
Saudara kembar yang terlihat asik bergulat dikarenakan rebutan ponsel membuat Aisyah yang baru saja membuka pintu kamar mereka terkejut lalu mengambil bantal berjalan menghampiri mereka memukuli keduanya bergantian dengan bantal.
"Kalian ini udah gede tapi masih aja begitu bercandanya berlebihan nanti kalo tulangnya copot gimana," omel Aisyah.
"Gak bakal copot lebay banget si Aisyah ini, omelin tuh abang lo dia ngambil hp gw dia mau jadi pelakor di hubungan gw," adu Fathan.
"Enak aja kalo ngomong gw masih normal dan gak suka laki orang," bantah Farhan sambil melempari Fathan dengan bantal.
"Lagian nih ya gw minjem bentar doang masa gak boleh, gw juga mau kenalan sama kakak ipar yang bikin Abang gw ini jadi bucin," ucap Farhan sambil mengotak-atik ponsel Fathan mencari kontak Raina dengan cepat tangannya memencet fitur video call.
Fathan membelalakan matanya saat melihat Farhan keluar dari kamarnya membawa kabur ponsel.
"Tuh liat kelakuan Abang kesayangan lo hp gw malah dibawa kabur keliatan banget mau jadi pelakornya cukup sekali aja gw kalah saing sama dia dan gw gak akan ngebiarin dia menang lagi," omel Fathan berniat beranjak dari duduknya ingin menyusul Farhan namun ditahan oleh Aisyah.
***********
Raina yang sedang berada di rumah Lala baru saja mengaktifkan ponselnya untuk membuat insta story kerusuhan yang dibuat oleh Fano dibuat terkesiap saat ponselnya bergetar berkali-kali ia melirik ponsel yang muncul nama Fathan diponselnya.
Raina terdiam sejujurnya ia ingin sekali mengangkat panggilan dari Fathan namun ia masih sebal dengan Fathan yang tidak mengabarinya hingga akhirnya Raina memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut namun belum sempat Raina menggeser tombol hijau panggilan sudah berakhir.
Raina menghela nafas lalu memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya memfokuskan dirinya pada Fano yang sedang berdebat dengan Lala.
"Kak Lala pokoknya kak Lala halus maapin kak Leno soalnya Pano udah susah-susah metikin bunga ini buat kak Lala telus kak Lala halus numpang lagi di lumahnya kak Leno tenang aja gak bakalan diusil kok sama Pano, janji deh suel," ucap Fano sambil menunjukan jarinya membentuk huruf V.
"Iya-iya cerewet banget sih tapi kak Lala gak bisa tinggal di rumahnya mama Wina terus-terusan yang ada nanti jadi gosipan tetangga kan di rumahnya mama Wina banyak cowonya dan kak Lala punya orang tua kan kasian Mama kak Lala di rumah sendirian," ucap Lala sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Fano.
Fano bergelesotan di atas lantai sambil menangis karena Lala yang tidak mau kembali ke rumah Wina membuat yang melihatnya iba.
"Fano bener kata teletabis kecuali si teletabis nikah sama salah satu cowo yang ada di rumah kita baru dia boleh tinggal di rumah yang jelas bukan gw ya salah satu cowo itu, udahlah gak usah lebay segala ngepel lantai pake baju," ucap Reyhan.
Fano mengembangkan senyumnya segera berdiri mendekati Lala.
"Yaudah kalo gitu kak Lala nikah aja sama Kak Leno atau sama Papa Gio bial mama Wina punya temen," ucap Fano asal.
"Sembarangan nih bocah kalo ngomong cinta Papa mentok di Mama gak bisa diganggu gugat meskipun dikasih yang mudaan mama Wina selalu di hati nih, noh Reno aja satu-satunya jomblo mateng di keluarga kita," ucap Gio sambil menunjuk Reno.
"Kok jadi Reno sih terus kenapa jadi beginian yang dibahas niatnya kesini kan cuma minta maaf doang," ketus Reno.
"Sekalian lah bang Ren, lumayan gak buang-buang duit lagian si Fano somplak ini koordinasiinnya kaya mau acara lamaran dari pada mubazir mending sekalian," ucap Reyhan.
Di sela keributan mereka ponsel Raina kembali bergetar berkali-kali membuat Raina tergesa-gesa melihatnya lalu ia mengembangkan senyumnya saat melihat nama Fathan tertera di layar ponselnya ia segera menjauh dari yang lainnya lalu menggeser tombol berwarna hijau.
Farhan tersenyum senang saat panggilannya di jawab oleh Raina ia berniat mengerjai Raina dengan mengaku-ngaku dirinya sebagai Fathan.
"Hai," sapa Farhan sambil melambaikan tangannya.
"Kemana aja sih kak dari tadi baru ngabarin gak tau apa aku khawatir banget sama kamu aku sempet mikir kamu udah nemu bule yang lebih cantik dari aku," ucap Raina dengan cemberut.
__ADS_1
Farhan berusaha menahan tawanya saat mendengar perkataan Raina baru namun ia tahan sebisa mungkin agar Raina tidak curiga padanya.
"Enggalah aku sibuk banget tadi makanya gak sempat nyalain hp, tenang aja sejauh apapun aku pergi hati aku tetap buat kamu kok," ucap Farhan mengembangkan senyumnya saat melihat pipi Raina yang memerah saat digombali olehnya.
Rasain gw kerjain haha gitu aja udah merah pipinya dulu aja galak banget sama gw pas di mall.
Raina terkejut saat melihat Fathan yang menggunakan jaket pemberiannya berdiri tepat di belakang Farhan menongolkan wajahnya.
Fathan menarik telinga Farhan hingga membuat Farhan meringis kesakitan.
"Iya-iya ampun ilah cuma pengen kenalan doang pelit banget lepasin dulu sakit tau," teriak Farhan.
Raina sengaja meloadspeaker karena ia tidak membawa headset hingga teriakan Farhan terdengar oleh Fano membuat Fano berlarian menghampiri Raina melihat ponsel Raina yang terdapat wajah Farhan dan Fathan di layar ponsel Raina.
"Kak Jungkook ada duaaa," heboh Fano.
"Kak Jungkook kembalan Pano yang asli mana ya mukanya sama dua-duanya jadi pusing kepala pangelan thomas," ucap Fano sambil menepuk dahinya.
"Anak kecil itu siapa Fath?" bisik Farhan.
"Sepupunya Raina," jawab Fathan.
"Kak Jungkook telyata bisa membelah dili ya kaya cacing pita yang ada di pelut Pano," kagum Fano menatap saudara kembar tersebut bergantian sambil bertepuk tangan.
"Nih Fano kenalin yang pake baju warna merah tuh kembarannya kak Fathan namanya Farhan muka mereka emang sama tapi mereka beda," ucap Raina.
"Cie kak Jungkook ketemu kembalannya kila-kila Pano kapan ya ketemu kembalan Pano juga, kata Pak ustad kita punya 7 kembalan nah belalti kak Jungkook tinggal cali 5 lagi semungut kak Jungkook ngumpulin kembalnya," ucap Fano begitu heboh.
**********
"Kamu suka banget ikan ya sampe segede itu aquariumnya tapi sayangnya gak ada ikan lele," ucap Reno terkekeh.
Lala menolehkan kepalanya menarik tangan Reno menuju kolam berisi ikan-ikan yang sudah besar.
"Tuh ada lele disini yang gak ada cuma paus sama hiu," ucap Lala tertawa.
Reno kaget menggelengkan kepalanya saat melihat banyak sekali ikan lele di kolam yang ditunjuk oleh Lala.
"Kamu punya cita-cita jadi peternak ikan ya atau mau jadi tukang ikan," tanya Reno.
"Sok tau lo Kak, Lala tuh suka banget ngoleksi ikan dari kecil sampe sekarang juga masih suka ngoleksi ikan," ucap Lala.
Lala teringat sesuatu ia menatap Reno sinis lalu mengalihkan wajahnya tidak mau melihat Reno.
"Kenapa kita jadi damai ya kan Lala lagi marah sama kak Reno apa lagi tadi kak Reno boongin Lala katanya mau ada acara lamaran di rumah Lala sampe Lala mandinya buru-buru sumpah Lala makin kesel sama kak Reno," ketus Lala.
Reno tertawa mendengar ocehan Lala dengan gemas ia mengacak-acak rambut Lala yang masih basah dan baru saja disisir hingga berantakan.
__ADS_1
"Udah gak usah marah-marah terus cepat tua aja tau rasa, maafin aku ya soal masalah kemaren aku tau aku salah gak seharusnya aku marah-marah sama kamu," ucap Reno dengan senyum manisnya.
"Sebernya Lala mau nunggu pas dua hari baru Lala maafin tapi liat mukanya kak Reno jadi gak tega, tapi jajanin Lala yang banyak ya," ucap Lala.
Reno menghela nafas pasrah dengan malas ia menganggukan kepalanya.
"Okey kita baikan," ucap Lala sambil menyodorkan jari kelingkingnya di depan Reno membuat Reno menatap jari kelingking Lala kebingungan.
"Gitu aja gak tau mana sini jari kelingkingnya, udah deh kita resmi baikan," ucap Lala sambil mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Reno.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
Bersambung........
__ADS_1
Happy reading jangan lupa like dan komennya gais 😊
Lop yu gais 💞😉