
Di dalam ruangan Raina semuanya memandang Raina sedih, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana ke depannya Raina harus menjalani hidupnya tanpa melihat sekitar.
"Ini gak mungkin kan, pasti kalian lagi prank gw kan! Udah deh jangan bercanda terus sumpah ya ini gak lucu!" teriak Raina.
Fathan yang berada di samping Raina menatap Raina iba, ia mengusap kasar wajahnya lalu ia mengepalkan tangannya, ia ingin marah namun ia tidak tahu harus marah pada siapa karena tidak ada yang bisa ia salahkan kalau pun ada orang itu dirinya sendiri.
"Raina kamu tenang dulu ya, kamu jangan bersikap kaya gini, aku gak kuat liat kamu nangis terus," ucap Fathan.
"Gimana aku bisa tenang, aku buta Kak, aku gak bisa liat apa-apa, gimana kuliah aku. Gimana masa depan aku. Aku yakin abis ini pasti kamu gak mau dekat-dekat aku bahkan bisa jadi besoknya kamu ninggalin aku." Raina terus menangis histeris ia terus membayangkan bagaimana orang yang ia sayangi pergi meninggalkannya satu per satu karena kebutaannya.
Zara dan Aisyah tak kuasa menahan air matanya, keduanya menghampiri Raina lalu memeluk Raina, mereka tidak menyangka kalau Raina bisa berfikiran sejauh itu.
"Raina kok lo mikirnya gitu sih, gw dan yang lainnya gak bakal ninggalin lo meskipun lo gak bisa ngeliat lagi, kita bakal selalu ada buat lo, jadi stop berfikiran kaya gitu. Gw tersinggung dengar omongan lo, kita sahabatan udah lama gak mungkin gw ninggalin lo gitu aja cuma gara-gara lo gak bisa liat, gw yakin yang lain juga sependapat sama gw," ucap Zara.
Perkataan Zara membuat tangis Raina menjadi pecah, ia merasa beruntung mempunyai sahabat yang sangat setia dan sangat menyayanginya mau bagaimana pun kondisinya, ia merutuki dirinya sendiri karena sudah meragukan kesetiaan sahabat-sahabatnya.
"Iya Raina apa yang dibilang sama Zara tuh bener, meskipun kita baru kenal nih ya, tapi gw gak bakalan ngejauhin lo, kita bakal terus sama-sama kaya biasanya, kalo perlu nanti gw bantuin lo jalan deh kalo mau ke kantin," ucap Rama.
"Iya Raina aku juga sama kaya yang lain meskipun kita baru kenal tapi rasa sayang aku ke kamu kaya orang yang udah kenal lama, kamu gak boleh sedih kita ada disini buat kamu dan aku yakin pasti bang Fath gak bakalan ninggalin kamu, kita sama-sama ya aku yakin pasti semua ini ada solusinya yang jelas kamu harus semangat," ucap Aisyah tersenyum menatap Raina lalu menghapus air mata Raina.
Raina mengembangkan senyumnya lalu memeluk Zara dan Aisyah, ia bahagia memiliki sahabat yang begitu sayang dan perhatian padanya.
"Makasih ya kalian baik banget sama gw, gw janji gw gak akan sedih terus asal kalian selalu ada di samping gw," ucap Raina.
"Gantian woi pelukannya, gw juga mau biar kaya friend goals gitu," teriak Raka sambil menggeser tubuh Zara dan Aisyah.
"Apaan sih kak Raka rusuh banget, noh kak Fathan udah melotot," ucap Zara.
"Raina dengerin aku ya, mau gimana pun kondisi kamu. Aku bakalan selalu ada di samping kamu. Kalo perlu 24 jam dan aku siap jadi pengganti mata kamu. Kalo kamu butuh apapun tinggal bilang aja sama aku, aku selalu siap di samping kamu," ucap Fathan.
"Iya-iya serasa dunia milik berdua kita semua hanya butiran debu," sindir Farhan.
Raina dan Fathan tertawa saat mendengar sindiran dari Farhan.
Disela canda tawa mereka, muncul Reno dan Lala dari balik pintu, terlihat Lala yang kerepotan membawa beberapa kantong cemilan di tangannya.
"Kak Reno bantuin ih, gimana sih jadi cowo liat cewe kerepotan bukannya bantuin ini malah cuek aja dasar gak peka," ketus Lala.
"Lo bawa apaan sih La banyak banget, mau dagang lo disini?" tanya Raka.
Lala meletakan kantong belanjaannya di samping Raina, ia menghela nafasnya lalu membongkar isi kantong tersebut dan menyebutkan isinya satu per satu.
"Ini tuh buat Raina biar Raina gak sedih lagi biar dia happy terus, tadi Lala browsing di internet kalo ngemil itu bisa buat orang bahagia dan emang bener sih Lala selalu bahagia setiap ngemil," ucap Lala dengan percaya diri.
"Gimana keadaan Raina? Tadi dokter bilang apa?" tanya Reno dengan penasaran.
Seketika keadaan yang semulanya ramai menjadi sunyi mereka saling melempar pandang satu sama lain.
"Kenapa diem semua? Gimana keadaan Raina?" Reno mengulang kembali pertanyaannya.
Raina menghela nafasnya ia memutuskan untuk angkat bicara dikarenakan yang lainnya hanya bungkam.
__ADS_1
"Kata dokter Raina buta bang Ren," jawab Raina dengan raut wajah sedihnya.
Reno tercengang saat mendengar pernyataan Raina, ia masih sulit untuk percaya bahwa adik perempuan satu-satunya ini mengalami kebutaan, ia merasa gagal menjadi seorang kakak karena tidak bisa menjaga dan melindungi Adiknya.
"Tapi bang Reno tenang aja, Raina udah puas kok nangis-nangisnya, sekarang Raina lagi usaha nerima keadaan," ucap Raina berusaha menunjukkan senyumnya yang terlihat getir.
Reno mendekati Raina lalu mengelus puncak kepala Raina.
"Kamu kuat banget De, tapi kamu tenang aja bang Reno bakalan selalu ada buat kamu, jadi kamu gak akan pernah ngerasa kesepian nantinya," ucap Reno tersenyum getir ia berusaha terlihat tegar dihadapan yang lainnya.
"Fathan bisa ikut keluar sebentar? Kita perlu bicara 4 mata," ucap Reno.
Raina yang mendengar hal tersebut sedikit cemas ia takut nantinya Reno akan memarahi Fathan, Raina berusaha meraba sekitar mencari tangan Reno dan berusaha menahannya.
"Kak Reno mau ngomong apa? Kenapa gak disini aja?" tanya Raina.
"Kamu tenang aja De, aku gak bakalan marahin Fathan kok," bisik Reno.
Fathan dan Reno melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Raina, sedangkan yang lainnya melirik keduanya dengan penasaran.
"Udah gak usah penasaran gitu, mendingan kita ngemil aja, nih ya Raina gw abis beli rambut nenek pasti lo suka deh, gw suapin ya biar so sweet," ucap Lala.
Lala membuka bungkus makanan yang ia sebut rambut nenek, lalu ia menyodorkan makanan tersebut tepat di hadapan mulut Raina, Lala tersenyum saat Raina menerima suapan darinya .
"Yeayyy gak dilepehin, terakhir Lala ngasih ginian ke keponakan Lala yang masih bayi malah dilepehin kan sayang rambutnya si nenek," ucap Lala dengan raut wajah polosnya.
"Mana sini bagi gw, makan sendirian aja gak bagu-bagi keselek tau rasa lo," sambung Rama.
"Ih parah Raina masa lo disumpahin keselek sama kak Rama," adu Lala sambil menujuk Rama.
Raina mengembangkan senyumnya saat mendengar perdebatan kecil dari Lala dan Rama, ia merasa bahagia dengan keadaan yang sekarang meskipun ia hanya dapat mendengar dan tidak dapat melihat, tetapi ia bahagia melihat seluruh keluarga dan sahabatnya bisa berkumpul seperti ini.
Seketika ia teringat dengan Reyhan dan Papanya yang sama sekali tidak terdengar suaranya di dalam ruangan.
"Oh iya Mama gw masih disini gak?" tanya Raina.
"Mama lo lagi ke bagian administrasi Rain, emangnya kenapa? Barang kali gw bisa bantu," saut Zara dengan antusias.
Lala menatap Zara tidak terima, ia menerobos dan memaksakan diri untuk menyelip.
"Ih Zara biar Lala aja yang bantuin Raina, Zara duduk aja disitu," protes Lala.
Zara mendelik sebal ketika melihat Lala yang menerobos dan menyelip posisinya dan kini Lala berada diantara Raina dan Zara.
"Ih Apaan sih lo rusuh banget!" ketus Zara.
Raina terkekeh dengan tingkah kedua sahabatnya, ia kembali teringat dengan Reyhan dan Papanya.
"Yaudah siapapun boleh bantuin gw kok, gw cuma mau nanya bang Rey sama Papa gw kemana ya? Kayanya dari tadi suara mereka gak ada," ucap Raina.
"Gimana mau ada Raina, orang mereka dari tadi gak ada disini kayanya Papa lo sibuk deh di kantornya, kalo Reyhan gw gak tau soalnya tadi Mama lo aja bingung nyariin dia karena gak ada kabar," ucap Rama.
__ADS_1
Raina menganggukan kepalanya lalu tersenyum.
"Oh gitu, yaudah makasih ya kak Rama, bener kan itu suaranya kak Rama?" ucap Raina memastikan bahwa yang ia tebak benar.
"Wih Raina keren sekarang bisa nebak suara orang," puji Rama.
Selesai berbicara dengan Fathan kini Reno sedang duduk sambil menundukkan kepalanya.
Lala yang sedang mencari keberadaan Reno melihat hal tersebut membuatnya menatap Reno iba, ia menghampiri Reno lalu menepuk pelan bahu Reno.
"Kak Reno," sapa Lala dengan hati-hati.
Reno menengadahkan kepalanya, ia melirik Lala sekilas lalu kembali menundukan kepalanya, Lala yang melihat respon Reno memutuskan untuk mendudukan dirinya di samping Reno tanpa meminta persetujuan Reno.
"Kak Reno jangan sedih kaya gini, Lala tau kok pasti berat buat kak Reno nerima semua ini apa lagi Raina itu adik perempuan kak Reno satu-satunya. Lala yakin pasti Raina bakal sedih liat kak Reno kaya begini, kak Reno harusnya senang liat Raina yang begitu kuat dan mau bangkit lagi meskipun dia gak bisa ngeliat lagi, kak Reno harus jadi orang yang bisa nyemangatin Raina jangan Raina yang nyemangatin kak Reno kan yang sakit Raina bukan kak Reno," ucap Lala.
Reno terdiam mencerna perkataan Lala, ia merasa ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Lala.
"Menurut kamu apa yang harus aku lakuin ke depannya buat Raina?" tanya Reno.
"Sebenernya sih gampang, kak Reno harus selalu ada buat dia dan jangan keliatan sedih di depan Raina meskipun Raina gak bisa ngeliat pasti dia bisa ngerasain juga Kak. Terus kak Reno harus beliin Raina cemilan yang banyak biar dia bahagia selalu," ucap Lala mengembangkan senyumnya.
Reno menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan Lala yang terakhir dengan gemas ia mengacak rambut Lala.
"Itu mah maunya kamu, nanti aku beliin buat Raina yang makan kamu semua," ledek Reno.
"Ya aku bagi dikit lah Kak He-He, tapi nanti Raina juga makan kok," ucap Lala dengan wajah polosnya.
"Iya-iya nanti kamu temanin aku ya belinya sekalian kamu pilih cemilan apa aja yang Raina suka," ucap Reno.
Lala membelalakan matanya lalu menatap Reno dengan semangat ia mencubit gemas pipi Reno.
"Siap kak Reno, Lala pasti bakal bantuin demi jajanan Huaaa Indomaret sebentar Lala datangggg," ucap Lala dengan gembira.
"Kan bener itu mah akal-akalan dia aja biar sekalian nebeng jajan gratis," gumam Reno.
Raka terlihat gelisah ia ingin berbicara dengan Fathan namun ia ragu. Hingga tanpa ia sadari kini ia sudah berada di samping Fathan membuat Fathan yang berada di sampingnya menatap Raka heran.
"Lo kenapa sih Rak? Jalan kesini nyamperin gw terus diem aja," ucap Fathan.
"Tau tuh si Raka caper banget," sambung Rama.
"Oh iya Fath, Hm ... Gw cuma mau nyampein aja, lo harus selidikin lagi penyebab kecelakaan Raina apa, kalo emang murni kecelakaan kenapa orang yang nabrak kabur? Lo harus cari orang yang nabrak Raina secepatnya," ucap Raka.
"Lo tenang aja tanpa lo ingetin pasti gw selidikin semuanya sampe tuntas dan gw juga penasaran sama orang yang tega nabrak orang terus pergi gitu aja tanpa rasa bersalah," ucap Fathan.
"Yaudah ayo lah ke TKP, udah siap nih gw jadi detektif conan," ucap Rama sambil menaik turunkan alisnya.
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya gaisss kalo ada saran juga boleh ditinggalin aja di kolom komentar pasti aku baca.
__ADS_1
Semoga terhibur dengan cerita hari ini yaaa
Sekian dan terima kasih