
Raina menghubungi Lala melalui akun instagram Fathan karena Fathan tidak mempunyai kontak Whatsapp Lala.
Lala sedang asik karaokean online disalah satu aplikasi yang menyediakan fitur karaokean terhenti layar ponselnya berganti dengan layar panggilan telpon dari Fathan.
Lala mengerutkan alisnya menatap layar ponsel yang masih menampilkan panggilan dari Fathan ia memutuskan menggeser tombol hijau dari pada mati penasaran terus menerka nerka.
"Hallo ada Lala manis disini, ada perlu apa ya lo ganggu gw karaokean aja si,"ucap Lala.
"Ini gw Raina,"ucap Raina.
"Rainaaaa, lo kemana aja ngilang gak kode kode dulu bikin bingung gw sama yang lain aja udah gitu tas ditinggalin aja lagi sama isi isinya bahkan hp pun lo tinggal, udah kaya lo ya,"teriak Lala histeris ketika mendengar suara Raina.
Raina memejamkan matanya dan menjauhkan
ponsel Fathan darinya.
"La gak usah teriak juga kali kaya di hutan aja lo,"omel Raina.
"Hehe maaf Raina gw seneng banget denger lo gak jadi ilang gw kira lo diculik tau, tapi setelah gw pikir pikir mana ada yang mau nyulik lo ya,"ucap Lala polos.
"Bodoamat La, sekarang gw mau nanya lo lagi dimana terus tas gw gimana,"tanya Raina.
"Di rumah dong Lala mau jadi anak rumahan dulu nih, gw kira lo gak butuh sama itu tas lagi, tasnya ada di Aldo nanti dia ke rumah lo bawain tasnya tungguin aja di rumah lo, jangan lupa periksa tas lo pulpennya ilang gak kalo ilang yang ngambil Aldo kalo lo gak terima laporin aja dia ke polisi biar tau rasa,"ucap Lala berbicara tanpa jeda.
Fathan mendengar Lala menyebut nama Aldo memasang wajah tidak sukanya.
"Si Lala ngomong banyak banget si gak haus tuh anak,"sambung Fathan ketus.
"Itu kak Fathan, lo lagi sama kak Fathan Rain widihhh ternyata Ais berbakat jadi dukun dia bisa tau kalo lo perginya sama kak Fathan,"ucap Lala.
Raina menghela napasnya ia menyesal menghubungi Lala.
Fathan merebut ponselnya melanjutkan pembicaraan Lala dan Raina.
"Lala kuota gw mahal jadi kalo mau ngobrol nanti aja bye,"ucap Fathan memutuskan panggilan sepihak tanpa pamit.
Lala disana terus mengumpat dan menyumpahi Fathan.
Fathan meletakkan ponselnya di meja tersenyum
pada Raina.
"Bereskan, kalo lo ladenin terus bisa bisa kuota gw abis,"ucap Fathan terkekeh.
"Parah si untung tuh anak lagi asik karaokean kalo gak lo bakal di telponin terus sama dia kak ampe puas,"ucap Raina tertawa.
"Temen lo yang satu itu ajaib banget kaya robot gak ada capeknya,"ucap Fathan sambil menyeruput jus jeruk yang ia pesan menggunakan sedotan.
"Raina lo dicariin gak sama orang tua lo, nanti gw di cap gak baik lagi ngajak pergi gak izin dulu,"tanya Fathan.
"Barusan gw chat Bang Ren sama Bang Rey buat bilang ke Mama kalo gw pulangnya lama mau main dulu,"jawab Raina.
"Sejujur itu lo yaa, biasanya orang orang kalo main izinnya beda gak sesuai sama realita,"ucap Fathan
tertawa.
"Kalo boong nanti pas nyampe rumah ditanya tanya pasti gw gak bisa jawab mending jujur sekalian kak,"ucap Raina.
__ADS_1
"Tapi gw gak sejujur itu kok hahaa gw juga sering boongin Mama,"ucap Raina tertawa mengingat berapa banyak ia berbohong pada Wina dari hal sepele sampai yang serius.
Fathan ikut tertawa mendengar pengakuan Raina yang sering kali membohongi Mamanya.
"Ah iya lo kenal cowo tadi dari kapan emangnya keliatannya deket banget,"tanya Fathan ntah hasutan dari mana ia senekat itu menanyakan perihal Aldo pada Raina.
Raina menatap Fathan dengan tatapan bertanya tanya, ia bertanya pada dirinya sendiri laki laki mana yang dimaksud Fathan.
"Ah itu Aldo, Aldo kan namanya yang tadi ngikut ke kelas nontonin si teletabis,"ucap Fathan yang
mengerti maksud pandangan Raina yang bertanya
tanya.
"Teletabis? iya Aldo namanya,"ucap Raina.
"Iya teletabis si Lala, yaudah jawab pertanyaan gw yang tadi,"ucap Fathan.
"Dapet panggilan dari mana haha, Aldo itu temen gw dari TK dia tuh selalu ngebela gw kalo gw diisengin sama anak anak yang lain terus dia pindah rumah dan sekolah ke luar negeri dan kita baru aja ketemu pas di mini market sebelum gw nyusruk nabrak pohon itu loh hahaha,"ucap Raina.
"Lo gak ada hubungan lebih sama dia misalnya mantan gitu,"tanya Fathan.
"Enggak lah dari dulu gw anggep dia sahabat gw gak lebih, tapi dia penting juga buat gw karena dari dulu dia baik banget sama gw bahkan sampe sekarang dia belain gw pas mau ditampar Maira,"jawab Raina tersenyum.
Fathan menatap Raina ada rasa kesal saat Raina menganggap Aldo penting buatnya, Raina menyadari perubahan sikap Fathan terbesit niat menggodanya.
"Kenapa lo kak ? cemburu yaa,"tanya Raina mengedip ngedipkan matanya di hadapan Fathan.
Fathan terkesiap saat mendengar pertanyaan Raina.
"A...apaan si lo, siapa yang cemburu,"ucap Fathan gugup mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah.
"Songong ya udah ngatain narik narik idung lagi, kalo idung gw jadi panjang banget kaya pinokio gimana,"omel Fathan membalas menarik hidung Raina gemas.
"Gapapa lo juga narik idung gw barusan, jadi panjangnya barengan tenang aja lo ada temennya,"ucap Raina tertawa.
"Besok lo ada acara apa sama Lala kok sampe ada Mamanya dia juga,"tanya Fathan.
"Mau ada acara lamaran,"ucap Raina serius.
Fathan mengerutkan alisnya menatap Raina bingung,"Siapa yang lamaran,"tanya Fathan.
"Si Lala mau ngelamar Abang gw."ucap Raina terus
berusaha menahan tawa.
Fathan tercengang ia menganggap perkataan Raina serius karena sebelumnya ia pernah melihat kedekatan mereka pada saat di pasar malam tapi ia merasa teralu cepat dan aneh mengapa Lala yang melamar ke rumah Raina bukan sebaliknya.
Raina tidak kuat terus terusan menahan tawanya perutnya sudah terasa sakit akibat menahan tawa akhirnya tawanya pecah saat melihat perubahan
raut wajah Fathan yang menurutnya sangat lucu.
"Kenapa ketawa, iya si gw tau acara lamarannya lucu masa si Lala yang ngelamar ke rumah lo,"ucap Fathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gw tuh ketawa bukan karena itu tapi gara gara liat
muka lo kalo lagi kebingungan lucu banget sumpah
__ADS_1
hahaha,"ucap Raina mengusap wajah Fathan menggunakan telapak tangannya sekilas.
"Lo boong ini gw yaa,"ucap Fathan menatap sebal.
"Hehe iya, lagian mereka tuh berantem terus kalo ketemu mana mungkin secepat itu, jadian aja belom,"ucap Raina.
"Mereka pasangan yang cocok tau yang satu pecicilan banget yang satu kebalikannya berasa melengkapi,"ucap Fathan terkekeh.
"Terus kalo kita cocok gak?"ucap Raina menaik turunkan alisnya menggoda Fathan ntah mengapa hari ini ia sangat senang menggoda Fathan padahal jika diingat ingat lagi terkesan sedikit lebay dan aneh perempuan menyosor laki laki duluan.
Fathan yang sudah mulai terbiasa dengan godaan Raina mulai menyeimbangi ia berniat menggoda balik.
"Cocok dong, lo tuh kaya api yang perlahan mencairkan es yang membeku nah es nya itu gw, gimana kalo kita ngeduluin Abang lo sama Lala,"ucap Fathan menatap Raina lekat.
Raina seperti kena senjata makan tuan niatnya menggoda malah tergoda, pipiya merona ketika mendengar perkataan terakhir Fathan, ia mengutuk dirinya sendiri dan menyesal telah menggoda Fathan.
Fathan yang melihat respon Raina tidak kuat menahan tawa dan akhirnya tawa lepas begitu saja.
"Hahaha sumpah pipi lo merah, gw becanda doang kok jangan diambil hati ya,"ucap Fathan tertawa.
Raina menatap Fathan geram melemparinya dengan tissu bekas mengelap mulutnya saat selesai makan.
"Parah lo ya, kalo gw baper lo mau tanggung jawab,"omel Raina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......