SENIOR

SENIOR
Cupcake


__ADS_3

Raina berjalan gontai sesekali merutuki kebodohannya sambil memukul-mukul kepalanya.


Zara dibuat kebingungan ketika melihat Raina kembali dengan wajah murung sambil memukul kepalanya sendiri.


"Zaraaa, Gw lagi sedih," adu Raina sambil memeluk Zara.


"Iya gw tau lo lagi sedih, kenapa?" tanya Zara membalas pelukan Raina.


Raina melepas pelukan Zara menatap Zara dengan wajah memelas hingga membuat Zara geram karena Raina teralu banyak berekspresi, tetapi tidak berbicara.


"Jangan sampe gw pukul nih kepala lo, buruan cerita ada apa gak usah kebanyakan drama," geram Zara.


"Diputusin sama kak Fathan," ucap Raina pelan.


Saat mendengar perkataan Raina mata Zara membola ia terdiam dan berfikir harus menertawakan atau turut sedih.


"Kok bisa?" tanya Zara.


"Gw kebawa suasana terus kak Fathan kesal sama gw dan gw diputusin udah gitu abis diputusin muncul Maira sama buntut-buntutnya ngeledekin gw jadinya kan makin miris," jelas Raina.


"Udah ah gw mau duduk capek dari tadi berdiri terus," ucap Raina mendudukan dirinya diatas kursi.


"Orang kalo lagi ngebucin aneh terus lagi patah hati anehnya pun makin meningkat, duduk tinggal duduk segala di dramain," ucap Zara.


"Kata lo surprisenya bakal jalan gak? Soalnya kak Fathan mutusin gw pasti dia gak mau dateng nanti," ucap Raina.


"Tenang aja kita punya banyak cara buat bikin kak Fathan dateng lo gak usah kaya gini lah sedih amat gw liatnya," ucap Zara.


**********


Sementara Aisyah dan Aldo kini berada di salah satu restoran yang akan mereka sewa untuk acara Raina.


"Punya duit gak lo, bayar pake apa nih gw lupa minta lagi ke Raina," ucap Aldo.


"Bayarin dulu lah pelit banget sih," ucap Aisyah.


"Mahal ***, lo kata nyewa restoran kaya nyewa warnet yang harganya sejam 3 ribu," oceh Aldo.


"Ya terus gimana kalo pake uang Aku nanti uang bulanam Aku abis terus besok aku makan apa," ucap Aisyah.


"Abang lo ada dua tinggal minta aja gampang, yaudah gini aja kita patungan ya nanti kalo diganti kita bagi dua lagi," ucap Aldo.


"Yaudah kalo gitu aku setuju, buruan bilang ke Bapaknya," ucap Aisyah sambil memukul bahu Aldo.


"Sabar bang," ucap Aldo terkekeh.


Setelah bernegosiasi akhirnya manager restoran setuju dengan harga yang ditawa oleh Aldo.


"Kerenkan gw bisa nawar segitu, kita hemat lima ratus ribu lumayankan," ucap Aldo dengan senyum bangganya.


"Iya Alhamdulillah bisa buat beli jajan," ucap Aisyah.


Aldo kembali mengalihkan pandangannya pada manager yang masih berada dihadapannya.


"Berarti bisa mulai sekarang ya, Pak," ucap Aldo direspon anggukan kepala oleh manager restoran.


Mereka menyewa restoran+ jasa dekorasinya hingga membuat mereka tidak disibukan dengan dekorasi.


"Pokoknya kaya yang kita bilang ya Mba, nanti kita kesini lagi semoga aja udah kelar ya," ucap Aisyah.


********


Fano berlarian memasuki rumah sambil menenteng satu kantong jajanan yang sempat ia beli menggunakan uang Reno.


"Untung kak Leno yang jemput Pano jadinya Pano bisa jajan banyak," gumam Fano melempar tasnya asal mengambil remot televisi lalu merebahkan dirinya diatas sofa sambil menonton kartun favoritenya.


"Fano bajunya ganti dulu kebiasaan pulang sekolah bukannya ganti baju dulu," teriak Wina.


"Iya nanti, Pano mau nonton dulu," saut Fano.


"Ganti dulu sana bajunya nanti aku gak mau beliin Fano jajanan lagi nih ya," gertak Reno mendudukan dirinya diatas sofa.


"Dasal olang gede mentang-mentang punya banyak duit bisanya nakut-nakutin Pano liat aja nanti kalo Pano punya duit," gerutu Fano beranjak dari sofa melangkahkan kakinya menuju kamar untuk mengganti seragamnya dengan kaos rumah.


Setelah mengganti bajunya Fano berlarian menuju dapur berniat mengambil air minum.


"Huaa ada hantunya kak Lala disini," teriak Fano.


Lala yang sedang asik menyantap makanan dibuat tersedak oleh teriakan Fano.


"Sembarangan kalo ngomong ini beneran Lala tau, biarin aja Fano kualat nanti udah bikin kak Lala keselek," ucap Lala.


"Lagian kak Lala ngapain disini Pano kila hantu yang kelapelan," ucap Fano berjalan menuju dispenser.


"Kak Lala tuh kesini karena katanya kak Raina kalian nyariin kak Lala pas kak Lala sampe sini sepi banget gak ada orang adanya kak Rey doang," jelas Lala sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Boong, bilang aja kak Lala kangen sama kak Leno dan pastinya kak Lala kangen Pano juga," ucap Fano.


"Hidihh... Ada juga kalian yang kangen kak Lala," ucap Lala.


"Kak Leno ada kak Lala nih katanya dia kangen sama kak Leno," teriak Fano berlarian menyusul Reno.


"Wei bocah kalo ngomong suka fitnah jangan percaya kak Reno," teriak Lala berlarian mengejar Fano.

__ADS_1


Reno menghela nafas sambil menatap keduanya dengan tatapan jengah.


"Kalian berdua ngapain sih berisik banget siang-siang bukannya duduk anteng," tegur Reno.


"Ini kak Lalanya yang ngejal-ngejal Pano, kak Leno tau gak? Tadi katanya kak Lala dia kangen sama kak Leno makanya dali tadi dia nungguin kita pulang sampe ngabisin makanan di dapul," ucap Fano.


"Jangan diambil hati omongannya si Fano dia suka gak jelas, haduhh capek," ucap Lala dengan nafas tersenggal-senggal mendudukan dirinya disamping Reno.


"Berisik banget si lo bedua pergi gak dari sini kalah kan jadinya gara-gara lo semua berisik," teriak Reyhan.


"Itu namanya gak bisa main jangan nyalahin olang dong dasal cemen main gituan aja kalah wle," ledek Fano sambil menjulurkan lidahnya.


"Bener-bener nih bocil ya gw masukin ke dalem botol juga lo," geram Reyhan sambil mengacungkan botol teh pucuk pada Fano.


"Gak muat lah kak Leyhan oon nih emangnya Pano tuyul," saut Fano.


"Berisik nih kalian, mending ikut aku aja lah dari pada ribut terus disini," ajak Reno menarik tangan kerah baju bagian belakang Fano dan Lala.


"Mau kemana sih? Nariknya jangan kaya ginilah berasa kaya tikus nih ada tangan nih narik tangan aja ya biar lebih keliatan so sweet kaya di film-film," ucap Lala mengulurkan tangannya di hadapan Reno.


"Pano maunya digendong aja lah kalo gandengan sama aja keselet selet kaya kopel," ucap Fano.


"Banyak maunya buruan masuk mau ikut kaga," ucap Reno yang sudah sampai di depan mobilnya.


"Mau kemana?" tanya Fano dan Lala bersamaan.


"Banyak nanya nanti juga tau," ucap Reno berjalan memasuki mobilnya.


*********


Raina terdiam melirik beberapa orang yang melewatinya sesekali ia melamun.


"Zara mendingan dibatalin aja kali ya acaranya gw takut kak Fathan gak mau dateng terus jadi sia-sia gw gak enak sama kalian yang udah susah payah ngebuatnya," ucap Raina.


Zara mengerutkan alisnya lalu tangannya terangkat menoyor kepala Raina.


"Justru kalo lo minta dibatalin yang bikin kerjaan kita jadi sia-sia, udah lo gak usah mikir yang aneh-aneh pasti bakal jalan kok tadi gw udah kasih tau ke Aldo kalo lo putus sama Fathan dia juga nyanggupin tenang aja kan ada Aisyah," ucap Zara terus memberi dukungan pada Raina.


"Terserah kalian deh gw pasrah," ucap Raina.


*******


Fathan yang sudah berada di rumahnya melirik sekitar lalu berjalan menuju kamarnya melempar tasnya di atas kasur.


Fathan mengambil ponselnya dari dalam saku celananya lalu menatap foto Raina yang ia jadikan wallpaper.


"Bisa-bisanya lo bandingin gw sama cowo lain bahkan bilang cowo lain lebih baik dari pacar lo sendiri, gw mau marah tapi gak bisa bahkan sekarang gw nyesel mutusin lo duluan," gumam Fathan.


Farhan yang semulanya hanya ingin numpang lewat namun saat mendengar ocehan Fathan ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Fathan yang tidak dikunci tanpa permisi.


Fathan menolehkan kepalanya rasa kesalnya yang mulai memudar seketika kembali memuncak saat melihat keberadaan saudara kembarnya.


"Sini lo! Gara-gara lo gw jadi putus sama Raina ide lo gak ada yang bagus," teriak Fathan tangannya melayang tepat mengenai hidung Farhan.


"Hari ini kenapa sih semua orang suka banget mukul hidung gw tadi pagi cewe gila tiba-tiba mukul gw sekarang lo sakit tau untung aja gak berdarah," omel Farhan.


"Makanya kalo ngasih ide tuh yang bener, gw gak mau tau lo harus tanggung jawab," ketus Fathan.


"Emangnya lo gw apain sampai gw yang harus tanggung jawab, lagian lo putus sama Raina tuh takdir kali mungkin kalian gak jodoh," ucap Farhan.


"Kalo bukan karena ide lo itu gw gak bakalan putus sampe sekarang," omel Fathan.


"Emangnya yang mutusin siapa?" tanya Farhan.


"Gw sih, abisan gw kesel sama Raina," jawab Fathan.


"Berarti lo yang salah ngapain lo mutusin dia udahlah males gw punya kembaran bloon," ucap Farhan merebahkan dirinya di kasur Fathan.


*********


Mobil Reno sampai di depan toko kue, mereka keluar dari mobil lalu memasuki toko tersebut.


"Siapa yang ulang tahun?" tanya Lala.


"Nanya mulu, kalian pilih aja mau yang mana buruan," pinta Reno.


"Buat siapa dulu nanti salah desain marah-marah," tanya Lala.


"Buat Fathan," jawab Reno.


"Kak Fathan ulang tahun?" tanya Lala mendadak heboh.


"Nanya mulu nih buruan pilih," kesal Reno.


"Yaudah Pano aja yang pilih," sambung Fano.


"Mba cantik Pano mau kue yang ada gambal belbi sama ultlamennya," pinta Fano.


"Mba cantik Fano mau nyobain kue ini boleh gak, nanti yang bayal kak Leno tenang aja dia banyak duit kok, kalo kak Leno gak mau bayal suluh cuci piling aja, tenang ada kak Lala juga yang bantuin," ucap Fano.


Pelayan kue hanya tersenyum sesekali menggelengkan kepala sambil tertawa melihat tingkah Fano.


Fano menyicipi beberapa kue yang ada di toko saat kue sudah jadi ia tersenyum melihat desain kue.

__ADS_1


"Pano mau dibungkusin kue kaya yang tadi Pano makan ya Mba cantik," ucap Fano.


"Mau berapa?" tanya Pelayan.


"Gak usah banyak-banyak sepuluh aja Mba," jawab Fano.


Reno mendengar perkataan Fano refleks membolakan matanya lalu berjalan menghampiri Fano.


"Mesen apaan itu sampe 10," tanya Reno.


"Cupcake Mas tadi Fano lahap sekali makan cupcakenya kayanya dia suka banget sama cupcake," jawab penjual sambil tersenyum pada Reno dan Fano.


"Mba Pano mau gambal teletabis di cupcakenya boleh gak?" tanya Fano.


Lala memperhatikan pelayan yang sedari tadi senyum pada Reno sesekali pada Fano hingga membuatnya sedikit kesal.


Nih Mba-mba senyumnya ke kak Reno sama Fano doang kenapa ke Lala gak senyum dasar Mba ganjen.


"Mbanya senyum mulu ntar gak bisa ketawa loh tau rasa," ketus Lala.


"Ini salah satu prosedur pelayanan disini Kak, kita harus ramah sama pembeli," ucap Pelayan.


"Tapi dari tadi Mba gak senyum ke Lala," saut Lala.


"Emangnya kak Lala beli?" tanya Fano dengan wajah polosnya.


"Engga sih," ucap Lala.


"Tau nih gak beli minta disenyumin nih aku senyumin biar gak iri," ucap Reno terkekeh lalu tersenyum pada Lala.


"Hish mendadak Lala sakit gigi disenyumin sama kak Reno," ucap Lala bergedik ngeri.


"Jelaslah senyum aku teralu manis makanya bisa buat kamu sakit gigi yakan," ucap Reno sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Dasal olang gede keljaannya ngegimbal telus," keluh Fano.


Pelayan datang dari dalam membawa cupcake lalu melihatkannya pada Fano, setelah merasa cocok dengan kuenya Reno membayar kue tersebut lalu mereka keluar dari toko kue.


*********


Aldo mengirimi Zara pesan untuk segera menyusulnya bersama Raina.


"Nih Raina si Aldo ngasih tau kita buat nyusul dia yuk buruan kita kesana," ajak Zara.


Mereka pergi menggunakan taxi online menuju lokasi yang sudah dikirim oleh Aldo sesampainya disana Raina dibuat kebingungan.


"Kita ngapain ke salon? Acaranya masih lama kan," ucap Raina.


"Wei Raina bukannya masuk malah berdiri disini kita mau makeupin lo ala-ala kecelakaan disini terus hasilnya kita foto kirim ke kak Fathan pasti dia panik banget terus dateng," tegur Zara yang sudah berada di depan pintu.


"Emangnya lo yakin bakal berhasil?" tanya Raina melangkahkan kakinya memasuki salon.


"Yakin 1000%" ucap Zara.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Happy reading gais 😉

__ADS_1


Jangan lupa like + komennya kalo ada kritik dan saran juga gapapa buat evaluasi dan membangun karyaku yang masih butuh kritik dan saran yang membangun.


Sekian dan terima kasih 😉


__ADS_2