SENIOR

SENIOR
Pasar malam


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 19.15 Raina dan Fathan baru saja keluar dari bioskop.


"Mau kemana lagi kita,"tanya Fathan.


"Timezone,"ucap Raina semangat.


Baru saja ingin melangkahkan kaki menuju timezone ponsel Raina bunyi berkali kali tanda ada pesan masuk.


"Siapa si yang ngechat banyak bangat,"ucap Raina dalam hati lalu ia mengambil ponsel dan mengecek takut ada yang penting.


Ternyata pesan dari Lala yang mengirim gambar ia sedang di pasar malam dan memamerkan harum manis yang dibelikan oleh Reno.


Raina yang sangat menyukai harum manis matanya berbinar lalu terbesit niat dihatinya mengajak Fathan menyusul Lala.


"Kira kira kak Fathan mau gak ya diajak ke pasar malam kan dia ngajaknya ke mall tapi gw pengen bangat beli harum manisnya,"ucap Raina dalam hati.


Fathan yang melihat Raina tidak bergeming dan melihat perubahan raut wajahnya berinisiatif mendekatinya dan bertanya.


"Ada apa, jadi gak ke timezonenya,"tanya Fathan.


"Kak ganti tempat aja gimana,"ucap Raina menatap Fathan berharap jawaban yang akan diberikan Fathan sesuai dengan harapannya.


"Mau kemana,"tanya Fathan.


"Gw mau ke pasar malam beli harum manis,"ucap Raina hati hati agar Fathan tidak marah.


"Ya udah yuk, kasih tau aja pasar malamnya dimana,"ajak Fathan.


Raina terkejut sekaligus senang saat Fathan mengikuti kemauannya tanpa berdebat terlebih dahulu dengannya.


"Okeee,"ucap Raina semangat, lalu membalas pesan Lala yang belum sempat ia balas dengan mengabari kalau ia akan menyusul dan menanyakan lokasi pasar malam yang didatangi oleh Lala dan Abangnya.


"Nih pasar malamnya disini,"ucap Raina menyerahkan ponselnya yang sudah dikirimi lokasi oleh Lala.


"Oke, gw pinjem hp lo dulu buat liat lokasi, kalo lo bosan pake hp gw aja dulu nih sandinya tanggal lahirnya Aisyah,"ucap Fathan sambil menyerahkan ponselnya


Raina mengambil ponsel yang diberikan oleh Fathan, lalu memasukan sandi ponsel dengan tanggal lahir Aisyah, sebelumnya ia sudah tau tanggal lahir Aisyah jadi dengan mudah ia membuka ponsel Fathan.


"Gw boleh buka apa aja nih di hp lo,"tanya Raina, ia menanyakan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Iya lo boleh buka apapun bebas,"ucap Fathan yang sibuk menggeser layar ponsel Raina.


"Oke berarti gak ada larangannya yaa,"ucap Raina.


"Iya Raina cerewet bangat si,"ucap Fathan gemas.


"Hehe ya udah lo fokus liat mapsnya aja ya kak biar gak nyasar,"ucap Raina menepuk bahu Fathan.


Fathan mengendarai mobilnya menuju lokasi yang sudah dikirim oleh Lala.


"Raina pake sabuk pengamannya,"ucap Fathan yang sedang mengendarai mobilnya.


Raina yang sedang sibuk mengotak ngatik isi ponsel Fathan tidak mendengar perkataan Fathan.


Fathan sudah mengulang perkataannya namun tidak ada respon sedikitpun dari Raina, ia bertanya tanya dalam hati apa yang dilihat oleh Raina terhadap ponselnya hingga ia berbicara tidak digubris sedikitpun.


Akhirnya Fathan memutuskan untuk menepikan mobilnya terlebih dahulu lalu mendekati Raina untuk memasangkan sabuk pengaman.

__ADS_1


Raina terkejut ketika Fathan yang tiba tiba mendekatinya sangat dekat dengan wajahnya nyaris tidak ada jarak di antara mereka.


"Lo mau ngapain kak,"tanya Raina gugup.


Raina mulai berasumsi yang aneh aneh, ia berfikiran bahwa Fathan ingin menciumnya dengan cepat ia mendorong keras tubuh Fathan.


Fathan yang didorong menatap kesal Raina.


"Apa apaan si lo ngapain dorong gw,"omel Fathan.


"Lagian lo ngapain dekat dekat gitu ke muka gw,"ucap Raina gugup.


"Gak usah mikir yang aneh aneh deh, gw tuh mau masangin sabuk pengaman soalnya dari tadi gw ngomong sama lo dikacangin,"ucap Fathan ketus.


"Oh ya lagian lo ngedekatnya gak ada aba aba


sedikitpun ya jelaslah gw kaget,"omel Raina.


"Gw udah bilang sama lo Raina dari tadi gw ngomong sama lo tapi gak disautin ya udah akhirnya gw minggirin dulu nih mobil gw sebentar terus gw mutusin buat masangin tuh sabuk pengaman,"ucap Fathan geram.


"Oh ya udah maaf hehe, nih gw pasang sendiri dah,"ucap Raina menyengir malu.


"Lain kali tuh otak lo perlu dirukiyah kayanya mikirnya yang aneh aneh mulu sama orang,"ucap Fathan kembali mengendarai mobilnya.


Beberapa menit kemudian mobil Fathan telah sampai di sekitaran pasar malam, lalu Fathan mencari tempat parkir mobilnya dan keluar dari mobil.


"Kita udah sampai, benar gak ini tempatnya coba tanya Lala,"ucap Fathan.


"Yaudah gw tanya Lala dulu,"ucap Raina menghubungi Lala namun Lala tidak mengangkat panggilan telpon darinya tidak ada satu menit setelah Raina menghubungi Lala masuk pesan dari Lala yang tidak bisa menjawab karena suasana pasar malam sangat berisik.


ditempat dia sangat ramai dan berisik,"ucap Raina mengajak Fathan kedalam pasar malam.


Raina menatap sekeliling pasar malam pandangannya bertemu dengan penjual harum manis matanya berbinar lalu melangkah menghampiri penjual harum manis yang tidak jauh dari posisi ia berdiri.


Fathan yang melihat Raina berjalan tanpa berbicara terlebih dahulu kepadanya segera mengikuti langkah Raina, ia melihat langkah Raina berhenti di penjual harum manis, ia terkekeh melihat Raina yang sangat bersemangat berbicara dengan penjual harum manis.


"Jadi gara gara harum manis doang dia sampe gak jadi ke timezone,"ucap Fathan menggelengkan kepalanya lalu menghampiri Raina.


"Berapa pak semuanya,"tanya Raina ingin mengeluarkan uang dari tasnya.


"50 ribu neng,"ucap penjual harum manis tersenyum.


"Lo selain mau buka toko buku ternyata mau buka toko harum manis juga, saya aja pak yang bayar kembaliannya ambil aja buat bapak,"ucap Fathan melirik 10 kantong harum manis yang baru saja dibeli Raina sambil memberikan uang seratus ribu.


"Ini tuh buat gw makan tau bukan dijual,"ucap Raina tersenyum.


"Lo kira kira kali masa iya makan segini banyaknya yang ada ntar lo sakit,"ucap Fathan menunjuk harum manis yang dibeli Raina.


"Tenang aja gw kebal,"ucap Raina membanggakan dirinya.


"Gayaan bangat, awas aja besok gw denger lo sakit gw celupin lo ke selokan,"ucap Fathan.


"Serem amat ntar gw jadi hitam semua,"ucap Raina cemberut.


Raina mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Lala dan Reno, pandangannya bertemu dengan Lala ia melambaikan tangannya kearah Lala.


Lala yang melihat Raina melambaikan tangan kearahnya segera menghampiri Raina tidak lupa mengajak Reno.

__ADS_1


"Widihhh kalian berdua keluar juga ya ternyata, terus rumah siapa yang jaga,"ledek Raina terkekeh.


"Lo kata gak bosen apa di rumah yang sunyi sepi sedangkan orang orangnya lagi menikmati akhir pekan diluar, Yaudah kita keluar aja deh ya gak kak Reno,"ucap Lala tersenyum.


"Tumben kalian akur, biasanya kaya Tom and Jerry,"ledek Raina.


"Masih sama kaya biasanya de, gak ada yang


berubah gak usah aneh aneh deh,"omel Reno.


Fathan memperhatikan perdebatan mereka bertiga tanpa berniat mencampurinya.


"Ah iya Bang Ren ini kak Fathan senior aku dikampus yang nyebelin dan galaknya minta ampun,"ucap Raina mengenalkan Fathan kepada Reno baru saja Raina ingin membuka mulutnya untuk mengenalkan Reno kepada Fathan tetapi ditahan oleh Lala.


"Bentar bentar gw aja yang ngenalin kak Reno ke kak Fathan ya Rain," ucap Lala melebarkan senyumnya dan disetujui oleh Raina.


"Oke kak Fathan kenalin ini kak Reno orang yang nyebelin, galak dan suka ngasih gw uang kalo lo gak punya uang minta aja sama dia pasti dikasih,"ucap Lala polos tersenyum manis.


Reno yang mendengar perkataan Lala hanya menahan kesalnya dan mengumpat didalam hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2