SENIOR

SENIOR
Istana boneka


__ADS_3

Saat ini semuanya sedang berkumpul di depan wahana istana boneka, mereka menunggu antrean yang lumayan sangat panjang dan membuat yang menunggu menjadi gerah di karenakan suasana siang hari yang begitu menyengat.


"Panas banget kaya di kompol bental lagi Pano sapi goleng nih," celetuh Fano.


"Riweh banget jadi bocah noh nyemplung ke dalem air biar jadi sop sapi," ucap Reyhan tangannya mengarahkan jadi telunjuknya ke arah kolam yang berada di wahana istana boneka.


Kinan menepuk lengan Reyhan sambil memelototi Reyhan.


"Kamu apaan sih Rey, anak kecil aja diladenin mending ngeladeninnya bener ini mah engga," omel Kinan.


"Abisan dia ngeselin banget sih ngoceh mulu kaya beo," ucap Reyhan.


"Boong kak Kinan, kak Ley aja yang nyali gala-gala sama Pano padahal dali tadi Pano diem telus balu ngomong balusan," adu Fano.


Tanpa mereka sadari kini giliran mereka yang memasuki wahana istana boneka dengan semangat Lala dan Fano berlarian kecil menuju perahu hingga membuat yang lainnya geram melihat tingkah kedua biang rusuh.


"Raina kamu kuat ya punya sepupu sama teman yang tingkahnya begitu, kalo si Fano wajar dia masih kecil yang gak wajar Lala udah tua masih aja kaya bocah," ucap Fathan.


Raina tersenyum menatap keduanya sambil melangkahkan kaki menyusul mereka.


"Mereka tuh pemanis suasana tau, kalo gak ada mereka rasanya sepi Kak, ya walaupun aku suka sebel juga sih sama kerusuhan mereka tapi di dalam hati aku yang paling dalam aku tuh sayang banget sama mereka, setelah ini Fano pulang ke rumahnya pasti bakal sepi deh di rumah," curhat Raina dengan wajah murungnya.


Fathan mengusap rambut Raina lalu merangkul Raina mereka melangkahkan kakinya menaiki perahu yang siap mereka naiki.


"Yeayyy yeay naik pelahu," sorak Fano sambil bertepuk tangan.


"Baru kali ini Lala ke istana boneka, kira-kira di dalemnya ada princess elsa gak ya," gumam Lala.


"Ada La ada," saut Rama dengan senyum yang ia paksakan.


Sedangkan yang lainnya hanya saling melirik dan menggelengkan kepalanya karena yang mereka ketahui istana boneka yang ada di sana tidak seperti yang ada dikhayalan Lala.


Perahu mulai berjalan dan memasuki lorong gelap yang bentuknya seperti goa, Lala yang semulanya semangat dan antusias kini raut wajahnya berubah menjadi muram.


Ini istana boneka apa istana hantu sih bonekanya kaya boneka chukky semua, nyesel Lala ikutan masuk ke sini, ya Allah tolongin Lala ini serem banget bonekanya pada liatin Lala lagi.

__ADS_1


"Kenapa lo? Ada gak princess elsanya Ha-Ha-Ha," ledek Reyhan.


"Ini istana boneka apa istana hantu sih bonekanya serem-serem banget udah gitu ada yang melotot lagi ish udahan aja lah yuk, kita puter balik aja," keluh Lala.


"Lo kata nih perahu mobil nenek moyang lo yang bisa diatur seenak jidat, diem aja udah nikmatin perasaan tadi lo semangat banget kalah lo sama Fano," ucap Fathan.


Lala mendengus sebal ia menatap Fano yang sedang asik bersorak-sorak.


"Ih itu tuh yang lambutnya gimbal milip kak Ley Ha-Ha-Ha, Halo kembalannya kak Ley kenalin nama aku Pano yang paling ganteng se dunia." Fano yang asik melambaikan tangannya pada beberapa boneka yang ia lihat dan tak jarang juga ia menyamakan boneka yang ada disana dengan Reyhan.


Reyhan melirik sekitar ia tersenyum saat melihat salah satu boneka lalu matanya teralihkan ke arah Fano.


"Noh yang itu mirip Fano," ucap Reyhan


****


Reno yang sedari tadi bungkam ia melihat Lala yang sedang menunduk, ia pun terkekeh melihat tingkah Lala yang semulanya begitu semangat menjadi menunduk dan enggan melihat sekitar.


"Udah kamu tenang aja, gak bakalan dimakan kok sama boneka-boneka yang ada disini, sama boneka aja takut," ucap Reno.


Lala mengalihkan pandangannya ke arah Reno dengan cepat tangannya terangkat menarik hidung Reno dengan gemas.


"Enak banget kalo ngomong liat tuh bonekanya serem-serem udah gitu disini gelap banget kaya mati listrik, harusnya di kasih lampu kek gitu yang banyak," oceh Lala.


Refleks Reno menutup telinganya dengan kedua telapak tangannya meskipun tidak ada efeknya. Saat ia rasa Lala sudah berhenti berbicara ia menurunkan kedua tangannya.


"Seharian ini berapa kali kamu narik hidung aku, denda 100 ribu setiap satu kali kamu narik hidung aku pokoknya," ucap Reno.


"Kalian ini cocok banget deh, udah kalian jadian aja gw setuju pasti bakal jadi best couple deh kalian berdua," ucap Raina.


Lala menggelengkan kepalanya sambil terkekeh geli.


"Lo merendah mulu si Raina, best couple tuh ada di kalian berdua tau, kalian tuh pasangan yang lupa sekitar kalo udah berduaan, Kak Reno mah sukanya sama yang menor-menor kaya sepupunya Maira kita cukup jadi teman aka ya gak kak Ren" ucap Lala sambil menepuk-nepuk bahu Reno ia memandang Reno dengan senyum getir.


"Saya ramal senyum anda itu palsu," sambung Fathan sambil menyengir.

__ADS_1


Lala terkesiap ia mengambil ponselnya dari dalam tas lalu ia tersenyum di depan layar ponsel.


"Asli kok gak palsu," ucap Lala dengan heran.


"Emang ya si Lala ini onengnya gak ilang-ilang, bang Reno lo kenapa bisa sih demen sama cewe model beginian gak kebayang ntar kalo kalian beneran jodoh terus kalian punya anak dan anaknya pecicilan kaya Lala, gw yakin lo bakal pusing Bang," keluh Fathan.


"Kak Fathan kaya netizen nih jodoh-jodohin orang, nih ya Lala lebih gak habis fikir lagi kalo kak Fathan nikah sama Raina terus punya anak dan anaknya jadi dingin banget kaya es balok, kasian Raina nanti kebingungan punya anak kalemnya kebangetan," saut Lala.


"Libut telus nih belisik, Pano gak konsentlasi kenalan sama bonekanya," teriak Fano.


Setelah selesai menaiki wahana mereka segera keluar dari sana, lalu mereka memutuskan untuk berpencar.


"Kak Leno kita ke pasal malem dulu yuk, Pano sebel main disini gak bisa naik apa-apa telus disini gak ada halum manis sama gak ada joget-joget juga," keluh Fano.


"Tapi kan sekarang masih sore pasar malemnya pasti baru pada siap-siap buat buka dagangannya," saut Lala.


"Kak Leno bawa mobilnya pelan-pelan aja, nanti juga pas sampe pasal malem udah malem, ini kan pelpisahan kita besok kan Pano mau pulang ke lumah Pano," pinta Fano memasang wajah memelasnya.


Lala dan Reno tidak tega melihat Fano yang terus menerus memohon dan membujuk untuk pergi ke pasar malam hingga akhirnya mereka menganggukan kepalanya secara bersamaan.


"Oke kita kesana tapi janji ya jangan rusuh disana," ucap Lala.


Fano mengembangkan senyumnya ia berloncat-loncatan.


"Oke bos! Nanti beliin Pano hadiah ya, sebagai hadiah pelpisahan kita," ucap Fano dengan semangat.


"Ada ya orang mau pergi minta kado perpisahan," gumam Lala.


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komen ya gaiss karena like dan komen dari kalian penyemangat aku buat up terus hehe


Terima kasih juga buat kalian yang selalu setia nunggu cerita ini update, sehat dan bahagia terus buat kalian semua gaissss


Sekian dan terima kasih

__ADS_1


__ADS_2