
Setelah perdebatan yang panjang untuk menghabiskan 3 porsi bubur ayam akhirnya mereka menghabiskan bubur tanpa sisa lalu membayar bubur tersebut.
"Udah pada keyangkan, yuk pulang,"ajak Wina.
"Yuk,"ucap Lala semangat.
Mereka memutuskan menyudahi acara olahraga tersebut dengan memakan bubur, lalu kembali ke rumah.
Raina berjalan menuju kamarnya lalu mengambil ponselnya, terdapat pesan Whatsapp dari Fathan yang isinya mengingatkan kalau hari ini ia ada acara dengan Fathan.
"Wey senyum senyum sendiri liat apa si,"ucap Lala yang tiba tiba muncul di kamar Raina lalu mengambil ponsel Raina.
"Ih Lala apaan si, siniin hp gw tangan lo cepet bangat si kaya copet,"omel Raina berusaha mengambil ponselnya yang sudah berada ditangan Lala.
"Ih enak aja lo kalo ngomong, cantik cantik begini dibilang copet,"omel Lala sambil mengacak ngacak ponsel Raina.
"Cantik apaan mandi dulu sono lo, siniin hp gw,"omel Raina berusaha mengambil ponselnya.
"Nyuruh nyuruh mandi lo aja belum mandi, ntar dulu gw belum kelar baca,"ucap Lala menepis pelan tangan Raina.
"Gw gak mandi juga gak ketauan karena gw udah cantik alami,"ucap Raina.
"Ih pede bangat lo, nih gw balikkin hp lo,"ucap Lala mengembalikan ponsel Raina yang sudah selesai ia baca.
"Emang begitu nyatanya,"ucap Raina.
"Rain itu benaran kak Fathan ngajakin jalan,"tanya Lala yang masih belum percaya.
"Kayanya sih beneran soalnya pas gw telpon yang angkat dia terus dia juga ngeiyain,"jawab Raina.
"Yah kalo lo jalan sama kak Fathan gw sama siapa, mama Wina sama Papa Gio mau pacaran katanya terus bang Rey pasti pacaran juga sama kak Kinan,"ucap Lala cemberut.
Raina merasa tidak enak jika harus meninggalkan Lala sendirian sedangkan dia bersenang senang di luar, seketika ia berfikir dan mengembangkan senyumnya ketika menemukan solusi.
"La gw tau solusinya biar lo gak bosen di rumah dan ngerasain weekend di luar juga,"ucap Raina heboh.
"Solusi apa? gak usah aneh aneh tapi ya,"tanya Lala penasaran.
"Dirumah kan ada bang Reno tuh, gimana lo weekend bareng kak Reno aja,"ucap Raina menaik turunkan alisnya.
"Engga ah ntar weekend gw jadi gak berkesan, aneh aneh aja lo,"tolak Lala.
"Ye dikasih saran, terserah lo sih kalo lo gak mau juga gapapa nikmatin aja weekend di rumah sambil nonton tipi hahha,"ledek Raina.
"Bodoamat ah, mending gw mandi masalah weekend nanti aja gw pikirin lagi,"ucap Lala berjalan menuju kamar mandi.
Raina menatap punggung Lala dengan senyum
mengembang lalu kembali fokus dengan
ponselnya.
Lala baru saja kelar mandi dengan handuk yang masih dikepalanya, ia mencari Raina disemua sudut kamar tetapi tidak menemukannya dan memutuskan kebawah dengan handuk dikepalanya.
"Rainaaaa gw cari cariin sampe ke kolong tempat tidur ternyata lo disitu ya,"teriak Lala dari atas lalu berlari menuruni tangga menyusul Raina.
"Wey gilaa lo yaa, jangan lari lari ngegelinding aja lo di tangga tau rasa,"teriak Reyhan panik saat melihat Lala berlari dengan terburu buru ditangga.
Lala sampai dibawah dengan selamat."Tenang aja kak Rey, lebay bangat si lo liat nih gw mendarat dibawah dengan selamat,"ucap Lala sambil memutar mutarkan badannya.
Reno yang sedang duduk melirik sekilas lalu
beranjak dari duduknya menghampiri Reyhan dan Lala.
"Giliran jatoh aja ngerengek, baguslah kamu gak jatoh kalo jatoh bisa bikin susah seisi rumah ntar kamu,"ucap Reno ketus.
"Siapa juga yang mau nyusahin kak Reno,"ucap Lala pergi menghampiri Raina yang masih betah duduk.
"Rainaaa gw mau minjem hair dryer liat nih handuk nempel dikepala gw pegel bangat sumpah nahannya,"ucap Lala memelas sambil memegangi handuknya.
"Ya udah ambil aja sana di kamar,"ucap Raina malas.
"Ih kalo gw tau udah gw ambil dari tadi Raina,"ucap Lala gemas sembari mengepalkan tanggannya geram.
__ADS_1
"Ya udah ayo buruan keatas,"ajak Raina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lala menatap Raina yang sedari tadi sibuk
mengacak ngacak pakaiannya.
"Raina lo ngapain si, baju udah di rapiin malah diberantakin aneh nih, lo gak jadi pergi sama kak Fathan emangnya jam segini belom ganti baju."tanya Lala.
"Ya ini gw lagi pilih pilih baju Lala,cuma gak ada yang cocok,"geram Raina yang masih sibuk mengacak ngacak lemari pakaiannya.
"Baju sebanyak itu gak ada yang cocok mending kiloin aja tuh baju,"ucap Lala sambil memunguti baju Raina yang berceceran dilantai.
"Lo kata baju gw apaan segala dikiloin mending lo bantuin gw milih baju deh,"ucap Raina.
"Udah pake ini aja nih, mau jalan ke mall aja ribet bangat keburu kak Fathan nyampe terus liat lo belom ngapa ngapain bisa ngamuk dia,"ucap Lala sambil menyodorkan pakaian yang sempat ia pisahkan.
"Ya udah deh gw pake ini,"ucap Raina pasrah.
"Nah ya udah buruan ganti baju terus siap siap,"ucap Lala mendorong pelan tubuh Raina.
"Iya iya gak sabaran bangat yang mau pergi gw kok lo yang heboh, tolong beresin yaaa hahahah,"ucap Raina tertawa lalu masuk ke kamar mandi mengganti bajunya.
"Songong amat lo yaa, lo yang berantakin gw yang beresin kena azab tau rasa lo,"teriak Lala sambil membereskan pakaian Raina yang berantakkan di kasur.
Tidak butuh waktu lama Raina keluar dari kamar mandi lalu mulai merias wajahnya.
"La lo cocok deh jadi bibi,"ledek Raina tertawa sambil merias wajahnya.
"Enak aja lo, make up aja yang bener kualat tau rasa lo ntar dandanan lo jadi kaya badut,"omel Lala sambil melempar salah satu pakaian kearah Raina.
"Hahaha bercanda ilah jangan kutuk aku mak,"ucap Raina melempar kembali pakaian yang dilempar oleh Lala kearahnya.
"Gw bukan mak lo,"ucap Lala ketus.
__ADS_1
"Galak bangat si sahabat gw ini, kesel ya gak ada yang ngajak jalan haha. Gw saranin ikutin aja apa yang gw bilang kemaren,"ucap Raina tertawa.
"Bodoamat, tuh baju lo udah kelar gw rapiin mana upah gw,"ucap Lala menyodorkan tangannya ke arah Raina.
"Tuh di kulkas ada es krim lo boleh ambil sepuas lo,"ucap Raina mengambil tas nya lalu pergi kebawah disusul oleh Lala.
"Beneran yaaa, awas aja lo balik balik nanyain es krim lo kemana ke gw,"ucap Lala semangat berlari mendahului Raina.
Sesampainya dibawah Lala berpapasan dengan Fathan lalu ia mengurungkan niatnya untuk mengambil es krim di dapur.
"Eh kak Fathan udah datang dari kapan disini,"sapa Lala.
"Baru,"jawab Fathan.
"Pasti lo kesini mau jemput Raina ya,tuh Raina lagi otw kebawah, ternyata benar ya lo yang ngajak Raina,gw kira Raina ditipu lagi hahaha,"ucap Lala tertawa.
"Iyalah gak mungkin gw kesini jemput lo,"ucap Fathan.
Raina terkejut saat melihat Fathan sudah berada di ruang tamu, ia gugup dan bingung harus bersikap seperti apa.
"Wey Raina sini, nih udah dijemput sama kak Fathan,"Teriak Lala melambai lambaikan tangannya.
"Rame bangat si lo,"omel Raina.
"Biarin aja, kalian beneran mau pergi nih, gw jadi sendirian deh ngegabut di rumah,"ucap Lala murung." Tapi gapapa yang penting gw bisa ngabisin es krimnya Raina yang ada di kulkas,"ucap Lala semangat.
"Hahaha kalo gak kuat nahan bosan mending ikutin saran gw yaa, gw pergi dulu bye bye,"ucap Raina tertawa.
"Gw duluan ya,"pamit Fathan.
"Ya udah pergi kalian sana hush, jangan lupa bawain gw oleh oleh,"usir Lala lalu membalikkan badannya kearah dapur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.....