kibulin, gw gak bisa semudah itu buat diboongin, mendingan lo cerita ngapain lo di rumah sakit ngintip-ngintip di depan ruang rawat Raina dan kenapa juga lo panik pas kegep sama gw bahkan kabur lagi, satu lagi kenapa lo lari pas liat gw sama teman-teman gw di parkiran," ucap Raka sambil menatap Shasha tajam.


"Gw udah bilang kan sama lo Raka, kenapa lo masih terus-terusan nanyain itu lagi sama gw, percuma lo nanya berkali-kali pun jawaban gw sama kaya gitu juga," ucap Shasha dengan gemetar ia mulai tidak nyaman dengan keadaan sekarang.


Raka menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya mendekati Shasha yang masih setia dengan posisi berdirinya.


"Terserah lo mau ngelak kaya apapun intinya gw gak percaya, sekarang gini aja deh lo pilih cerita sama gw apa gw kasih tau ke Fathan, biar Fathan yang nanya langsung ke lo, lo tau kan gimana Fathan kalo udah marah apalagi soal Raina. Gw tau kok lo ada hubungannya sama kecelakaan Raina, mau lo ngelak kaya apapun tetap aja gw gak akan percaya. Sekarang gini deh lo tau kan gimana keadaan Raina sekarang, lo gak ada rasa bersalah ke dia?" ucap Raka panjang lebar.


Shasha terdiam sejenak ia berusaha mencerna perkataan Raka, ia merasa ada benarnya juga perkataan Raka. Setelah beberapa menit keduanya saling berdiam diri akhirnya Shasha memutuskan untuk angkat bicara.


Shasha menghela nafasnya, ia berharap keputusan yang ia ambil sudah tepat karena mau bagaimana pun suatu kejahatan jika disimpan teralu lama akan terungkap juga.


Semoga gw gak salah ngambil keputusan, gw perlu teman cerita juga, gw gak mau terus menerus ngerasa bersalah sama Raina, gw liat-liat Raka orangnya netral gw yakin dia pasti punya solusi.


"Oke, gw mau ceritain semuanya ke lo, tapi jangan disini, gw gak mau ada orang lain yang tau," pinta Shasha.


"Oke, ikut gw." Raka melangkahkan kakinya mendahului Shasha yang masih mematung disana.


Shasha menarik nafasnya lalu berlarian kecil menyusul Raka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Maira dan Sinta yang baru sampai di kampus dengan diantar supir dari keluarga Sinta, mereka turun bergantian dari mobil.


Maira menatap Farhan dan Rama heran saat melihat keduanya begitu sibuk memperhatikan mobil yang masuk ke area parkir.


"Itu Farhan sama Rama kan ya? Ngapain mereka di parkiran sambil ngeliatin mobil yang masuk," tanya Maira sambil menunjuk Rama dan Fathan.


Sinta mengikuti arah jari telunjuk Maira, ia kembali teringat dengan kejadian kemarin. Sinta berfikir semua ini ada sangkut pautnya dengan kecelakaan Raina yang disebabkan oleh kenekatan Maira yang merasa iri dengan Raina.


"Kayanya mereka tau deh kalo mobil yang nabrak Raina itu mobilnya anak kampus sini, makanya mereka nungguin orang yang pake mobil itu, untung aja lo gak pake itu mobil Ra, kalo gak abis dah lo," ucap Sinta.


Maira mengepalkan tangannya, ia teringat dengan perkataan Shasha yang sempat mengancamnya akan memberi tahu Fathan.


"Ini pasti kerjaannya Shasha pasti dia ngadu ke Fathan makanya dia bisa tau," ucap Maira.


Sinta menggelengkan kepalanya lalu melirik ke arah Fathan dan Rama yang berada di area parkir.


"Kalo Shasha kasih tau ke Fathan gak mungkin sekarang Fathan di parkiran Ra, pasti sekarang dia ada di kelas nungguin lo terus masang muka seremnya," ucap Sinta.


"Iya juga sih, terus gimana Sin masa gw ke kampus nebeng lo terus," ucap Maira.


"Intinya kita pergi dulu dari sini sebelum mereka curiga sama kita, soal mobil bisa diomongin lagi nanti," ucap Sinta.


Mereka memasuki lorong kampus bersamaan meninggalkan Fathan dan Rama yang berada di area parkir, tanpa disengaja mereka sempat berpapasan dengan Shasha dan Raka namun mereka tidak menyadari bahwa yang melintas di hadapannya adalah Shasha dan Raka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komentarnya ya gais. kalo ada saran juga boleh kok silahkan dititip di kolom komentar.


Maaf bisa up segitu dulu semoga kalian terhibur.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih


__ADS_2