SENIOR

SENIOR
Kakak galak


__ADS_3

Kini semua sedang berkumpul kecuali orang tua dari Reno dan Lala yang sengaja memisahkan diri mereka dengan anak-anaknya untuk membicarakan persiapan pernikahan keduanya.


"Ram lo gak iri sama Lala yang bentar lagi nikah tuh, berarti lo dilangkahin dong sama Lala," ucap Shasha tertawa.


"Ih engga dong yang ada gw malah seneng Sha jadinya gw bisa minta uang pelangkah sama dia liat aja nanti gw minta rumah 10 lantai. Harusnya lo tanya ke bang Reno tuh dia yakin apa kaga nikah sama Lala yang rusuhnya bikin kepala berasep." Rama berbicara dengan suara yang sengaja ia buat sedikit keras supaya terdengar oleh Lala.


"Kak Rama jangan gitu, nanti kalo Lala ngambek terus gak mau nikah gimana. Nanti diamuk sama mama gw tau rasa lo bahkan bukan mama gw doang nanti ada papa gw dan orang tua dari Lala," tegur Raina.


"Hehe maaf Raina abisan enak banget sih ngatain Lala, tapi kalo mereka gak jadi nikah solusinya gampang Raina dan pasti Fathan seneng denger solusi dari gw," ucap Rama menatap Fathan dengan senyum bangga.


"Gw tau lo mau ngasih solusi apa, sumpah basi banget ah pasti lo mau bilang gini kan. Kalo Lala sama bang Reno gak jadi nikah digantiin aja sama kak Fathan dan Raina yang nikah, bener kan?" sambung Zara menaik turunkan alisnya dan tersenyum.


Rama menjentikkan jarinya kemudian menunjuk Zara sambil menganggukkan kepalanya.


"Zara punya bakat jadi dukun ternyata, besok buka praktek ya Zar ntar gw bantuin promo pasti rame dah kedai dukun lo," ucap Rama.


"Wah kalian ternyata sehati ya, jangan-jangan kalian ...." ucap Farhan.


Disaat yang lainnya sedang sibuk membicarakan soal pernikahan Lala dan Reno berbeda dengan Fano dan teman-temannya yang kini sedang asik mengacak-acak ponsel milik Fathan yang tidak sengaja ia temukan di atas sofa.


"Kita poto selpi aja yuk kamelanya kak Jungkook kembalan Pano kelen banget tau bisa bikin muka ganteng Pano jadi makin ganteng milih Lee min hoo." Fano menggeser layar kemudian menekan tombol kamera lalu mengajak teman-temannya mengambil gambar bersama.


Fano dan teman-temannya sedang bergaya di depan ponsel Fathan, saat Fano ingin memencet tombol untuk mengambil gambar mereka tiba-tiba saja layar ponsel Fathan berganti menjadi notifikasi panggilan video call hingga membuat Fano kesal kemudian ia mengempaskan tubuhnya ke sofa dengan tidak santai.


"Ini siapa sih yang video call gangguin Pano aja padahal Pano lagi selpi-selpi bareng kawan-kawanku," omel Fano.


Fano melihat layar ponsel Fathan ia komat-kamit mengeja tulisan yang ada di layar ponsel Fathan.


"Pahira, oh Pahira yang gangguin Pano selpi liat aja Pano omelin nanti," geram Fano.


Fano menggeser tombol hijau kemudian muncul wajah Fahira di layar ponsel Fathan. Fahira dari sana terlihat kaget saat melihat yang mengangkat panggilannya seorang anak laki-laki bukan Fathan.

__ADS_1


"Kakak pengganggu ada apa telpon-telpon, gak tau apa Pano mau selpi-selpi," ketus Fano.


Fahira sontak terkejut saat mendengar nada ketus dari anak laki-laki yang mengangkat panggilan videonya, ia menghela nafas berusaha memberikan senyuman ramah pada Fano.


"Hai anak ganteng, maaf ya aku gangguin kamu. Kak Fathannya mana ya?" ucap Fahira.


Fano terdiam sejenak, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Fathan, saat melihat Fathan yang sedang berduaan dengan Raina ia tersenyum kemudian kembali melihat layar ponsel Fathan.


"Gak ada kak Patan. Disini adanya Pano sama temen-temen Pano nih, kalo gak percaya liat aja tuh." Fano mengubah kamera menjadi kamera belakang dan mengarahkannya pada kedua teman-temannya namun tidak sengaja ia menyorot Raina dan Fathan yang sedang berduaan.


Fahira menggertakkan giginya, ia memelototkan matanya berharap Fano merasa takut padanya kemudian menyerahkan ponsel pada Fathan.


Nih anak bener-bener ya ngeselin banget, padahal jelas-jelas Fathan ada disana dan dia sendiri yang ngarahin kamera ke mereka bedua. Kayanya sengaja banget nih anak biar gw kesel.


"Anak kecil gak boleh bohong ya. Tadi aku liat ada kak Fathan lagi sama kak Raina, kamu boongin aku ya? Gak boleh loh boong itu dosa. Anak ganteng, anak manis kasih hp nya ke kak Fathan ya, aku ada perlu sama kak Fathan soalnya." Fahira sengaja memuji Fano supaya Fano luluh dan segera menyerahkan ponselnya pada Fathan.


Fano menggelengkan kepalanya sambil memicingkan mata serta memonyongkan bibirnya.


"Gak mau! Kalo mau ngomong nanti aja kalo Fano udah selesai poto-poto. Lagian disini ada Pano kenapa gak ngomong sama Pano aja nanti Pano bisikin ke kak Patan," ucap Fano.


Fano mendekatkan layar ponsel pada wajahnya kemudian ikut memelototkan matanya sambil menggembungkan pipinya hingga membuat siapa pun yang melihatnya memberikan kesan menggemaskan.


Aisyah terkekeh melihat tingkah Fano, ia menyikut Zara dan Shasha supaya mereka ikut melihat ke arah Fano dan melihat tingkah menggemaskan Fano.


"Fano ngapain sih kok melotot-melotot gitu di depan hp aneh banget tapi gemes juga jadi pengen cubit," ucap Aisyah.


"Kaya gak tau Fano aja sih Ais, dia kan tingkahnya banyak banget. Dulu aja pas gw masih gabung sama Maira dan Sinta dia udah gemes banget apa lagi pas dia lari-lari terus dorong Maira sampe kecebur di kolam renang jujur gw sih sebenernya ketawa geli banget dari jauh," ucap Shasha tertawa sambil membayangkan kejadian saat acara pesta ulang tahunnya.


"Nih liat Pano juga bisa melotot kaya kakak galak, emangnya kakak galak doang yang bisa. Kakak galak ngapain cali-cali kembalan Pano, kak Patan punya utang sama kakak galak?" ucap Fano dengan ketus.


"Nah itu dia kaya lagi telponan ya, tapi kaya lagi video call juga soalnya Fano liatin mukanya ke hp," ucap Zara sambil menunjuk ke arah Fano.

__ADS_1


"Mending samperin aja lah yuk, biar gak penasaran mending kita liat langsung aja," ajak Shasha menarik tangan Zara dan Aisyah kemudian berjalan ke arah Fano dan teman-temannya.


"Tenang aja kakak galak kalo kak Patan punya utang nanti dibayal kok sama mamanya kak Patan, kalo gak pelcaya ke lumahnya kak Patan aja. Asal kakak galak jangan minta ke Pano soalnya Pano gak punya uang," ucap Fano dengan logat menggemaskannya.


Aisyah, Zara dan Shasha dengan bersamaan mendudukkan diri mereka di dekat Fano sambil melirik ke arah ponsel yang berada di tangan Fano.


"Fano lagi ngapain sih? Keliatannya asik banget," tanya Aisyah.


"Ini Pano lagi ngeladenin kakak galak yang mau minta utang sama kak Patan. Masa kakak galak melototin Pano padahal Pano gak punya utang sama dia," adu Fano sambil menunjuk layar ponsel milik Fathan.


"Loh ini hp nya bang Fath kan ya?" tanya Aisyah.


"Kak Fathan! Ini ada cewe yang nelpon marah-marah ke Fano katanya lo punya utang tuh, pacaran mulu kalian ini ya padahal yang mau nikah bang Reno sama Lala kenapa kalian yang makin nempel kaya perangko!" teriak Zara.


Teriakan Zara sontak membuat Fathan dan Raina menolehkan kepalanya bahkan tidak hanya Fathan dan Raina tetapi semua orang yang ada disana ikut mengalihkan pandangan mereka.


"Ini nama kontaknya Fahira, tapi namanya gak ada kesan-kesan rentenir deh perasaan, lagi pula mana ada orang nagih utang video call," ucap Shasha dengan heran.


Raina terdiam saat mendengar ucapan Shasha saat menyebut nama Fahira apalagi saat Shasha mengatakan kalau Fahira menghubungi Raina dengan fitur video call.


"Kamu tanggepin dulu sana takutnya penting kan gak enak sama Fahiranya," ucap Raina tersenyum kaku.


Fathan sama sekali tidak ada niat untuk meladeni Fahira, ia putuskan untuk tetap berada di samping Raina dan tidak mendengarkan permintaan Raina.


"Aku disini aja, lagian udah ada yang lainnya disitu kalo penting tinggal sampein aja kan beres." Fathan tersenyum kemudian merangkul Raina.


***


Bersambung ....


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya gais, kalo kalian ada saran silahkan dititipkan aja di kolom komentar hehe.

__ADS_1


Semoga bab ini bisa menghibur kalian semua ya.


Sekian dan terima kasih


__ADS_2