SENIOR

SENIOR
Calon kakak ipar


__ADS_3

Raina memandang pintu kamarnya dengan tatapan bertanya tanya ia mengalihkan pandangannya pada Aisyah yang sedang asik dengan tawanya.


"Abang lo kenapa si lucu banget segala kabur,"ucap Raina terkekeh.


"Malu dia ketauan sama aku hahaha,"ucap Aisyah tertawa.


Raina mengerutkan alisnya memandang Aisyah seolah olah bertanya maksud dari perkataannya.


"Intinya kamu bakal jadi calon kakak ipar aku,"ucap Aisyah dengan gembira.


Raina menatap Aisyah tidak percaya, ia mengira Aisyah hanya bergurau padanya.


"Ada ada aja lo Ais, Abang lo mah kaya gak suka cewe mana mungkin gw jadi kakak ipar lo haha,"ucap Raina terkekeh.


"Sembarangan kamu Rain gitu gitu bang Fath normal tau, sekarang tuh dia lagi suka sama perempuan tau hahah, kamu tunggu aja ya hari nyatain perasaan dia ke perempuan itu,"ucap Aisyah.


Sejenak Raina berfikir mengenai perkataan Aisyah Fathan sedang menyukai perempuan dan ia berusaha menerka nerka siapa perempuan yang dimaksud oleh Aisyah, jelas saja ia merasa bukan dirinya terakhir kali ia sangat percaya diri saat Fathan mengajaknya jalan tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan tingkat percaya dirinya, ia menyudahi lamunannya menurutnya tidak ada gunanya difikirkan hanya membuat pusing dan sakit hati saja.


"Ah iya Aisyah kembarannya kak Fathan kemana kok sekarang gak pernah keliatan,"tanya Raina berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Kak Farhan udah balik ke Sydney, bentar lagi dia lulus loh nanti dia bakalan netep disini,"ucap Aisyah berloncat loncatan kegirangan.


Raina memperhatikan Aisyah yang sebegitu senangnya pun ikut tertawa ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aisyah yang menurutnya sedikit kekanak kanakan.


Saking senangnya Aisyah lupa dengan kondisi Raina yang sedang tidak enak badan.


"Raina lo pasti lagi gak enak badan ya, lo istirahat yaa biar besok bisa ngampus terus kita bisa liat keanehan apa lagi yang dibuat Lala bareng bareng,"ucap Aisyah murung.


"Lala nginep disini Ais jadi tiap menit gw selalu liat keanehan dia hahah apa lagi sekarang ditambah Fano,"ucap Raina terkekeh.


"Yaudah deh aku keluar dulu ya, kamu istirahat biar besok mendingan syukur syukur sehat deh,"ucap Aisyah membuka pintu kamar Raina lalu pergi menyusul yang lainnya yang berada di bawah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aisyah menuruni anak tangga menghampiri keributan yang sedang terjadi antara Fano dan Reyhan.


"Ayoooo tawulan ngajak doang tapi gak jadi jadi nih Pano udah bawa senjata,"ucap Fano menantang Reyhan dengan centong nasi yang ia genggam.

__ADS_1


Reyhan menatap Fano sengit ia berjalan menuju kamarnya lalu kembali menghampiri Fano.


"Ayooo siapa takut, nih gw punya senjata juga emangnya lo doang yang punya,"ucap Reyhan menunjukan jarum pentul yang baru saja ia ambil dari dalam kamarnya.


Ruang tamu menjadi heboh dengan ulah mereka yang sibuk berlari larian dan bersembunyi sembunyi, sedangkan yang lainnya menatap mereka berdua waspada takut terkena jarum yang dibawa oleh Reyhan.


Lala baru saja selesai membantu sekaligus belajar memasak dengan Wina ia berjalan menuju ruang tamu sembari bersenandung untuk menyuruh mereka mengambil jatah makanannya.


"Aduhhhh huaaaa sakittt ini siapa yang naro jarum disini,"teriak Lala berloncat loncatan sembari memegang kakinya.


Fano dan Reyhan yang sedari tadi bersembunyi refleks menoleh, Fano menghampiri Reyhan lalu menakut nakutinya.


"Hayooo hayoo dijewel mama Wina untung senjata Pano centong jadinya Pano aman dali jewelan,"ucap Fano polos.


Seisi rumah dibuat panik saat Lala berteriak mereka berhamburan menghampiri Lala kecuali Raina yang sedang berada di kamarnya.


"Lala kamu kenapa,"tanya Aisyah panik.


"Kaki gw kemasukan jarum pentul huaaa sakit bangetttt tolongggg,"teriak Lala.


"Duduk dulu, gak usah teriak teriak pusing nih,"ucap Reno mendorong bahu Lala.


Setelah Lala duduk Reno mengangkat kaki Lala lalu melihat telapak kakinya dengan cepat ia menarik jarum yang berada di kaki Lala.


"Huaaaaaa Mama tolongggg kaki Lala dibawa kabur sama jarum pentul,"teriak Lala saat jarum dicabut oleh Reno air mata sudah membanjiri pipinya.


Wina dan Gio menatap Lala yang sedari tadi menangis tidak tega.


"Itu nancepnya dalem gak Ren, kalo dalem harus dibawa kedokter atau kita panggilin dokter aja kesini,"ucap Gio cemas.


Akhirnya mereka memutuskan memanggil dokter ke rumah dan kaki Lala diperban untuk sementara waktu karena jarum menancap teralu dalam pada kakinya.


Fano yang sedari tadi hanya menjadi penonton menatap Lala cemas ia berjalan mendekati Lala.


"Kak Lala sakit banget ya kakinya sampe digulung gulung pake perban,"ucap Fano memelas.


"Iyalahh sakit nih, Fano ya yang naro jarum di karpet,"ucap Lala ketus.


"Ih kak Lala jangan malah malah dulu sama Pano, kak Lala gak liat nih senjata Pano centong buat tawulan bukan jalum kalo jalum punyanya kak Ley,"ucap Fano menunjukan centong berwarna biru pada Lala.


Secara bersamaan orang orang yang berada di satu ruangan dengan Lala menatap Reyhan dengan tatapan yang seolah olah ingin mencekiknya.


Wina menghampiri Reyhan lalu menarik telinganyan.


"Ampunnnn Ma ampunn Rey gak sengaja suer dah Rey kira gak bakalan nusuk kaki orang,"ucap Reyhan meringis sembari memegangi telinganya.


"Kamu yaa kalo mainan tuh yang bener aja Rey, untung korbannya cuma satu kalo semuanya pada kena gimana,"omel Wina.


"Iya ampunnn Rey gak ulangin lagi,"ucap Reyhan memelas.


"Tau kak Leyhan tuh mama Wina dia culang Pano senjatanya cuma centong nasi doang dia pake jalum,"adu Fano memonyongkan bibirnya.


Seiring berjalannya perdebatan tidak terasa waktu sudah sangat larut jam dinding di rumah Raina menunjukan pukul 23:56 membuat Fathan dan Aisyah terkejut saat melihat jam tidak hanya Aisyah dan Fathan yang lain pun sama terkejutnya.


"Fathan sama Aisyah nginep disini aja dulu udah malem takutnya ada apa apa, lagian gerbang kompleks pasti ditutup jam segini,"ucap Wina.


"Iya kalian nginep aja disini gaisss santuy aja persediaan kita masih nampung kok apa lagi tadi si Fano abis donasi buat dapur,"ucap Gio terkekeh.

__ADS_1


Aisyah tertawa mendengar perkataan Papa Raina yang sangat gaul dan mudah sekali berbaur dengan anak muda.


"Iya tuh kak Jungkook benel kata papa Gio, tos dulu dong Papa blooo,"ucap Fano melambaikan tangannya.


"Gapapa nih kita nginep disini Om Tante,"ucap Fathan merasa tidak enak.


"Gapapa nanti Aisyah tidur di kamarnya Raina aja masih muat kok, tapi kalo mau sendiri ada kamar tuh tapi biasanya kan kalo temenan gak mau pisah kaya mama Wina dulu pas masih muda kamar ada banyak tapi maunya sempit sempitan sama temennya,"ucap Gio tersenyum.


"Iya nanti Fathan sama Reno aja gapapa soalnya si Reyhan kadang suka rusuh,"ucap Wina.


"Iya Tante kita kabarin orang tua kita dulu ya, mau izin dulu takutnya mereka khawatir,"ucap Fathan tersenyum.


Fathan baru saja selesai menghubungi orang rumahnya dan ia mendapatkan izin karena tidak mungkin ia memaksakan untuk pulang.


"Iya Tante ini dibolehin,"ucap Fathan.


"Yaudah kalian ambil makanan dulu gih sana, makanan udah jadi tuh,"ucap Wina.


"Asikkkkk kak Jungkook nginep disini,"teriak Fano kegirangan ia berloncat loncatan menuju dapur.


"Ahiyaa Raina udah tidur belum ya dia belum makan soalnya,"ucap Wina.


"Biar Fathan aja yang liat Tante sekalian aja makanannya Fathan bawa ke kamarnya kalo dia belum tidur."ucap Fathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2