
Lala terus berfikir berusaha mencari seribu satu alasan agar ia terbebas dari acara kampusnya.
Raina melihat raut wajah Lala yang sedang berfikir keras mengembangkan senyumnya dengan cepat tangannya menyentil dahi Lala.
"Lagi mikir apa lo, pokoknya gw gak terima alasan apapun,"tegas Raina.
Lala menatap Raina dengan tatapan memelasnya perlahan berjalan gontai keluar kelas meninggalkan mereka, baru saja Lala sampai di depan pintu ia berpapasan dengan Fathan dan teman temannya yang ingin masuk ke dalam kelasnya ia menggeser tubuh Raka lalu berjalan keluar meninggalkan mereka tanpa suara sedikitpun.
Raka dan Rama menatap Lala yang berjalan gontai meninggalkan mereka, ia menatap Lala heran tidak biasanya anak itu diam.
"Tuh anak lagi sakit gigi ya,"tanya Rama sembari menunjuk Lala yang semakin jauh.
"Udahlah biarin aja mending kita masuk ke dalem,"ucap Fathan acuh berjalan memasuki kelas, ia tidak sadar kedatangannya membuat seisi kelas menjadi heboh.
Fathan tersenyum menghampiri Raina sejujurnya ia khawatir dengan keadaan Raina yang sedang tidak enak badan, saat di kelasnya ia tidak berhenti memikirkan perempuan yang sekarang berada di hadapannya.
"Masih pusing,"tanya Fathan.
Zara menatap Fathan heran selama ini ia banyak sekali ketinggalan berita terbaru mengenai sahabatnya, ia sempat berfikir sahabat macam apa dia temannya lagi dekat dengan laki laki hanya dia yang tidak mengetahuinya.
"Engga kok,"jawab Raina tersenyum.
"Raina temen lo kenapa keluar kelas diem aja tumben banget,"tanya Rama.
"Ngambek dia,"ucap Raina terkekeh.
"Bisa ngambek juga ternyata hahaha gw kira dia sakit gigi makanya diem aja,"ucap Raka.
"Dia tuh gak pernah mau ikut acara kemping dari jaman sekolah, kalo gw maksa pasti ada aja alesannya sekarang kan gw udah hapal sama dia jadinya gw gak mau nerima alasan apapun trus dia ngambek deh keluar kelas,"ucap Raina menjelaskan.
"Aneh banget di ajak piknik malah gak mau,"ucap Rama.
"Berarti kalian ikut,"tanya Fathan.
"Ikuttttlah jarang jarang nih acara beginian dari dulu kita gak pernah ikut karena Lala gak pernah mau ikut, pokoknya sekarang kita harus ikut Raina kita paksa terus si Lala,"ucap Zara semangat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Di kantin Fano sedang sibuk menyicipi jajanan yang ada di kantin kampus dengan semangat, ia berjalan mengitari kedai matanya tertuju pada bakso ia berjalan menghampiri kedai.
"Hallo mba, Pano mau bakso dong ada rasa apa aja baksonya,"tanya Fano.
"Baksonya ada yang sapi, ayam dan ikan,"jawab mba Wiwik.
"Gak ada bakso bebek,"tanya Fano.
Lala yang baru saja sampai di kantin ia berjalan gontai menghampiri kedai mba Wiwik, keadaan yang tidak bersahabat ini cocok sekali dia manfaatkan untuk makan, ia melihat Fano sedang di kedai mba Wiwik dengan cepat menghampirinya dan berdiri di belakang Fano.
"Bakso dinosaurus juga ada kok,"saut Lala geram.
"Benelan ada bakso dinosaulus Pano mau liat dong,"ucap Fano semangat memasuki kedai berloncat loncatan ingin melihat bakso.
"Ade kamu La,"tanya mba Wiwik.
__ADS_1
"Bukan Mba, sepupunya Raina,"jawab Lala.
"Bakso dinosaurusnya abis Pano, udah makan bakso ayam aja dah,"ucap Lala.
"Engga, Pano mau bakso sapi ajaa,"ucap Fano.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kini Raina dan Lala sudah berada di rumah dengan Raina yang terus menerus mengikuti Lala sembari membujuknya agar dengan senang hati mau ikut hadir di acara kampus.
Lala memutar bola matanya malas ia terus menerus menghindar dari Raina.
"La ikut ya masa lo tega si kita gak ikut acara ini lagi lo gak kasian sama Zara yang dari dulu pengen banget ikut acara kemping,"ucap Raina tidak menyerah sebelum Lala mengiyakannya.
Lala terdiam sejenak memikirkan bagaimana Zara yang selalu antusias dengan acara tersebut namun hanya karena dirinya Zara mengalah.
"Lala kalo dari dulu kita mau kita udah pergi tanpa lo, tapi kitakan mau seneng seneng di sana masa lo diem di rumah kan gak adil, gw mohon kali ini aja ya seenggaknya buat Zara dia dari dulu pengen banget ikut acara beginian loh,"bujuk Raina.
Mendengar Raina menyebutkan nama Zara membuat Lala merasa bersalah ia menghela nafasnya lalu menganggukan kepala tanpa mengeluarkan suara.
Raina mengembangkan senyumnya saat melihat Lala yang menganggukan kepalanya ia berniat menanyakan kembali untuk memastikan.
"Lo setuju berarti ya awas aja lo pas hari H nya ngilang gw bakal marah banget sama lo, gw mau ngabarin Zara dulu dah kabar gembira nih buat dia,"ucap Raina girang lalu meninggalkan Lala sembari bersenandung.
Lagi lagi Lala menghela nafasnya berat, ia tersenyum melihat Raina yang begitu gembira saat melihatnya mengangguk bagaimana dengan Zara bisa bisa salto.
"Kak Lalaaaaaa po, Pano bagi cikinya yaaa,"teriak Fano sembari memeluk 4 bungkus ciki.
Lala membelalakan matanya saat melihat Fano berbalik arah meninggalkannya berjalan menuju ruang tengah, ia berjalan secepat mungkin mengejar Fano.
"Fanooo, kemaren kan kamu udah ada,"teriak Lala.
"Fano gak ada ciki adanya bumbu dapul sama kangkung sama cabe,"jawab Fano.
"Yaudah cemilin aja tuh cabe sama kangkung,"ucap Lala ketus.
Reno dan Reyhan yang sedang asik bermain Play Station menatap mereka dengan tatapan kesal.
"Berisik banget si lo berdua kalah kan gw jadinya,"omel Reyhan.
"Kak Ley aja yang cemen gak bisa main nyalah nyalahin Pano lagi, Pano lempal ciki nih lama lama,"ucap Fano.
"Enak aja lo kalo ngomong duel aja yok kita,"ucap Reyhan.
"Ayooo siapa takut, kak Ley aja tawulan sama Pano kalah wle,"ledek Fano berjalan menghampiri Reyhan.
"Mana stik PS lo gak punya kan lo udah deh sono jauh jauh main masak masakan aja sono,"usir Reyhan.
"Pano punya stik dlum bisa buat mukul kak Leyhan ampe benjol stik itu mah cemen,"ledek Fano membalikan jempolnya.
Raina baru saja turun dari tangga berniat menghampiri Lala untuk bersiap siap.
"La mending lo pripare deh acaranyakan 2 hari lagi, sekalian temenin gw beli syal baru yuk,"ucap Raina.
__ADS_1
"Gw banyak syal mau yang mana ? ada yang persija arema viking bonek itu gw beli pas lagi jaman gw masih sd masih diplastikin malahan belom gw pake,"ucap Lala polos.
"Bodoamat ah kesel ngomong sama lo, udah buruan siap siap pokonya lo gak boleh kabur pas hari H, gw bantuin prepare deh,"ucap Raina.
"Unchhh baiknya, kenapa gak lo aja yang priparein sekalian gw males suer dah,"ucap Lala malas.
"Gak tau diri yaaa dikasih hati minta ginjal,"ucap Raina memandang Lala geram.
"Kalo niat bantuin tuh gak boleh setengah setengah Raina nanti pahalanya setengah juga,"ucap Lala.
"Mau kemana si segala pripare, mau minggat si Lala alhamdulilah deh akhirnya berkurang satu biang rusuh di rumah gw,"ucap Reyhan senang.
"Kita mau kemping bang Rey ada acara dari kampus,"jawab Raina.
"Kempinggggg Pano suka kemping Pano ikut yaaa,"ucap Fano dengan mata berbinar.
"Gak boleh, ini acara orang gede anak kecil gak boleh ikut,"ucap Raina ketus.
"Ish pelit banget bialin aja nanti Pano kemping di lumah aja sama kak Leno mama Wina papa Gio kak Ley gak usah kalian juga gak boleh ikut,"ucap Fano mengerucutkan bibirnya berkacak pinggang dan membuang mukanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1