
Selamat membaca semuanya....
Berulang kali Raina menghidupkan layar ponselnya hanya untuk memastikan apakah ada pesan dari Fathan yang ia lewatkan, namun lagi-lagi ia hanya bisa menghela nafas gusarnya karena tidak ada satu pun notifikasi dari Fathan.
"Kak Fathan kenapa sih, harusnya kan gw yang marah dan diemin dia kok sekarang jadi gw yang di diemin. Dikira enak kali ya dicuekin kaya gini," gerutu Raina.
Raina beranjak dari kasurnya kemudian mengambil tas dan ponselnya sambil sedikit merapikan rambutnya kemudian ia keluar dari kamar mencari keberadaan Aisyah.
"Aisyah kemana ya, perasaan ini rumah gak gede-gede amat kenapa dia gak keliatan sih," oceh Raina.
Raina mendengus saat melihat Reyhan yang sempat melirik sekilas pada dirinya. Ia melangkahkan kakinya mendekati Reyhan untuk menanyakan keberadaan Aisyah padanya.
"Gak tau!" ketus Reyhan. Reyhan yang mengetahui Raina menghampirinya sontak mendelikkan matanya karena ia tahu apa tujuan adiknya tersebut menghampirinya.
Raina mengerutkan dahinya ketika mendapati Reyhan yang tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya dengan ketus padahal dirinya sama sekali belum mengeluarkan suara.
"Kenapa sih hari ini cowo-cowo pada ngeselin banget kecuali Papa. Ini hari cowo nyebelin sedunia apa gimana sih," ucap Raina dengan menampakkan wajah herannya.
"Kenapa sih hari ini cewe-cewe ada baperan. Apakah hari ini hari perempuan baper sedunia ya," saut Reyhan mengikuti gaya bicara Raina tanpa menoleh ke arah Raina.
"Ih bang Rey ngajak ribut nih ya! Gw Aduin ke Papa lo ya biar dikirim ke pluto pake skutternya Fano," ucap Raina.
"Plis ya Raina adikku tersayang jangan mulai bloonnya. Pake pesawat aja belom tentu gw nyampe ke pluto, ini lagi segala pake skutter punya Fano," bantah Reyhan.
"Bodo ah terserah. Aisyah mana bang?" tanya Raina.
"Gak tau. Kenapa lo tanyanya ke gw sih, gak liat nin dari tadi gw asik disini," jawab Reyhan.
"Kali aja liat gitu bang. Pastikan dia lewat sini gak mungkin dia gak lewat sini," ucap Raina dengan gemas.
Reyhan menghela nafasnya, memang sebelumnya ia sempat melihat Aisyah tapi rasanya malas sekali menjawab pertanyaan dari Raina karena ia merasa tidak penting.
"Terakhir gw liat dia lagi ngobrol sama si Lala abis itu gw gak tau mereka kemana lagi. Lo keliling aja dah sana cariin mereka. Udah ya jangan gangguin gw, sumpah sibuk banget nih," Reyhan mengibaskan tangannya memberi kode supaya Raina segera pergi dan berhenti mengganggu dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting.
"Punya abang kok ngeselin banget ya. Sibuk main game doang sok banget huuu," ledek Raina sambil berjalan meninggalkan Reyhan.
Setelah berputar-putar mencari Aisyah akhirnya Raina menemukan Aisyah yang sedang bersama dengan Vico.
"Ternyata lagi ngasuh bayi disini, pantes aja gw nyari dia muter-muter kaga nemu," ucap Raina.
__ADS_1
Aisyah mengembangkan senyumnya saat melihat Raina kemudian melambaikan tangan memberi kode pada Raina.
"Raina liat deh si Vico lucu banget ya pake pelampung kaya gini kaya kodok lagi berenang," ucap Aisyah terkekeh geli.
"Sembarangan lo ngatain ponakan gw kaya kodok. Ais jalan yuk keluar, gw bosen banget di kamar mulu cuma bolak-balik liatin hp," ucap Raina dengan wajah muramnya.
"Dih dari tadi diajakin gak mau, sok-sokan kacangin aku dan sekarang malah ngeluh bosen. Memang ya orang kalo lagi galau beda kelakuannya," ejek Aisyah.
"Hehe tadi emang beneran lagi males. Kalo sekarang beneran lagi pengen jalan-jalan keluar. Balikin aja si Vico ke emaknya," ucap Raina.
***
Farhan, Zara, Shasha, Raka, Rama dan Fathan nampak sedang sibuk menyiapkan rencana yang disiapkan untuk Raina. Persiapan sudah 89% nyaris sedikit lagi selesai. Namun mereka menghentikan pekerjaan masing-masing dan berkumpul karena tiba-tiba saja Rama memanggil mereka.
"Apaan sih Rama gak jelas banget lo. Dikit lagi kelar nih," omel Raka.
"Tau nih kak Rama gak ngerti kondisi banget, gw udah capek banget nih. Laper juga malahan," omel Zara.
"Tahan pemirsa jangan marah-marah dulu. Ini ada nasi padang sama es teh jus buat kalian. Pasti kalian laper kan hehe," ucap Rama sambil menunjukkan cengirannya.
Semua mata tertuju pada 2 kantong plastik besar yang berada di kedua tangan Rama. Mereka saling melempar pandang satu sama lain seolah sedang bertanya-tanya.
"Barusan gw keluar masa kalian gak liat. Makanya jangan ngebucin mulu. Gw yang segede ini lewat di depan kalian aja pada gak liat semua. Emang ya jomblo memang paling keren dah, virus lewat aja keliatan sama para jomblo," ucap Rama dengan percaya diri.
***
Raina dan Aisyah kini sedang berada di cafe, keduanya memesan cemilan yang sering mereka pesan di cafe tersebut.
Aisyah sedari tadi memperhatikan raut wajah Raina yang masih terlihat murung. Ia mengambil ponselnya dari dalam tas, ia berdecak sebal saat melihat beberapa pesan yang ia kirimkan pada Fathan sama sekali tidak di respon oleh Fathan.
Ngeselin banget sih masa dari tadi pesan wa aku gak dibales-bales sama bang Fath. Dia ngapain ya sekarang, dia gak tau apa ya kalo pacarnya sekarang lagi mewek.
Aisyah berkali-kali melirik Raina kemudian mengecek ponselnya berharap pesannya di balas oleh Fathan.
"Raina jangan gitu kek mukanya. Kamu yang ngajak aku kesini loh, masa kamu juga yang galau. Tau gitu aku gak mau deh ikut kamu, mendingan liatin si Vico berenang lebih enak dipandang," ucap Aisyah.
Raina terkesiap saat mendengar ucapan Aisyah. Ia merasa bersalah kemudian mengembangkan senyumnya meyakinkan Aisyah kalau kini dirinya dalam keadaan baik-baik saja.
"Gw lagi makan loh Ais. Masa iya gw lagi makan sambil senyum-senyum nanti dikira orang-orang gw udah gak waras," saut Raina.
__ADS_1
"Ngeles terus. Kamu ngomong kaya gitu ke Fano kayanya si Fano juga gak bakalan percaya sama kamu Raina Haha," ejek Aisyah.
Disela obrolan mereka tiba-tiba saja seorang laki-laki datang menghampiri mereka kemudian menyapa keduanya dengan senyuman ramah.
"Masih inget gak sama cowo ganteng sejagat raya ini Hehe," ucap laki-laki tersebut dengan percaya diri, ia menarik kursi kemudian mendudukkan dirinya tanpa meminta persetujuan dari Raina dan Aisyah.
Aisyah mengerutkan dahinya kemudian terkekeh geli. Ia mengenali laki-laki yang berada di hadapannya tersebut sejak kejadian saat liburan bersama waktu itu.
"Kak Genta kepedeannya over banget deh. Nanti kalo Abang aku denger dan liat kak Genta pasti dia udah siapin laba-laba sama spiderman nya sekaligus deh," ucap Aisyah masih dengan tawanya.
"Tapi kenyataannya disini gak ada Fathan. Btw kalian tumben jalan berduaan biasanya ada Raina pasti ada si Fathan. Sepertinya kita jodoh deh Raina buktinya ada aja jalannya buat kita ketemu tanpa dipelototin sama manusia tembok," ucap Genta.
Raina terkekeh geli mendengar ucapan Genta. Ia membayangkan bagaimana jadinya kalau Fathan benar-benar ada bersama dengannya dan mendengar ucapan Genta. Mungkin saja Fathan kini sudah melemparkan satu toples laba-laba pada Genta.
Aisyah tersenyum kemudian menghela nafas leganya saat melihat Raina yang tertawa lepas. Aisyah mengambil ponselnya dari atas meja kemudian mengambil gambar Raina yang sedang tertawa bersama dengan Genta. Lalu ia kirimkan pada Fathan.
Rasain nih pembalasan dari aku bang Fath. Kebakaran-kebakaran dah itu kepala sama hati Haha. Salah sendiri sok-sokan gak mau bales wa dari aku. Tenang Raina aku ada di pihak kamu kok.
Benar saja baru saja 3 menit setelah Aisyah mengirimkan gambar tersebut tiba-tiba saja ponselnya bunyi dan menampakkan notifikasi dari Fathan yang membalas pesan wa darinya mengenai foto yang baru saja ia kirimkan.
Terlihat dilayar ponsel Aisyah isi pesan dari Fathan "Dimana?" . Satu kata yang berhasil membuat Aisyah merasa berada di atas awan. Rasanya puas sekali dirinya bisa membalas Fathan.
Selang 1 menit dirinya membaca pesan Fathan. Tiba-tiba saja Fathan menelpon dirinya. Aisyah sebisa mungkin berusaha menahan tawanya meskipun dirinya ingin sekali tertawa terbahak-bahak.
Sudah ku duga pasti balasnya cepat banget deh Haha. Aku gak mau angkat ah biarin aja dia kesel. Selamat penasaran Abang ku sayang.
Raina menatap Aisyah heran karena ia merasa Aisyah sedikit berbeda. Ia melihat Aisyah nampaknya sangat senang sekali hingga membuat dirinya penasaran.
"Aisyah, lo kenapa sih kayanya seneng banget," tanya Raina penasaran.
"Biasa lah Raina. Dia kan manusia juga palingan dia lagi chatan sama cemcemannya. Yakan Aisyah?" ucap Genta tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Sok tau nih kak Genta. Aku senyum-senyum karena lagi bahagia. Aku abis order laba-laba tau dan laba-laba nya ternyata ready," ucap Aisyah dengan nada yang sengaja ditekankan di bagian laba-laba dan ready.
***
Bersambung.....
Jangan lupa like, komen dan saran ya gais. Makasih buat semuanya yang selalu nunggu cerita ini up. makasih juga yang udah kritik dan ngasih saran. Makasih juga buat semuanya yang udah support aku dengan komentar kocak kalian. Aku baca semua komentar kok hehe mulai dari komentar yang bagus sampe komentar yang bikin down wkwk. Semoga ke depannya aku bisa bikin cerita yang lebih bagus dengan alur yang jelas hehe
__ADS_1
Sekian dan terima kasih.