
Setelah menyelesaikan makannya Raina dan
Fathan memikirkan selanjutnya akan kemana.
Raina berfikir sejenak lalu terbesit niatnya untuk membalas keisengan Fathan saat dimobil tadi terhadapnya, ia berfikir bagaimana caranya membalas Fathan sambil menatap Fathan.
"Nah gw punya ide, gw ikutin aja tingkahnya Lala yang suka malakin kak Reno, ah Lala kadang kadang tingkah aneh lo ada manfaatnya juga ya,"ucap Raina dalam hati sambil tersenyum lebar.
Fathan yang sedari tadi memperhatikan Raina
yang senyum senyum sendiri bergedik ngeri.
"Nih anak kenapa ya, aneh bangat senyum senyum sendiri,"ucap Fathan dalam hati.
"Wey malah senyum senyum bukannya tentuin abis ini kita kemana,"ucap Fathan menepukkan kedua tangannya di hadapan wajah Raina.
"Ih ngagetin aja si lo kak untung gw gak jantungan,"ucap Raina sambil mengelus dadanya.
"Ya maaf lagian si lo senyum senyum sendiri,"ucap Fathan.
"Ya udah sekarang kita ke toko buku gw mau beli novel,"ucap Raina tersenyum lebar.
"Ah gitu doang gw kira lo minta yang mewah terus bisa bikin dompet gw jadi tipis seketika ternyata beli novel doang,"ucap Fathan.
Raina yang mendengar perkataan Fathan hanya
menahan tawanya,"Dia gak tau aja gw beli novelnya semana hahah,"ucap Raina dalam hati.
Mereka masuk ke salah satu toko buku di mall
tersebut lalu Raina mulai membaca sinopsi dari
novel novel tersebut dan mengambilnya lalu
membawa dan menunjukkan buku tersebut ke
Fathan.
Fathan yang melihat Raina kesulitan membawa buku hingga menutupi wajahnya terkejut dan menghampirinya untuk membantu membawakan buku tersebut.
"Lo beli novel sebanyak ini mau jualan,"ucap
Fathan sambil melihat buku yang dibawa oleh Raina dari atas sampai bawah.
"Enggalah ini novel semuanya mau gw baca
tau,"ucap Raina tersenyum.
"Ya udah suka suka lo deh, ada lagi gak ?."tanya
Fathan.
"Ada sama ini,"ucap Raina mengambil asal lalu
menyerahkan buku tersebut ke Fathan.
"Lo mau ujian nasional emangnya segala beli buku sukses ujian nasional,"ucap Fathan heran menggelengkan kepalanya ketika membaca buku yang Raina ambil.
"Gak ada si hehe, emang yang gw ambil buku UN ya ? ya udah gak jadi deh,"ucap Raina menyengir.
"Lo ngambil buku gak diliat dulu ya, lo mau ngerjain gw ya lo dendam sama gw gara gara di mobil tadi,"omel Fathan memelototi Raina.
"Ih suudzon aja lo, gak boleh suudzon tau gak si
dosa,"ucap Raina.
"Ya udah gw bayar dulu novelnya,"ucap Fathan
berjalan ke arah kasir.
"Semuanya jadi 1.500.000,"ucap kasir tersenyum.
Fathan membayarnya menggunakan kartu
debitnya. Sebenarnya ia terkejut bisa sebesar
itu nominalnya padahal hanya novel saja tetapi jumlahnya yang seperti mau berjualan membuatnya percaya dengan harga semahal itu.
"Nih awas ya kalo gak dibaca mahal nih,"ucap
Fathan menyerahkan kantong plastik yang berisi novel novel yang di pilih oleh Raina.
"Siappp bos,"ucap Raina menaikkan tangannya
membentuk hormat seperti pada saat upacara
__ADS_1
bendera.
"Kemana lagi kita,"tanya Fathan.
"Aku mau nonton aja deh,"ucap Raina.
"Ya udah yuk jalan,"ajak Fathan.
Mereka berjalan menuju bioskop, Raina melirik
popcorn yang digenggam oleh anak kecil dengan mata yang berbinar.
Fathan yang menyadari hal tersebut menahan
tawanya lalu berjalan ke arah stand popcorn,
setelah mendapatkan popcorn tersebut kemudian ia menghampiri Raina kembali.
"Nih jangan lo ambil punya anak kecil itu
ntar nangis aja,"ucap Fathan tertawa sambil
memberikan popcorn yang baru saja ia beli.
"Apasi kak siapa juga yang mau ngambil, lo dapat popcorn dari mana,"ucap Raina bingung karena yang ia ketahui sedari tadi Fathan berada disampingnya.
"Ekspresi lo itu loh kebaca bangat kaya mau
ngambil popcorn tuh anak hahah. Beli lah masa iya nyolong,"ucap Fathan tertawa.
"Iya tau kok bisa padahal dari tadi lo duduk disini,"tanya Raina heran.
"Ya udah gak usah dipikirin ntar pusing, pokoknya itu popcorn gw beli barusan kalo lo gak percaya tanya noh sama yang jual, lo teralu asik si mikirin gimana caranya bisa ngambil tuh popcorn dari anak kecil itu sampe gak sadar gw pergi beli nih popcorn,"ucap Fathan terus meledek Raina.
"Ih gw gak ada niatan ngambil popcorn anak
itu, iya emang gw ngeliatin tapi gak ada niat
ngambil,"ucap Raina kesal karena terus diledek
oleh Fathan.
Fathan hanya tertawa sembari menatap Raina, ia sangat senang sekali menggoda Raina hingga ia kesal, sepertinya hari ini ia akan menambah hobi barunya yaitu menggoda Raina hingga kesal.
"Udah nih tadi sekalian pas beli popcorn, pasti lo
gak tau kan hahaha,"ucap Fathan tertawa sambil menunjukkan tiketnya.
Raina mendengus kesal dan terus mengumpati
Fathan didalam hatinya, ia merasa Fathan hari ini sangat menyebalkan.
"Udah yuk masuk, filmnya udah mau mulai
tuh,"ajak Fathan membantu Raina membawa
popcornnya.
"Ah iya lo pesan tiketnya ngambil film apaan,"tanya Raina.
"Tadikan lo bilang mau nonton marisopa ya udah
gw beli itu aja,"ucap Fathan berjalan dan sampai di depan pintu bioskop lalu memberikan tiket kepada Mba mba yang di depan pintu.
"Mariposa kak ya ampunnnn,"ucap Raina gemas.
"Sama aja kebalik dikit doang,"ucap Fathan sambil mencari tempat duduknya."Nih kita duduk disini,"ucap Fathan menunjuk kursinya yang terletak di deretan 2 paling atas.
"Jauh bangat ntar jalan turunnya malas nih,"ucap Raina menatap kebawah.
"Gak usah jalan lompat aja biar cepat,"ucap Fathan.
Raina mendelik sebal tanpa menjawab perkataan Fathan,lalu mendudukan dirinya. Iklan dan trailer sebelum film dimulai sudah bermunculan dan Film dimulai.
"Cewenya mirip bangat Lala ya ngejar ngejar mulu, tapi kalo Lala versi galak,"ucap Raina mengomentari peran pemeran utama.
"Emang Lala ngejar ngejar siapa,"tanya Fathan yang mendengar perkataan Raina.
"Gak ngejar ngejar si sebenarnya cuma suka
gangguin aja,"ucap Raina sembari memasukkan popcorn ke dalam mulutnya.
"Iya gangguin siapa,"tanya Fathan.
"Bang Reno,"ucap Raina tanpa melirik Fathan.
__ADS_1
"Bang Reno itu siapa,"tanya Fathan.
"Bang Reno itu abang gw yang pertama,"jawab
Raina tanpa menoleh.
"Oh gitu, lo berapa bersaudara si,"tanya Fathan
kembali yang ingin mengetahui kehidupan pribadi Raina.
"Ih kak Fathan gw lagi fokus nonton, nanti aja
kelar nonton kalo mau nanya silsilah keluarga
gw,nanti gw jelasin sampai ke nenek moyang gw
dah sekarang gw mau nonton dulu lo juga nonton nikmatin dulu filmnya sayangkan udah bayar tapi malah ngobrol,"ucap Raina mengalihkan pandangannya ke arah Fathan.
"Iya sayang,"ucap Fathan menganggukan kepalanya.
"Lo manggil gw sayang?"ucap Raina mengernyitkan dahinya sambil menatap Fathan.
"Gak usah kegeeran dulu maksud gw tuh sayang
uangnya,"ucap Fathan terkekeh.
Raina yang mendengar perkataan Fathan menjadi gugup dan malu hingga membuat ia menoleh kesembarang arah, pandangannya tidak sengaja melihat orang diarah berlawanan dari posisi duduknya yang sedang berciuman. Refleks Raina menutup mata dengan kedua tangannya.
"Ih gilaaa ya gak modal bangat, bioskopkan tempat nonton film bukan tempat mesum,"omel Raina yang terdengar oleh Fathan dan beberapa orang disekitarnya.
Fathan menaikkan kedua alisnya sambil menatap Raina seolah sedang bertanya apa yang terjadi.
"Itu kak lo liat deh orang di sebrang kita,"ucap Raina sambil menunjuk kearah orang yang sedang berciuman tersebut,"Dari tadi gak kelar kelar ciumannya heran gw,"ucap Raina.
"Kenapa? lo iri hahha,"ucap Fathan tertawa.
"Sembarangan kalo ngomong gak ada niatan buat iri yang ada risih liatnya,"omel Raina.
"Biarin aja si, kali aja mereka udah halal jadi ya sah sah aja,"ucap Fathan.
"Walaupun udah halal kan gak pantes ini tempat umum kak, jangan jangan lo sering begitu ya sama pacar lo,"ucap Raina menatap curiga pada Fathan.
"Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan, mending lo tonton lagi tuh film kasian jadi mereka yang nontonin lo bukan lo yang nontonin mereka,"ucap Fathan sambil menunjuk layar lebar yang tepat di hadapannya lalu memegang wajah Raina dengan kedua tangannya dan menggeserkan kepalanya sedikit yang semula pandangan Raina tertuju pada Fathan menjadi fokus pada layar yang berada di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1