
Pukul 21.21 seisi rumah dibuat cemas karena Lala yang belum juga kembali.
"Ini gimana ceritanya sih kalian pergi bertiga baliknya cuma berdua," tanya Wina.
Fano melirik Reno sinis lalu menghampiri Wina.
"Jadi begini mama Wina ini semua gala-gala kak Leno yang malahin kak Lala telus oon nya kak Leno gak ngejal kak Lala malah bantuin nenek gelandong beldili," adu Fano.
"Jelas dimarahinlah kalian berdua salah udah dibilangin berkali-kali jangan buat kerusuhan diacara temen kak Reno tapi kalian malah ngancurin acaranya," omel Reno.
"Tuhkan liat kak Leno ngomel lagi," adu Fano sambil cemberut.
"Emang Fano sama kak Lala ngapain kenapa bisa dimarahin sama kak Reno cerita dulu sama Mama nanti kalo Fano bener Mama belain Fano kalo perlu kak Reno Mama jewer sampe kupingnya bercabang," ucap Wina.
Fano terkekeh membayangkan telinga Reno bercabang lalu ia mendudukan dirinya di samping Wina bersiap-siap untuk bercerita.
"Jadi celitanya begini, Pano sama kak Lala lagi belbulu makanan telus nenek gelandong dateng begini nih gayanya," ucap Fano sambil meniru gaya Anna saat menghampirinya dengan pinggang yang meliuk-liuk seperti pensil inul sambil meletakan kedua tangannya diatas dadanya dengan wajah yang dibuat seantagonis mungkin.
Semua tertawa terpingkal-pingkal melihat gaya Fano saat menirukan gaya Anna ketika menghampirinya.
"Encok lo bocil yang ada itu pinggang kenapa kaya orang lagi sakit pinggang," ledek Reyhan.
"Ada yang kurang nih," ucap Raina berjalan menuju kamarnya lalu kembali dengan tas yang berisi make up.
Raina mulai merias Fano semirip mungkin dengan riasan yang Anna gunakan setelah selesai merias wajah Fano lagi-lagi seisi rumah dibuat tertawa.
Fano menatap mereka bergantian dengan tatapan kebingungan lalu berjalan mencari cermin ia terkejut melihat wajahnya.
"Huaaa kak Laina kenapa muka Pano milip nenek gelandong galak kaya badut abis ditonjok cuma lasanya gak sakit," teriak Fano.
"Haha biar mendalami pas ngejelasinnya, buruan jelasin lagi kenapa Fano bisa dimarahin," ucap Raina yang sudah siap dengan kameranya untuk mengabadikan moment tersebut.
"Pano jadi gak ganteng, tapi ini demi kak Lala gapapa deh Pano lela," ucap Fano.
"Telus dijalan ngedeketin kita yang lagi asik makan katanya gini Wih... Jadi ini pelempuan yang disukain Leno kampungan banget liat makanan di acala gedung begini kaya olang gak pelnah makan mewah menggelikan. Begitu katanya dikit-dikit ngatain kampung Pano kesel telus Pano masukin kue-kue yang banyak ke mulut Pano kalena Pano makin kesel Pano sembul kuenya geduluwo galak telus dia malah-malah sama Pano kuping Pano dijewel sakit banget nih liat kuping Pano lasanya masih pelih, Pano makin kesel yaudah Pano gigit tangannya telus Pano dolong pake kekuatan ultlamen kosmos jatoh deh dia ketiban kue-kue telus kak Leno dateng malah-malahin kak Lala abis itu kak Lala pelgi. Belsambung...." cerita Fano tidak ketinggalan ia menirukan semua gaya-gaya Anna saat berbicara dengannya.
"Gitu doang," ucap Reyhan hanya disauti dengan anggukan kepala dari Fano.
"Pinter bocil gw dukung lo kalo kita ditindas kudu kita lawan kalo gw ada disono pasti gw bantuin, wah parah lo Bang bocah bener begini lo omel-omelin," ucap Reyhan.
"Tapi gak gitu juga harusnya mereka lebih bisa kontrol diri mereka itu kan acara besar acara pernikahan teman aku gara-gara kerusuhan mereka aku ngerasa gak enak sama yang punya acara," ucap Reno terus membela diri.
"Om yang nikahan aja gak malah kok, kak Leno aja yang gak jelas malah-malah sendili kaya lagi sakit gigi, pokonya besok kak Leno halus bawa kak Lala kesini kalo gak kak Leno gak boleh pulang," ucap Fano.
"Ini rumah aku kenapa kamu yang ngusir aku," ucap Reno jengkel.
"Bodoamat!"
"Yaudah kamu coba telpon Lala dulu Ren tanyain dia sekarang dimana Mama takutnya dia nyasar," ucap Wina panik.
"Udah berpuluh-puluh kali aku telpon dia tapi gak diangkat awas aja kalo ketemu hp nya aku loakin," geram Reno.
**********
Setelah Bayu menceritakan alasannya dikejar-kejar oleh 3 orang berbadan besar tersebut Lala berniat berpamitan pulang pada Bayu.
"Bay udah malem gw balik ya," pamit Lala.
"Lo balik sama siapa? biar gw anter aja ya takutnya lo diculik kuntilanak lagi," ucap Bayu sambil terkekeh.
__ADS_1
"Wey kalo ngomong jangan aneh-aneh, pokoknya lo harus anterin gw sampe depan rumah gw ini hukuman gara-gara lo udah nakutin gw," ucap Lala.
Lala memutuskan pulang menggunakan motor Bayu, Lala sedang berfikir ia harus pulang kemana seketika otaknya buntu tidak dapat berfikir.
"Woy rumah lo dimana," teriak Bayu.
Lala merupakan salah satu dari jutaan manusia yang merasa pendengarannya tidak berfungsi saat sedang dijalan apalagi saat menggunakan kendaraan sepeda motor ( Apakah ada yang mengalami hal sama seperti Lala?😂)
"Apa... Lo ngomong apa sih Bay gw gak denger," teriak Lala.
"Budek banget sih, rumah lo dimana," teriak Bayu.
"Hehe maklum suaranya kebawa angin Lala kebagian dikit doang, berenti dulu dong Lala laper nanti Lala kasih tau rumahnya dimana," teriak Lala.
Dan akhirnya Bayu memutuskan berhenti disalah satu kedai makanan yang menyediakan menu nasi kucing.
"Kita makan disini aja ya gw gak lunya duit soalnya," ucap Bayu.
"Oke, makan dimanapun Lala mau kok asalkan yang dimakan bukan batu nanti gigi Lala copot," ucap Lala berlarian kecil mencari tempat duduk ia memilih tempat duduk lesehan supaya dengan ia dapat berselonjoran sambil makan.
Bayu memesan 2 porsi nasi kucing lalu berjalan menghampiri Lala yang sudah berselonjoran.
"Kaya duyung lo selonjoran begitu," ucap Bayu.
"Pegel Bay suer dah," keluh Lala.
"Lo pake dress pendek begitu diliatin orang-orang noh pake jaket gw aja nih buat nutupin, anteng banget lo malem-malem pake baju begituan gak kedinginan lo," ucap Bayu sambil melemparkan jaketnya tepat mengenai wajah Lala.
"Santai bang santai muka gw kesian nih kena jaket lo," ucap Lala.
Setelah menyelesaikan makan mereka duduk sebentar sambil membiarkan makanan turun terlebih dahulu.
"Sekarang Lala bingung Bay mau pulang kemana," ucap Lala.
Bayu menghela nafasnya menatap Lala geram karena kebloonan Lala yang kadang-kadang suka muncul tanpa permisi.
"Lala temennya dipsi lo kan punya rumah yaudah lo pulang aja ke rumah lo gitu aja kok susah," ucap Bayu.
Mata Lala yang semulanya sayu menjadi berbinar ketika mendengar perkataan Bayu.
"Ah iya kok Lala gak kepikiran ya makasih banyak Bayu lo bener-bener temen gw yang bisa diandelin," ucap Lala saking senangnya ia memeluk Bayu erat hingga membuat Bayu kesulitan bernafas.
"Dipsi... Tolong ini gw gak bisa nafas gilaa nih anak ya meluk aja bisa bikin orang meninggal," teriak Bayu membuat orang sekitar memandang mereka sambil senyum-senyum dan berbisik.
Lala melepaskan pelukannya sambil menyengir tanpa dosa.
"Hehe maaf Bay maaf gw teralu seneng soalnya," ucap Lala.
Setelah mengambil kesimpulan dari cerita Lala bayu berniat menasehati Lala agar tidak teralu lama marah dengan Reno.
"Oh iya lo jangan egois juga La, disatu sisi kak Reno lo itu bener, lo sama Fano tuh udah ngerusak acara pernikahan orang coba deh bayangin kalo kak Reno gak dateng kerusuhan apa lagi yang bakal kejadian disono yang ada kalian bisa diusir sama satpam gedung, tapi lo gak salah juga soalnya lo udah bilangin ke Fano yang salah tuh mantannya si kak Reno lo itu," ucap Bayu.
"Gitu ya Bay, tapi Lala masih kesel banget Bay 2 hari aja deh marahnya setidaknya gak lebih dari 3 hari biar gak dosa hehe," ucap Lala.
"Terserah lo dipsi dosa ditanggung lo ini gw mah santai aja," ucap Bayu.
"Yaudah yuk pulang gw ngantuk banget mau tidur ala-ala princess dulu," ajak Lala.
********
__ADS_1
Raina berada di dalam kamarnya ia terasa aneh jam segini tidak ada Lala yang selalu mengganggunya saat menggunakan masker wajah.
Ia melirik ponselnya melihat kontak Fathan yang belum aktif hingga saat ini.
"Selama itu ya dari Indonesia ke London padahal berangkatnya udah dipercepat tapi gak nyampe-nyampe gw kangen banget sama kak Fathan," ucap Raina meraih ponselnya mengirimi beberapa pesan kembali yang kenyataannya tidak mungkin dibaca karena Fathan sedang berada dipesawat menuju London.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1