
Aldo menyomot kentang goreng yang berada diatas meja hingga kentang tersebut habis tak tersisa sedikit pun.
"Lo ngapain si kesini, ngabisin makanan lagi," ketus Fathan.
"Biasa aja dong Mas nya, tadi tuh niatnya gw mau makan disini soalnya gw laper terus gw liat kalian disini dan gw liat-liat gak adil banget cewe 2 cowo 1 menang banyak lo, yaudah deh gw nimbrung itung-itung ngemil gratis," ucap Aldo.
"Halah alesan bilang aja lo mau modus sama pacar gw," ketus Fathan.
"Raina tuh liat pacar lo nuduh-nuduh gw terus padahal gw gak ada niat jelek kesini," adu Aldo dengan sengaja memegang tangan Raina.
Fathan menatap Aldo tajam dengan gerakan cepat ia menepis tangan Aldo yang berada diatas tangan Raina.
"Jangan pegang-pegang tangan pacar gw, lo kalo mau makan yaudah makan sana cari tempat lain jangan disini, ganggu banget sih lo diajak aja engga," ketus Fathan.
Aldo terkekeh perlahan ia menjauhkan tangannya dari Raina lalu melirik sekilas pada Fahira yang sedang asik memainkan ponselnya.
"Enak aja nyuruh gw pergi giliran nih cewe dibiarin, gw gak bakalan pergi dari sini kalo dia masih disini, lagian lo kan pacarnya Raina bisa-bisanya lo ngebiarin cewe lain duduk satu meja sama kalian, lo gak mikirin perasaan Raina kaya gimana Fath," ucap Aldo.
Fahira yang merasa tersindir dan tidak suka oleh perkataan Aldo ia mengalihkan pandangannya yang semulanya terfokus pada ponsel menjadi ke arah Aldo.
"Heh lo cowo apa cewe sih mulut lo julid banget, lagian urusannya apa sama lo kalo gw duduk disini mereka aja gak keberatan gw duduk disini kenapa lo yang repot," omel Fahira.
Aldo tersenyum miring saat mendengarkan perkataan Fahira ia menatap Fahira dengan tatapan meremehkan.
"Julid gw berdasarkan fakta kok, lagian gw ngomong sama Fathan kenapa lo yang panik atau jangan-jangan bener dugaan gw," ucap Aldo sambil memicingkan matanya menatap Fahira.
Fahira yang ditatap oleh Aldo merasa risih ia mendorong tubuh Aldo.
"Apaan sih lo halu banget, lagian gw sama Fathan udah kenal lama sebelum Raina kenal Fathan gw udah kenal Fathan terlebih dahulu, jadi wajar aja kalo gw duduk disini," saut Fahira.
"Gw juga udah kenal Raina jauh sebelum Fathan kenal Raina, berarti gw bebas dong duduk disini kaya dia," ucap Aldo.
Fathan menghela nafasnya ia menarik tangan Raina dan mengajaknya pergi menjauh dari sana secara diam-diam supaya Aldo dan Fahira tidak menyadarinya.
Raina kebingungan saat ia sudah berada di luar tempat makan angkringan lalu melihat Fathan berjalan mendekati parkiran.
"Kak mereka gimana kok ditinggalin," tanya Raina sesekali menolehkan kepalanya ke arah belakang untuk memastikan kembali.
"Biarin aja mereka disana bukan urusan kita, sekarang kita pulang aja ya takutnya nanti kamu dicariin sama Mama kamu," ucap Fathan.
"Yaudah yuk, aku udah ngantuk juga," ucap Raina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Fano udahan mancingnya liat tuh udah dapet banyak nanti uangnya kak Reno abis terus kalo abis kak Lala minta dijajanin sama siapa," ucap Lala.
"Minta sama Kakak-kakak yang waktu itu di dupan yang anaknya banyak banget," ucap Fano tanpa menolehkan kepalanya karena ia sedang fokus memancing.
"Siapa?" tanya Lala kebingungan.
"Siapa lagi kalo bukan teman dekat kamu yang namanya Bayu itu , gitu aja gak ngerti besok-besok bimbel sama Fano," saut Reno.
__ADS_1
"Oh Bayu, bayu gak punya uang tau, kalo dia punya uang pasti uangnya dia pake buat bayarin keperluan anak-anak yang tadi. Keren banget kan padahal bukan siapa-siapa tapi dia mau membagi uangnya buat anak-anak yang terlantar." Lala terus memuji Bayu dihadapan kedua laki-laki yang kini berada di dekatnya.
Fano yang semulanya asik memancing ia menghentikan aktivitasnya dan meletakkan ember yang berisi ikan hasil memancingnya di samping tempat duduknya lalu mendekati Lala menatap Lala dengan mata memicing dan kedua tangan yang berada diatas pinggangnya.
"Kak Lala! Pano gak suka kak Lala puji-puji kak Bayu telus. Kak Leno gak pelnah kak Lala puji padahal kak Leno baik banget sama kak Lala dali pada kak Bayu," teriak Fano.
Lala terdiam lalu melirik Reno, Lala menghela nafasnya mendekati Fano dan menurunkan badannya agar posisi tubuhnya sejajar dengan Fano.
"Ini ceritanya Fano yang cemburu tapi bawa-bawa nama kak Reno ya Ha-Ha-Ha, hayo ngaku," ucap Lala.
Fano menggelengkan kepalanya ia menatap Reno tangannya terangkat menuju tangan Reno lalu Fano menarik-narik tangan Reno seperti memberi kode.
"Pano gak cembulu yang cembulu kak Leno benelan tanya aja sama kak Lenonya sono kalo gak pelcaya," ucap Fano.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat sampai di rumah ia melangkahkan kaki menuju ruang tamu dan bertemu dengan Farhan yang sedang asik bermain game.
"Beda ya orang pacaran kalo pulang malem-malem mulu," sindir Farhan.
Fathan merasa terpanggil dengan perkataan Farhan ia menghentikan langkahnya lalu menolehkan kepalanya ke arah Farhan.
"Beda ya jomblo mah weekend diem aja di rumah kaya anak ayam baru lahir," saut Fathan.
"Biarin jomblo yang penting happy," ucap Farhan.
"Gw ramal bentar lagi lo gak jomblo," ucap Fathan dengan serius sambil menirukan gaya peramal ketika sedang meramal.
"Ramalan lo receh," ucap Farhan.
Fathan terdiam dan ia mengingat sesuatu ia mengembangkan senyumnya sambil melirik Farhan.
"Kenapa lo senyum-senyum? Gw masih normal!" ketus Farhan.
"Gimana tadi balik sama Zara," tanya Fathan menunjukkan senyumnya sambil menaik turunkan alisnya.
Farhan mengerutkan alisnya terlihat ia sedang berfikir.
"Zara siapa?" tanya Farhan.
Fathan memutar bola matanya lalu tangannya terangkat menoyor kepala Farhan.
"Hadeh gak usah pura-pura pikun gw yakin lo tau siapa yang gw maksud," ucap Fathan.
"Gak usah jitak-jitak gw aduin bunda tau rasa lo," ketua Farhan.
"Kaya anak TK lo ngadu-ngadu segala inget tuh umur udah tua juga, buruan jawab pertanyaan gw gimana tadi sama Zara, Zara temannya Raina yang suka ribut terus sama lu kalo ketemu padahal baru aja tadi bareng-bareng masa lupa atau jangan-jangan lo gak tau namanya lagi Ha-Ha-Ha." Fathan terus menggoda Farhan sedangkan yang digoda hanya bergedik ngeri sesekali menampakkan raut kebingungannya.
"Kepo banget sih lo! Gw gak suka sama yang modelannya kaya gitu, dia bukan tipe gw," ucap Farhan dengan malas.
"Gaya banget lo, awas aja sampe suka sama dia gw gantung lo di pohon mangga depan rumah," ucap Fathan.
__ADS_1
"Udah ah sono lo pergi ngapain sih gangguin gw mulu," usir Farhan sambil mendorong-dorong tubuh Fathan.
"Inget ya kata orang-orang benci sama cinta beda tipis," ucap Fathan lalu pergi meninggalkan Farhan yang sedang meneriakinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah selesai memancing Fano membawa ikan hasil pancingannya yang berada di dalam plastik dengan raut wajah yang sumringah.
"Udah ya kita pulang aja, kak Lala ngantuk banget Fano mau rebahan nih," ucap Lala.
"Yaudah yuk kita pulang, Pano gak sabar mau ngasih hasil kerja kelas Pano dali mancing di pasal malem," ucap Fano dengan semangat ia berlarian menuju parkiran meninggalkan Lala dan Reno.
"Semangat banget tuh anak larinya kaya kereta yang mau ke jawa gak berenti-berenti," ucap Lala.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya ya gaissss
Sekian dan terima kasih hehe
__ADS_1