
Waktu menunjukkan pukul 8.00
Setelah selesai menyantap sarapan pagi, mereka bersiap-siap untuk pergi berlibur di beberapa wisata yang ada di sekitar Bandung. Mereka tertarik dengan salah satu tempat wisata yang berada di Bandung yaitu The Lodge Maribaya. Hari ini mereka berencana berkunjung dan menghabiskan waktu disana sekaligus melepas rasa penat akibat beberapa drama yang sengaja dibuat oleh Maira dan Fahira.
"Ayo buruan lets go, gak sabar pengen sepedaan sambil melayang ala-ala sirkus," ucap Rama dengan semangat.
"Nolak ih kak Lama kaya gak pelnah naik sepeda aja, nanti kalo udah nyampe di lumah, Pano pinjemin sepeda loda tiga punya Pano deh," ucap Fano.
"Ini sepedanya beda Panu, kadas, urap. Ini sepeda yang bisa melayang di atas tali. Seru deh pokoknya. Pasti Panu bakal penasaran dan mau coba," ucap Rama.
"Parah Fano masa dikatain Panu diem aja, aku sih jadi Fano pasti marah banget." Raka sengaja menghasut Fano supaya Rama kena amuk oleh Fano.
"Udah yuk ke depan, nanti kalian diomelin loh sama mama gw, syukur-syukur gak dijewer," ajak Raina.
"Tau! Dengerin tuh kata pacar gw," ucap Fathan sambil merangkul bahu Raina.
Wina menggelengkan kepalanya saat melihat anak-anak masih asik mengobrol di dalam villa sedangkan ia dan suaminya sudah menunggu lumayan lama di depan villa.
"Haduh riweh banget sih kalian, udah siap semua belum? Mau jalan-jalan gak sih kalian dari tadi ngobrol terus," ucap Wina.
***
Setelah melewati 1 jam perjalanan kini mereka sudah sampai di depan wisata The Lodge Maribaya. Mobil yang mereka tumpangi masuk ke dalam parkiran kemudian mereka keluar dari mobil setelah mobil diparkirkan.
The Lodge Maribaya adalah salah satu tempat wisata yang berada di Indonesia. Lebih tepatnya tempat wisata tersebut berada di Bandung. Banyak wisata di Bandung yang sangat terkenal salah satunya wisata tersebut. The Lodge Maribaya merupakan salah satu wahana yang memacu adrenalin. Disana terdapat berbagai wahana wisata ekstrem dan juga instagramable yang sangat cocok untuk orang-orang yang suka dengan berfoto pada keindahan alam. Selain mempunyai keindahan alam yang sangat bagus, wisata ini juga mempunyai hawa yang sangat sejuk. Ada empat wahana ekstrem yaitu Zip bike, Sky Tree, Valley Swing dan hot air ballon.
Baru saja melihat bagian pintu masuk mereka sudah dibuat kagum dengan keindahan alam dan udara yang begitu sejuk.
"Ini mah depannya aja udah keren apalagi dalemnya, yuk ke dalem," ucap Raka dengan semangat berjalan mendahului yang lainnya.
Rama menatap Raka dengan tatapan herannya, ingin sekali rasanya ia menarik kerah baju belakang raka supaya tidak mendahuluinya.
"Perasaan barusan gw yang paling semangat dah mau dateng kesini, kenapa jadi dia yang jalan duluan," heran Rama.
"Suka-suka dia lah Ram, dia yang punya kaki. Kalo lo mau jalan duluan juga boleh sana," saut Fathan.
"Disini kulinernya banyak gak ya, Lala gak sabar banget pengen nyobain semua kulineran yang ada disini. Pasti enak banget deh," ucap Lala tersenyum sambil membayangkan beberapa makanan khas bandung.
Raina terkekeh geli mendengar ucapan Lala. Ia sangat paham sahabat sekaligus kak iparnya ini adalah pemburu makanan. Setiap berlibur ia selalu mencari kulinernya dibanding wahana-wahana di tempat wisata tersebut.
"Makan mulu yang dipikirin, naik wahananya dulu Lala. Makannya nanti aja pas udah selesai," saut Raina.
"Tau si Lala dari dulu gak berubah. Kemana pun tempatnya yang penting ada makanan dia mah mau nya," sambung Zara.
"Iyalah kalo gak makan nanti lemes, letih, lesu," saut Lala.
***
Mereka masuk ke dalam arena wisata kemudian mulai mendekati salah satu wahana yaitu wahana ayunan Sky Swing. Ayunan yang berada di udara dengan latar belakang hutan pinus sangat cocok untuk para instagramable. Banyak sekali yang mengantre hanya sekedar untuk menaiki wahana tersebut. Ayunan yang sebetulnya tidak teralu tinggi hanya saja letaknya di tepi tebing hingga membuat kesan ayunan tersebut berada diatas ketinggian yang sangat tinggi jika dilihat dari hasil foto beberapa orang yang sudah berkunjung ke tempat wisata tersebut.
__ADS_1
Lala bergedik ngeri melihat wahana tersebut, bulu kuduknya mulai naik. Rasanya ia ingin sekali segera pergi meninggalkan tempat yang menurutnya sangat menyeramkan.
Hih itu orang mau liburan apa mau bunuh diri sih, ayunan di paudnya Fano banyak kok, jadi lo gak perlu naik itu ayunan ya Lala. Semoga aja gak ada orang yang ngajakin gw naik itu wahana deh.
Reno yang sejak keluar dari parkiran menggendong Vico mengalihkan pandangannya pada wahana Sky Swing. Ia sangat tertarik dan ingin sekali berfoto di wahana itu. Terfikir olehnya menitipkan Vico pada orangtuanya untuk sementara.
"Ma, Reno nitip Vico ya. Reno sama Lala mau naik ayunan itu dulu," ucap Reno.
Mendengar ucapan Reno membuat Lala terkesiap, raut wajahnya mendadak berubah. Ia menggelengkan kepalanya.
"Engga ah. Itu ayunannya tinggi banget kalo jatoh gimana, nyawa Lala cuma satu tau gak dan ada cadangannya. Kalo kak Reno mau naik ayunan nanti aja ya kita ke paudnya Fano, disana ada perosotannya juga kok. Lala janji bakal temenin kak Reno sampe kak Reno bosen main ayunan, tapi jangan naik ayunan ini ya plisss," ucap Lala dengan wajah paniknya.
"Itu ayunannya jelek kak gak ada warnanya bagusan ayunan di paudnya Fano ada warnanya malahan warna warni. Gak usah ya kak pliss. Lala laper banget nih gak kasian apa perut Lala dari tadi dipukulin terus sama cacing dari dalem," bujuk Lala.
Raina dan Zara tertawa mendengar ucapan Lala. Mereka tau Lala sangat takut pada ketinggian jadi tidak heran ketika mereka mendengar Lala berbicara ngelantur seperti itu.
"Udahlah bilang aja takut, segala alesan ngebandingin warna ayunan. Buru bang naik, gw sama Raina mau ke wahana yang lainnya dulu pengen pacaran dulu," ucap Fathan melirik Raina sekilas.
Raina memelototkan matanya pada Fathan kemudian memukul lengan Fathan.
"Ih kak Fathan malu tau ada Mama sama Papa aku," bisik Raina.
"Pasti ngertilah mereka, pernah muda juga kan calon mertua aku pasti paham kalo anaknya mau pacaran dulu," saut Fathan.
"Yaudah kalian keliling aja naik wahana, mama sama Papa tunggu di tempat kulinerannya aja ya, kasian Vico keliatannya laper banget," ucap Wina.
"Yah, padahal Papa pengen ikut naik wahana juga loh. Udah lama banget nih gak nyobain yang model beginian. Boleh ya Papa ikut mereka Ma," ucap Gio.
"Tuh ma boleh gak, kasian banget mukanya Papa keliatannya ngidam banget nyobain wahana disini," ucap Reyhan.
"Sembarangan kamu Rey. Durhaka kamu sama Papa sendiri. Emangnya Papa hamil apa dibilang ngidam," ucap Gio.
"Maaf pa, tapi beneran muka Papa kaya lagi ngidam Haha," ucap Reyhan.
"Yaudah om Gio bareng saya aja om. Kita kan sama-sama suka wahana pengacu adrenalin. Nanti kita battle siapa yang paling keren. Gapapa dah naik wahana sama bapak-bapak yang penting gak sendirian kaya jomblo," ucap Rama.
Wina menghela nafas panjangnya. Ia sangat paham sekali suaminya itu sangat menyukai wahana ekstrem, jadi tak ada alasan untuknya melarang suaminya.
"Yaudah sana. Jangan ganjen ya, awas aja kalo ganjen," ancam Wina.
***
Fathan dan Raina sampai di wahana Zip Bike. Keduanya tersenyum saat melihat antrean yang tidak sepanjang yang mereka bayangkan.
Zip bike adalah wahana berfoto berupa sepeda dalam track tali yang tergantung, dengan background hutan pinus. Cocok sekali untuk berfoto-foto, apalagi berfoto dengan pasangan, sahabat, ttman, keluarga, dan yang lainnya. Wahana ini sudah dilengkapi dengan pengamanan optimal, sehingga aman untuk dinikmati oleh setiap orang.
Fathan menolehkan kepalanya pada Raina, ia merasa aneh dengan Raina yang sedari tadi hanya diam.
"Jangan bilang kamu takut juga kaya Lala. Tenang ada aku, kamu pasti aman," ucap Fathan.
__ADS_1
"Bukan itu kak, aku lagi mikirin Fahira sama Maira aja. Kira-kira sekarang mereka di penjara lagi ngapain ya. Kita salah gak sih ngasih hukuman ini ke mereka, aku takutnya kita kasih hukuman ini ke mereka bukannya berubah justru mereka makin dendam sama kita kak," jelas Raina.
Mendengar penjelasan Raina membuat Fathan mendelikkan matanya sebal. Ia tak habis fikir dengan kekasihnya karena bisa-bisanya ia memikirkan orang yang sudah sangat jahat pada dirinya disaat lagi liburan seperti ini.
"Udahlah gak usah dipikirin, itu semua salah mereka. Segala perbuatan pasti ada balasannya sayang. Mau itu baik ataupun buruk. Kita fokus aja sama liburan ini jangan ngebebanin pikiran kamu sama hal yang gak penting kaya tadi. Padahal aku seneng banget loh kemarin kamu berani dan tegas sama mereka," ucap Fathan.
Raina menganggukkan kepalanya. Setelah ia fikir-fikir apa yang dikatakan oleh Fathan ada benarnya juga. Ini liburan mereka kenapa ia harus membebani liburan mereka dengan banyak sekali difikiran.
"Oke, tuh giliran kita yang naik sepedanya," ucap Raina.
Mereka berjalan menuju pegawai yang bertugas di wahana Zip Bike tersebut dan mulai memasang pengaman.
***
Sementara Lala dan Reno masih sibuk berdebat hingga membuat mereka menjadi sorotan dari para pengunjung.
"Kak Reno aja yang naik Lala liatin dari sini ya. Lala gak mau naik," ucap Lala.
"Engga! Aku maunya naik ayunan itu bareng kamu. Kamu mau jadi istri durhaka yang gak nurut sama suaminya," tegas Reno.
"Kalo Lala jatoh dari ayunan itu gimana? Berarti kak Reno jadi suami durhaka ya karena maksa istrinya naik wahana pengantar nyawa," ucap Lala.
Pengunjung yang berada di sekitar mereka sedang menertawakan Lala dan Reno.
"Penganten baru ada aja kelakuan anehnya Haha."
"Dari tadi mereka diselak orang lain terus tuh Bu,"
Lala mengalihkan pandangannya ke arah ayunan melihat orang yang sedang asik berfoto-foto. Nampaknya orang tersebut sama sekali tidak takut bahkan terlihat bahagia.
Kayanya seru banget foto di ayunan, tapi kalo jatoh gimana ya. Tapi Lala penasaran banget sama ayunannya.
Setelah 1 menit berfikir akhirnya Lala memutuskan untuk mengalah dan memberanikan diri untuk mencoba wahana tersebut.
"Oke-oke Lala ngalah. Lala mau naik ayunan itu tapi kak Reno jangan jauh-jauh dari Lala terus kalo Lala mau jatoh kak Reno harus nangkep jangan biarin Lala jatoh. Janji!" Lala mengacungkan jari kelingkingnya di hadapan Reno.
Reno menghela nafas lega kemudian mengembangkan senyumnya lalu mengacak rambut Lala gemas.
"Gitu dong dari tadi, suka banget debat kamu ya," ucap Reno.
"Sebenernya Lala gak mau, tapi berhubung Lala mau jadi istri soleha bukan istri durhaka jadi Lala berubah fikiran. Ayo buruan sebelum Lala berubah fikiran lagi," ucap Lala.
***
Bersambung ....
Jangan lupa like, komen dan saran. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar untuk bahan evaluasi aku di bab selanjutnya.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1