
Fano kembali dengan wajah murungnya sambil mengentak-hentakan kaki membuat yang lainnya gemas melihat tingkah Fano.
"Kenapa sih kembalan acu cembelut aja kaya kelupuk kena ail," tanya Fathan menirukan gaya bicara Fano.
Fano menunjukan cengirannya pada Fathan, tangannya terangkat menutup mulut Fathan dengan telapak tangannya.
"Gak boleh ikutin Pano nanti lidahnya mutel-mutel tau lasa," ucap Fano.
"Heh Fano gak boleh tangannya gak sopan, jangan kaya gitu sama orang yang lebih tua," tegur Raina.
"Biarin sayang, simulasi punya anak nih anggep aja Fano anak kita," canda Fathan.
"Iya sayang tuh dengelin kata kak Jungkook kembalan Pano," saut Fano.
"Ini anak bener-bener ya bandelnya, malah ngikutin omongannya kak Fathan lagi, kamu juga kak ngajarinnya gak bener," omel Raina.
"Udah ah ngomel-ngomel telus pusing kepala pangelan, pangelan mau belubah jadi melmaid dulu bye bye," ucap Fano.
Fano berlarian meninggalkan Fathan dan Raina, ia tertawa saat melihat Lala dan Reno berada di pinggir kolam
Fano terkikik saat melihat Reno dan Lala yang sedang berada di tepi kolam dengan keadaan basah kuyup.
"Ha-Ha-Ha kak Leno sama kak Lala kaya basah kuyup kaya tikus kecebul combelan untung gak item," ledek Fano.
"Awas ya Fano tunggu pembalasan kak Lala, kita kaya gini juga gara-gara Fano nih yang dorong kita," omel Lala.
"Kok jadi Pano yang disalahin, Pano dolongnya pelan doang kok kak Lala aja sama kak Leno aja yang telbang ke kolam," saut Fano.
Zara dan Farhan sudah siap dengan kue ulang tahun Lala, mereka akan mengadakan acara tiup lilin dengan kue yang berada di tangan Zara.
"Udah-udah gak usah debat terus dong pegel nih megangin kuenya, mending lo tiup lilin dulu deh La biar gw bebas dari manusia disamping gw ini, males banget gw satu tim sama dia cerewet banget kaya nenek gw," ucap Zara.
"Terlalu pede gak bagus juga buat kesehatan, saya juga ogah terus-terusan harus berdekatan dengan cewek bar-bar kaya kamu, kepala batu dan susah dibilanginnya." sindir Farhan.
Zara menggertakan gigi dan mengepalkan tangannya dalam hatinya ia terus memaki Farhan dan ingin sekali rasanya ia memukul kepala Farhan hingga kepalanya gepeng.
"Ngeselin banget sih, kalo gak mikir ini kue orang udah gw templokin nih kue di muka lo." Zara mendorong tubuh Farhan namun tubuh Farhan tidak menunjukan reaksi apapun justru tubuh Lala yang terpental dan tak bisa menahan keseimbangannya.
Farhan kaget dan panik saat melihat Zara terpental akibat ulahnya sendiri refleks ia menahan tubuh Lala dengan tangan kirinya dan tangan kanannya ia gunakan untuk mengambil alih kue yang hampir saja terjatuh ke lantai.
Zara memejamkan matanya ia pasrah dan siap menerima apa yang akan terjadi pada dirinya. Zara terheran dirinya tidak merasakan apapun padahal seharusnya sekarang ia sudah terjatuh bahkan paling parahnya tercebur di kolam.
Zara penasaran dengan apa yang terjadi pada dirinya perlahan ia mulai membuka matanya. Saat membuka mata ia kaget melihat wajah Farhan yang jaraknya sangat dekat dengan wajahnya ia menatap wajah Farhan lekat hingga membuatnya tak berkedip begitu pun sebaliknya.
Sedangkan yang lainnya dengan bersamaan bersorak saat melihat posisi keduanya yang begitu betah dengan posisinya.
"Cie cie cie kak Zala pacalan sama kembalan Pano yang kedua, awas kuenya jatoh kak Palhan, nanti Pano gak jadi makan kue ulang tahun," sorak Fano.
__ADS_1
Zara tersadar dari lamunannya ia terkesiap saat mendengar sorak-sorakan dari orang sekitar refleks ia membelalakan matanya menatap Farhan kesal.
"Huaaa! Ngapain sih pegang-pegang mau modus lo ya! Lepasin woi dasar dosen modus," teriak Zara.
Farhan mendelikan matanya ia menatap Zara kesal, ia melirik ke arah kue yang berada di tangan kanannya memastikan kue tersebut aman dengan sengaja ia melepaskan tangan kirinya yang berada di pinggang Zara hingga membuat Lala tercebur ke kolam.
Rasain tuh dinginnya air kolam di malam hari, emangnya dia fikir gw seneng apa nolongin dia kepedean banget jadi cewe.
Fathan yang menyaksikan hal tersebut menggelengkan kepalanya ia menatap kembarannya dengan tatapan kesal.
"Han lo apaan sih nolongin tapi dijatohin lagi, jangan PHP jadi cowo buruan tolongin Zara gara-gara lo tuh dia nyebur," omel Fathan.
"Gak! Lagian dia sendiri yang minta di lepasin yaudah gw lepas jadi bukan salah gw kalo dia nyebur, toh sebelum gw tolongin harusnya dia udah jatoh ke kolam jadi sama aja," tolak Farhan.
Fano menatap Zara yang sedang menepikan tubuhnya ke tepi kolam dengan iba ia kasihan dengan Zara.
"Kasian kak Zala gak ada yang mau nolongin, maap ya kak Zala disini gak ada pelampung jadi Pano gak bisa bantuin kak Lala" gumam Fano.
"Udah biarin aja dia disitu dulu siapa suruh tengil jadi cewe, mending kamu tiup lilin dulu Lala," ucap Farhan.
Farhan menyalakan lilin yang berada di atas kue lalu menghampiri Lala menyodorkan kue pada Lala membuat Reno yang menyaksikan hal tersebut sedikit kesal.
"Biar aku aja yang pegangin kuenya, kamu bantuin Zara aja kasian dia kedinginan disitu, Zara kan jatoh gara-gara kamu juga jadi kamu harus bantuin dia," ucap Reno tangannya berusaha mengambil alih kue namun di tahan oleh Farhan hingga kini posisi mereka seperti sedang merebutkan kue.
"Gapapa gw aja, dia kan bisa naik sendiri kenapa harus gw yang nolongin, biar cepet mending gw aja lo nontonin aja ya," ucap Farhan.
"Han udah lah gak usah ribut bener kata bang Reno mending lo bantuin Zara terus bang Reno yang megang kuenya keburu subuh nih," ucap Fathan.
Farhan menghela nafas dan ia memutuskan untuk mengalah membiarkan Reno yang mengambil alih kue.
Aisyah dan Aldo asik dengan kerjaannya yang mendokumentasi acara tersebut dari awal hingga acara cebur-ceburan di kolam.
"Kita mah diem aja Ais, biarin mereka debat yang penting tugas kelar," ucap Aldo.
Reno menatap Lala sambil melemparkan senyum nya pada Lala ia menyodorkan kue.
"Make a wish jangan lupa ya, aku nitip doa ya LaLa, semoga uang aku gak habis biar bisa jajanin kamu terus tanpa ada kata bangkrut He-He." Reno terkekeh saat menyebutkan kata bangkrut.
Lala tersenyum saat mendengar permintaan Reno ia mengacungkan jempol di depan wajah Reno.
"Tenang aja kak Reno pasti Lala doain semoga makin kaya biar bisa beliin Lala rumah terus busa berangkatin Lala naik haji," ucap Lala dengan semangat.
"Sembarangan aja lo kalo ngomong, gw aja yang adeknya bang Reno gak sampe segitunya, dinikahin lo ntar sama Mama gw tau rasa," oceh Raina.
"Biarinlah sayang, gapapa mereka nikah kan jadinya si biang rusuh gak jomblo lagi dan dipertemukan dengan jodoh yang kalem kaya bang Reno yang pastinya dia gak bakal gangguin kita terus kalo lagi pacaran," sambung Fathan.
Lala sengaja meniup kue tersebut lalu berjalan menghampiri Fathan tangannya terangkat menjitak kepala Fathan dengan geram.
__ADS_1
"Rasain tuh bentar lagi kepalanya benjol, untung Lala udah berdoa tadi kalo belum Lala doain kak Fathan jadi jomblo," ketus Lala.
"Raina sakit," adu Fathan sambil mengelus kepalanya.
"Hih geli banget kaya bayi manja-manjaan sama Raina, si Fano aja gak kaya gitu amit-amit anak Lala nanti jangan sampe mirip kak Fathan ya Allah," oceh Lala.
"Punya pacar aja engga gimana caranya punya anak," celetuk Raka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya gais maaf ya gak bisa up banyak karena sebelumnya aku udah ngetik eh malah ngilang gitu aja jadi kesel :( dan aku ngetik ulang sebenernya mau gak up dulu tapi udah terlanjur ngetik haha.
Tapi intinya jangan lupa like dan komentar.
__ADS_1
Sekian curhatan dari aku dan terima kasih.