
Fathan dan Raka melangkahkan kakinya kembali menuju kelas ia melihat Raina dan teman temannya yang masih berada di kelas.
Fathan melirik aldo dengan tatapan sinis menghampiri Rama yang terlihat kebingungan menghadapi drama yang terjadi di kelasnya.
Lala mulai geram berkacang pinggang melempar serbet tepat mengenai wajah Maira, Maira menatap kesal melempar kembali serbet tersebut namun melesat mengenai Fathan.
Fathan menatap Maira garang berjalan menghampirinya, Lala yang melihat berusaha menahan tawanya menatap wajah Fathan yang memerah karena kesal ia menjulurkan lidahnya di hadapan Maira.
"Rasain lo, lempar balik kak Fath ayooo.... parah masa muka lo dilempar serbet bekas sambel,"Lala menepuk tangan bersorak gembira melihat Fathan menghampiri Maira dengan wajah yang sangat garang.
"Bubar kalian,"ucap Fathan dingin, ia merasa tidak ada respon apapun bahkan penghuni kelas menatapnya heran membuat emosi Fathan memuncak.
"Bubar kalian semua!"teriak Fathan menggebrakkan tangannya di meja membuat semua orang terkesiap perlahan kembali ke tempatnya masing masing kecuali Raina dan teman temannya yang tidak bergerak selangkahpun dari tempat sebelumnya.
Lala menutup mulutnya yang tenganga dengan kedua telapak tangannya, ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya yang dia ketahui Fathan memang galak tetapi tidak seseram sekarang.
"Kalian ngapain masih disini, keluar dari sini,"usir Fathan.
"Kak Fathan jangan galak galak itu tangan nya gak sakit abis mukul meja sekenceng itu,"tanya Lala polos melirik tangan Fathan yang memerah.
"Gak usah banyak nanya, ambil serbet lo terus
pergi jangan bikin keributan disini,"ucap Fathan menyodorkan serbetnya.
"Siapa juga yang mau bikin keributan tuh Maira sama temen temennya yang rese duluan, makanya pas kita ribut jangan pergi jadinya gak tau ceritanya,"omel Lala.
Fathan menatap Lala gemas tidak kuat dengan celotehan Lala yang membuat kepalanya pusing.
"Terserah lo La, ambil nih serbet terus balikin ke mba Wiwik sebelum di jadiin adonan bakso,"ucap Raka.
"Udah yuk La kita pergi aja dari sini kan serbetnya udah ada,"bujuk Raina tidak mau suasana semakin rumit.
Lala menatap Rama yang sedang duduk kesal tangannya menempel tepat di telinga Rama ia menarik telinga Rama gemas.
"A..aaa.aduhh sakit woy nanti kuping gw melar gimana, sadis banget si jadi cewe kemaren narik rambut gw sekarang kuping,"omel Rama menahan tangan Lala.
"Udahlah tinggalin aja dia berdua yang penting si Lala udah aman dari Maira."ajak Zara bergegas keluar kelas diikuti oleh Aisyah, aldo dan Raina.
"Noh lo ditinggal sama temen lo La, udahan ya jewernya ampun deh ampun gw nyesel,"ucap Rama
meringis kesakitan.
Lala menoleh melihat teman temannya yang sudah berada didepan pintu melepaskan tangannya dari telinga Rama mengambil serebet bergegas menyusul teman temannya.
"Okey selesai hukumannya, semoga kuping lo gak
panjang ya kak dadah,"pamit Lala.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Lala belarian kecil sembari bersenandung ia tersenyum lebar menatap serbet yang sudah berada ditangannya.
__ADS_1
"Akhirnya gw gak jadi dipecat sebagai pelanggan setia mba Wiwik, tunggu Lala Mba Lala bawa serbetnyaaaa,"ucap Lala.
"Mba Wiwik nih serbetnya, berarti Mba gak jadi pecat Lala kan,"ucap Lala menyodorkan serbet pada Mba Wiwik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Fathan yang baru saja sampai di perpustakaan melihat rak buku yang akan menimpa orang yang ada di bawahnya ia terkejut ketika melihat orang yang berada di dekat rak buku yang akan terjatuh tersebut adalah perempuan yang beberapa hari ini membuatnya sering kali uring uringan, ia panik melempar asal buku yang ia genggam berlarian menyusul rak buku yang akan terjatuh.
Raina menolehkan pandangannya keatas terkejut melihat rak buku yang akan menimpanya ia ingin mengindar namun badannya terasa kaku memejamkan matanya pasrah menerima hal apa yang akan terjadi nanti padanya.
Fathan berhasil menahan rak buku yang akan menimpa Raina dengan punggungnya tepat berada di hadapan Raina. Raina merasa tidak terjadi apapun pada dirinya perlahan membuka matanya ia terkejut ketika melihat wajah Fathan tepat berada di hadapan wajahnya.
Fathan menatap lekat lekat wajah Raina seketika rasa sakit di punggungnya tidak terasa saat ia sibuk memandang wajah Raina.
Raina tersadar dari lamunannya panik ketika melihat Fathan yang hampir saja ikut tertimpa rak.
"Kak lo ngapain disitu,"tanya Raina.
"Joget, lo gak liat gw lagi nahan ini rak biar gak jatoh nimpa lo bisa bisa gepeng ntar lo ditiban sama ini rak,"ucap Fathan ketus.
"Gw harus apa sekarang gw bingung, gak mungkin kan lo kuat nahan itu rak yang bukunya banyak banget,"ucap Raina panik.
"Mending lo keluar dulu dari sini biar gw bisa dorong nih rak kalo lo di depan muka gw terus gimana gw geraknya,"ucap Fathan.
Raina terkesiap wajahnya bersemu merah ketika mendengar perkataan Fathan ia memalingkan wajahnya menggeser posisi tubuhnya membantu Fathan mendorong rak.
Akhirnya rak sudah kembali pada posisinya lalu mereka membereskan buku yang berserakan bersama.
Raina menatap Fathan yang sibuk meletakkan buku buku kembali pada tempat semula.
"Hmm.. Kak Fathan makasih ya udah nolongin
gw,"ucap Raina.
"lya sama sama lagian kok bisa itu rak mau niban lo,"ucap Fathan mengerutkan alisnya.
"Tadi gw mau ngambil buku tapi tinggi banget gw gak nyampe terus gw paksain akhirnya tuh rak ngamuk nimpa gw deh,"ucap Raina terkekeh.
"Pendek si haha, lain kali kalo gak nyampe mending minta tolong sama orang kalo lo ketiban gimana orang kampus jugakan yang repot,"ucap Fathan tertawa.
Raina tercengang melihat Fathan tertawa ia menatapnya penuh dengan kagum.
Fathan melihat mulut Raina terbuka ia menutup
mulut Raina dengan telapak tangannya menggelengkan kepala melihat tingkah konyol Raina yang baru ia ketahui.
__ADS_1
"Biasa aja ngeliatnya, nanti masuk kadal ke mulut lo tau rasa gw tau kok kalo gw ganteng,"ucap Fathan terkekeh.
"Ih apasi kak pede banget, mana bisa kadal masuk ke mulut,"ucap Raina tertawa.
"Bisalah kalo bayi kadal mah,"ucap Fathan.
Satu jam mereka berada di perpustakaan
membereskan buku yang berserakan akhirnya selesai.
"Oh iya kak emang lo gak ada kelas ya diem disini,"tanya Raina.
"Engga,"jawab Fathan.
"Ohhh ya udah kita keluar yuk, gw haus banget capek beresin tuh buku,"ucap Raina.
"Yaudah yuk, lo masih ada kelas gak?"tanya Fathan.
"Udah gak ada si tinggal pulang aja, kenapa emangnya,"jawab Raina.
"Kita nyari minum diluar aja ya sekalian makan gw yang bayar deh gw bosen sama makanan menu disini,"ajak Fathan.
"Berhubung lo yang ajak dan gratis gw mah gak bisa nolak,"ucap Raina terkekeh.
"Kalo yang ngajak cowo yang tadi gandengan sama
lo mana,"tanya Fathan.
Raina mengerutkan alisnya mengingat laki laki mana yang tadi bergandengan dengannya."Oh yang
lo maksud Aldo,"ucap Raina.
"Ntah siapapun namanya gak penting juga,"ucap Fathan berjalan mendahului Raina menuju pintu
perpusatakaan disusul oleh Raina.
"Kak tungguin ilah, lo ngajak tapi ninggalin si tega banget,"teriak Raina cemberut mengentikan langkahnya.
Fathan menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya."Buruan,"ucap Fathan berdiri menunggu Raina.
Raina tersenyum lebar ketika Fathan menghentikan langkah dan menunggunya ia bergegas menyusul Fathan, sampai di depan meja penjaga perpustakan mereka ditegur.
"Udah beresinya, lain kali jangan ceroboh lagi,"ucap Penjaga perpustakaan.
"Iya Pak maaf janji gak ngulangin lagi kok,"ucap Raina.
Mereka berjalan menuju parkiran kampus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......