SENIOR

SENIOR
Pulang


__ADS_3

Setelah menerima hadiah dan berdrama bersama hantu gadungan mereka memutuskan untuk pulang.


"Raina mau sama abang ama sama Fathan pulangnya,"tanya Reno.


"Kak Fathan aja deh kan aku dari awal sama dia kasian dia ntar pulang sendiri,"jawab Raina.


"Ih Raina lo oneng bangat si biar dikata kak Fathan


nganterin lo nih ya tetap aja dia balik sendiri ke rumahnya gak mungkin dia berdua sama lo,"ucap Lala.


"Iya juga si, kok tumben lo bener La,"ucap Fathan menatap Lala heran.


"Ih gw mah aslinya pinter cuma kadang suka belok aja dikit,"ucap Lala terkekeh.


"Sama aja, udah yuk pulang nanti dicariin mama sama papa, oh iya nanti kita nyari makanan dulu buat dibawa pulang sekalian buat nyogok orang rumah,"ucap Reno tertawa, ia teringat kalau Mamanya tidak membuat makanan hari ini.


"Yaudah kita mencar nih berarti baliknya,"ucap Raina.


"Raina gak mau pisah nih dari kak Fathan, pulang aja maunya dianter kak Fathan,"ledek Lala.


"Udah ah ngomong terus kapan pulangnya, kalo gak ditarik gak kelar kelar,"ucap Reno menarik pergelangan tangan Lala.


Mereka sampai di parkiran mobil yang berada tidak


jauh dari pasar malam.


"Gw duluan ya Raina kak Fathan dadah jangan kangen,"ucap Lala melambaikan tangannya kepada


Raina dan Fathan.


"Mau makan apa, diresto mana atau mau di pinggir


jalan aja hahah,"tanya Reno terkekeh saat berbicara


makanan pinggir jalan ia berfikir Lala tidak akan mau di ajak makan di tempat seperti itu.


"Gak usah ke resto, beli makanan di pinggir jalan aja itu enak bangat gw jadi pengen ketoprak sama nasi uduk deh,"ucap Lala membayangkan betapa lezatnya makanan tersebut.


Reno memandang Lala heran dan sedikit kagum, Lala dengan senangnya lebih memilih makan di pinggir jalan, Reno tau makan di pinggir jalan dengan restoran sebenarnya sama saja hanya tempatnya saja yang membedakan banyak sekali orang yang mengatakan makanan pinggir jalan juga tidak kalah enaknya dengan makanan restoran.


"Yaudah kamu mau apa lagi, cuma ketoprak sama nasi uduk aja nih,"tanya Reno.


"Sebenarnya ada banyak menu yang lagi berkelilingan di kepala gw kak tapi nanti takutnya gak kemakan lagi kan mubazir,"ucap Lala sambil membayangkan menu menu yang berkelilingan di pikirannya.


Mobil Reno berhenti tepat dijalanan yang banyak sekali pedagang berjejeran sehingga saat ia keluar dari mobilnya banyak sekali pedagang yang berhamburan menghampirinya untuk menawarkan makanan yang ia jual.


"Nah kamu tinggal pilih mau apa,"ucap Reno tersenyum hangat.


"Banyak bangat yang jualan ini mah gw jadi mau


semuanyaaaa,"ucap Lala heboh sambil membaca tulisan di gerobak secara bergantian.


"Sekalian ya kamu pilihin makanan buat Mama dan Papa,"ucap Reno.


"Okayyyy aku siapp milihin,"ucap Lala semangat.


"Ayooo kak ke gerobak nasi uduk,"ajak Lala sembari


menarik tangan Reno.

__ADS_1


"Bu aku mau nasi uduk yang warnanya kuning ini dong,"pinta Lala.


"Lala gak usah aneh aneh ini udah malam yang ada


ntar kita gak nyampe nyampe ke rumah kalo kamu


cerewet,"ucap Reno memelototi Lala.


"Cerewet apanya sih kak Reno, gw cuma bilang nasi uduk yang warnanya kuning,"tanya Lala kebingungan.


"Namanya nasi kuning,"ucap Reno.


"Ohhh ya udah Ibu aku mau nasi kuningnya ya,"ucap Lala tersenyum lebar pada penjual nasi uduk.


"Istrinya lucu Mas,"ucap penjual nasi uduk.


"Bukan Bu saya aja belum menikah,"ucap Reno terkekeh.


"Emang kita cocok bu,"tanya Lala sembari mendekatkan dirinya dengan Reno.


"Cocok bangat tadi Ibu ngiranya kalian udah nikah malahan,"ucap penjual nasi uduk tertawa.


"Ah Ibu bisa aja,"ucap Lala tertawa.


"Lala cantik gak Bu,"tanya Lala tersenyum manis.


"Lala yang teletubies di tipi itu neng,"tanya penjual nasi uduk.


Reno yang sedang menahan kesalnya ketika Lala tidak membantah mengenai perkataan penjual nasi uduk seketika tidak bisa menahan tawaya dan akhirnya tawa Reno pecah.


"Ih Ibu bukan Lala itu, Lala yang aku maksud tuh Lala aku, nama aku Lala,"ucap Lala cemberut.


"Mirip teletubies dia ya Bu,"ledek Reno tertawa terbahak bahak.


"Iya lucu kaya teletubies,"ucap penjual nasi uduk.


"Ah Ibu mah gak bela aku,"ucap Lala cemberut.


Setelah lama berkeliling mencari makanan


akhirnya makanan sudah selesai dibeli lalu mereka bergegas pulang.


Fathan dan Raina yang membisu didalam mobil tanpa sepatah katapun hanya saling melirik satu sama lain.


"Kak kenapa hari ini lo beda bangat,"tanya Raina.


"Apanya,"tanya Reno.


"Ditanya tuh harusnya jawab kok malah nanya balik,"geram Raina.


Mobil Fathan berhenti di salah satu mini market.


"Udah sampe di mini market buruan mau beli apa nanti kemalaman yang ada diomelin sama orang tua lo,"ucap Fathan memotong topik pembicaraan.


"Tapi gw belom kelar nanya nya, jangankan kelar dijawab aja belom,"ucap Raina murung.


"Itu mah gampang Raina besok juga bisa, besok lo tanya aja lagi ke gw apa yang mau lo taya besok gw jawab selengkap lengkapnya,"ucap Fathan.


"Okeee lo mau ikut kedalam gak,"tanya Raina.

__ADS_1


"Ikutlah bosen didalam mobil kaya supir,"ucap Fathan.


Mereka mengelilingi mini market dan membeli


beberapa cemilan dan es krim karena Raina yakin sekali stok cemilan dan es krimnya di kulkas tinggal sedikit bahkan bisa jadi habis karena terakhir kali Raina pergi mengizinkan Lala memakan cemilan dan es krimnya.


Selesai berkeliling mencari apa yang mereka cari di dalam mini market lalu mereka menuju kasir untuk membayar barang belanjaan yang sudah diambil.


Saat kasir menghitung belanjaan Raina melihat kinderjoy ia teringat dengan kinderjoy milik Lala yang ia buka dan makan diam diam tanya sepengetahuan Lala.


"Kira kira Lala sadar gak ya kalo kinderjoy dia


ilang,"ucap Raina dalam hati,"Tapi kalo sadar pasti


udah rame, yaudah gw beliin lagi kali ya takutnya


tuh anak sadar terus nyariin,"sambung Raina.


"Kak Fathan sekalian sama ini ya,"ucap Raina


menyerahkan 3 kinderjoy pada Fathan.


"Buat siapa sebanyak itu,"tanya Fathan.


"Buat Lala, kemaren gw ngambil kinderjoy dia


diem diem terus belom gw ganti takutnya tuh anak


keburu sadar kalo kinderjoy dia ilang,"ucap Raina.


Kasir selesai menghitung belanjaan yang Raina


beli lalu menyebutkan total yang harus dibayar


oleh Raina. Raina mengambil dompetnya lalu


mengambil kartu debit berniat membayar belanjaannya namun dicegah oleh Fathan.


"Biar gw yang bayar,"ucap Fathan.


"Tapikan dari tadi semuanya lo yang bayar bahkan sampe ke novel yang sebanyak itu,"ucap Raina merasa tidak enak pada Fathan.


"Santai aja uang gw banyak, nanti kalo uang gw abis


gampang tinggal minta bayarin sama lo,"ucap Fathan tertawa.


"Ye jadi lo bayarin gw tadi semacam kaya tabungan gitu ya, kalo lo lagi gak ada uang tinggal minta bayarin sama gw,"ucap Raina.


"Enggalah gw becanda,"ucap Fathan terkekeh.


Mereka selesai membayar semua belanjaan


bergegas keluar mall dan pulang.


Tidak butuh waktu lama mobil Fathan sudah sampai di depan gerbang rumah Raina lalu masuk kedalam teras Raina berhubung banyaknya barang yang dibeli oleh Raina terpaksa mobil Fathan masuk.


Fathan dan Raina masuk kedalam rumah sambil


membawa barang belanjaan Raina.

__ADS_1


"Banyak bangat belanjaannya lo mau jualan De,"ucap Reyhan.


Bersambung.....


__ADS_2