SENIOR

SENIOR
Video call


__ADS_3

Lala baru saja sampai di depan rumah Raina ia membuka pagar sendiri dengan susah payah.


"Duh ini pager kenapa jadi berat banget si"gerutu Lala.


Papa Gio yang sedang sibuk berkebun melihat Lala yang sedang menggeser pagar namun tidak bergeser sedikit pun tak kuasa menahan tawanya menghampiri Lala membantunya membuka pagar rumah.


"La ngapain kamu disitu hahaha,"tanya Gio tertawa.


"Papa Gio gak liat Lala lagi dorong pager nih tapi gak geser sedikitpun,"jawab Lala mengelap keringat yang bercucuran.


Gio melihat pengunci pagar yang masih terkunci ia tertawa terbahak bahak, "Jelaslah gak geser mau sampe subuh kalo itu tuh belum dibuka gak bakalan kegeser Lala,"ucap Gio menunjuk pengunci pagar yang masih terkunci.


Lala melihat kearah yang ditunjuk oleh Gio menepuk dahinya mendengus kesal.


"Nih pager kenapa gak ngobrol dulu si, gak tau apa capek dorongnya,"omel Lala.


Gio membuka pengunci pagar membantu Lala menggeser pagar.


Gio melirik sekitar seperti sedang mencari sesuatu, ia bingung melihat Lala yang datang ke rumahnya sendiri tidak bersama Mamanya.


"Udah sana masuk, katanya kesini sama Mama kamu kok kamu datangnya sendiri La,"taya Gio.


"Mama ada urusan bisnis Pa, akhirnya diundur lagi deh MnG nya karena Lala udah buat janji akhirnya Lala mutusin buat dateng sendiri deh,"jawab Lala tersenyum.


"Hmm gitu, yaudah sana masuk udah sarapan belom, kalo belom tuh di dapur banyak makanan ambil aja sesuka Lala, Papa mau lanjut bercocok tanam dulu kaya orang zaman dulu,"ucap Gio berjalan meninggalkan Lala yang masih berada di depan pagar.


Lala melangkahkan kakinya membuka pintu rumah yang tertutup, sudah terdengar suara berisik dari depan pintu ia makin penasaran apa yang membuat rumah ini menjadi seramai pasar.


"Hallo ada Lala disini,"teriak Lala.


Fano mendengar teriakan Lala refleks melihat televisinya yang menampilkan gambar dipsi yang sedang berjalan.


"Ini kan dipsi kenapa Lala yang ngomong sualanya gak milip teletabis lagi,"ucap Fano bingung.


Lala baru saja memasuki ruang tengah dibuat terkejut melihat kondisi rumah yang sangat berantakan banyak bedak yang berserakan dimana mana, ia berjalan dengan hati hati pandangannya tertuju pada Raina yang sedang berdiri melihat ke arah televisi.


Raina dan Reyhan menghela nafasnya lega baru kali ini mereka bersyukur sekali melihat Lala hadir di dalam rumahnya biasaya mereka selalu mengumpatnya jika sosok Lala menampakan hidungnya sedikit saja di rumah mereka.


"Akhirnya lo dateng juga La, mana Mama lo kok sendirian kesininya,"tanya Raina.


"Hmm Mama gw gak jadi kesini ada urusan dadakan tapi bukan tahu bulat,"jawab Lala.


Raina menatap Lala kesal kalau tahu Lala tidak datang bersama dengan Mamanya seharusnya dia iyakan saja tawaran Fathan kemarin.


Lala menolehkan pandangannya melihat sosok


anak laki laki yang sedang asik menonton televisi.


"Hai Bro, ini siapa Rain,"sapa Lala.


"Hai juga Sist,"jawab Fano.


"Idih gaya banget bocil segala sist sist,"ucap Lala terkekeh.


"Nonton apa Bro asik banget kayanya yang disini dateng dicuekin aja, kenalan dulu lah sama aku,"ucap Lala menoel noel pipi Fano.


"Nonton teletabis sist, nama aku pano umul 5 tahun kembalannya jungkook masih jomblo."ucap Fano.


Refleks Lala tertawa mendengar perkataan Fano ia mencubit gemas pipi Fano, sedangkan yang lainnya mengerutkan alis menatap Fano lalu melempari Fano dengan tissu.


"Yee pede banget, mana mau jungkook dimirip miripin sama lo bocil,"ucap Reyhan.


"Silik aja, gak boleh silik dosa nanti masuk nelaka pano gak bisa nolongin kak Ley kalo kak Ley masuk nelaka bisanya ngetawain doang,"ucap Fano melempar balik tissu yang dilempar oleh Rey ke arah Rey namun tidak sampai pada tujuan.


"Bodoamat!"ucap Reyhan.


"Lucu banget si bawa pulang boleh gak, emang kamu tau jungkook yang mana,"tanya Lala.


"Enggak! pano tau dali Mama katanya dia ganteng kalo dia ganteng belalti milip Pano,"jawab Fano.


"Ah iya nama Kakak siapa pelkenalkan dili kaya pano tadi,"ucap Fano.


"Nama aku Lala umur aku lupa terus aku kembarannya Mama aku,"ucap Lala.

__ADS_1


"Nama kakak Lala kok milip sama teletabis,"tanya Fano.


"Iya Mama aku suka banget nonton teletabis terus Mama aku ngefans banget sama Lala makanya nama aku Lala,"jawab Lala terkekeh.


Reno, Reyhan dan Raina yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya saling melempar pandang.


"Mama Pano suka nonton naluto telus ngefans sama sasuke tapi aku gak dikasih nama sasuke malah pano,"ucap Fano menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Berarti Mama pano bukan Fans sejati kalo Mama kak Lala Fans sejati makanya anaknya dikasih nama Lala,"ucap Lala asal.


"Ohh gituuu, nama aku pano bukan pano,"ucap Fano.


"Iya nama kamu pano kan,"tanya Lala.


Mereka bertiga yang sedari tadi memperhatikan dua manusia yang sedang berdebat tak kuasa menahan tawanya ketika mendengarkan perdebatan penyebutan nama tersebut.


"Yang satu bloon yang satu sok iya gak kelar kelar dah itu,"ucap Reyhan menggelengkan kepalanya.


"Nama aku pano kak Lala PANO bukan pano,"omel Fano.


Lala kebingungan menatap Raina, Reyhan dan Reno dengan tatapan bertanya.


"Panu La panu namanya,"saut Reyhan.


"Bang Ley kepleset lagi tau lasa nama aku bukan panu,"omel Fano melempari Reyhan dengan tempat bedak.


"Aduhhhh sakit woy, lo kenapa si sama gw punya dendam apa lo sama gw ribut aja yok kita,"ajak Reyhan.


"Ayokkk kita tawulan satu lawan satu, pano gak takut,"jawab Fano.


"Mana ada tawuran satu lawan satu, tawuran tuh rame rame,"ucap Reno tertawa.


"Fano tau dari mana kata kata tawuran, gak boleh ya ngomong begitu nanti dimarahin Mama Wina loh,"omel Raina.


"Tau dali bang Ley, iya maaf salahin bang Ley aja aduin ke Mama Wina bial dijewel sampe kupingnya panjang,"ucap Fano.


Lala yang sedari tadi memperhatikan perdebatan mereka mulai paham kalau namanya Fano bukan pano hanya saja anak kecil yang berada dihadapannya kalau bicara masih cadel.


"Nah iya itu gimana sih kak Lala gak ngelti ngelti, pusing pala pengelan,"ucap Fano menepuk dahinya.


"Bodoamat lo aja ngasih taunya gak bener,"omel Reyhan mengusap kasar wajah Reno.


"Ih bauuu tangannya,"ucap Fano menutup mulutnya.


"Kalo bau yang ditutup idung bukan mulut gregetan gw liatnya,"omel Reyhan.


Raina tertawa melihat tingkah menggemaskan Fano, tanpa ia sadari sedari tadi ponselnya menyala menandakan adanya panggilan masuk.


Fano yang melihat ponsel Raina menyala bergegas mengambil ponsel Raina dari genggamannya lalu mengangkat panggilan tersebut.


Terlihat wajah Fathan dari layar ponsel, Fano berloncat kegirangan ketika melihat wajah Fathan dari ponsel yang tersenyum padanya.


"Kembalan Pano, hallo kak jungkook kembalan pano,"teriak Fano heboh.


Raina penasaran dengan siapa Fano berbicara berjalan menghampirinya, sedangkan Reno dan Reyhan memilih untuk keluar membantu Papanya membersihkan taman depan rumahnya, Lala memilih pergi ke dapur mencari makanan.


"Hallo kakak ganteng kembalan pano,"sapa Fano melambai lambaikan tangannya ke arah ponsel lalu berusaha menaiki sofa.


"Fano ngomong sama siapa si kamu,"teriak Raina.


"Ini ngomong sama kembalan pano, kak Laina kenapa gak bilang si hp kakak ada kembalannya pano,"ucap Fano.


Fathan yang mendengar perkataan Fano tak berhenti tertawa lalu menyapa Fano dengan senyum yang mengembang.


"Hallo kembaran aku, kak Rainanya mana,"sapa Fathan melambai lambaikan tangannya.


"Huaaa kak Pano disapa sama kembalan, nih kak Laina ada,"ucap Fano tak berhenti loncat loncatan membuat ponselnya bergerak kesana kemari.


Raina mengenal suara yang keluar dari ponselnya lalu mengambil paksa ponselnya dari tangan Fano.


"Ahhhh kak Laina kenapa diambil,"ucap Fano cemberut.


"Ini kan hp aku, kalo kamu mau video call pake hp sendiri lah,"ucap Raina menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Di hp aku gak ada jungkooknya, awas aja ya kalo pano ketemu sama kembalan pano yang lain kak Laina gak boleh kenalan,"ucap Fano membuang mukanya.


"Bodoamat! sono pergi samperin Lala di dapur,"usir Raina.


"Oke Pano pelgi awas aja nyali nyali Pano, sekalang kita musuan,"omel Fano membuang mukanya pergi keluar rumah mencari Papa Gio.


Fathan tak berhenti tertawa mendengar perdebatan mereka, sangat menggemaskan sekali andai saja ia ada disana.


"Galak banget lo sama anak kecil kaya ibu tiri haha,"ucap Fathan tertawa.


"Abisan tuh anak nyebelin banget Kak bikin pusing kepala,"keluh Raina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2