
Farhan menatap seluruh penjuru kampus ia tersenyum saat mengingat pertama kalinya ia berkunjung ke kampus tersebut dan sekarang ia sedang menerka-nerka apa yang akan terjadi nantinya saat mereka mengetahui bahwa Fathan mempunyai kembaran dan mengetahui faktanya mulai besok ia akan menggantikan salah satu dosen yang baru saja resign untuk mengajar di kampus tersebut.
"Keren juga gw ya baru lulus udah jadi dosen, padahal Abang gw aja masih kuliah," gumam Farhan.
Dari kejauhan terlihat Zara yang memicingkan matanya untuk memastikan orang yang ia lihat benar-benar yang ada di dalam otaknya, ia mulai melangkahkan kakinya disaat ia benar-benar yakin.
Bugh!
Bunyi pukulan dari tangan Zara yang tepat mengenai pipi dan hidung Farhan hal tersebut membuat Farhan mundur sedikit dari posisinya saat berdiri, Farhan menatap Zara kebingungan sambil meringis memegangi hidungnya yang terasa nyeri.
"Ada masalah apa anda sama saya, kenapa tiba-tiba anak pukul saya?" tanya Farhan dengan nada kesalnya.
Zara kembali melayangkan satu pukulan, saat itu Farhan yang sedang fokus pada hidungnya tidak menyadari dengan pukulan Zara hingga membuat Farhan terhuyung kebelakang dan nyaris terjatuh jika tidak ada Lala yang menahannya.
"Wei gilaa lo Zara anak orang dipukulin kasian tau ampe mau jatoh untung Rapunzel dateng nolongin cowo ini," ucap Lala yang belum menyadari siapa yang ia tolong.
"Biarin aja biar penyok tuh muka biar gak keganjenan lagi, dia enak-enakan foto sama bule disana sedangkan Raina disini kaya orang stress mikirin kabarnya dia dan yang dibikin pusing gw lagi," teriak Zara.
Farhan mengerutkan alisnya perlahan menghampiri Zara lalu menjitak kepala Zara menatapnya geram.
Lala tercengang saat melihat wajah laki-laki yang baru saja ia tolong dengan heboh ia menghampiri Farhan lalu mencubit gemas pipi Farhan.
"Ini kak Fathan? Beneran kak Fathan asikkkk ternyata lo udah pulang sumpah Lala mau boong dikit kalo Lala kangen banget sama kak Fathan, mana oleh-oleh buat Lala," teriak Lala dengan heboh sambil menadahkan tangannya.
Farhan tersenyum melihat tingkah Lala ia sedikit teringat dengan sosok Fahira yang sikapnya sedikit mirip dengan Lala, Fahira selalu heboh ketika bertemu dengannya bahkan pipinya jadi sasaran utama oleh Fahira.
Lala menyadari Farhan yang sedang tersenyum begitu manis padanya hingga membuatnya terdiam sejenak lalu bergedik ngeri, refleks ia mendorong tubuh Farhan hingga tersungkur.
Zara yang menyaksikan hal tersebut tertawa terbahak-bahak dan mengejek Farhan bahkan tidak ada niat sedikit pun untuk menolong Farhan.
Lala menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya, raut wajahnya berubah menjadi panik dan cemas dengan cepat ia menghampiri Farhan lalu membantunya berdiri.
"Huaa maapin Lala, Lala gak sengaja dorong kak Fathan eh tapi sengaja deh soalnya tadi kak Fathan senyum-senyum sok imut gitu Lala geli liatnya makanya Lala dorong, sini deh Lala bantuin tapi jangan senyum-senyum lagi ya nanti Lala aduin ke Raina nih," ucap Lala memegangi bahu Farhan lalu membantunya berdiri.
"Sukurin rasain tuh aspal kampus," ledek Zara.
Farhan menatap Zara kesal ingin rasanya ia menendang perempuan yang berada dihadapannya ini sejauh-jauhnya.
Dasar perempuan bar-bar liat aja nanti ketemu gw di kelas gw balas dan gak gw kasih ampun.
"Ayo La kita jalan tinggalin aja dia disini nanti kita telat denger-denger dari yang lain katanya nanti ada dosen baru," ajak Zara menarik paksa tangan Lala hingga membuat Lala terseret.
"Iya Zara, ini kan Lala udah ikut ya, tolong dong jangan tarik-tarik Lala kaya kambing gini, Lala malu diliatin tuh," ucap Lala memelas.
**********
Rama dan Raka sedari tadi puas menertawakan Fathan ketika Fathan bercerita tentang masalahnya yang membuat raut wajahnya muram di pagi hari.
"Tau gak sih Rak, kemaren gw liat ig nya dia gw kira mah nih anak mau nyoba jadi pakboy kaya orang-orang segala ngepost foto bareng bule udah gitu deket banget lagi sampe si Raina mukanya kecut banget kaya kedongdong muda," ucap Rama sambil tertawa memegangi perutnya.
"Ketawa aja terus lo bedua, lagian itu foto bukan foto gw tapi fotonya Farhan lo pada udah kenal gw lama tapi gak bisa bedain mana gw mana Farhan dasar teman musiman kalian," omel Fathan sambil melempari keduanya dengan alat tulis yang berada diatas mejanya.
"Heh buntut piranha, gw liat sen motor yang jelas bedanya aja suka keder mana kiri mana kanan padahal tiap hari gw liat motor dijalanan gimana bedain lo sama kembaran lo yang mukanya mirip banget," oceh Raka.
__ADS_1
"Tau nih buntut piranha gimana sih," sambung Rama.
"Au ah bodo males ngomong sama kalian gak ada solusinya," ketus Fathan.
"Kita kan gak bilang mau ngasih solusi ya Ram lo aja yang kegeeran kita cuma bilang cerita aja ke kita kali aja kita bisa bantu," ucap Raka sambil menyengir.
"Tau ah suka-suka lo," pasrah Fathan.
"Udahlah dari pada kesal mending kita ke kantin aja kan pas banget nih lo baru balik berarti lo teraktir kita," ucap Rama mengembangkan senyumnya.
Dengan malas ia berjalan keluar kelas meninggalkan kedua temannya tanpa menggubris perkataan Rama.
"Temen lo Rak kalo lagi ngambek adatnya jelek banget, demi makan gratis gw susulin aja ah," ucap Rama beranjak dari duduknya menyusul Fathan.
*********
Lagi-lagi Fathan melihat Raina yang membuatnya kesal disana ada Aldo ia mengepalkan tangannya berjalan menghampiri meja mereka.
"Minggir lo," usir Fathan mendorong kasar tubuh Aldo hingga membuat Aldo hampir saja terjatuh jika tidak ditahan oleh Aisyah.
"Bang Fath kasar banget sih, kalo Aldo jatoh gimana," omel Aisyah menatap Fathan dengan tatapan kesal.
"Kamu kenapa sih Kak, abis seneng-seneng sama bule-bule disana terus balik kesini malah gangguin orang lain," omel Raina.
"Kamu yang kenapa? Kamu kan tau aku gak suka liat kamu dekat-dekat sama dia kenapa kamu nempel banget sama dia bahkan disaat kamu udah liat aku kamu santai aja," ucap Fathan.
"Harusnya kamu tanya sama diri kamu sendiri Kak, gak usah nyalahin orang lain semua orang tau kamu kan yang mulai duluan posting foto sama bule sedeket itu masa aku gak boleh ngobrol biasa doang sama Aldo padahal Aldo teman aku dari kecil," ucap Raina tanpa jeda.
Aisyah yang menyaksikan perdebatan tersebut dengan susah payah menahan tawanya supaya Fathan tidak curiga dengannya.
Fathan terkesiap ia teringat dengan postingannya di instagram dalam hatinya ia terus mengutuk saudara kembarnya yang memberikan ide gila yang menurutnya gak ada bagus-bagusnya.
"Kamu gak tau aslinya foto itu gimana, jangan ngomel-ngomel dulu kalo gak tau," geram Fathan sambil mengacak-acak rambutnya sendiri ia merasa gemas dengan dirinya karena susah sekali mau mengatakan yang sebenarnya.
Lala dan Zara baru saja sampai di kantin mereka saling menatap satu sama lain, lalu bertanya pada salah satu mahasiswa yang berada di dekat mereka.
Setelah mengetahui ada kerusuhan apa di kantin hingga membuat kantin menjadi lebih ramai dari biasanya dengan cepat mereka berlarian menghampiri kerumunan.
"Hallo gaisssss, ada apa ini kok ribut-ribut? katanya ada drama perselingkuhan disini ya, siapa yang selingkuh?" teriak Lala dengan sengaja berdiri diantara Fathan dan Raina.
"Loh kak Fathan kok baju lo ganti? Perasaan tadi baju lo bukan ini deh," ucap Lala.
"Tau ah, Raina nanti selesai kelas jangan pulang dulu aku mau ngomong sama kamu," ucap Fathan membalikan tubuhnya lalu pergi namun baru beberapa langkah ia menjauh dari Raina ia membalikan tubuhnya kembali.
"Lala lo ikut gw," tegas Fathan.
Lala menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk dengan semangat ia bersorak-sorak lalu bertepuk tangan.
"Asikkk pembagian oleh-oleh bye bye kalian," ucap Lala sambil melambaikan tangannya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
Bersambung....
Happy reading gaiss....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya....
Sekian dan terima kasih 😊😉