SENIOR

SENIOR
Kemping (2)


__ADS_3

Hari ini merupakan hari keberangkatan Raina dan Lala untuk mengikuti acara kampusnya, telihat Lala yang terus merengut enggan bangkit dari duduknya.


"Ayo La buruan bawa barang barang lo,"ajak Raina yang sudah siap dengan tasnya.


"Raina gw males suer deh, mending ajak Fano aja deh dia wakilin gw tuh lagian dia pengen banget ngikut kemping,"ucap Lala malas.


"Enak banget lo ya kalo ngomong, gak mungkinlah gw ajak Fano, udah deh buruan gak usah ngomong terus nanti kita ditinggal,"omel Raina menarik tangan Lala.


Dengan berat hati dan amat sangat terpaksa Lala mengambil tasnya lalu berjalan mengikuti Raina.


Mereka sampai di bawah berpamitan dan melangkahkan kakinya keluar rumah, namun baru beberapa langkah mereka berjalan tiba tiba menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan Fano yang terus memanggilnya.


"Kak Lala pooo kak Laina tungguin Pano,"teriak Fano berjalan dengan susah payah sembari membawa tasnya.


Raina dan Lala dibuat tercengang saat membalikan tubuhnya menoleh pada Fano, mereka saling melempar pandang seolah sedang bertanya tanya.


"Kok Pano ditinggalin si, nih Pano udah siap di tas Pano banyak lobot lobotan sama ultlamen buat main di sana,"ucap Fano mengembangkan senyumnya.


Sementara Raina hanya melirik dan mengkode Wina seolah olah sedang meminta solusi.


"Fano ngapain dah itu kan acara kampusnya mereka kak Rey aja yang gede gak boleh ikut karena gak boleh sama bu gurunya apa lagi Fano yang kecil begini,"ucap Reyhan.


Fano berkacak pinggang memandang Reyhan dengan mata yang berkaca kaca, ia tetap memaksa untuk ikut bersama Lala dan Raina.


"Fano di tempat kemping kak Raina ada badut tau nanti kalo Fano di culik badut gimana,"ucap Raina sengaja menakut nakuti Fano.


Fano bergedik ngeri ketika mendengar perkataan Raina, ia menggelengkan kepalanya seolah ia tidak mau bertemu dengan badut tersebut.


"Yaudah Pano gak jadi ikut, nanti Pano kemping di lumah aja bial gak ketemu badut jelek,"ucap Fano cemberut.


Raina mengembangkan senyumnya saat mendengar ucapan Fano, akhirnya ia bisa bernafas lega karena Fano tidak bersikeras untuk ikut dengannya.


"Tapi nanti kalo kalian pulang bawain Pano oleh oleh yang banyak yaa, kalo gak dibawain kalian beldua gak boleh pulang nanti pano usil,"ucap Fano ketus sembari mengusap air mata yang entah sejak kapan sudah menetes.


"Dih ini kan rumah gw enak aja lo ngusir ngusir gw,"ucap Raina kesal.


"Bialin sekalang lumah ini jadi lumah Pano soalnya kak Laina udah minggat dali lumah ini kak Laina dicolet dali kaltu kelualga,"ucap Fano ketus.


"Kak Lala bolehkan balik kesini hehe,"ucap Lala menyengir.


"Kak Lala juga gak boleh kalo gak bawa oleh oleh nanti kak Lenonya buat Pano telus kak Leno aku palakin sekalang kak Leno jadi besplennya Pano kak Lala dilupain wle,"ucap Fano menjulurkan lidahnya.


Lala mengerucutkan bibirnya menghampiri Fano mengacak acak rambut Fano gemas.


"Fano tau gak sih, kak Lala tuh sebenernya males ikut kemping tapi di paksa sama kak Laina kamu itu,"adu Lala sembari menunjuk Raina dengan suara sesedih mungkin.


"Gak mau ikut kenapa ikut dasal cewe bilang engga tapi iya bilang gapapa tapi iyapapa bilang gak suka tapi suka helan pangelan bikin pusing aja, udah sono kalian pelgi husss,"ucap Fano mengusir mereka seperti mengusir ayam.


Raina tidak mau memperpanjang obrolannya dengan Fano dengan cepat menarik tangan Lala lalu berjalan menuju mobil Reno yang sedari tadi sudah siap mengantar mereka ke kampus.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Suasana kampus hari ini sangan ramai dengan suara antusias dari orang orang sekitar.


Zara dan Aisyah sedari tadi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Raina dan Lala yang tidak muncul batang hidungnya sedikitpun padahal sebentar lagi mereka akan berangkat.


Fathan dan teman temannya melihat raut wajah Zara dan Aisyah yang sangat gelisah berjalan menghampiri mereka.


"Kalian kenapa gelisah begitu tumben banget cuma berdua Raina sama teletabis mana,"sapa Rama.


"Nah itu yang bikin kita gelisah dari tadi tuh anak berduaan sampe sekarang belom nyampe,"ucap Zara cemas.


"Mungkin mereka masih di jalan kali, udah coba telpon belom,"tanya Raka.


"Udah kak Raka tapi gak diangkat sama dia,"jawab Zara.


Fathan terus mengedarkan pandangannya ia tersenyum menghela nafas leganya saat melihat Raina dan Lala yang baru saja turun dari mobil lalu berjalan menghampiri mereka meninggalkan yang lainnya.


"Tuh anak mau kemana dah pergi gak kode kode dulu heran gw,"ucap Rama berlarian menyusul Fathan disusul dengan yang lainnya.


"Pasti lo minta dicium tangannya, bener bener ya kaya guru sd gw nih,"ucap Lala meraih tangan Reno lalu mencium tangannya.


"Belom juga ngomong udah sok tau aja kamu,"ucap Reno.


"Raina hati hati disana jangan pecicilan pokonya jangan aneh aneh berangkat sehat pulang harus sehat juga,"ucap Reno.


Lala menatap Reno jengah ia menarik hidung Reno gemas, sedangkan yang ditarik hanya meringis menatap Lala kesal.


"Kak Reno tadi kita udah denger yang kaya begitu dari papa Gio sama mama Wina kenapa lo ulangin lagi pemborosan waktu tau gak sih,"ucap Lala.


"Aku gak ngomong sama kamu, aku ngomong sama adik aku mending kamu diem gak usah bawel,"ucap Reno ketus.


"Rainaaaaa Lalaaa lo berdua kok lama banget si kering nih gw sama Aisyah nungguin lo berdua dari tadi,"omel Zara.


"Ya maaf tadi si Fano mau ngikut jadinya ngeboongin Fano dulu bentar biar dia ngalah,"ucap Raina.


"Tau nih Zara bawel banget si kaya ikan,"saut Lala.


Reno berpamitan pada semuanya lalu berjalan menuju mobilnya.


"Kak Renoooo tunggu,"ucap Lala mengetuk kaca mobil memberi kode agar Reno membukakan kaca mobilnya.


"Apa lagi si,"saut Reno dengan raut wajah yang kesal.


"Jangan marah marah dulu dong, minta uang dong buat jajan di hutan,"ucap Lala menyengir.

__ADS_1


Raina dan yang lainnya memandang Lala dengan tatapan geram mereka membiarkan Lala melanjutkan pembicaraan dengan Reno.


"Hutan mana yang ada warung atau mini marketnya Lalaaaaa,"ucap Reno gemas ingin rasanya ia menelan Lala hidup hidup.


"Gak tau, soalnya gw gak pernah nginep di hutan makanya sekarang gw minta duit sama lo buat jaga jaga Kak, jangan pelit pelitlah nanti gw beliin moci deh tenang aja,"ucap Lala tersenyum.


"Udah Bang kasih aja bawel nih anak, kita bentar lagi jalan soalnya,"ucap Fathan.


Reno menganggukan kepalanya lalu mengambil dompetnya mengeluarkan uang dua ribuan 5 lembar memberikannya pada Lala.


Lala tersenyum memandang uang tersebut lalu mengambilnya dengan senang hati.


"Uangnya masih baru semua berasa di kasih THR lebaran, makasih yaaa semoga cukup buat beli moci bye bye kak Reno,"ucap Lala melambaikan tangannya tersenyum pada Reno.


Fathan melirik pada barang bawaan Raina ia mengambil tas yang sengaja diletakan oleh Raina di aspal berniat membawanya menuju bus.


"Kak Fathan kok lo bawain punya Raina doang si punya gw juga dong gak adil banget nih,"ucap Lala cemberut.


"Bodoamat!"ucap Fathan acuh.


"Gak usah Kak gw bisa bawa sendiri kok,"tolak Raina berusaha meraih tasnya namun tangannya ditepis pelan oleh Fathan.


Fathan berjalan meninggalkan mereka tanpa pamit dengan membawa tas Raina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2