
Mereka telah sampai di acara pernikahan salah satu teman Reno, Reno memarkirkan mobilnya lalu berjalan keluar dari mobil sambil mengusap wajahnya geram meninggalkan kedua biang rusuh yang sedang bercanda di dalam mobil.
"Buruan keluar aku tinggal nih ya, inget jangan rusuh disana," teriak Reno.
"Tuhkan ditinggal sama kak Leno, aneh banget kak Lala udah cantik malah ditinggalin gililan lagi jelek dideketin telus kayanya kak Leno sukanya sama kak Lala yang jelek deh," gumam Fano membuat Lala membelalakan matanya saat mendengar perkataan Fano yang terdengar seperti hinaan untuknya.
"Oh gitu terusss aja terus hina kak Lala liat aja nanti kalo mama kak Lala pulang kak Lala gak mau main lagi sama Fano," ucap Lala sambil memalingkan wajahnya.
Fano menatap Lala dengan tatapan polosnya sesekali menaikan bola matanya keatas seperti sedang berfikir.
"Ah gak mungkin kak Lala kan gak bisa jauh dali kak Leno, telus nih ya Pano bilangin mama kak Lala pulangnya masih lama soalnya seluan kelja," ucap Fano sambil menyengir.
"Enak aja liat aja nanti kak Lala pulang ke rumah kak Lala awas aja kalo Fano nyariin kak Lala," ucap Lala.
"Oke nanti Pano liatin," tantang Fano.
Reno yang sudah jauh dari posisi mobilnya tersadar dengan suatu hal ia menolehkan kepalanya mendengus kesal saat tidak melihat keberadaan kedua biang rusuh di sekitarnya.
Dengan geram Reno melangkahkan kakinya kembali menuju mobilnya dan mengetuk keras kaca mobil membuat orang yang berada di dalamnya kaget.
"Keluar! Aku udah sampe di pintu masuk kalian masih disini juga bener-bener kalian ya nyusahin aja, keluar buruan atau mau aku kunciin dimobil," omel Reno.
Fano dan Lala saling menyenggol dan melirik satu sama lain mereka melirik Reno sambil menyengir.
"Gitu aja galak banget dasal kak Leno aneh," cibir Fano.
"Yaudah kita keluar aja yuk sebelum kucing garong tambah marah," ajak Lala dengan hati-hati ia turun dari mobil.
Mereka memasuki gedung bersamaan terlihat dari kejauhan beberapa laki-laki yang berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum.
"Wihh Reno sekarang ke kondangan bawa gandengan, ini anak lo Ren," sapa Arman.
"Gila si Reno gak ketemu 3 bulan aja tiba-tiba anaknya udah segede ini aja istrinya juga masih muda kapan kawinnya lo wah jadi curiga gw," ucap Lukman dengan heboh sambil melirik Lala dan Fano bergantian.
"Gak usah mikir yang aneh-aneh tebakan kalian ngawur semua, anak kecil ini namanya Fano dia sepupu gw nah perempuan ini teman deketnya Raina," ucap Reno dengan santai.
"Benel tuh om katanya kak Leno, kenalin aku Pano kembalannya Jungkook umul 5 taun masih PAUD dan jomblo. Pano kesini mau belbulu lele buat Atun," ucap Fano dengan wajah polosnya.
"Aku bukan om om tau, Reno nih anak manggil lo pake sebutan kak kenapa ke gw pake om," protes Arman.
"Anak kecil gak mungkin boong udahlah terima aja udah pantes juga jadi om haha," ledek Reno.
"Kak Lala mana lelenya Pano gak liat lele dali tadi," tanya Fano namun hanya di respon dengan gelengan kepala oleh Lala.
"Kak Leno ngoblol telus Pano bosen nih, Pano lapel nih kita belbulu makanan aja yuk kak Lala," ajak Fano menarik paksa tangan Lala dengan terpaksa Lala mengikuti Fano.
"Kak Leno ngblol aja dulu ya Pano lapel banget kasian cacing pita di pelut Pano kelapelan," teriak Fano.
"Inget jangan buat kerusuhan," teriak Reno.
********
Fano sibuk menyicipin beberapa makanan ditemanin oleh Lala hingga mulutnya kepenuhan.
"Enak ya kuenya atulan tadi Pano bawa kantong klesek pasti kak Laina suka deh sama kuenya," ucap Fano.
"Abisin dulu makanannya baru ngomong nanti keselek," ucap Lala.
Disaat mereka sedang asik menyicipi makanan Anna datang menghampiri mereka dengan wajah angkuhnya.
"Wih... Jadi ini perempuan yang disukain Reno kampungan banget liat makanan di acara gedung begini kaya orang gak pernah makan mewah menggelikan," ucap Anna.
"Ada yang ngomong tapi gak ada wujudnya," ucap Lala sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah.
Fano menatap Anna kesal ia memasukan banyak sekali makanan ke dalam mulutnya lalu dengan sengaja mengeluarkannya menumpahi baju Anna.
"Sukulin emang enak baju jeleknya jadi tambah jelek, tapi sayang kuenya jadi kebuang," ucap Fano dengan muka memelas memandang kue yang sempat ia kunyah berserakan.
"Argh... Dasar anak nakal kampungan bersihin baju gw," omel Anna sambil menarik telinga Fano.
"Kak Lala tolongin Pano kuping Pano ditalik genduluwo galak," teriak Fano sambil memukul tangan Anna.
__ADS_1
Fano menatap anak geram dengan cepat ia menggigit tangan Anna lalu mendorong Anna sekuat tenaga hingga tubuh Anna terjatuh menabrak prasmanan yang berisi banyak sekali makanan membuat makanan tersebut terjatuh bersamaan dengan Anna.
Para tamu terkejut mendengar suara piring pecah mereka berjalan ke arah suara tersebut dengan penasaran.
"Fano udah jangan buat keributan nanti kak Reno marah kalo di rumah gapapa dah terserah mau ngapain aja," ucap Lala.
"Bialin aja kak Lala Tante genduluwo ini songong sukulin kena azab kan jatoh baleng makanan," omel Fano.
"Udah ya Fano diliatin banyak orang tuh nanti kalo kak Reno tau kita dimarahin," bujuk Lala.
Namun Fano tidak mendengarkan perkataan Lala ia asik menyolekan krim kue ke wajah Anna sambil terkikik.
Reno penasaran dengan apa yang terjadi sampai membuat para tamu berkumpul begitu lama di tempat itu.
Reno mengepalkan tangannya geram ia menahan malu saat melihat semua orang berbisik-bisik. Dengan rasa kesal yang memuncak ia menghampiri Fano dan menarik tangan Fano menjauhi Anna.
"Fanooo," teriak Reno.
Anna melihat kedatangan Reno yang begitu emosi dengan cepat ia merubah raut wajahnya menjadi sesedih mungkin.
"Aku udah bilang berapa kali sama kalian jangan buat rusuh tapi kalian malah buat kerusuhan disini," omel Reno.
"Tapi Kak Ren...." ucap Lala terputus oleh bentakan Reno.
"Diem! Gak usah banyak alesan kamu juga La harusnya kamu nasehatin Fano bukan diem aja liatin Fano nyoret mukanya Anna," bentak Reno.
Lala yang semulanya menunduk mulai menatap Reno jengkel.
"Kak Reno lo gak tau kejadiannya, gw udah bilangin Fano buat gak ngusilin mantan lo itu cuma Fano gak mau dia kesel karena kupingnya abis dijewer sama mantan lo yang modis itu," ucap Lala dengan rasa kesal yang sudah berada dipuncak kepalanya.
"Aku gak terima alasan apapun seharusnya kamu yang lebih dewasa dari pada Fano bisa cegah Fano buat gak bikin kerusuhan disini, liat sekarang acara teman aku rusak gara-gara kalian dan kalian berhasil buat aku malu," omel Reno ia berjalan menghampiri Anna membantunya berdiri.
Anna tersenyum penuh kemenangan ia menjulurkan lidahnya ke arah Fano membuat Fano kesal lalu melempar sisa kue yang masih berada di tangannya ke arah Anna.
"Dasal Tante genduluwo awas aja nanti Pano bales," gerutu Fano.
"Emang dasarnya lo gak bisa move on aja dari mantan lo yang modis ini pantes aja lo semarah itu sama gw dan Fano padahal jelas-jelas dia yang salah, udahlah gw kecewa sama lo Kak kejar aja tuh mantan gw gak mau temenan sama orang yang gak bisa bedain mana yang bener mana yang salah," ucap Lala melangkahkan kakinya meninggalkan semua yang berada di pusat kerusuhan dengan perasaan jengkel.
Fano panik melihat Lala pergi meninggalkannya ia teriak berlarian menyusul Lala.
Lala terkekeh mendengar perkataan Fano, ia tersenyum sambil mencubit pipi Fano gemas.
"Udah Fano ikut kak Reno aja kak Lala masih kesel sama kak Reno, kak Lala gak punya uang buat bayarin ongkos Fano kalo Fano ikut kak Lala nanti Fano capek jalan kaki," ucap Lala dengan memelas.
"Yah emangnya gak bisa ngutang dulu sama abang angkotnya nanti Pano minta duit sama mama Wina balu Pano bayal deh," ucap Fano terus menggengam tangan Lala.
"Fano sini," teriak Reno.
"Udah gih sono balik ke kak Reno nanti Fano dimarahin, bilangin ke kak Reno kalo kak Lala marah banget pokoknya sama dia ciki sekarung gak mempan buat minta maaf sama kak Lala," ucap Lala.
"Tapi kak Lala gak marah sama Pano kan, maapin Pano ya gala-gala Pano kak Lala dimalahin kak Leno tapi Pano kesel sama Tante geduluwo galak soalnya dia jewel kuping Panonya kekencengan sakit banget kuping Pano masih pelih kena kukunya," ucap Fano dengan memelas.
"Iya kak Lala gak marah sama Fano udah sono samperin kak Reno, Kak Lala mau naik angkot aja sekarang abang angkot lebih keliatan ganteng dari pada kak Reno jadi kak Lala mau naik angkot aja," ucap Lala perlahan melangkahkan kakinya keluar gedung setelah melihat Fano yang sudah sampai di hadapan Reno.
Reno melihat Lala yang pergi melangkahkan kakinya keluar gedung ia berfikir Lala akan menunggunya di parkiran jadi ia acuh dan fokus mengurus kerusuhan yang terjadi ia meminta maaf pada yang punya acara sambil membawa Fano untuk meminta maaf juga.
"Om maapin Pano ya tapi geduluwo ini yang mulai duluan dia jewel kuping Pano sampe sakit banget makanya Pano dolong, salahin aja Tante geduluwo galak," adu Fano sambil menunjuk Anna yang berada disamping Reno.
"Iya di maafin lucu banget sih kamu," ucap Istri dari yang punya acara.
"Kakak juga cantik kaya plinces ada mahkotanya gak kaya genduluwo galak ini yang kaya nenek sihil galaknya," puji Fano sambil melirik Anna sinis.
"Nih anak manggil gw om manggil bini gw kak bener-bener ya emangnya muka gw tua banget apa," protes Yuda.
Fano hanya menyengir mendengar perkataan yuda lalu kembali menatap Anna sinis ia masih memiliki dendam yang belum tuntas pada Anna.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
Kali ini full trio rusuh dulu yaa 😂 soalnya Fathan belom sampai di London ada yang mau nitip oleh-oleh gak? 😂
__ADS_1
Happy reading guys jangan lupa like dan komennya gak subscribe juga gapapa kok 😊
Lop yuuu gaisss 💞😉