SENIOR

SENIOR
Obat Ngambek


__ADS_3

Raina dan Fathan keluar kelas menuju kamar mandi dengan Fathan yang menunggu di depan toilet.


"Udah kelar, awas aja tuh orang nyiram lagi ya,"gerutu Raina kesal.


"Ngedumel aja kaya dukun,"ledek Fathan sembari tertawa.


"Ngeledek aja terus, udahah gw mau nyusul yang lain ke kantin,"omel Raina sembari menginjak kaki Fathan.


Fathan meringis kesakitan saat kaki Raina mendarat tepat di atas kakinya.


"Arghhh sakit woy, cewe kok tenaganya kaya kingkong heran gw,"teriak Fathan berlari menyusul Raina.


Raina mempercepat larinya ketika melihat Fathan yang semakin dekat dengannya.


"Ngejar lagi dia, ini mah pasrah ajalah kaki dia panjang gw pasti kesusul,"gerutu Raina melambatkan langkah kakinya.


Sampai di kantin Raina mengedarkan pandangannya mencari ketiga temannya, sekian lama mengedarkan pandangannya akhirnya ia


menemukan mereka yang sedang berkumpul dengan teman teman Fathan.


Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya tiba tiba saja Fathan menahan dan mengunci tubuhnya hingga kini ia menghirup aroma ketiak Fathan.


"Dapetkan lo, songong banget nginjek nginjek kaki gw udah dibantuin bukannya baik baik sama gw malah begitu ya,"omel Fathan tetap dengan posisinya tidak menyadari sedari tadi mereka menjadi pusat perhatian di kantin.


"Iya iya ampunnn, janji gak gitu lagi deh tapi lepasin dulu ketek lu bau kak,"ucap Raina sembari menutup hidungnya padahal tidak tercium bau apapun disana.


Refleks Fathan mendekatkan hidungnya diketiak namun ia tidak mencium apapun, ia mengerutkan alisnya lalu mengacak rambut Raina.


"Boong lo yaaa ketek gw wangi, noh rambut lo bau tea jus,"ledek Fathan.


"Emang bener, pastilah kan gw abis disiram es teh tapi bukan tea jus juga kali,"omel Raina berusaha melepaskan tangan Fathan dari lehernya.


"Deket amat kaya prangko jangan jangan bener lagi gosip tentang kalian,"celetuk salah satu mahasiswa.


Fathan tersenyum mengubah posisinya merangkul Raina mendekat dengan orang yang berbicara.


"Kalo iya kenapa, urusannya sama lo apa, lo ngerasa dirugiin heum, jadi orang jangan julid,"ucap Fathan dingin.


Anak tersebut bungkam dan pergi meninggalkan kantin dengan perasaan kesal.


Raina tercengang mendengar perkataan Fathan , ia terus menatap Fathan tanpa berkedip.


"Hati hati tuh mata gak bisa nutup, seremkan jadinya kalo gak bisa nutup,"ledek Fathan terkekeh.


Raina terkesiap refleks mengedip ngedipkan mata.


"Awas cacingan ngedip ngedip terus,"ledek Fathan.


"Ih lo ngerjain gw yaa, males ah gw sama lo,"omel Raina berjalan mendahului Fathan.


Fathan tertawa melihat Raina meninggalkannya dengan wajah yang kesal, ntah sejak kapan ia mulai mempunyai hobi menggoda Raina hingga membuatnya kesal.


"Rainaaaa gw nungguin lo dari tadi sumpah ya gw laper,"omel Lala.


"Ganti baju dulu Lala, ntar gw masuk angin gimana,"ucap Raina mendudukan dirinya di kursi kosong.


"Tenang Raina gak usah panik Mba Yun jual antangin, tolak angin, tolak linu, Bejo dan masih banyak lagi obat obat penolak masuk angin. Lo bebas pilih asal punya uang aja,"ucap Lala tersenyum lebar.


"Kayanya tadi lo ngejawab pertanyaan gw copas dari Lala ya hahaha,"bisik Fathan yang sudah berada di samping Raina.


Raina membulatkan matanya mencubit tangan Fathan gemas."Diem kak gw masih kesel sama lo,"ucap Raina ketus.


"La kalo obat tolak ngambek ada gak,"tanya Fathan.


Lala menaikan bola matanya keatas mulai berfikir, matanya berbinar saat menemukan jawaban di kepalanya.


"Adaaa Kak, sini minta uang nanti gw beliin ke Mba Yun,"ucap Lala semangat menadahkan tangannya di hadapan Fathan.

__ADS_1


Fathan melirik tangan Lala yang sudah siap di hadapannya, padahal awalnya ia hanya bercanda menurutnya obat tersebut tidak akan ada.


"Mana uangnya buruan,"ucap Lala ulang.


"Berapa,"tanya Fathan.


"Seratus ribu aja kok gak usah banyak banyak,"ucap Lala tersenyum lebar.


"Gilaaa lo teletabis obat apaan seratus ribu di kantin kampus mau korupsi lagi lo ya, gak usah dikasih Fath ntar celengan ayam di rumahnya jadi beranak,"ucap Raka.


"Kak Raka, Lala tuh gak punya celengan ayam jadi gak mungkin beranak, lagian nih ya ayam itu bertelur bukan beranak gimana sih IPA cabut mulu sih dulu,"ucap Lala.


"Yaudah nih seratus ribu gw mau liat lo balik kesini bawa apa,"ucap Fathan membuka dompetnya menyerahkan uang.


Lala tersenyum lebar beranjak dari duduknya


menuju kedai Mba Yun dengan bersenandung.


"Mbaaaa Yunnnn Mbaaaa Yunnn..."teriak Lala yang masih lumayan jauh dari posisi kedai.


Sedangkan yang lainnya menggelengkan kepala


melihat tingkah Lala.


"Tuh anak gimana si warungnya dimana dia teriak kemana,"ucap Raka heran.


"Gitu gitu dia langka Kak, susah dicarinya di ramayana aja gak ada,"ucap Zara.


Lala sampai di kedai Mba Yun sembari menunjukan uang seratus ribu pada Mba yun.


"Mba Lala punya uang dong,"pamer Lala.


"Iya tau La, kalo gak punya uang ngapain kesini,"jawab Mba Yun tertawa.


"La tumben gak beli bakso,"teriak Mba Wiwik yang posisi kedainya tidak jauh dari kedai Mba Yun.


"Terus kamu nyari apa disitu, permen lagi?"tanya Mba Wiwik.


"Lala lagi nyari obat ngambek Mba, kira kira apa ya,"tanya Lala.


"Obat ngambek emangnya siapa yang ngambek aneh aneh aja kamu La,"ucap Mba Yun tertawa.


"Gak tau tuh kak Fathan yang nyuruh,"jawab Lala.


"Ini aja La, permen pendekar biru kalo gak permen kaki,"ucap Mba yun menawarkan.


"Emang bisa Mba buat obat ngambek, Lala kira bodrexin obatnya hehe,"tanya Lala heran.


"Ngawur kamu La, bodrexin mah buat anak kecil,"ucap Mba Yun.


"Tapi biasanya Lala kalo lagi ngambek sama Mama Lala nyemilin itu,"ucap Lala polos.


Mba Yun terkejut mendengar perkataan Lala, ia menatap aneh pada Lala.


"Lala itu obat bisa meninggal kamu over dosis nanti kamu, nanti Mba Yun gak punya pelanggan yang suka beli permen Mba lagi,"omel Mba Yun.


"Ya gak banyak lah Mba Yun, sehari satu aja Lala belom siap mati muda kok siapnya nikah muda,"ucap Lala tertawa.


"Ada ada aja kamu La,"ucap Mba Yun menggelengkan kepalanya.


"Yaudah Mba Yun Lala mau bodrexin satu sama permen kaki satu sama harum manisnya dua,"pinta Lala ia sengaja membelikan harum manis karena Lala tahu yang ia beli akan diberikan pada Raina sedangkan Raina sangat menyukai harum manis.


"Uangnya gede banget si La,"keluh Mba Yun.


"Potong aja Mba kalo kegedean hahah,"ucap Lala.


"Gak ada kembaliannya Lalaaaa,"ucap Mba Yun gemas.

__ADS_1


"Ohh bilang dong dari tadi, nih Lala ada goceng ambil aja kembaliannya bye bye Mba Yun,"ucap Lala melambaikan tangannya berjalan kembali menuju meja tempat teman temannya berkumpul.


Fathan penasaran dengan kantong plastik yang dibawa Lala ia mengira ngira seratus ribunya dibelanjakan apa saja.


"Mana obatnya,"ucap Fathan.


"Sabar dong,"ucap Lala merogoh kantong plastik."Nih."ucap Lala menyodorkan bodrexin pada Fathan.


Fathan mengerutkan alisnya ketika menerima 1 tablet bodrexin ditangannya.


"Seratus ribu gw cuma lo beliin bodrexin doang, lagian ini tuh obat demam buat anak anak Lala bukan obat ngambek,"omel Fathan.


"Hehe tenang tenang masih ada lagi,"ucap Lala


mengeluarkan isi dari kantong plastik yang sedari tadi ia genggam.


"Kenapa belinya permen sama harum manis yang ada ngambeknya gak sembuh nambah penyakit baru jadi sakit gigi teletabis,"ucap Raka.


"Cerewet banget si kak Raka, gini ya gw tau orang ngambek yang dimaksud kak Fathan itu Raina, gw temenan sama Raina udah lama jadi gw tau obat ngambek dia apa, pake harum manis aja dia bakal nyengir lagi,"ucap Lala sembari melempari Raka dengan permen kaki yang ia beli.


"Terus uang seratus ribunya gak ada kembalian?"tanya Rama.


"Gak ada, belinya aja pake uang gw goceng,"ucap Lala.


"Bentar yaaa maaf ganggu perdebatan kalian, Aku mau ngomong sebentar boleh?"tanya Aisyah.


"Boleh banget Ais boleh silahkan,"ucap Lala semangat.


"Ini aku dititipin undangan banyak banget dari kak Shasha dia ulang tahun katanya kalian semua di undang,"ucap Aisyah sengaja meletakan undangan diatas meja membiarkan mereka mengambilnya sendiri.


"Kapan dia ngasihnya, kayanya tadi kita sibuk ribut deh sama dia,"tanya Zara.


"Tadi pas aku ke kamar mandi ketemu sama dia terus dititipin deh undangannya ke aku,"jawab Aisyah.


"Dia temennya Maira kan, bisa aja dia ngasih undangan ke kalian padahal kerjaannya ribut terus sama kalian,"saut Raka.


"Kak Shasha itu aslinya baik kalo lagi sendirian tadi aja dia nolongin aku pas di kamar mandi,"ucap Aisyah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2