
Mereka terkejut ketika melihat Lala yang sudah berada tepat dihadapan mereka lalu berusaha mencari alasan yang membuat Lala percaya.kepada mereka akhirnya terjadi saling lempar pandang dan sikut menyikut.
Lala terus memandang keempat temannya dengan tatapan penuh selidik ia merasakan ada yang tidak beres dengan teman temannya.
"Kalian ngerjain gw yaaa, mana sini serbetnya sebelum gw dipecat jadi pelanggannya mba Wiwik iseng banget si kalian,"omel Lala menyodorkan tangannya tetapi tidak ada satupun dari mereka yang memberikannya justru malah menatapnya, ia mendengus kesal lalu mengulang ucapannya.
"Mana buruan serbetnya, kalo gak balikin kalian harus nyumbang seratus ribu per orang,"ancam Lala.
Zara terkejut mendengar perkataan Lala refleks Lala menutup mulut Zara agar tidak terbuka teralu lebar.
"Kagetnya biasa aja nanti masuk kecoa tau rasa,"ucap Lala ketus.
"Enak aja serbet selusin aja gak nyampe seratus ribu kita ada empat orang menang banyak lo, noh serbet lo di kak Rama minta aja sama dia,"omel Zara.
"Makanya jangan iseng sama Lala, kalian gak akan menang dimana kak Rama awas aja ya gw masukin kardus terus gw kirim ke Arab,"ucap Lala kesal berjalan mencari keberadaan Rama tidak berhenti berkomat kamit sepanjang jalan.
Aisyah menatap bingung Lala yang sudah berjalan mendahului yang lain sembari marah marah.
"Dia nanya tapi kok malah jalan duluan emangnya dia tau kak Rama dimana,"ucap Lala terkekeh.
"Maklumin aja Ais, liat nih ya dalam itungan ketiga pasti dia bakal balik lagi kesini,"ucap Zara tertawa mulai menghitung dan benar perkataan Zara pada hitungan ketiga muncul kembali sosok Lala di kantin.
"Ngomong ngomong kak Rama dimana ya, kalian belom kasih tau gw,"ucap Lala menyengir.
"Siapa suruh maen kabur aja, tuh mereka lagi pada di kelas kata Ais,"ucap Zara ketus.
Setelah mendapatkan jawabannya tanpa pamit Lala bergegas menuju kelas Fathan dan teman temannya diikuti dengan yang lainnya.
"Si Lala ngeselin juga ya pergi gak ada pamit pamitnya gemes gw liatnya."ucap Aldo sambil berjalan.
"Sekarang lo kan gabung sama kita nih ya, otomatis lo harus banyakin stok sabar,"ucap Zara terkekeh.
Lala yang baru sampai di depan kelas Fathan masuk tanpa permisi lalu menghampiri Rama yang sedang asik memainkan ponselnya, ia menjadi sorotan satu kelas ketika ia masuk, Lala menatap geram dan mengambil paksa ponsel yang sedang di genggam oleh Rama.
Rama terkejut ketika ponselnya tiba tiba dirampas oleh seseorang, ia menengadahkan kepalanya dan menolehkan kepalanya melihat siapa yang telah mengambil ponselnya.
"Eh apaan si lo ngambil ngambil hp gw sini balikin,"omel Rama berusaha mengambil ponselnya namun kalah cepat oleh Lala yang sudah mengantongi ponsel Rama di dalam saku celananya.
"Balikin dulu serbetnya mba Wiwik, parah lo Kak serbet mba Wiwik diambil juga kasian mba Wiwik gak bisa ngelap tumpahan sambel tau, kalo lo gak balikin serbetnya hp lo gw jual terus gw beliin serbet yang banyak buat gantiin serbet yang ilang,"ucap Lala dengan tatapan menantang.
"Cerewet banget si lo teletabis, nih serbet lo ambil bawa pulang gak sebanding sama harga hp gw enak aja lo mau jual hp gua buat beli serbet,"omel Rama melemparkan serbet ke arah Lala dan hampir mengenai wajahnya.
Lala mengedarkan pandangannya ia terkejut ketika melihat sekeliling semua orang menatap kearah dia ia tersenyum manis lalu menyapa orang yang menatapnya dengan ramah.
Kemudian muncul Maira dan teman temannya, ia melihat Lala yang berada di sebelah Fathan sedang menatap kesal Rama berjalan menghampiri Lala.
"Heh lo ngapain disini, ini bukan kelas lo lancang bangat masuk masuk,"omel Maira.
__ADS_1
"Tau masuk masuk aja gak sopan,"ucap Shasha.
"Mending lo balik deh sono,"usir Sinta.
Di depan pintu terlihat Raina dan yang lainnya
baru sampai melihat Lala yang di marahi oleh Maira dan teman temannya bergegas menghampiri mereka.
Sinta yang sudah lama menyukai Rama merasa kesal ketika melihat Lala menghampiri Rama.
"Masih disini lagi sono pergi."usir Sinta mendorong tubuh Lala, tubuh Lala tidak bisa mengendalikan keseimbanganya terhuyung kebelakang ditahan oleh Zara yang dengan cepat menghampiri mereka.
"Heh apa apaan lo dorong temen gw, dia kesini cuma mau ngambil serbet gak ada urusannya sama kalian,"bentak Zara.
Fathan tidak memperdulikan perdebatan mereka ia sibuk menatap Raina yang datang ke kelasnya dengan posisi tangan yang masih bergandengan tangan dengan Aldo, ntah kenapa ia merasa kesal tanpa sadar ia mengepalkan kedua telapak tangannya lalu pergi keluar dengar melirik Aldo penuh kekesalan.
Raina yang menyadari hal tersebut menatap Fathan penuh tanda tanya, ia heran disaat begini bukannya memisahkan mereka yang sedang ribut malah pergi begitu saja tanpa pamit, ia melihat tangannya yang masih bergandengan tangan dengan Aldo refleks melepasnya lalu mendekatkan diri kearah Lala dan yang lainnya.
Lala yang sedari diam lama lama geram dengan sikap Maira dan teman temannya terutama Sinta. "Heh girlband gak jadi, kalian ini kenapa si yang lain aja gak marah gw masuk sini kok kalian sewot banget, kaknRama urusin nih istri istri lo gw diamukkan sama mereka cuma gara gara minta serbet doang,"omel Lala.
"Kok gw yang disalahin yang marah marah mereka ogah banget gw punya istri model begini,"ucap Rama.
Raka menggelengkan kepalanya melihat drama yang sedang tayang dihadapannya saat ini, ia menolehkan kepalanya kearah bangku Fathan tetapi ia tidak melihat Fathan disana lalu memutuskan untuk pergi keluar kelas mencari Fathan meninggalkan drama yang menurutnya sangat tidak penting.
Setelah berkeliling mencari kesana kemari akhirnya Raka menemukan Fathan di ruang musik ia berjalan menghampiri Fathan yang sedang melamun.
"Gak usah aneh aneh dah gw males aja dikelas
pusinh liatnya,"ucap Fathan mengelak.
"Gak usah boong deh sama gw, lo bisa boongin Rama tapi engga bisa boongin gw, kalo lo bener bener suka sama dia kejarlah gak usah gengsian mulu,"ucap Raka.
"Gw gak ngerti gw kenapa Rak, gw juga gak tau perasaan gw kedia gimana yang jelas gw gak ada perasaan lebih ke dia tapi gw kesel liat dia sama tuh cowo,"ucap Fathan menghela nafasnya kesal.
Raka tersenyum ketika mendengar Fathan yang mulai terbuka dengannya lalu menepuk bahu Fathan pelan,"Jangan sampe telat sadarnya ya
takutnya ntar lo nyesel,"ucap Raka terkekeh.
"Dari yang gw liat si lo mulai ada perasaan sama dia tapi lo nya aja yang selalu nolak hati sendiri, jangan terlalu gengsi ah jadi manusia dari sikap lo ke dia aja udah ketauan, bahkan orang yang gak kenal sama lo bisa liat kalo lo punya perasaan yang lebih ke dia, percaya deh sama gw,"ucap Raka.
Fathan terdiam memikirkan perkataan Raka, ia masih tidak percaya kalau ia mulai menyukai Raina ia meyakinkan dirinya sendiri kalau perasaan yang sekarang ini bukan suka tetapi hanya sekedar peduli saja.
"Udahlah gak usah dibahas gak penting, balik aja dah ke kelas ngeri si Rama dicakar sama mereka,"ucap Fathan beranjak dari duduknya kembali ke kelas.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung......