SENIOR

SENIOR
Akuarium


__ADS_3

Keluarga Raina berjalan memasuki rumah Lala yang sudah disambut oleh Linda di depan pintu rumahnya.


"Kak Lalaaa Pooo Pano datang bawa pasukan tapi gak tawulan yuhuuu," teriak Fano.


Fano menembangkan senyumnya saat berhadapan dengan Linda ia menarik tangan Linda lalu menciumnya.


"Salim dulu ya Tante bial Pano makin keliatan ganteng, kak Lalanya mana?" ucap Fano.


Linda mencuibit pipi Fano gemas saat melihat tingkah Fano yang begitu lucu.


"Kak Lalanya tidur lagi tuh bangunin aja gih sono ke kamarnya disuruh mandi susah banget," ucap Linda terkekeh.


"Okee Tante Pano bakal talik-talik kak Lala bial bangun," ucap Fano dengan semangat ia berlarian memasuki rumah membuat yang lainnya meringis dan menahan malu melihat tingkah Fano yang terkadang suka kelewat percaya diri.


"Sok tau banget kaya tau aja kamarnya Lala dimana, biarin aja nyasar ke kamar gorila tau rasa," ucap Reyhan.


Fano berlarian menghampiri Linda sambil menyengir kuda.


"Tante kamalnya kak Lala dimana, Pano nyasal ke akualium gede yang ada disana Pano kila kak Lala tidul disitu," ucap Fano sambil menunjuk ke arah akuarium besar yang bertulisan punya Lala.


"Tuh kamarnya ada diatas di pintunya ada tulisan Lalanya, kalo itu mah aquarium punya Lala dari kecil hadiah dari Papanya banyak banget koleksi ikannya," ucap Linda melihat aquarium dengan tatapan sendu.


"Ikan lele ada gak Tante?" tanya Fano antusias.


"Gak ada, adanya ikan hiu," canda Linda sambil tertawa.


"Kok kak Lala gak pelnah kasih tau Pano kalo kak Lala pelihala hiu," ucap Fano.


"Ngomong mulu nih bocah, sono bangunin Lala gih," sambung Reyhan.


"Ih gak sabalan banget tunggu bental si Pano lagi tanya-tanya sama Mamanya kak Lala, kak Leno temenin Pano yuk nyali kamalnya kak Lala Pano takut ketemu badut nanti," ucap Fano menarik baju Reno.


*********


Fano menatap pintu sambil mengeja tulisan yang bertulisan Lala cantik membuat Reno geram tidak sabar dengan Fano yang teralu lama mengeja.


"Kelamaan nih makanya kalo PAUD jangan bolos terus itu bacaannya Lala cantik," ucap Reno dengan tidak sabar mengetuk pintu kamar namun tidak ada respon hingga akhirnya ia membuka pintu kamar yang tidak dikunci menyuruh Fano masuk terlebih dahulu.


Fano melirik sekitar kamar Lala yang berwarna merah muda dan mengeluarkan harumnya es krim banyak stiker es krim yang bertempelan di setiap tembok kamarnya, Fano menaiki kasur Lala dengan cepat tangannya menarik-narik selimut Lala membuat Lala sedikit terusik namun kembali terlelap.


"Kamalnya kak Lala kaya kulkas es klim indomalet banyak banget es klimnya," ucap Fano.


Fano terus menarik-narik selimut Lala namun tidak membuat Lala terbangun hingga membuatnya kesal beranjak dari kasur Lala menuju kamar mandi.


Reno menggelengkan kepala melihat Lala yang sangat sulit dibangunkan ia melangkahkan kakinya menuju jendela kamar Lala lalu ia menggeser hordeng yang menghalangi sinar matahari untuk masuk ke dalam kamar Lala dan cara tersebut berhasil membuat Lala sedikit terusik kembali namun Lala menarik selimutnya menutupi wajahnya agar tidak terkena silaunya matahari.


Fano keluar dari kamar mandi dengan membawa segayung air ditangannya ia berjalan dengan hati-hati supaya air tidak tumpah ke lantai kamar Lala.


"Ini cala paling ampuh bangunin keblau betina yang betah dikasul," ucap Fano memasukan tangannya ke dalam gayung lalu menyipratkan air ke arah Lala.


Namun Lala tidak bangun juga dari tidurnya membuat Fano kesal ia kembali ke kamar mandi untuk mengembalikan gayung yang sempat ia bawa keluar.


"Kak Lala ini tidul apa meninggal sih udah disilam gak bangun-bangun juga," ucap Fano sambil berkacak pinggang.


Reno terdiam memikirkan cara paling ampuh membangunkan Lala, ia berjalan mendekati Lala menarik selimutnya lalu berbisik pada telinga Lala hingga membuat Lala terkesiap dan bangun dari tidurnya.


"Serius? Apaan sih aneh-aneh aja," teriak Lala yang masih setengah sadar dan berniat ingin merebahkan dirinya kembali diatas kasur.

__ADS_1


Dengan cepat Reno menahan tubuh Lala supaya tidak kembali menempel pada kasurnya.


"Bangun buruan aku serius gak boong itu ada keluarga aku di ruang tamu," ucap Reno.


"Boong!," tolak Lala.


"Tanya aja sama Fano kalo gak percaya tuh ada Fano disana," ucap Reno.


Mata Lala yang semulanya terpejam mulai terbuka ia melirik Fano dan Reno bergantian.


"Jadi beneran? Ogah banget ah mending kak Reno sama yang lain pulang sono gw masih marah sama lo," usir Lala.


"Mandi dulu sana baru ngomel-ngomel ini permatanya mata pada nongol," ucap Reno mengambil kotoran mata yang berada dimata Lala tanpa rasa jijik sedikit pun.


"Ih lo gak jijik apa sekalian nih iler gw nanggung banget," ucap Lala.


"Jorok banget sih, udah sono mandi sebelum aqurium gede kamu dibawa pulang sama Fano soalnya tadi Mama kamu bilang mau ngasih tuh Aquarium buat Fano kalo kamu gak bangun-bangun," ucap Reno.


"Gendong ya, gw mager jalan," pinta Lala.


"Ada ya orang lagi marah minta gendong," ucap Reno terkekeh.


"Ada nih contohnya gw, buruan gendong sampe depan kamar mandi aja," pinta Lala.


Reno tidak mau memperpanjang semuanya akhirnya ia menggendong Lala dan keluar kamar Lala bersama dengan Fano menyusul yang lainnya yang sedang asik mengobrol.


"Tanteeee cantik maap ya Pano kesini gak bawa bunga laflesia soalnya kata Papa Gio bunga itu langka susah dicalinya jadi Pano kasih bunga itu aja," ucap Fano.


"Fano tau bunga raflesia dari mana? Itukan bunganya besar terus bau bisa-bisa rumah Tante jadi bau," ucap Linda tertawa.


Sedangkan yang lainnya hanya memggelengkan kepalanya mendengar perkataan Fano sambil menatap Reyhan tajam.


********


Raina sedari tadi terdiam sibuk memikirkam Fathan yang tidak ada kabar hingga akhirnya ia terkesiap saat mendapatkan notif dari Aisyah yang mengabari kalau mereka sudah sampai dari 1,5 jam yang lalu.


Raina mulai memikirkan yang tidak-tidak mengenai Fathan ia sempat menanyakan keadaan Fathan pada Aisyah dan ia dibuat cemas ketika Aisyah memberitahunya kalau Fathan membicarakan perempuan masa lalu pada Farhan hingga membuatnya terbayang dengan perempuan yang tempo hari sempat ia temui di toko bersama Fathan.


Gak boleh suudzon Raina, mungkin kak Fathan belum sempat aktifin hapenya tapi tingkahnya bikin curiga aja ah udahlah gak usah dipikirin bikin pusing aja.


Raina melirik ponselnya ia dibuat kebingungan saat melihat pesannya untuk Fathan yang sudah masuk sejak 15 menit yang lalu namun tidak dibaca oleh Fathan membuatnya kesal dengan cepat ia mematikan ponselnya.


*******


Fathan baru saja menyalakan ponselnya dan membaca pesan dari Raina yang membuat senyumnya mengembang Farhan penasaran hal apa yang membuat saudara kembarnya itu sampai tersenyum pada ponsel seperti orang yang tidak waras.


Dengan cepat Farhan mengambil ponsel Fathan lalu melihat isi pesan yang dikirim oleh Raina.


"Oh jadi ini yang bikin lo kaya orang gila, ternyata sebucin-bucinnya gw lo lebih bucin Fath liat beginian aja senengnya kaya menang undian yang di sms-sms," ledek Farhan.


*******


Lala baru kelar mandi dengan handuk yang masih nyangkut di kepalanya perlahan menuruni tangga menghampiri yang lainnya.


Fano terkikih melihat handuk yang berada di atas kepala Lala.


"Kak Lala si latu handuk," ucap Fano.

__ADS_1


"Ini pada ngapain dah bawa-bawa bunga jadi omongannya kak Reno beneran kalo kalian kesini mau ngelamar Lala sumpah ya Lala masih betah jomblo bukannya mau nolak," ucap Lala tanpa jeda.


Sedangkan yang lainnya menatap Lala heran dengan bersamaan mereka tertawa terbahak-bahak.


"Sumpah ya Lala geer banget lo, siapa yang mau ngelamar lo ini tuh kerjaannya si Fano," ucap Reyhan.


"Tadi kak Reno bilang ke gw begitu, kak Renoooo lo boongin gw awas aja lo ya tunggu pembalasan gw," teriak Lala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2