SENIOR

SENIOR
Meminta penjelasan


__ADS_3

Raina menyusul Aisyah yang berada di perpustakaan.


Aisyah yang melihat Raina berada di depan pintu perpustakaan bergegas menghampirinya.


"Rain kamu ngapain kesini,"tanya Aisyah.


"Gw nyariin lo tadi gw liat lo lagi jalan terus gw manggil manggil lo cuma lo gak denger ya udah deh gw susul aja kesini,"jawab Raina.


"Ohhh gitu, ada apa kamu nyari aku sampe segitunya padahal di kelas aja kita ketemu,"tanya Aisyah.


"Iya juga ya haha. Gapapalah terlanjur gw kesini mau nanya sama lo,"ucap Raina.


"Nanya apa emangnya? Kayanya penting bangat ya sampe ngejar aku ke perpus haha,"ucap Aisyah terkekeh.


"Gw gak ngerti si ini penting apa enggak, gw mau tanya soal kak Fathan sama kembarannya,"ucap Raina.


Aisyah menatap Raina penuh tanda tanya ia merasa tidak biasanya Raina menanyakan hal yang berhubungan dengan Abangnya.


"Ada apa nih tumben bangat kamu nanyain bang Fath haha,"ucap Aisyah tertawa.


"Gapapa pengen nanya aja,"ucap Raina.


"Kamu mau nanya apa, aku jawab semuanya khusus kamu,"ucap Aisyah.


"Cara ngebedain kak Fathan sama kak Farhan tuh gimana sih kan lo adiknya nih pasti paham,"tanya Raina.


"Itu mah gampang ya walaupun kadang aku suka salah juga sih, gampangnya bisa diliat dari cara ngomongnya kalo bang Han lebih baku kalo Bang Fath gaul abis terus dari sikap kalo bang Han lebih ramah ke semua orang kalo bang Fath ya kamu tau lah dia gimana, emangnya kenapa Rain,"ucap Aisyah.


Raina mengingat kembali kejadian kemarin dengan sekarang yang ia alami.


"Jadi gini Ais gw lagi bingung sama kak Fathan kemarin baik bangat sama gw sekarang kok malah cuek lagi beda bangat dari yang kemaren,"ucap Raina.


"Ah iyaa jadi inget sesuatu hehe, gimana kemarin malam sama bang Fath pasti asik bangat ya,"tanya Aisyah sambil menggoda Raina.


"Nah ini yang mau gw tanyain ke lo Ais. Kemarin kak Fathan tuh berubah bangat jadi baik gitu semuanya serba nurutin gw,"ucap Raina.


Aisyah yang mendengar perkataan Raina menampilkan senyuman lebarnya, ia sangat senang mendengar Abangnya bersikap baik terhadap orang lain terutama pada temannya.


"Wahhhhh bagus dong kalo gitu terus kenapa keliatannya kamu bingung bangat,"tanya Aisyah.


"Dia baiknya semalam doang Ais tadi gw nyamperin dia karena ada yang mau gw tanyain eh gw dicuekin terus ditinggal pergi,"adu Raina mengerucutkan bibirnya.


"Jangan sedih gitu dong mungkin bang Fath lagi gak mood,"ucap Aisyah berusaha menenangkan sahabatnya.


"Gw bingung aja gitu semalam berubah bangat jadi baik terus sekarang balik lagi cueknya sama persis kaya waktu itu gw ketemu kak Farhan yang gw kira kak Fathan,"ucap Raina.


Aisyah yang mulai mengerti arah bicara Raina pun


tersenyum.


"Jadi kamu berfikiran kalo yang jalan sama kamu semalam itu bang Han bukan bang Fath gitu,"tanya Aisyah.


"Ya begitulah soalnya gw udah pernah kena sekali pas kak Farhan datang ke kampus,"jawab Raina.


"Aku berani jamin 100% kalo yang jalan sama kamu itu bang Fath,"ucap Aisyah penuh dengan keyakinan.


"Kok kamu bisa seyakin itu,"ucap Raina heran.


"Bisalah Raina soalnya pas bang Fath mau jemput kamu ke rumah kamu aku sempat ngobrol sama bang Fath lagi pula semalam itu bang Han barengan sama aku terus,"ucap Aisyah.


"Terus kalo benar kak Fathan kenapa dia bisa berubah cepat bangat,"tanya Raina kebingungan.


"Kalo itu aku gak tau Rain, kamu tanya langsung aja ke bang Fath biar gak penasaran,"ucap Aisyah.

__ADS_1


"Gw udah tanya Aisyah tapi dicuekin kesel bangat deh abang lo itu nyebelinnya tingkat dewa,"ucap Raina kesal.


"Haha sebel sebel gitu kamu suka kan, tapi gengsi aja ngakuinnya,"ucap Aisyah tertawa.


"Tau ah lo malah ngeledek gw, ya udah lo lanjutin aja tugas lo di perpus gw mau balik ke kelas dadah,"pamit Raina.


Raina terus kepikiran dengan perubahan Fathan semalam yang sekarang kembali lagi menjadi Fathan yang seperti biasanya.


"Lo kenapa Rain kaya kebanyakan beban hidup begitu,"tanya Zara.


"Gapapa lagi pusing aja,"jawab Raina.


"Pusing apaan si Rain, abis jalan sama kak Fathan harusnya tuh muka lo seneng terus senyum senyum sendiri kaya orang gila gitu ini malah malah murung kaya belom bayar utang aneh lo Rain,"ucap Lala.


Zara mengerutkan alisnya lalu menatap Raina dan Lala bergantian.


"Raina jalan sama kak Fathan kok gw gak tau ya,"ucap Zara.


"Lo gak nanya sih Zar makanya gak tau,"ucap Lala.


"Bodoamat ah sekarang kalian begitu sama gw, Aisyah tau gak kalo Raina jalan sama Kak fathan,"tanya Zara.


"Jelas tau lah oon, Aisyah kan adiknya kak Fathan,"ucap Lala menoyor kepala Zara.


"Berarti yang gak tau cuma gw doang,"ucap Zara ketus.


"Udah deh gak usah ribut gw pusing lagian sekarang kak Fathannya jadi aneh,"ucap Raina.


"Aneh kenapa,"tanya Lala.


"Dia semalam baik bangat berubah drastis gitu dan lo tau kan La gimana baiknya dia kemaren dan tadi gw nyamperin dia malah dicuekin terus ditinggal pergi untung aja gak diomel omelin kaya dulu,"ucap Raina.


Lala yang mendengarkan perkataan Raina berfikir, ia merasa tidak melihat kebaikan kak Fathan yang ia lihat Raina sudah di pasar malam bersama Fathan memegang banyak sekali harum manis.


Raina yang mendengar perkataan Lala menatap Lala kesal ingin sekali rasanya ia memukul kepala Lala.


"Ihhhh Lala gw pukul lo ya, itu barang seabrek abrek yang gw beli di mall bayarin kak Fathan semua terus harum manis yang gw pegang juga dibayarin dia pokonya dia jadi baik bangat gitulah,"ucap Raina kesal."Tau gitu mah mendingan gak usah gw iyain pas dia ngajak kesel bangat gw berasa dikerjain sama dia,"omel Raina.


Tidak lama Fathan lewat di depan kelas Raina dan teman temannya.


"Tuh ada kak Fathan lewat sono samperin terus lo tanya deh,"ucap Lala mendorong tubuh Raina.


"Ogah ntar gw di cuekin, mending dicuekin kalo di usir gimana malu kan gw,"tolak Raina.


"Mana Raina yang gw kenal, pantang nyerah walaupun di usir,"ucap Zara.


"Itu mah Lala Zar yang begitu gw mah gak segitunya kali,"ucap Raina.


"Ya udah sono samperin lama nih gw tendang ya biar langsung yampe di depan kak Fathan,"ucap Lala.


Dengan terpaksa Raina menghampiri Fathan.


"Kak Fathan,"teriak Raina berlari kecil berusaha


mengimbangi posisi Fathan.


Raina berlari sembari menahan kesalnya dan mengumpat Fathan sepanjang jalan.


"Ih ganteng ganteng budek bangat si,"omel Raina."Kak Fathan berenti dulu si gw capek ngejarnya,"teriak Raina lalu berhenti sejenak karena ia merasa lelah.


Fathan yang sedari tadi mendengar teriakkan Raina enggan untuk menggubrisnya ia terus berjalan meninggalkan Raina.


"Nyesel ah gw ngejarnya ngabisin tenaga aja awas aja lo ya kak ngechat gw ngajakin ngayap lagi,"gerutu Raina lalu berjalan ke arah kantin.

__ADS_1


Saat sampai dikantin Raina melihat Fathan sedang duduk bersama teman temannya. Tanpa berfikir panjang ia menghampiri Fathan.


"Kak lo kenapa si dipanggil budek bangat, gw cuma mau nanya doang kok bukan mau minta uang,"omel Raina.


"Cerewet bangat si, lo mau nanya apa buruan 3 menit kalo lebih gw tinggal,"ucap Fathan.


"Tambahin kek setengah jam gitu,"ucap Raina.


"Lo kata dipasar bisa nawar Rain,"ucap Rama.


"Gw mau nanya kenapa sekarang lo beda bangat gak kaya semalam, gw ada salah apa ?"tanya Raina.


"Terus kenapa, mau gw berubah mau gw gimana juga bukan urusan lo, mau nanya apa lagi,"tanya Fathan.


"Urusan gw lah, lo bikin gw bingung kemaren lo baik bangat sama gw sekarang lo dingin lagi sama gw padahal gw udah nyoba ngejauh dari lo semenjak masalah di taman terus kemaren lo seolah olah kaya ngajak damai terus sekarang lo begini lagi sama gw, gak jelas bangat sumpah,"ucap Raina kesal.


"Kebanyakan terusnya pusing gw Raina,"ucap Rama.


"Diem deh kak gak usah rusuh,"omel Raina.


"Kalian tunggu sini aja gak usah ngikut, gw mau ngomong sama nih cewe,"ucap Fathan. Fathan menarik tangan Raina membawanya ke taman belakang kampus.


"Jadi lo mau tau kenapa semalam gw jadi beda bangat sama lo,"ucap Fathan menatap Raina serius direspon dengan anggukan oleh Raina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2