
Dokter masuk bersamaan dengan perawat ia melempar senyumnya pada semua yang berada di ruangan.
"Mohon maaf sebelumnya. Saya mau menyampaikan perihal kornea mata yang akan didonorkan pada seseorang bernama Raina. Apakah keluarga saudari Raina ada disini karena saya butuh bicara dengan keluarga penerima donor tersebut," ucap dokter.
Gio yang awalnya diam mulai geram dengan tingkah keluarganya yang saling melempar pandang satu sama lain tanpa menjawab pertanyaan Dokter.
"Kebetulan keluarga dari Raina ada disini semua Dok. Kapan kita bisa bicara ya Dok?" saut Gio.
"Sekarang juga bisa, lebih cepat lebih baik. Kalau begitu saya pamit ke ruangan saya, silahkan datang ke ruangan saya ya Pak, Bu," ucap Dokter.
Dokter pun pergi meninggalkan ruangan bersama dengan perawat.
Wina menatap jasad Kinan dengan getir, Ia tidak mengerti harus menanggapi semua yang sudah terjadi seperti apa.
"Kinan, terima kasih kamu sudah rela mendonorkan kornea mata kamu buat Raina. Mama gak tau mau bilang apa ke kamu Kinan. Mama gak tau gimana caranya balas budi ke kamu. Mama sayang sama kamu Nak, bahagia di surga sana ya Nak." Wina berbicara dengan sesegukan sambil mengusap lembut rambut Kinan.
"Papa mau bicara sama dokter, Mama mau ikut gak?" tanya Gio.
Wina menganggukkan kepalanya kemudian melepaskan tangannya dari rambut Kinan secara perlahan.
"Iya tunggu sebentar," saut Wina
Wina berjalan menyusul Gio yang sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkannya.
***
Setelah selesai mengurus jasad Kinan, kini mereka sedang kumpul di rumah Kinan untuk membantu proses pemakaman Kinan.
Lala yang sedang berjalan tidak sengaja melihat Raina yang sedang duduk sambil melamun dengan wajah murungnya. Lala menatap Raina heran karena tidak biasanya Raina sendirian tanpa Fathan yang menemaninya.
__ADS_1
"Raina, lo kenapa cerita dong ke gw," ucap Lala dengan lembut.
Raina terkesiap saat mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Ngagetin aja sih La. Gw sedih dan gak nyangka aja kak Kinan meninggal secepat ini. Harusnya ini kabar gembira buat gw karena gw bisa liat lagi tapi gak tau kenapa gw sedih," curhat Raina.
Lala menghela nafasnya kemudian mengusap pundak Raina. Ia mengerti dengan apa yang Raina rasakan karena Lala pun merasakan hal yang sama dengan Raina.
"Iya sih. Tapi ini semua takdir Raina, kak Kinan pasti ada alasan tersendiri kenapa dia mau ngasih kornea matanya buat lo dan yang perlu lo lakuin adalah jaga pemberian dia baik-baik. Gw yakin kak Kinan bakalan kecewa banget kalo liat lo kaya gini. Soal kak Rey yang sedih gak usah lo ambil pusing itu semua wajar, siapa sih orang yang gak sedih ditinggal selama-lamanya sama orang yang dia sayang. Gw yakin kak Rey ikut seneng juga karena adeknya bisa liat lagi." Lala menatap Raina lekat, ia berusaha membuat Raina yakin dan tidak terus menerus larut dalam kesedihan.
"Satu lagi kelupaaan. Ini kan impian lo bisa liat gw nikah secara langsung. Nah sekarang udah di depan mata Raina. Gw jadi inget dulu deh pas jaman SMA kita selalu ledek-ledekan soal nikah dan gak nyangka banget malah gw duluan yang nikah, udah gitu nikahnya sama Abang lo," ucap Lala sambil mengulang kembali kenangan masa-masa sekolahnya dengan Raina.
"Iya tapi kan kita jadi kehilangan sosok kak Kinan. Sekarang yang gw mau cuma kebahagiaan bang Rey, gw gak kuat niat dia murung terus," ucap Raina.
"Kalo soal kak Rey kita bisa bantu dia buat balik lagi laya dulu, kita jalaninnya bareng-bareng Raina jangan sendirian," saut Lala.
Raina menatap Lala dengan tatapan terharunya kemudian ia memeluk Lala.
"Gosip terossss," sindir Rama.
"Apa sih lo lintah gurun berisik banget, sono bawa aja tuh semangka ke depan gak usah kepo," usir Lala dengan wajah garangnya.
"Dasar kak Ros mponya upin ipin kerjaannya marah-marah mulu. Lama-lama gw lempar nih semangka ke kepala lo," ketus Rama
"Bodoamat! Udah sana pergi gak ngerti kondisi lo," kesal Lala.
"Udah Lala jangan marah-marah terus kasian kak Rama dimarahin terus sama lo, padahal dia kan Abang lo juga" ucap Raina.
"Biarin aja Raina suka-suka hatinya dia lah biar seneng dia," ucap Raka.
__ADS_1
"Yaudah sana pergi gak usah jadi perusuh disini lo," ketus Lala.
Rama melihat Lala yang bersikap ketus padanya hanya terkekeh sambil meledek Lala.
"Berharap bang Reno diberikan kesabaran sekarung karena sebentar lagi dia bakalan punya istri yang galaknya ngalahin antagonis di sinetron indosiar," ucap Rama.
***
Disaat yang lainnya sedang terbuai dengan aktivitas perbucinan masing-masing namun berbeda dengan Aisyah yang sedari tadi ia asik memperhatikan Reyhan, ia merasa iba pada Reyhan. Ia beranjak dari duduknya berjalan menghampiri Reyhan.
"Kak Reyhan," sapa Aisyah.
Mendengar ada yang memanggil namanya Reyhan melirikkan matanya sekilas kemudian kembali pada posisi mata sebelumnya.
"Apa," tanya Reyhan.
"Aku tau kak Rey sedih banget atas meninggalnya Kinan. Siapa sih orang yang ditinggal gak hancur, siapapun pasti sama kaya kak Rey. Tapi satu yang perlu kak Rey tau, Semua ini takdir gak ada yang bisa ngerubah takdir. Sekarang tergantung kitanya aja gimana menyikapi semuanya. Kak Kinan pasti sedih liat kondisi kak Rey yang begini. Kak Rey gak kasian sama Raina yang terus-terusan kepikiran sama Kak Rey," ucap Aisyah.
"Iya makasih udah diingetin, tapi untuk sekarang ini gw gak bisa bersikap biasa aja bahkan jasad Kinan pun belum dimakamkan," saut Reyhan.
"Iya Aku paham, Kak Rey gak perlu berubah total yang harus kak Rey lakuin itu berubah secara perlahan. Ais yakin kak Rey hebat pasti bisa lewatin masa-masa sedih kaya gini," ucap Aisyah.
"Makasih ya, gak nyangka temannya Raina ada yang bener juga," ucap Reyhan.
Mau cerita sedikit ya kawan-kawanku, maaf belum bisa update kaya biasanya karena hari ini sibuk banget di dunia nyata. Ini aku ngetik sambil ngantuk-ngantuk gak tau ceritanya nyambung apa enggak. InsyaAllah besok kembali normal. Sebelumnya aku sempat seneng juga pas komennya jadi banyak tapi aku jadi ngerasa kurang semangat juga karena komen semakin menipis. Kira-kira kenapa ya?
Terima kasih juga udah mau baca novel aku yang authornya selalu hilang dipertengahan bulan. Sekali lagi mohon maaf ya belum bisa update normal.
Jangan lupa like dan komentarnya ya gaisss. Kalo ada saran silahkan dititipkan dikolom komentar ya gais hehe.
__ADS_1
Sekian dan terima kasih.