SENIOR

SENIOR
Akhirnya pulang


__ADS_3

Sementara Fathan yang berada di dalam tenda tidak berhenti mengumpat Raina di dalam hatinya, belum sempat ia meredakan rasa kesalnya tiba tiba Raina datang bersama Aldo sambil sesekali tertawa berhasil membuat emosinya kembali naik.


Raina tidak menyerah ia terus meneriaki Fathan di depan tenda sampai Fathan keluar dan usahanya tidak sia sia yang ia teriaki pun memunculkan dirinya.


"Apasih berisik banget teriak-teriak,"ketus Fathan.


"Ih galak banget si, jangan galak galak nanti gantengnya ilang terus nanti gw gak suka sama lo lagi haha,"ucap Raina terkekeh sambil mengusap wajah Fathan.


Fathan memandang Raina sinis lalu memalingkan wajahnya.


"Jangan pegang-pegang muka gw itu tangan lo kan bekas meluk Aldo cuci tangan dulu sono,"ketus Fathan.


Raina tertawa mendengar perkataan Fathan dengan sengaja ia menyodorkan tangannya kembali pada wajah Fathan.


"Tangan gw bersih kok hehe, cemburu ya,"ucap Raina menaik turunkan alisnya.


"Enggalah siapa yang cemburu kalo mau pelukan lagi sama Aldo yaudah sono gw mau tidur,"usir Fathan membalikan badannya berniat masuk ke dalam tenda.


"Enak aja gw udah teriak kaya orang hutan malah diusir, sini dulu ikut gw jangan marah dulu biar gw jelasin,"ucap Raina menarik paksa tangan Fathan.


"Mau kemana,"tanya Fathan menatap Raina kebingungan.


"Kita disini aja, sekarang lo cerita kenapa lo tiba tiba pergi kan lo udah ngebolehin gw ngobrol sama Aldo apa lagi yang ngebuat lo marah,"ucap Raina.


"Tadi kaki gw tiba tiba jalan ngikutin lo bukan gw yang mau sebenernya cuma kaki gw aja yang kepo terus gw liat lo sama Aldo,"ucap Fathan.


Raina mengembangkan senyumnya saat mendengar perkataan Fathan.


"Jadi ceritanya cemburu nih hehe,"goda Raina menusuk-nusuk pipi Fathan menggunakan jari telunjuknya.


Fathan memutar bola matanya jengah dan menghela nafas lalu menganggukan kepalanya.


"Lagian nih ya lo ngapain si segala pelukan segala udah kaya teletabis aja, nanti yang ada dia makin baper sama lo tau gak terus....,"omel Fathan.


Raina mengernyitkan dahinya saat Fathan berbicara lalu dengan cepat ia meletakan telunjuknya tepat dibibir Fathan dan berhasil membuat Fathan terdiam.


"Sttttt, gini ya gw jelasin itu cuma pelukan tanda sahabat doang kita udah komitmen satu sama lain bakal jadi sahabat gak lebih, cemburunya bikin gemes si,"ucap Raina sambil menarik hidung Fathan hingga memerah.


"Perasaan sayang gak segampang itu ngilanginnya Rainaaaa, apalagi dia suka sama lo udah lama banget pasti dia cuma modus doang bilang sahabat biar bisa deket sama lo terus, udahlah gw lagi panas nih,"ucap Fathan kesal.


"Sini gw tiupin biar gak panas,"ucap Raina.


"Gak berasa lo kejauhan,"ucap Fathan tersenyum dengan sengaja menggoda Raina.


"Ye modus lo, gw siram air aja kali ya biar adem,"ucap Raina.


Setelah melewati beberapa perdebatan kecil akhirnya mereka berdamai.


Fathan melirik jam tangan terlihat waktu menunjukan pukul 23.45 waktunya mereka beristirahat karena besok mereka akan pulang.


"Udah malem mending lo balik ke tenda besok kita balik kan,"ucap Fathan.


"Ngusir nih ceritanya,"ucap Raina.


"Engga gitu Raina, ini kan udah malem mending lo tidur dulu nanti pagi kan mau beres beres biar gw anter lo ke tenda nanti yang ada lo ketemu Aldo lagi terus dia modus,"ucap Fathan.


"Cemburuan banget si pacar aku padahal dulunya galak banget ini mah namanya cowo galak berubah jadi bucin haha,"ledek Raina dengan tawa.


"Ledek aja terus iyaa emang sekarang gw bucin, tapi gak salahkan bucin sama pacar sendiri, yuk buruan gw anterin ke tenda lo terus lo tidur jangan kelayapan ini udah malem"ucap Fathan menggandeng tangan Raina.


"Perasaan tenda kita deketan dah kenapa harus dianter begini berasa anak tk aja gw,"gumam Raina dalam hati.

__ADS_1


****


Sesampainya di depan tenda terlihat yang lainnya sedang berkumpul sambil bernyanyi-nyanyi.


"Weiii orang pacaran mah beda banget ya tengah malem aja masih beduaan,"sindir Rama.


"Bodoamat! Jomblo diem diem aja udah,"ucap Fathan.


"Mending kita ya jomblo gak ribut ribut gak kepanasan gara gara cemburu,"ucap Rama.


"Cerewet lo Ram kaya cewe mending sekarang lo balik ke tenda deh biarin yang cewe pada istirahat besok kan kita mau balik ntar kecapean,"ajak Fathan.


"Kita udah janjian mau begadang,"ucap Aisyah.


"Apaan si De, gak usah aneh aneh dah mending lo tidur sono Raina juga mau tidur gak usah begadang gak ada untungnya juga,"omel Fathan.


"Baiklah- baiklah karena yang mulia raja gunung es yang sekarang mulai bucin sudah berbicara mari kita kembali ke tenda dan istirahat sebelum kalian semua disembur api dari mulutnya,"ucap Lala beranjak dari duduknya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak jadi begadang dan beristirahat di tenda mereka.


Sedari tadi Lala gelisah membolak balikan tubuhnya kesana kemari berusaha mencari posisi nyaman.


"Gaisss Lala belum ngantuk nih kalian udah ngantuk belom si,"tanya Lala.


"Tinggal merem aja ntar juga tidur ribet banget si lo,"omel Zara.


"Ih galak banget si pantes aja jomblo,"ucap Lala cemberut.


"Tolong anda berkaca ya,"ucap Zara.


"Udah deh kalian nih berisik banget mending kalian tidur deh gw gak bisa tidur denger kalian ribut,"tegas Raina.


****


"Lala ini handuk punya aku kenapa kamu ambil,"omel Aisyah.


"Terus punya Lala mana masa punya Lala gak ada si Ais,"ucap Lala.


"Mana aku tau siniin handuk aku nanti kamu ulang tahun aku beliin handuk deh yang banyak,"ucap Aisyah menarik paksa handuknya kesayanganya.


Mata Lala berbinar saat melihat handuknya yang berada di tangan Zara.


"Handukkuuuuuu, ini handuk gw kenapa lo ambil si Zara,"teriak Lala.


"Ini handuk gw ambilin dari jemuran sono tuh suudzon aja lo,"ucap Zara sambil menunjuk tali jemuran.


Disela perdebatan mereka muncul Aldo menyapa mereka dengan senyum ramahnya.


"Hai, kalian belom kelar beberes juga bentar lagi kan kita harus masuk ke bus,"ucap Aldo heran saat melihat keempat perempuan tersebut masih sibuk membereskan barang barang mereka bahkan tenda pun belum di bongkar.


"Bentar lagi kelar Do, tinggal nurunin tenda doang,"saut Raina.


"Yaudah buruan nanti kalian ditinggal bus,"ucap Aldo.


"Ngomong doang nih Aldo, bantuin kek turunin tendanya biar mempersingkat waktu,"ucap Aisyah.


"Udah kelarrrrr yeayyy akhirnya gw pergi juga dari hutan yang gak ada sinyal ini dan gak ada wifinya kayanya gw perlu request deh sama pemerintah hutan harus dikasih wifi kan kasian kalo ada yang nyasar terus gak ada sinyal,"ucap Lala dengan semangat.


"Gak usah ngayal, mending lo turunin tuh tenda dah soalnya kan lo bakat begituan,"ucap Zara.


"Ogah ah males,"tolak Lala.

__ADS_1


Ditengah perdebatan mereka muncul Fathan dan teman temannya, Raut wajah Fathan yang semulanya sumringah menjadi kecut saat melihat Aldo yang sudah mendahuluinya.


"Kalian kenapa belom nurunin tenda,"tanya Raka.


"Tuh si Lala gak mau nurunin padahal kan yang bakat dia,"adu Zara.


"Yaudah biar kita aja yang nurunin kemaren kan Lala udah diriin semua tendanya,"ucap Fathan.


Selesai menurunkan tenda mereka bersiap siap pergi menuju bus.


Fathan melirik Raina yang sudah siap dengan tas yang berada di pundaknya.


"Bisa gak bawa tasnya, berat ya sini deh gw bawain aja,"ucap Fathan.


"Udah gak usah enteng kok, soalnya cemilannya si Lala udah berkurang,"ucap Raina sedikit menyindir Lala.


"Kalo Raina gak mau yaudah tas gw aja nih Kak,"ucap Lala menyengir.


"Ogah, emangnya lo siapa bawa aja sendiri,"tolak Fathan lalu pergi mendahului mereka sembari menggandeng tangan Raina.


"Rapunzel ditolak mentah mentah huhu yaudah deh karena rapunzel kuat gapapa tasnya bawa sendiri yang penting sekarang pulang gw kangen jakarta mau jalan jalan ke mini market, semangat Lala cantik!"ucap Lala menyemangati dirinya sendiri dengan cepat berjalan mendahului yang lainnya.


"Mulai dah tuh temen lo,"ucap Raka.


"Yaudah biarin aja suka suka dia,"ucap Zara.


"Yaudah yuk jalan,"ajak Aisyah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2