
Reno dan Lala sampai di rumah sudah disambut
oleh Raina.
"Rain liat nih kaki sama tangan gw jadi luka luka
gara gara abang lo yang sok ganteng ini,"adu Lala.
"Emang ganteng,"saut Reno masuk ke dalam.
"Ya udah kita masuk aja terus lo cerita sama gw lo kenapa bisa begini setau gw bang Reno gak seceroboh itu kalau bawa mobil,"ajak Raina.
"Bang Ren, Raina ke kamar dulu ya sama Lala,"ucap Raina berjalan kearah kamar.
"Nah sekarang lo cerita kenapa bisa nyasar ke
rumah sakit,"ucap Raina sambil memperhatikan luka di kaki dan tangan Lala.
"Oke gw cerita tapi jangan kasih tau yang lain
ya termasuk Zara dan Ais, gw gak mau orang
mandang gw kasian,"ucap Lala.
"Lo apaan si La, seandainya mereka tau gak mungkin mereka begitu, lagi pula kita sahabat bakal saling dukung sesusah apapun keadaannya,"ucap Raina.
"Iya gw tau, tapi gw gak mau bikin kalian pusing
sama masalah gw,"ucap Lala.
"Oke gw janji sekarang lo cerita buruan,"ucap Raina penasaran terus mendesak Lala.
"Oke gw cerita, gw percaya sama lo jadi jangan rusak kepercayaan gw,"ucap Lala.
"Iyaa Lala marinka pradipta,"ucap Raina gemas.
"Orang tua gw mau pisah,"ucap Lala sedih.
"Serius lo ? lo gak becanda kan ?."ucap Raina terkejut.
"Buat apa gw boongin lo, tadi tuh gw malas datang ke kampus terus gw jalan aja gak ada tujuan eh malah kenalan sama mobil abang lo yang rese,"ucap Lala.
"Gimana perasaan lo ? pasti sedih bangat gw jadi lo juga bakal sedih bangat, emang nya ada masalah apa kok tiba tiba pisah perasaan gw liat mama papa lo akur akur aja,"ucap Raina.
"Mereka udah lama berantem, selama ini mereka keliatan baik baik aja karena mereka gak mau orang orang tau,"ucap Lala murung.
"Berantem disuatu hubungan bukannya hal biasa dan bisa dimaklumi bukan?" ucap Raina.
"Ini berantemnya beda Raina, papa gw flashback sama mantannya mereka diem diem ada hubungan dibelakang mama gw,"ucap Lala meneteskan air matanya.
"Ohhhh jadi papa lo selingkuh gitu?"tanya Raina.
"Iya Raina lo kenapa lemotnya jadi melebihi gw si,"geram Lala.
"Sekarang mama gw depresi gara gara gak bisa nerima kenyataan Rain,"ucap Lala murung.
"Ya maaf udah lo nangis aja, tapi besok besok gak boleh nangis lagi ya,"ucap Raina memeluk Lala.
"Rain gw nginep ya di rumah lo, gw malas pulang,"ucap Lala memelas.
"Terus mama lo gimana La, kasian mama lo dia
perlu dukungan apa lagi lo anak satu satunya,
bukannya gw gak ngebolehin lo nginep disini kapan pun lo mau kesini pintu rumah gw selalu kebuka kecuali tengah malam ya karena udah pada tidur semua,"ucap Raina menasehati.
"Mama gw pasti gak ada di rumah Rain,"ucap Lala murung.
"Tau dari mana lo liat aja belum,"ucap Raina menyentil kening Lala.
"Biasanya begitu kalau abis ribut sama papa
gak balik ke rumah,"ucap Lala menundukkan kepalanya.
Raina menatap Lala iba,"Ya udah lo boleh nginep
disini besok besok jangan begini lagi ya lo harus
__ADS_1
semangat mana Lala yang gw kenal masa ilang gitu aja,"ucap Raina tersenyum.
"Oh iyaa Rain gimana tadi di kampus selama gak
ada gw, pasti sepi yaa?."ucap Lala terkekeh.
"Lo pinter bangat La ngubah keadaan cocok main sinetron,"ucap Raina tertawa.
"Tadi katanya harus semangat gimana sih lo,"omel Lala.
"Iya di kampus sepi gak ada lo, gw mau cerita nih,"ucap Raina serius.
"Serius bangat kayanya seru nih, kenapa kenapa? lo ribut lagi sama Maira, dia nyiram lo lagi? es teh siapa yang dia pake buat nyiram lo,"ucap Lala semangat menghujani Raina dengan banyak pertanyaan.
"Apa si La hari ini gw gak ada masalah apa apa sama Maira,"ucap Raina kesal.
"Terus kenapa ?"tanya Lala.
"Gw berantem sama kak Fathan,"ucap Raina.
"Ah gw kira ada apa, lo kan emang tiap hari gak pernah akur sama dia lebih tepatnya si dia yang galak,"ucap Lala polos.
"Ih gw belum kelar ngomong,"geram Raina lalu menceritakan kejadian yang terjadi dikampus.
"Serius? coba gw mau liat chattingannya,"ucap Lala yang penasaran.
"Gilaaa si ini mah lo di kerjain Rain hahaha,"tawa Lala.
"Kok lo malah ketawa si bukannya turut prihatin teman lo dituduh tuduh terus dikatain ganjen padahal gak tau apa apa,"omel Raina.
"Abisan lucu si, dari cerita yang gw denger si gw bisa menyimpulkan ini kerjaannya Aisyah dan gw tau maksud dia tuh baik cuma jadi berantakan,"ucap Lala berusaha mengatur napasnya yang lelah karena tertawa.
"Bodoamat lah pokonya gw sebel bangat sama
kak Fathan kalo ketemu pengen gw jitak aja,"omel Raina sambil memukulkan tangannya ke kasur.
"Haha emang berani?"ledek Lala.
"Berani lah dia doang mah, oh iya lo tau gak kalau kak Fathan itu punya kembaran,"ucap Raina.
"Enggak,"ucap Lala santai."Apaaaaaa lo seriusan
"Iya kak Fathan punya kembaran, baru aja gw
ketemu sama kembarannya di mall dan gw abis
marah marah sama kembarannya gw kira itu kak Fathan,"ucap Raina membayangkan kejadian di mall.
"Kembaran nya kaya apa Rain? gw kira kak Fathan tuh langka ternyata ada duplikatnya,"ucap Lala.
"Mukanya sih mirip bangat cuma sifat nya beda jauh kaya berlawanan gitu loh,"ucap Raina.
"Jelaslah Raina kan mereka kembar jadi mukanya mirip, berarti dia ramah bangat ya,"ucap Lala.
"Heh kembar tuh gak semuanya identik kan ada
yang beda juga, ya begitulah dia pernah ke kampus juga loh,"ucap Raina membayangkan pertemuan pertamanya di depan toilet dengan Farhan.
"Oh iya ya hehe, masa si? gw ketemunya sama kak Fathan yang galak mulu gak pernah ketemu sama kembarannya,"ucap Lala.
"Dia ke kampus cuma sekali,"ucap Raina.
Pagi hari di rumah Raina menghasilkan suasana
yang berbeda karena adanya Lala.
"Loh nih perempuan masih disini,"ucap Reno terkejut sambil menunjuk Lala.
"Emangnya kenapa? mama Wina aja gak masalah terus Raina yang berbagi kamar juga gak masalahin wle,"ucap Lala meledek Reno.
"Besok besok museumin teman kamu de biar gak bikin repot,"ucap Reno sambil mengambil makanan.
"Iya tau gw teralu antik dan langka jadi harus di museumin takut ilangkan,"ucap Lala.
"Terserah,"ucap Reno ketus.
"Bang Ren lo ribut mulu sama Lala ntar lama lama suka,"ucap Reyhan yang baru saja turun.
__ADS_1
"Amit amit sembarangan aja kamu kalo ngomong Rey,"ucap Reno bergedik ngeri.
"Sudah sudah buruan makan nanti kalian
telat,"ucap Wina menghentikan perdebatan dimeja makan.
Mereka makan bersama keadaan hening hanya
terdengar suara piring dan sendok yang beradu.
"Aku sudah selesai mama Wina, aku sekalian cuci ya piringnya,"ucap Lala bangun dari tempat duduknya.
"Biarin aja biar mama yang cuciin,"ucap Wina.
"Gapapa aku aja yang cuci, mam Wina udah baik bangat udah ngebolehin aku nginap disini terus ngasih makan lagi,"ucap Lala tersenyum.
"Reno hari ini kamu liburkan nak?"tanya Wina.
"Iya ma, mama mau kemana memangnya?."tanya Reno.
"Mama gak kemana mana, tapi mama mau minta tolong kamu antar Raina dan Lala ke kampus ya, Reyhan ada urusan lain, dia gak bisa antar raina karena arahnya beda, gapapa kan ? kamu lagi gak sibukkan,"ucap Wina.
"Iya bisa kok apapun yang mama minta pasti bisa yang kaya gini mah kecil,"ucap Reno.
Raina dan Lala baru kelar mencuci piring menghampiri Reyhan.
"Yuk bang Rey nanti gw telat,"ajak Raina.
"Gw gak bisa anter lo hari ini,"ucap Reyhan.
"Ah lo mah pasti mau pacaran nih, mama liat noh bang Rey pacaran mulu sekarang gak mau nganterin aku,"adu Raina cemberut.
"Sembarangan lo kalo ngomong gw ada urusan dari kampus gw terus gak searah juga sama jalanan ke kampus lo,"ucap Reyhan.
"Ya udah berangkat sama abang aja, buruan ke depan,"ucap Reno berjalan sambil membawa kunci dan berpamitan kepada Wina.
"Pamit dulu ya ma anter mereka,"pamit Reno lalu pergi.
"Aku juga ma,"ucap Raina.
"Aku juga mama wina,"ucap Lala.
"Aku juga deh mama, jangan kangen aku ya,"ucap Reyhan terkekeh.
"Udah sana berangkat nanti telat,"ucap Wina.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG......