
Fano melanjutkan loncatnya sambil bernyanyi-nyanyi tidak jelas.
"Dali pada Pano nyium bau minyak nyong-nyong mending Pano loncat-loncat aja dah," gumam Fano.
Raina yang masih tersambung dengan Fathan di video call tertawa melihat Fano berjalan dengan kostum mermaid dengan susah payah sambil berloncat-loncatan.
"Kak mau liat mermaid titisan pocong gak?" tanya Raina dengan tawa yang tidak ada hentinya.
Raina memutar kamera menjadi kamera belakang mengarahkannya Pada Fano sedangkan Fano yang sadar kamera ia melambaikan tangannya sambil bergaya.
"Pano makin ganteng kan," ucap Fano.
"Bodoamat!" ketus Raina.
"Itu si Fano ceritanya mau ngapain pake baju duyung," tanya Fathan.
"Gak tau dia mah daya khayalnya tinggi beda sama kita Kak, dia pake baju duyung aja bisa kaya pocong ntar nyebur ke air bisa jadi kecebong tuh anak," ucap Raina sambil tertawa.
"Garing huuu," ledek Farhan.
"Apasi ngapain dah lo disitu sumpek banget gw liat kalian dempet-dempet begitu kaya sarimi isi 2 aja," ucap Raina menatap Farhan jengkel.
"Biarin dari pada sendirian kaya pisang single," ledek Farhan.
"Ribut mulu kalian berdua ini harusnya kalian akur secara nanti Raina ini bakal jadi kakak ipar lo Han," ucap Fathan sambil menepuk bahu Farhan.
"Bisa aja ngomongnya nanti giliran gw dekat sama Raina lo ngamuk-ngamuk lagi tadi aja gw video call Raina lo ngamuknya kaya apaan tau padahal gw saudara kembar lo bukan orang lain jadi gak mungkin juga gw rebut pacar lo yang gak ada cantik-cantiknya ini," ucap Farhan sambil menunjuk layar ponselnya.
Raina menatap layar ponselnya kesal lalu tangannya memukul layar ponsel berandai jika ia sedang memukul kepala Farhan.
"Tuh kan liat pacar lo aneh masa hp dipukul giliran rusak nangis," ucap Farhan.
"Mending pergi deh lo ngeselin banget si jadi orang biar gw ngomong sama kak Fathan aja," kesal Raina.
Farhan menyengir sambil memasang wajah yang dibuat seimut mungkin membuat Raina bergedik ngeri.
"Jangan begitulah kakak ipar galak banget si padahal adik iparmu ini cuma mau berkenalan denganmu malah diusir nanti kena azab tau rasa," ucap Farhan.
"Makanya jadi orang gak usah ngeselin banget," ketus Raina.
"Gitu aja marah santai aja kakak ipar hehe adik iparmu ini cuma bercanda itu salah satu bentuk wujud kasih sayangku untuk kakak ipar yang udah buat Abangku yang beda 1 menit ini jadi bucin," ucap Farhan terkekeh.
"Kebanyakan ngomong lo, mending sono dah ngapain kek gt gak usah gangguin gw mulu, gak ngerti banget sih gw mau kangen-kangenan," usir Fathan mendorong paksa tubuh Farhan hingga akhirnya Farhan menyerah ia berjalan merebahkan dirinya diatas kasur.
"Gitu dong dari tadi kan enak diliatnya emang saudara kembar paling pengertian," ucap Fathan.
Fathan kembali fokus pada layar ponselnya menatap wajah Raina.
"Maaf ya Han emang suka gak jelas maklumin aja, aku baca semua pesan kamu jadi makin kangen gak sabar pengen cepat-cepat balik ke Indonesia," ucap Fathan.
"Iya dibaca doang gak dibales padahal online itu sakit banget ngetik panjang-panjang diread doang," ketus Raina.
"Semuanya gara-gara Han ngambil hp aku terus bawa kabur makanya aku gak bales pesan kamu, marahin aja tuh dia kalo kamu mau marah," ucap Fathan sambil melirik Han yang sedang rebahan sekilas.
"Iya-iya Abang selalu benar dan adik selalu salah," ucap Farhan setengah berteriak.
*********
Fano baru saja mengambil pelampung ia memakai pelampung lalu berloncat-loncatan menuju kolam.
Tingkah Fano membuat Reyhan yang sudah menyeburkan diri di kolam berenang terlebih dahulu tertawa terbahak-bahak.
"Kacau nih bocah sejak kapan duyung berenang pake pelampung bener-bener duyung magang nih bocah," gumam Reyhan.
Reno dan Lala yang baru saja menampakan diri mereka di sekitaran kolam berenang tertawa melihat Fano yang sudah menyeburkan diri menggunakan kostumnya dan tidak tertinggal pelampung.
"Kak Leno kak Lala pooo sini kita belenang Pano kelenkan kaya pangelan melmait," teriak Fano sambil melambai-lambaikan tangannya.
__ADS_1
"Ini mah dugong bukan pangeran mermaid," ledek Lala.
"Hahaha ini juga mana ada mermaid berenang pake pelampung," ucap Reno.
"Ada dong celitanya Pano bayi melmait belum bisa belenang makanya pake pelampung buluan kalian nyebul juga sini," ucap Fano.
"Bentar kak Reno mau pake baju duyungnya dulu," ucap Reno ia sengaja mendouble baju yang ia kenakan dengan kostum mermaid.
"Asikkkk sekalang ini celitanya kelajaan duyung telus kak Laina jadi nenek sihil yang gak bisa belenang mau nyelang kelajaan duyung," ucap Fano.
Raina yang merasa namanya terpanggil menolehkan kepalanya ke arah Fano ia mengerutkan alisnya menatap Fano kesal.
"Enak aja lo bilang gw nenek sihir dasar dugong magang," omel Raina.
"Ih gak sadal dili kak Laina aja gak bisa belenang kaya cicak udala yang gak bisa telbang," ucap Fano asal.
"Bodoamat!" ketus Raina beranjak dari duduknya meninggalkan yang lain.
*********
Raina melanjutkan video callnya di teras rumah Lala.
"Gak usah gitu mukanya diledekin Fano aja sampe jelek begitu tuh muka," ledek Fathan.
"Tuh kan sekarang kamu ikut-ikutan Fano, udah tau jelek tapi mau aja pacaran sama cewe jelek kaya aku," ketus Raina.
Fathan tertawa mendengar perkataan Raina berbeda dengan Farhan yang sedari tadi menyaut disela-sela obrolan mereka.
"Itu karena Abang gw lagi lagi ngantuk pas suka sama lo," saut Farhan.
"Ada yang ngomong tapi gak ada wujudnya," ucap Raina.
"Raina denger nih ya cinta itu gak mandang fisik kalo udah cinta mah beda meskipun muka kamu kaya dugong tapi aku tetap cinta," ucap Fathan.
"Ish gombalan macam apa itu basi banget ada baskom gak mau muntah nih," ucap Farhan memandang Fathan dengan tatapan menggelikan.
"Jangan disamain sama merekalah cinta aku ke kamu gak settingan ini real pake banget," ucap Fathan.
"Udahlah gw keluar aja bisa-bisa muntah beneran gw lama-lama disini," ucap Farhan beranjak dari kasur keluar dari kamarnya.
"Raina kamu tau gak? Aku baru sehari di London kaya setahun rasanya lama banget," curhat Fathan.
"Lebay banget kamu Kak udah gak usah muter-muter bilang aja kamu kangen sama aku kan," ucap Raina tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Dih kepedean banget ada juga kamu yang kangen sama aku lupa ya kamu sama pesan-pesan yang kamu kirimin di whatsapp mau aku bacain ulang nih," ucap Fathan.
"Itu tangan aku yang lagi iseng tiba-tiba ngetik begitu bukan hati aku," elak Raina.
"Kata Pak ustad nya Fano boong itu dosa sayang nanti masuk neraka kalo masuk neraka aku gak mau nolongin ya," ucap Fathan tertawa.
"Copas omongannya Fano gak kretif huu," ledek Raina.
"Yaudah karena rasa sayang dan cintaku yang tiap harinya gak pernah berkurang buat kamu, aku ngaku deh kalo aku kangen banget sama kamu rasanya pengen cepat-cepat pulang ke Indonesia," ucap Fathan.
Raina tersipu malu ketika mendengar perkataan Fathan dengan cepat tangannya menutupi kedua pipinya supaya tak terlihat oleh Fathan karena jika terlihat Fathan akan semakin menggoda Raina.
"Udah ah jangan godain aku terus," omel Raina.
"Dari pada aku godain pacar orang bisa-bisa digampar bolak-balik mending aku godain kamu yang ketauan pacar aku," ucap Fathan.
********
Tidak kalah ramainya dengan suasana di kolam kini di ruang tamu pun heboh dengan topik pembicaraan kedua keluarga tersebut.
"Gak nyangka ya kita ketemu lagi Gio jadi flashback jaman dulu, tenang Wina kita udah tua lagian gw udah gak bakat jadi antagonis dihubungan kalian," ucap Linda diselingi tertawa.
"Bisa aja si Linda gak berubah dari jaman muda sampe sekarang tetap cantik dan modis gak nyangka ternyata si Lala anak kamu pantes aja pas pertama kali liat Lala kaya familiar gitu mukanya tapi aku gak kepikiran sama kamu loh," ucap Wina heboh.
__ADS_1
"Kalo kaya gini kan enak diliatnya gak kaya jaman muda nih si Linda kerjaannya ngebully Wina terus untung si Lala gedenya gak kaya emaknya," ucap Gio terkekeh.
"Alhamdulilah anak aku di didik bener sama bapaknya cuma jadi agak somplak aja anak aku, oh iya aku denger-denger anak pertama kamu dekat banget ya sama Lala gimana kita jodohin aja mereka setidaknya menyambung cerita masa lalu kita emang gak jodoh siapa tau anak kita jodoh," ucap Linda.
"Gak usah dijodohin Lin tanpa dijodohin juga ntar mereka minta dinikahin sendiri," ucap Wina sambil tertawa.
"Iya bener tuh kata bini gw Lin santuy aja liat aja tuh mereka nempel mulu palingan bertiga sama Fano udah cocok mereka jadi keluarga," ucap Gio.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1