
Malam hari di rumah keluarga Rahardian.
Selesai makan malam Fathan menyusul Aisyah
ke kamarnya karena ada suatu hal yang ingin ia
bicarakan.
Tok-tok-tok
Terdengar suara ketukan pintu dari dalam kamar Aisyah, ia beranjak dari kasurnya menghampiri pintu.
"Ais abang masuk ya,"ucap Fathan sambil membuka pintu kamar Aisyah.
"Kenapa bang Fath ? aku mau pake masker dulu ya biar segar, bang Fath harus ikut juga pake masker okayyy,"ucap Aisyah.
"Ada yang mau abang bicarain sama kamu,"ucap
Fathan.
"Nanti ya abis maskeran ngobrolnya, sekarang
waktunya maskeran,"ucap Aisyah girang karena kapan lagi bisa maskeran bersama Fathan.
"Bang Han mana kaya nya bakal seru deh kalo ada bang Han juga, bakal jadi keren kan," ucap Aisyah.
"Farhan di ruang tamu lagi asik main ps dia,"ucap Fathan.
"Yasudah biarin aja,"ucap Aisyah yang sudah
membawa beberapa macam masker ditangannya untuk membuat pilihan kepada Fathan.
"Nih pilih mau yang mana? ada yang sheet mask ada yang bubuk,"ucap Aisyah.
"Bedanya apa? yang bikin tingkat ke gantengan abang jadi makin ganteng yang mana,"tanya Fathan membaca satu persatu tulisan yang tersedia dikemasan masker.
"Kita pake yang ini aja deh,"ucap Aisyah menunjuk masker lalu membuka kemasannya.
"Terus gunanya apa tadi kamu nawarin abang
mau yang mana kalo ujungnya kamu yang milih
juga,"geram Fathan sambil menyentil kening Aisyah.
"Hehe iseng aja,"ucap Aisyah nyengir, "Nih udah
jadi maskernya tinggal pake aja,"ucap Aisyah tersenyum.
"Masker apaan ini warnanya hijau kaya hulk ntar kalau abang jadi hulk gimana,"ucap Fathan membayangkan dan bergedik ngeri.
"Cerewet bangat ya buruan pake,"ucap Aisyah.
"Gimana caranya?."tanya Fathan.
"Ishhh abang pura pura oon apa gak tau benaran
si, nih caranya ambil nih kuas terus olesin ke muka sampai rata,"geram Aisyah sambil mempraktekkan ke wajah Fathan secara asal.
"Kok pake kuas si dikata nih muka tembok apa ya,"protes Fathan.
"Cerewet ah buruan nanti aku gak mau ngobrol sama bang Fath nih,"ancam Aisyah yang gemas dengan Fathan yang banyak sekali bicara.
"Iya iyaaa,"ucap Fathan sambil mengoleskan masker ke Wajahnya.
"Okeee selesai tinggal tunggu beberapa menit, kita foto dulu yaaa,"ucap Aisyah mengambil ponselnya lalu mengambil gambar sebanyak mungkin.
"Ini kok mukaku kaya ditarik ya,"ucap Fathan sambil menyentuh wajahnya.
"Eh jangan disentuh nanti maskernya pecah, Bang Fath gak boleh banyak ngomong dulu nanti pecah maskernya,"ucap Aisyah susah payah berbicara agar maskernya tidak pecah.
"Tapi muka abang kaya di tarik, nanti muka abang copot terus ganti jadi hulk gimana,"ucap Fathan panik.
"Ish cerewet nanti aja ngomongnya, arghhhh kan masker aku pecah,"omel Aisyah sambil memeloti Fathan.
"Kan yang ngomong aku kenapa masker kamu yang pecah,"ucap Fathan.
Krekk!
Suara pintu yang di buka dari luar membuat Fathan dan Aisyah mengalihkan perhatiannya pada suara pintu.
Farhan membuka pintu kamar Aisyah.
"Aaaa ada hantuuuuuu,"teriak Farhan.
"Apaan si lo heboh bangat, ini gw sama ais,"omel Fathan dengan susah payah.
"Kau kenapa ngomongnya seperti robot hahaha,"tawa Farhan.
"Lagian kalian mengagetkan saja aku kira hantu,"ucap Farhan menyengir.
__ADS_1
"Ada apa bang Han kesini,"tanya Aisyah.
"Aku mau pinjam laptop,"ucap Farhan.
"Punya lo mana, gak modal bangat minjem minjem,"ucap Fathan.
"Aku meminjamnya ke Aisyah adikku bukan kau,
jadi jangan cerewet kau dasar hulk,"ledek Farhan.
"Ambil aja di meja belajar aku bang,"ucap Aisyah.
Farhan berjalan ke arah meja belajar lalu
mengambil laptop,"Pinjam sebentar yaa dek nanti aku kembalikan, bye bye hulk,"ucap Farhan sambil meledek Fathan dan pergi meninggalkan mereka.
"Bodoamat! udah kelar belom si De,"tanya Fathan.
"Nanti tunggu 3 menit lagi okay, nikmatin aja
bang,"ucap Aisyah.
"Aku mau upload fotonya di sosmed nih bang, abang juga ya,"ucap Aisyah.
"Gak, kaya hulk begini di posting,"tolak Fathan kesal.
"Ini lucu tau,"ucap Aisyah.
Aisyah memposting fotonya di instagramnya mendapat banyak komentar.
"Ini kak Fathan bukan si."
"Kalian pacaran ya?"
"Sweet bangat si."
"Ra liat nih, mending lo mundur aja deh si Fathan udah punya pacar."
"Dasar cewe ganjen."
Masih banyak lagi komentar komentar yang positif dan negatif.
"Bang Fath buruan posting fotonya,aku udah
posting,"ucap Aisyah.
mengambil ponselnya dan memposting foto dengan caption pangeran dengan cinderlele
bersatu, lalu menutup layar ponselnya.
"Udah di posting sekarang udah lewat dari 3 menit udah kelarkan,"ucap Fathan yang tidak tahan dengan tarikan dari masker.
"Ya udah bersihin cuci muka sono ke kamar
mandi,"ucap Aisyah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Raina melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Reno.
"Ada apa nih gak biasanya bang Reno nelpon sebanyak ini,"ucap Raina heran lalu berniat menelpon kembali.
"Hallo bang Ren, maaf tadi aku lagi keluar sama
bang Rey dan kak Kinan aku lupa bawa hp, ada apa tumben bangat nelpon sebanyak ini,"ucap Raina.
"ada yang mau ngomong nih,"ucap Reno menyerahkan ponselnya ke Lala.
"Rain ini gw Lala,"ucap Lala.
"Lalaaaa lo kemana aja gak ada kabar lo buat gw khawatir tau,"teriak Raina.
__ADS_1
"Maaf sebenarnya tadi gw berangkat tapi gw di tabrak sama abang lo jadinya gw nyasar ke rumah sakit deh,"ucap Lala.
"Heh enak aja yalahin orang seenaknya, kamu tadi jalannya gak fokus kaya punya beban hidup 1000 ton jalan aja ngelamun,"omel Reno tidak terima.
"Ih cerewet, lo denger gak Rain abang lo ini cerewet bangat,"adu Lala sambil melirik sinis kearah Reno.
"Haha sudah sudah kalian ini berantem terus,
terus gimana keadaan lo, parah gak? mau dijenguk sekarang atau gak lo ke rumah gw aja bareng bang Ren,"ucap Raina.
"Ohhh ini bang reno kok beda sama yang gw
temuin waktu itu pas dirumah lo, bang Reno yang ini nyebelin bangat sumpah,"ucap Lala.
Reno menatap Lala dingin lalu mengambil paksa
ponselnya.
"Udah minjem ngatain lagi ada ya perempuan tidak tau malu sepertimu,"ucap Reno kesal.
"Hallo de nanti abang pulang sama teman kamu yang tidak tau malu ini kamu gak perlu datang kesini,"ucap Reno.
"Menyebalkan sekali,"gumam Lala.
"Aku dengar,"ucap Reno dingin.
"Lalu kalau dengar aku harus apa?"ucap Lala menantang sambil meletakkan tangannya dipinggang dan menatap tajam Reno.
"Terserah gak ada habisnya meladeni perempuan tidak tau malu sepertimu,"ucap Reno pergi keluar.
"Eh mau kemana, jangan tinggalin gw tadi katanya lo mau bawa gw ke rumah lo ketemu Raina,"teriak Lala.
"Ish nyebelin bangat si,"gerutu Lala.
Reno menyelesaikan administrasi perawatan Lala, lalu kembali ke kamar rawat Lala.
"Ngapain lo balik lagi, udah ninggalin segala balik lagi,"ucap Lala ketus.
"Bisa diocehin Raina 24 jam kalau aku ninggalin
kamu walaupun aku sangat berminat,"ucap Reno cuek.
"Terus tadi lo kemana kak ?"tanya Lala.
"Bayar administrasi kamu pikir ini rumah sakit
punya nenekmu,"ucap Reno ketus.
"Ohh biasa aja kali, itukan udah kewajiban lo
karena udah nabrak gw kak,"ucap Lala.
"Sebenarnya kamu yang minta ditabrak, jalan kok meleng, buruan siap siap atau aku tinggal,"ucap Reno.
"Apa yang mau disiapkan aku kan cuma bawa diri saja kesini,"ucap Lala bingung.
"Tas nya mau ditinggal,"ucap Reno memutar bola matanya malas.
"Oh iyaa ya udah yuk,"ucap Lala yang sudah siap memegang tasnya.
Lala dan Reno keluar dari rumah sakit menuju
rumah Reno untuk menemui Raina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
__ADS_1