
Lala berjalan mengikuti langkah kaki Fathan sesekali ia bersenandung sambil menyapa beberapa mahasiswa yang lewat dengan cengiran khasnya.
Kini keduanya berada di taman kampus, Fathan menatap Lala dengan tatapan jengkelnya tangannya terangkat menoyor dahi Lala.
"Oleh-oleh macam apa ini udah dibantuin bukannya baik-baik sama Lala ini malah jitak jidat Lala," omel Lala.
"Heh biang rusuh gw kan udah bilang sama lo awasin Raina jangan sampe deket-deket sama Aldo kenapa sekarang dia jadi deket gara-gara lo ancur nih rencana gw," oceh Fathan.
"Ah masalah itu tenang aja Aldo udah berpaling dari Raina lo gak usah panik Kak, gitu aja panik kaya ikan keilangan ekornya," ucap Lala dengan wajah polosnya.
"Gimana gak panik dari tadi gw dibalikin terus sama Raina lo juga nongol bukannya bantuin gw," geram Fathan.
Lala tertawa sambil memukul bahu Fathan gemas.
"Jelaslah dibalikin cara lo norak banget sih segala upload foto bareng cewe putus beneran tau rasa dan Lala turut senang karena Raina kembali jomblo nemenin Lala," ucap Lala sambil menyengir.
"Ah iya kak Fathan, Lala penasaran deh kenapa kak Fathan ganti baju padahal baju yang tadi gak kotor," ucap Lala penasaran.
"Apaan sih dari rumah gw pake baju ini dan gak ada ganti-ganti baju," saut Fathan.
"Yaudah lupakan mungkin Lala salah liat baju kali," ucap Lala acuh.
***********
Sedangkan yang lainnya tertawa terbahak-bahak membuat penghuni kantin yang sebelumnya sibuk berbisik menatap mereka heran.
"Sumpah ya Raina keren banget aktingnya, mending percepat aja deh kasih surprisenya bisa-bisa Abang aku jadi stress," ucap Aisyah.
"Eh bandot kan yang koordinasi surprise lo sama Aldo atur ajalah besok juga bisa kayanya," sambung Zara.
"Janganlah gw belom puas ngerjainnya, tunggu 2 hari lagi ya," ucap Aldo.
"Parah lo kalo gw putus beneran gimana," ucap Raina.
"Ya jadi jomblo lah," ucap Zara dengan santai.
*************
Farhan mengembangkan senyumnya setelah menemui pihak kampus dan menerima keputusan kampus bahwa besok ia bisa mulai mengajar.
Tunggu pembalasanku perempuan gila, liat aja bakal gw kerjain abis-abisan nanti tuh orang.
Farhan berjalan menuju kantin kampus ia teringat dengan bakso mba Wiwik yang rasanya begitu lezat hingga membuat perutnya lapar.
Setelah memesan bakso Ia mendudukan dirinya di salah satu kursi yang berada di kantin, Farhan sempat merasa heran dengan sekumpulan mahasiswa yang berada tidak jauh darinya ada beberapa diantaranya yang wajahnya tidak asing lagi.
Nah itu perempuan bar-bar yang bikin muka tampan gw jadi warna warni begini terus ada Raina juga lagi.
Farhan melirik mereka acuh lalu kembali fokus dengan ponselnya.
Semua orang yang sedang sibuk bersandiwara dibuat kebingungan saat Farhan yang mereka kira Fathan melirik mereka acuh.
"Tadi marah-marah sekarang sok cuek emang ya Raina pacar lo gak jelas, mending gw ke toilet dulu dah," ucap Zara pergi melangkahkan kakinya meninggalkan kantin.
Aisyah tersenyum sembari menganggukan kepala dengan santai ia melangkahkan kakinya menghampiri Farhan yang sedang menyicipi bakso yang baru sampai.
"Bang Han, makan bakso sendirian aja gak bagi-bagi," tegur Aisyah sengaja menepuk bahu Farhan hingga membuat Farhan terkejut lalu tersedak kuah bakso.
Zara baru saja kembali dari toilet melihat Farhan terbatuk-batuk tak kuasa menahan tawanya lalu berjalan menghampiri Aisyah dan Farhan.
"Sukurin keselek, makanya jadi cowo tuh gak usah sok ganteng kalo makan bakso aja masih keselek," ejek Zara sambil tertawa.
Farhan meletakan sendok dan garpu dengan tidak santai sambil menatap Zara kesal dengan sengaja tangannya menuang banyak sekali sambal ke dalam baksonya lalu menyendok bakso dengan cepat ia menyuapi bakso tersebut ke dalam mulut Zara yang sedang asik tertawa.
Sukurin rasain tuh bakso rasa mulut tetangga.
__ADS_1
Saat bakso masuk ke dalam mulutnya Zara terdiam raut wajahnya berubah menjadi pias dan wajahnya memerah tanpa banyak berfikir ia mengeluarkan bakso ke sembarang arah tepat mengenai sepatu Farhan.
Sementara Aisyah yang menyaksikan perdebatan mereka hanya terkekeh perlahan mundur menjauhi keduanya lalu menghampiri Raina dan yang lainnya.
"Udah kalian santai aja biarin mereka debat itu bukan bang Fath yang lagi debat sama Zara itu bang Han saudara kembarnya bang Fath, mending kita santai aja disini biarin mereka ribut anggep aja tontonan gratis," ucap Aisyah.
"Itu si Zara mukanya sampe merah begitu disuapin apaan sih sama Han?" tanya Raina dengan raut wajah cemasnya.
"Tadi si yang aku liat bang Han nuangin sambel ke mangkok baksonya terus nyuapin Zara deh palingan si Zara dikasih bakso pedes," ucap Aisyah dengan santai.
Raina panik tanpa sadar ia melompat-lompat di tempat saking paniknya karena ia tahu Zara memang suka pedas tapi sehabis itu Zara bisa diare seharian bahkan bisa masuk rumah sakit akibat pencernaannya yang tidak menerima.
Kepanikan Raina membuat yang lainnya ikut cemas dan melompat-lompat sedangkan Lala yang baru sampai di kantin dengan wajah kesalnya pun ikut berlompat-lompatan.
"Kalian ngapain sih lompat-lompatan kaya pocong aja," tegur Lala.
"Kamu juga lompat La," ucap Aisyah.
***********
Sejak kepergian Lala beberapa menit yang lalu Fathan melamun sambil mencabut beberapa rumput liat yang berada di sekitarnya.
Maira dan teman-temannya sedari tadi berdiri di balik tembok menguping pembicaraan antara Fathan dengan Lala hingga muncul ide di kepala Maira untuk membuat Fathan dan Raina bertengkar bahkan mereka berharap putus.
"Gw tau pasti lo mau jadi pelakor kaya di film-film ya Ra," ucap Shasha tanpa dosa.
"Enak aja lo ngatain gw pelakor, ada juga si Raina tuh yang ngerebut Fathan dari gw," ketus Maira.
"Gitu ya? Bukannya...." Shasha mengerucutkan bibirnya saat melihat Maira dan Sinta melangkah meninggalkannya yang belum selesai berbicara.
"Ditinggal lagi, padahal gw ngomong fakta dasar teman-teman yang tidak solid," gerutu Shasha berjalan menyusul keduanya.
Maira menyentuh bahu Fathan lalu mendudukan dirinya di samping Fathan sambil memasang wajah turut prihatinnya.
"Hai Fathan, maaf ya tadi gw denger semua omongan lo sama Lala tapi gw turut prihatin ya, lo yang sabar ya, si Raina emang kebangetan padahal lo udah bela-belain bikin surprise buat dia, tapi dia malah asik-asikan sama cowo lain, si Lala mah belain temennya doang dia gak ngerti sama posisi lo Fath," ucap Maira terus berusaha mempengaruhi Fathan.
"Jadi menurut lo gw bener marah sama dia?" tanya Fathan.
Maira menganggukan kepala lalu menepuk bahu Fathan.
"Iyalah, sekarang gini deh kalo dia benar-benar sayang sama lo ngapain dia nempel sama Aldo cuma gara-gara lo posting foto bareng cewe udah gitu gak nanya dulu lagi sama lo itu cewe siapa," ucap Maira terus memanas manasi Fathan.
Fathan terdiam otaknya berusaha mencerna perkataan Maira.
Ada benernya juga sih omongannya Maira.
"Jadi menurut lo yang salah Raina bukan gw?" tanya Fathan.
"Iyalah, si Lala lo dengerin bocah somplak kaya gitu," ucap Maira.
"Yaudah makasih pendapatnya, lo ngapain disini?" ucap Fathan.
"Gw mau ngasih support aja gw tau semua orang gak ada yang berpihak sama lo, gw siap kok bantuin lo buat bikin surprise ke Raina," ucap Maira mengembangkan senyumnya.
"Maira kok jadi baik bukannya tadi lo...." Shasha meringis kesakitan saat kakinya injak oleh Sinta .
"Gw emang gak suka sama Raina tapi kalo Fathan bahagia sama Raina gw harus dukung," ucap Maira sambil memelototi Shasha.
"Sha mending lo ke kantin gih sana, nih beli apaan kek gitu," ucap Maira sambil mengkode Sinta untuk membawa Shasha pergi.
"Beneran lo mau bantuin gw?" tanya Fathan di respon anggukan kepala oleh Maira.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Selamat membaca gaisss
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya
Semoga bahagia selalu 😉