SENIOR

SENIOR
Jambakan Maira


__ADS_3

"Makanya kalo makan berdoa dulu biar gak keselek terus kalo udah berdoa tapi tetap keselek berarti lo gak boleh makan kak "ucap Lala.


"Cerewet,"ucap Rama.


"Biarin yang penting kece,"ucap Lala sambil bergaya.


"Masih sakit bang dadanya,"tanya Aisyah.


"Udah mendingan si,"ucap Fathan.


Raka memperhatikan sekelilingnya lalu terbesit


niatnya untuk mengambil foto bersama.


"Foto yuk biar kaya friends goals gitu kaya di sosmed sosmed,"ajak Rama yang sudah siap memegang hp nya.


Dan merekapun foto bersama hingga tidak sadar Maira dan teman temannya sudah berada di meja yang mereka tempati.


"Minggir gw mau duduk disini,"usir Maira kepada Raina dan teman temannya.


"Apaan si, lo gak liat udah penuh begini itu masih ada yang kosong rese bangat si lo,"omel Zara sambil menunjuk tempat kosong.


"Gw mau duduk disini lo aja yang pindah sama teman teman lo,"ucap Maira.


"Eh nenek lampir kita udah tenang bahagia sehat sentosa disini gak usah rusuh deh,"omel Lala.


"Mending kamu cari tempat lain, kita disini udah dari tadi jadi gak usah nyari sensasi,"ucap Aisyah.


"Diem lo cewe ganjen, gara gara lo gw gak jadi jalan ke mall sama Fathan,"ucap Maira menuding wajah Aisyah.


"Gak salah tuh yang ganjen mah kamu, pacar bukan teman bukan tapi nempel nempel mulu ke Bang Fath,"ucap Aisyah ketus.


"Apa bedanya sama lo cuma anak baru bukan siapa siapanya tapi nempelin mulu, sedangkan gw kenal Fathan lebih lama dari lo,"ucap Maira tersenyum licik penuh kemenangan.


"Aku dibandingin sama kamu ? jelas jauh beda,


bahkan aku satu rumah sama bang Fath sedangkan kamu satu kelas aja bang Fath mungkin gak sudi,"ucap Aisyah menatap Maira tajam.


Maira membelalakan matanya karena terkejut, Ia terdiam sejenak menenangkan dirinya.


"Apa maksud lo ? gak usah halu deh, mending kalian minggir gw mau duduk,"ucap Maira memaksa.


"Ya udah kita semua pindah aja ke tempat yang kosong biarin dia disini sekalian beresin tuh mangkok bekas bakso,"ucap Lala menunjuk kearah meja Lalu beranjak pindah dari tempat duduknya.


"Gitu dong dari tadi,"ucap maira tersenyum senang dan melirik kearah Fathan.


"Bang Fath kamu ngapain disini bareng nenek lampir dan dayang dayangnya, sini pindah,"ajak Aisyah menarik tangan Fathan.


"Berhubung Fathan pindah gw juga pindah ah,"ucap Raka berdiri.


"Eh Rak ikutlah jangan tinggalin gw,"ucap Rama bergegas pindah.


Maira menatap Aisyah penuh kebencian dan


menghampiri aisyah lalu menarik rambut Aisyah.


"Ini pelajaran buat cewe ganjen kaya lo,"ucap Maira sambil menarik rambut Aisyah.


"Lo apaan si, lebih tua bukannya ngasih contoh


yang bener malah ngasih contoh yang gak benar,"omel Raina berusaha melepaskan tangan Maira dari rambut Aisyah.


"Lepasin tangan lo dari rambut adik gw,"bentak Fathan yang sudah emosi tingkat dewa.


Para penghuni kantin yang sedari tadi menjadi


penonton setia terkejut mendengar perkataan

__ADS_1


Fathan yang menyatakan Aisyah itu adiknya


termasuk Maira dan teman temannya tetapi tidak dengan Raina dan teman temannya yang sudah mengetahuinya.


"Ja...ja.jadi dia adik kamu Fath, kamu gak becandakan,"ucap Maira kaget dan melepaskan tangannya dari rambut Aisyah.


"Buat apa gw becanda ke cewe bar bar kaya lo, dari tadi gw nahan tapi makin kesini lo makin jadi lo berani nyentuh adik gw,"ucap Fathan emosi menatap maira garang.


"A...aku gak tau kalo dia adik kamu Fathan,"ucap Maira gemetar menahan takutnya.


"Ayo kak Fathan jangan kasih kendor jambak aja rambutnya sampe botak,"ucap Lala bertepuk tangan bersorak sorak menyemangati Fathan.


"Lalaaaa diem gak lo,"ucap Zara sambil memelototi Lala.


"Mending sekarang lo pergi sebelum gw siram pake kuah bakso,"bentak Fathan.


Maira bergegas pergi diikuti dengan Sinta dan shasha.


Setelah Maira pergi suara kantin yang sunyi


menjadi ramai dengan bisik bisikan penghuninya.


"Jadi mereka adik kakak pantes aja dekat bangat."


"Gw kira mereka pacaran taunya adik kakak."


"Gila si pasti Maira malu bangat terus gak berani ngedekatin Fathan, malu maluin aja dia."


Begitulah bisik bisik yang terdengar di kantin.


"Ais lo gapapa,"ucap Raina memastikan.


"Mana yang sakit, kamu kenapa diam pas di jambak sama dia, kenapa gak kamu lawan,"omel Fathan.


"Udah kak gak seharusnya lo marahin Ais, dia gak salah,"bela Raina.


"Iya gw tau dia ga salah, tapi setidaknya dia lawan,"ucap Fathan geram.


"Aisyah sakit ya ? emang kurang ajar tuh nenek tiri main jambak jambak aja,"omel Lala.


"Aku gapapa kok makasih ya udah belain aku,"ucap Aisyah tersenyum.


"Aisyah nih buat kamu, biar kamu tenang,


Gapapa deh permennya jadi berkurang aku ikhlas asalkan bukan kak Rama yang makan,"ucap Lala menyodorkan permen yang sedari tadi ia genggam.


"Lala harusnya lo kasih minum ke Ais bukan permen,"omel Zara menatap Lala geram.


"Kok lo bisa punya teman oon nya gak ketulungan begini si Ais,"ucap Raka menggelengkan kepalanya yang ikut geram dengan tingkah Lala.


Aisyah terkekeh lalu menerima permen yang


diberikan untuknya dari Lala.


"Kalian gak tau si kata orang orang makan permen tuh bisa bikin happy tau,"ucap Lala.


"Bodoah capek ngeladenin lo,"ucap Zara kesal.


"Makasih ya Lala aku makan nih ya tapi ga dipotek jadi 7 kan?"ucap Aisyah tertawa.


"Enggalah kalau mereka mau beli aja sendiri tuh di warungnya mba Yun ada bayak harganya gopean,"ucap Lala menunjuk warung mba Yun.


"Terus kamu gimana? katanya yang 3 mau dikasih ke kak Reno,"ucap Aisyah.


"Tenang aja aku masih ada 4 hehe,"ucap Lala menunjukkan permennya.


"Ya udah kita pulang aja de, lo istirahat dirumah pasti kepala lo pusing,"ucap Fathan.

__ADS_1


"Iya Ais mending lo pulang istirahat,"ucap Raina.


"Yaudah mending kita semua pulang kan udah gak ada kelas,"ucap Raka.


"Nah ide yang bagus gw juga pengen rebahan, sakit nih kepala abis dijambak kingkong,"ucap Rama melirik Lala.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


"Rain gw pulang bareng lo ya, gw mau ngasih permen ini ke kak Reno, kali aja gw di kasih uang lagi sama dia,"ucap Lala menunjukkan permennya.


"Ya udah iya, tapi gw dijemput sama bang Rey kalo mau lo ikut ke rumah,"ucap Raina.


"Ya udah gapapa gw ke rumah lo aja sekalian numpang makan,"ucap Lala semangat.


"Untung teman gw lo kalo engga udah gw tendang lo ke pluto,"gerutu Raina.


"Emang bisa? kalo bisa mah gw mau kok Rain, gw penasaran di pluto ada apa aja,"ucap Lala sambil membayangkan situasi pluto menurut imajinasinya.


"Terserah lo deh La, nih bang Rey udah ngabarin katanya dia udah nyampe,"ucap Raina kesal.


"Ya udah ayo ke depan,"ucap Lala semangat.


"Gw sama Lala pulang duluan gapapa nih,"ucap Raina.


"Bareng aja kedepannya,"ucap Fathan berdiri.


"Bang Fath bawain tas aku dong,"ucap Aisyah manja.


"Aku juga dong abang,"ucap Rama manja.


"Geli gw liatnya,"ucap Raka menjauh dari Rama yang duduknya tepat bersebelahan dengannya.


"Bercanda Rak lo mah gak bisa diajak bercanda heran gw,"ucap Rama.


"Ya udah mending kita jalan ngobrol mulu gak pulang pulang yang ada,"ucap Zara.


"Mba Wiwik Mba Yun semuanya yang ada dikantin Lala pulang dulu yaaa, jangan kangen besok kita ketemu kok,"teriak Lala berpamitan dengan penghuni kantin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2