
Fano terus melirik jam dinding sambil melangkahkan kakinya mondar mandir sesekali melirik ke luar rumah.
"Nih abang Dodot kemana si kemalen bilangnya jam empat sole ini udah jam 6 sole gak lewat-lewat, jangan-jangan Pano diboongin," gerutu Fano.
Reyhan baru saja keluar dari kamarnya melihat raut wajah Fano begitu gusar dan gelisah ia berjalan mendekatinya.
Reyhan mencubit gemas pipi Fano membuat Fano terkejut refleks memukul tangan Reyhan.
"Ngapain sih ribet banget aki-aki bocil kakinya kaya gosokan aja mondar-mandir terus," tanya Reyhan.
Fano berkacak pinggang menatap Reyhan sebal ia melangkahkan kaki keluar rumah diikuti oleh Reyhan.
"Pano lagi nungguin bang Dodot tau kak Ley, katanya dia lewat sini jam 4 sole tapi udah jam 6 sole dia gak muncul," jelas Fano.
Reyhan mengerutkan dahinya menatap Fano heran ia melirik jam tangan yang berada di pergelangan tangan kirinya, selesai melihat jam tangannya ia melirik Fano kembali lalu tertawa sambil mengacak rambut Fano gemas.
"Mana jam 6 si bocil, liat nih jam mahal nih gak mungkin salah," ucap Reyhan melihatkan jam tangannya pada Fano sambil tertawa.
"Jam hadiah dali ciki aja bangga huu ... Kok sekalang jadi jam 3 sole ya, kak Leyhan tipu Pano ya?" Fano berlarian masuk ke dalam rumah melirik jam dinding yang berada di dinding, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melirik jam dinding dengan raut wajah bingungnya.
Bingung-bingung dah lo sukurin, banyak gaya banget sih jadi bocah.
Reyhan terus mengikuti Fano kemana pun ia pergi sambil tertawa.
"Fano salah liat jam yang bener tuh sekarang jam setengah empat," ucap Reyhan.
"Boong," bantah Fano.
"Terserah mau percaya apa engga, tanya aja coba sono sama guru PAUD lo pasti bener," ucap Reyhan mendudukan dirinya diatas sofa.
"Pano ... Pano ... Pano ...." terdengar suara teriakan khas yang sangat Fano kenal. Fano berlarian keluar rumah dengan gaya pecicilannya membuat Reyhan memggelengkan kepalanya melihat sepupu langkanya.
"Bang Dodot! a miss yu!" teriak Fano.
"Nih banyak mainan baru, Pano mau yang mana?" tawar Dodot.
"Pano mau nyali kado buat kak Lala poo, kila-kila kado apa ya yang kelen," tanya Fano.
"Beliin aja kesukaannya kak Lala poo." Dodot memberi Fano saran sambil tersenyum.
Setelah mendengar penjelasan Dodot Fano sedikit berfikir hingga akhirnya ia tersenyum.
"Bang Dodot, Pano tau kasih kado apa, kak Lala suka banget sama duit, Pano kasih duit kila-kila dia seneng gak ya," ucap Fano.
"Semua orang mah seneng dikasih duit ada-ada aja Pano nanyanya, bang Dodot juga suka duit Pan," saut Dodot.
Sambil mendengarkan perkataan Dodot Fano berkeliling di sekitaran gerobak Dodot hingga akhirnya ia menemukan apa yang ia cari dan menunjukannya pada Dodot.
Dodot terkekeh melihat barang yang ditunjukan oleh Fano.
__ADS_1
"Duh si Pano ini mah duit-duitan orang sukanya duit asli," ucap Dodot.
"Kalo duit asli Pano gak punya jadi sekalang duit ini aja dulu, lagian ini gak kalah bagus kok sama duit asli. Duit yang ini ada gambal belbinya duit asli gambalnya bapak-bapak ganteng semua, Pano mau ini bang belapaan ini Bang jangan mahal-mahal ya. Anak kecil nih soalnya gak punya duit makanya halus dimulahin bial dapet pahala," ucap Fano panjang lebar.
"Beli duit-duitan aja nawar," sindir Reyhan.
"Bialin yang penting mulah wle silik aja," saut Fano.
"Pano mau duit-duitan yang mana nih," tanya Dodot.
"Pano mau yang selebuan, dua lebuan sama gocengan yang banyak ya Bang," ucap Fano.
"Nih banyak banget dah duitnya, semoga suka ya Kak Lalanya," ucap Dodot.
"Oke Bang. Bayalnya minta sama kak Leyhan yang celewet itu ya, kalo gak di bayal bawa aja telus jual," ucap Fano berlarian memasukin rumah meninggalkan Reyhan dan Dodot.
Reyhan menatap kesal Fano ia menghampiri Dodot sambil bergerutu.
Selesai makan Raina berjalan mencari keberadaan Fathan hingga akhirnya ia menemukan keberadaan Fathan di salah satu restoran bersama Fahira.
Apaan sih dia bukannya ngejar, bujuk atau apa kek gitu ini malah asik berduaan sama Fahira bikin kesel aja udahlah kalo kaya gini gw cari kado sendiri aja terus pulang.
Baru selangkah kaki Raina melangkah tiba-tiba ia berhenti saat mendengar perkataan Fathan pada Fahira yang membuatnya kecewa.
Kalo masih sayang kenapa ngajak gw pacaran dasar cowo gak bisa dipegang omongannya.
Raina terus menguping pembicaraan keduanya hingga wajahnya berubah menjadi serius ketika Fahira membicarakan perasaannya pada Fathan.
Tuhkan bener dugaan gw dia ada hati juga sama kak Fathan, pasti mereka jadian deh terus besok gw di putusin.
Mata Raina berkaca-kaca mendengar perbincangan keduanya ia merasa sudah tidak kuat mendengarnya hingga akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan keduanya.
Fahira melihat Raina yang baru saja pergi meninggalkan restoran mengembangkan senyumnya lalu kembali menatap Fathan.
Maaf ya Raina gw suka sama Fathan, kali ini gw gak mau ngalah.
"Fath lo gak nyari Raina udah lama loh dia ngilang," ucap Fahira.
"Ah iya yaampun kok gw bisa lupa ya," ucap Fathan sambil menepuk dahinya.
Kayanya Fathan nyaman sama gw dari pada Raina buktinya dia lupa sama Raina pas lagi bareng gw.
Fahira tersenyum menatap Fathan membuat Fathan mengerutkan alisnya menatap Fahira heran sambil melambaikan tangan kirinya di hadapan wajah Fahira hingga membuat Fahira terkesiap dari lamunannya.
"Ah maaf gw ngelamun," ucap Fahira.
"Yaudah gw pamit duluan ya nyusul Raina, takutnya marah beneran," pamit Fathan.
Fathan berjalan menuju kasir untuk membayar makanan yang ia pesan lalu berjalan mencari Raina.
__ADS_1
Zara dan Farhan sampai di salah satu toko kue mereka kebagian tugas membeli kue untuk acara surprise Lala nanti malam.
Saat ingin masuk ke dalam toko kue mereka masuk bersamaan hingga membuat tubuh keduanya berdempetan dan sulit untuk masuk ke dalam toko.
"Gw masuk duluan! Ngalah dong yang tuaan!" ketus Zara.
"Enak aja saya yang buka pintu kenapa anda yang masuk serasa putri kerajaan aja anda," bantah Farhan.
"Bodoamat! Gw mau masuk duluan lo minggir deh," teriak Zara.
"Gak ada sopannya ya nih anak, saya ini dosen anda macem-macem sama saya nilai kamu bisa saya kasih E," ucap Farhan dengan santai.
Zara melirik Farhan kesal dengan sekuat tenaga ia mendorong Farhan hingga membuat tubuh Farhan yang belum siap terjatuh diatas lantai toko.
Zara melirik ke arah Farhan dan menertawakannya ia tidak memperdulikan pegawai toko dan beberapa pembeli yang sedang menontoni mereka.
"Sukurin, siapa suruh gak mau ngalah, inget ya Bapak dosen yang terhormat ini sudah di luar kampus jadi aturan itu gak berlaku. Bye!" ucap Zara.
Zara berjalan memasuki toko dengan raut wajah cueknya tanpa memperdulikan tatapan orang lain.
"Lucu banget mereka ya, gw sama dosen mana mungkin bisa kaya gitu," celetuk salah satu pengunjung toko.
Awas aja ya tunggu pembalasan gw dasar cewe bar-bar.
Farhan bangun melangkahkan kaki mengampiri Zara.
Sementara Lala yang bosan berada di rumah memilih merendamkan dirinya di kolam berenang sambil membawa waterproof, sesekali ia melirik ponselnya namun tidak ada satu pun pesan dari teman-teman dekatnya.
"Aneh banget gak biasanya mereka diem semua, biasanya ada satu orang yang ngechat gw tapi ini gak ada satu pun," ucap Lala.
"Mungkin mereka sibuk ngobrol kali ya di kantin makanya gak chat Lala," ucap Lala.
Belum lama Lala mematikan layar ponselnya selang beberapa detik ia mendapat notifikasi dari Raina, ia mengembangkan senyumnya sambil berlompat-lompatan di air.
Akhirnya ada juga yang ngechat Lala, ternyata jadi anak sholehah gini banget ya baru ngeluh langsung di kasih solusi.
Lala membuka isi pesan dari Raina yang berisi voice note yang membuat dia kesal, ia memilih untuk menelpon Raina hingga akhirnya mereka berbicara lalu Raina memutuskan untuk pergi ke rumah Lala untuk bercerita.
"Orang pacaran gitu banget ya berantem terus bahkan orang ketiganya ada terus, giliran jomblo jangankan orang ketiga orang kedua aja gak nongol-nongol," gerutu Lala
Lala kembali melanjutkan kegiatan berenangnya sambil menunggu kedatangan Raina.
Bersambung ....
Mohon maaf untuk beberapa hari updatenya lama banget di karena banyaknya suatu hal yang harus diselesaikan di dunia nyataku, terima kasih juga buat kalian yang selalu setia menunggu updatenya cerita ini bahkan menanyakan kapan updatenya 😢😊
Jangan lupa like dan komentarnya supaya aku semangat lanjut ceritanya hehe 😄
Sekian dan terima kasih 😊 lop yu gaissss 💞
__ADS_1