SENIOR

SENIOR
Gara gara Aldo


__ADS_3

Lala terdiam sejenak menatap layar ponsel Raina yang masih setia menampakan wajah Fathan di dalamnya.


"Hmm bentar yaa tunggu 3 menit,"ucap Lala.


"Kelamaan,"ucap Aldo kesal.


"Ih Aldo sabar dong jadi orang tuh harus sabar lagian ngapain lo kesini inikan lapak kelas gw,"ucap Lala.


Fathan terus mengembangkan senyumnya mendengar perkataan Lala dalam batinnya ia bersorak sorak terus mendukung Lala kalau bisa usir saja Aldo keluar dari bus.


"Gw balik nih ya ke tempat gw inget kasih apa aja yang gw mau , awas aja kalo lo boong Kak nanti gw tagih ke bunda lo,"ucap Lala.


"Iyaaa buruan pindah lama banget si,"ucap Fathan.


"Lala mau kembali ke habitat Lala sebelumnya, gengs Lala balik dulu yaa nanti kita konser lagi pas nyampe hutan,"ucap Lala melambaikan tangannya dengan hati hati berjalan menuju kursinya.


Aldo melirik Lala sinis saat Lala berpapasan dengannya dengan sengaja ia menjulurkan kakinya agar Lala terjatuh.


Lala terhuyung ke depan tubuhnya bergoyang kesana kemari susah payah menyeimbangkan badannya, akhirnya ia terjatuh juga setelah lama berjuang lalu melirik ponsel Raina yang berada di genggamannya, ia menghembuskan nafasnya lega saat melihat ponsel Raina masih menampilkan wajah Fathan dengan keadaan ponsel yang sehat sejahtera sentosa tanpa lecet sedikit pun.


Dengan cepat Lala beranjak menatap Aldo jengkel, ia menepuk nepuk tangannya yang kotor akibat bergesekan dengan lantai bus. Lala berkacak pinggang lalu tangannya mendarat tepat di rambut Aldo ia menarik rambut Aldo tanpa ampun.


"Rasain nihhh biar botak rambutnya, songong banget lo yaa selengkat selengkat gw untung hp nya Raina aman kalo gak gw di suruh ganti mahal nih,"omel Lala terus menarik rambut Aldo tanpa ampun.


Aldo meringis memegangi rambutnya, ia terus menepuk nepuk tangan Lala yang masih setia hinggap di rambutnya.


Fathan masih setia disana namun hanya bisa mendengarkan suaranya saja tidak bisa melihat apa yang dilakukan oleh Lala, Fathan meminta Aisyah mengarahkan kamera ke arah Lala karena ponsel baru saja diberikan Lala kepada Aisyah sebelum terjadi adegan tarik rambut.


Fathan tertawa melihat adegan tersebut membuat Rama dan Raka penasaran mereka menonton bersamaan dan menikmati drama yang Lala ciptakan.


Lala berhasil mencuri perhatian penghuni bus dan membuat seisi bus ramai bersorak sorakan menyemangatinya untuk terus menarik rambut Aldo.


Raina yang sedari tadi hanya menjadi penonton menggelengkan kepalanya ia merasa kondisi mulai tidak kondusif Lala tidak mau melepaskan tangannya dari rambut Aldo ia berjalan menghampiri mereka lalu menarik tangan Lala supaya terlepas dari rambut Aldo namun bukannya lepas rambut Aldo semakin tertarik.


"Aduhhhh sakittt lepas woii,"teriak Aldo.


Refleks Raina panik ia bingung harus melakukan apa niatnya menarik tangan Lala supaya tangan Lala terlepas dari rambut Aldo namun yang terjadi malah kebalikannya.


"Bukan gw tuhh salahin Raina yang narik narik tangan gw,"ucap Lala.


"Duhhh pusing gw, udah kalian berdua balik ke tempat kalian lo juga Do ngapain gangguin Lala, lo juga La kalo mau duduk disini ya disini aja gak usah pindah pindah,"omel Raina.


Sementara Fathan dan teman temannya disana tertawa terbahak bahak bagaikan sedang menonton drama komedi.


"Apasi Raina lo kan yang ngusir gw lebih milih manusia gunung es ganjen itu terus sekarang lo belain temen TK lo yang jahat ini, tau ah kalian semua nyebelin Lala males,"omel Lala ketus berjalan menuju kursinya.


Zara dan Aisyah terus menatap Lala yang sedang kesal mereka saling melempar pandangannya bertanya tanya ada apa dengan Lala mengapa sedari tadi anak itu marah marah terus.


"Lala kenapa si,"tanya Aisyah.


"Gak tau Ais, lagi kemasukan jin marah kali dia makanya begitu,"jawab Zara asal.


Aldo menatap Lala yang baru saja kembali duduk di kursinya ia merasa bersalah pada Lala hanya karena emosinya pada Fathan ia dengan tega menjulurkan kakinya saat Lala berjalan, ia berniat meminta maaf pada Lala nanti.

__ADS_1


"Lo duduk disitu aja Do,"ucap Raina menunjuk kursi yang sempat dihuni oleh Lala.


Aldo hanya menganggukan kepalanya berjalan menuju kursi kosong tepat di samping Bimo.


Lala mengusap dengkulnya yang terasa nyeri lalu melihat ke arah Raina yang kembali mendudukan dirinya di samping Lala dengan cepat ia memalingkan wajahnya.


Aisyah memberikan ponsel pada Raina, sedangkan Raina mengakhiri video callnya dengan Fathan lalu menolehkan kepalanya menatap Lala.


"Lala lo marah sama gw, jangan gitulah gw gak mihak siapa siapa kok lagian kalian berdua tuh temen gw, Aldo temen TK gw sedangkan lo temen deket gw bahkan sahabat gw, gw cuma gak mau kalian ribut doang,"ucap Raina.


Lala memilih diam ia masih kesal dengan Raina yang membela Aldo padahal menurutnya Aldo yang salah karena dengan sengaja membuat Lala terjatuh bahkan rasa nyerinya masih terasa.


Raina menghela nafas pasrah lalu membuka tasnya mengambil beberapa cemilan.


"Lala mau gak, gw ikhlas deh berbagi sama lo,"ucap Raina terus membujuk Lala dengan berbagai cara.


"Gak, udah deh gw mau tidur ngantuk,"ucap Lala ketus.


Selang beberapa detik ponsel Raina berdering membuat Raina mengalihkan pandangannya pada ponsel ia melihat video call dari Reno membuatnya mengembangkan senyumnya.


"La bang Reno video call nih, lo gak kangen sama dia La, gw pinjemin hp gw nih sebelum nyampe puncak susah sinyal loh di sana,"ucap Raina tidak menyerah membujuk Lala dengan berbagai macam cara.


Raina menggeser tombol hijau pada layarnya lalu muncul wajah Fano disana dengan senyum khasnya.


"Hallo kak Laina, kak Lala mana Pano mau pamel sama kak Lala,"tanya Fano semangat.


"Fano nelpon siapa nyarinya siapa kesel deh,"gerutu Raina.


"Lala ini si Fano nyariin lo,"ucap Raina menyodorkan ponsel pada Lala, Lala mendengar Fano benar benar mencarinya mengambil ponsel dari tangan Raina lalu menyapa anak kecil yang sudah tidak sabar untuk menunjukan suatu hal pada Lala.


"Ih galak banget si kak Lala pooo kaya tante genduluwo temennya kak Laina,"ucap Fano.


"Iya Fano ada apa nyariin kak Lala,"ucap Lala memaksakan tersenyum.


"Liat nih kak Lala, Pano mau kemping sama kak Ley sama kak Leno di bawah pohon mangga di samping lumah, Pano lagi nungguin malem tapi lama banget Pano bete yaudah Pano telpon kak Laina aja tapi nyalinya kak Lala bial kal Laina kesel,"ucap Fano berhasil membuat Lala tertawa.


"Mana tendanya,"ucap Lala yang belum melihat tenda.


Dengan cepat Fano mengarahkan kamera ponsel ke arah tenda namun karena Fano yang tidak mengerti menggunakan kamera belakang yang terlihat oleh Lala hanya wajah Reno.


"Kak Leno, Pano kesel deh masa Pano mau nunjukin tenda ke kak Lala yang muncul mukanya kak Leno telus,"gerutu Fano tangannya berusaha menggeser wajah Reno dari hadapannya.


"Mana sini hp nya begini nih caranya,"ucap Reno mengambil alih ponsel lalu mengarahkan kamera ponsel tepat di bawah pohon mangga.


"Wailahhhh itu kenapa ada kompor sama tabung gas disitu, sejak kapan kemping pake kompor gas ada dispenser sama galon juga lagi berasa mau pindahan hahah,"ucap Lala tertawa terbahak bahak.


"Gak usah ketawa kamu, susah nih gotong gotongnya gara gara kamu ngasih saran ke Fano kemping di rumah dia maksa minta kemping, pulang dari puncak kamu harus mijitin aku pegel semua nih badan,"omel Reno.


"Enak aja yang nyuruh angkatkan Fano minta pijitin aja sama Fano,"protes Lala.


"Aku gak mau tau pulang dari puncak kamu harus mijitin itu di itung utang,"ucap Reno tegas memutuskan sambungan sepihak.


"Ngeselin banget si, biarin aja gw bikin salah urat terus uratnya gw belok belokin nanti,"gerutu Lala sembari mengembalikan ponsel pada Raina.

__ADS_1


Raina mengambil ponsel sembari menatap Lala, ia terus berfikir bagaimana caranya membujuk Lala dan membuatnya kembali menjadi Lala seperti semula.


"Lala jangan marah lagi ya, udah happykan abis video call sama Abang gw hehe,"ucap Raina sengaja membawa nama abangnya.


"Seneng apanya pulang dari sini gw disuruh mijitin dia adanya juga gw yang pegel pulang dari kemping,"gerutu Lala membuat Raina tertawa mendengarnya.


Memakan banyak waktu untuk membujuk Lala hingga ia setuju berdamai dengan Raina setelah berdamai kembali normal seperti biasa karena kelelahan bercanda mereka terlelap tanpa mereka sadari bus baru saja sampai di tempat tujuan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2