SENIOR

SENIOR
Nenek gayung


__ADS_3

Fano ikut mendudukan dirinya di atas bangku kayu ia asik menghitung uangnya.


"Duit Pano banyak bisa buat beli lumah nih," ucap Fano.


"Rumah apaan duit segitu doang ngayal aja nih bocah," ujar Lala.


"Rumah keong yang bisa ditiup-tiup. Ada yang jual gak disini," saut Fano dengan polosnya membuat gemas siapapun yang melihatnya.


"Oh ada dong, rumah hantu aja disini ada apalagi rumah keong yang kecil begitu," ucap Reno dengan senyum manisnya.


Mata Fano berbinar ia tergesa-gesa memasukan uangnya ke dalam saku celana lalu turun dari bangku, tangannya menarik-narik ujung baru Reno dengan semangat.


"Ayo kita ke lumah hantu, Pano ngepens banget sama nenek gayung disana ada nenek gayung gak? Nanti Pano minjem hp ya buat selpi sama nenek gayung," ucap Fano dengan heboh ia tidak menyadari perubahan raut wajah Lala.


Reno terdiam ia teringat dengan Lala yang sangat penakut jika berhubungan dengan hal mistis, namun ia merasa tidak tega dengan Fano yang terus menarik-nariknya.


Fano menatap Reno kesal karena Reno tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.


"Ayooooo ... Pano mau ketemu sama nenek gayung," rengek Fano.


Reno menatap Lala hampir saja ia mengeluarkan tawanya saat melihat raut wajah Lala untungnya ia bisa menahan jika tidak habislah rambutnya ditarik oleh Lala.


"Nenek gayungnya lagi mandi besok aja ya, Fano kesini sama kak Raina dan kak Jungkook pasti seru apalagi sekarang kak Jungkook ada dua pasti asik banget deh," bujuk Lala dengan wajah melasnya.


"Nenek gayung kok mandinya malem-malem, nanti kalo nenek gayung sakit gimana," ucap Fano.


"Gak bakalan sakit dia kuat soalnya dia mandinya pake pasir, mending kita beli gulali aja tuh ada banyak," ucap Lala sengaja mengalihkan topik agar Fano tidak terus bertanya.


Lala menggelengkan kepalanya saat melihat Fano sudah sampai di depan kedai harum manis, ia melangkahkan kakinya bersamaan dengan Reno untuk menyusul Fano.


"Bisa banget ya ngalihinnya, bilang aja takut huu ... Segala ngalihin beli harum manis," ledek Reno.


Lala menghentikan kakinya menatap Reno yang terus berjalan dengan tatapan kesal dengan cepat ia berlarian menyusul Reno lalu mencubit pinggang Reno.


"Nyubit apa nyolek neng, gak ada rasanya sama sekali," ucap Reno.


"Nanti kalo dicubit beneran nangis lagi," ketus Lala.


"Abang Pano mau lambutnya nenek gelandong tapi Pano maunya walna bilu, ada gak Bang?" tanya Fano sambil memukul-mukul harum manis yang sudah dibungkus dengan plastik yang bentuknya seperti guling.


"Gak usah macem-macem beli aja yang ada," perintah Reno.


"Adanya warna ini doang Pano besok deh dibikinin khusus Pano warna biru makanya besok Pano dateng lagi kesini nanti kita buat harum manis warna-warni," ucap Penjual harum manis.


"Okeee deh janji ya Bang besok Pano kesini lagi, yaudah Pano mau yang walna pink aja lima," pinta Fano.


Tangan Fano terlihat penuh ia memeluk 3 bungkus harum manis dengan susah payah ia membawa harum manis yang sama sekali tidak berat.


"Punya Pano ada dua jangan diambil kak Lala culang belinya banyak banget sampe sepuluh dasal lakus bialin aja nanti sakit gigi telus giginya jadi ompong," gerutu Fano.


"Iya Fano bawel nih nanti kak Lala taro di mobilnya kak Reno sisanya, tenang aja sih," ucap Lala.


********


"Hira kita duluan ya, nanti mampir aja ke rumah udah lama lo gak ke rumah ada Han tuh," ucap Fathan menaik turunkan alisnya berniatan menggoda Hira dengan menyebutkan nama Farhan namun perkataannya disalah artikan oleh Raina.


"Iya nanti deh gw mampir, minta kontak lo dong udah lama nih kita lost contact kalo lewat sosmed takutnya gak lo bales," ucap Fahira dengan tawa yang menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Terus aja terus ini sebenernya yang pacaran siapa sih kenapa gw kaya obat nyamuk disini, pake acara tukeran kontak segala lagi.


Raina terus memandang keduanya malas di dalam hatinya terus mengutuk keduanya.


"Udah ya, mampir ntar ke rumah gak usah malu-malu, gw pamit dulu ya ada yang panas kayanya disini," sindir Fathan dengan senyum yang sengaja ia tahan.


Fahira mengerti maksud perkataan Fathan ia pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya ia menepuk-nepuk bahu Fathan dan membisikan sesuatu.


"Iseng banget lo gw kasih tau nih ya cewe tuh kalo udah marah bisa sampe 10 kali lebaran tau," bisik Fahira.


"Tenang gw punya sepuluh ribu cara jitu yang gw baca di google buat bikin cewe gak ngambek lagi," ucap Fathan dengan percaya diri.


"Terserah lo deh gak berubah dari dulu keras kepala banget," pasrah Fahira.


Lagi-lagi Raina dibuat kesal ia terus merengut dan bergerutu di dalam hatinya.


Dari dulu, sejak dulu, dari jaman dulu. Gitu aja terus seakan-akan dunia punya dia berdua pengen keluar duluan dari sini tapi nanti gw dibilang cemburu lagi ya walaupun bener tapi gengsi.


"Hey ... Masih betah disini kayanya nih," tegur Fathan ia melambaikan lambaikan tangannya di depan wajah Raina dan berhasil membuat Raina tersadar.


"Yaudah yuk pulang besok ngampus ada dosen baru gak enak kalo telat," ucap Raina asal padahal nyatanya ia sedang kesal hingga ia sengaja menggunakan alasan tersebut.


Fathan tersenyum melihat Raina yang sudah berjalan keluar toko mendahuluinya tangannya terangkat mengusap wajahnya.


"Cewe gitu ya tadi diem sekarang ninggalin," gumam Fathan ia melangkahkan kakinya menyusul Raina.


*********


"Pano pulang!" teriak Fano berlarian dengan tangan yang memeluk harum manis.


Steven merupakan Ayah kandung dari Fano yang saat ini sengaja datang ke rumah Wina untuk mengunjungi jagoan kecilnya yang selalu menolak untuk diajak pulang.


"Pano mau nemenin kak Leno ngejomblo kasian dia jomblo sendilian, Papi ngapain kesini tenang aja Pano gak nakal kok disini malahan tadi Pano abis nyali duit di pasal malem," oceh Fano.


"Nyari duit di kantong celana orang kamu ya," ucap Steven terkekeh tangannya ia rentangkan untuk memeluk Fano namun Fano malah melengos merebahkan dirinya di sofa.


"Sedih banget dikacangin sama anak," ledek Reyhan.


"Maapin Pano ya Papi, Pano gak tau He-he, nih Pano bagi lambut nenek gelandong jangan ngambek ya nanti gantengnya ilang," bujuk Fano tangannya sibuk membuka plastik harum manis setelah plastik terbuka ia mengulurkan tangannya menyuapi Steven lalu bergantian dengan yang lainnya kecuali Reyhan dan Reno.


"Kak Leno minta suapin aja sama kak Lala nanti Pano dibilang ngelebut kak Leno lagi," ucap Fano dengan wajah polosnya.


"Kak Leyhan gak boleh minta beli aja sono halganya goceng, punya duit gak? nih Pano kasih selebu deh," oceh Fano.


Belum sempat Reyhan menjawab perkataan Fano perhatiannya teralihkan oleh kedatangan Fathan dan Raina.


Wajah Raina terlihat ditekuk membuat orang disekitar menatapnya heran.


"Palingan gara-gara Fathan," saut Reno.


"Nih kue buat Fano," ucap Fathan menyodorkan paperbag besar.


"Asikkkk Pano dapet kue makasih kak Jungkook, gak tau ini kak Jungkook yang pertama apa kedua pokonya Pano sayang kak Jungkook kembalam Pano, coba aja disini ada kak Lala poo pasti Pano bisa pamel," sorak Fano berloncat-loncatan kegirangan.


"Gak ada dicariin giliran ada ribut terus," gumam Reno.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Selamat membaca gais 😊


Maaf belum bisa up banyak kaya dulu semoga aja bisa kembali normal ya dan bisa crazy up 3 bab dalam satu hari hehe


Jangan lupa like dan komen ya kalau ada saran dan kritik silahkan monggo aku terima hehe


sekian dan terima kasih 😄😊

__ADS_1


__ADS_2